
"Duh,,kenapa ponsel Brian dan Soni susah dihubungi si,,aku ingin memastikan apakah dia sudah sampai dikantor atau belum?"gumam Delia dengan terus mengotak atik ponselnya.
"Mungkin mereka sudah sampai,karna mereka bilang akan melalui jalur alternatif agar lebih cepat sampai kekantor Mr.Abdulla.. Banyak yang mereka siapkan sebelum rapat dimulai jadi Please ya,,jangan bawel,karna telingaku sudah panas mendengarmu menggerutu sedari tadi!" Ketus Tania.
"Ck,,,membosankan!!" Gerutu Delia.
"Hah! Kamu pikir aku sudi!?"
"Diam atau aku robek mulutmu!" Delia tidak mau kalah dengan Tania.
"Eh! Kamu pikir kamu siapa!! Kamu hanya benalu dalam kehidupan Brian!!! Jangan mentang-mentang Brian memilihmu ya,kamu berani menentangku! " Tania mulai kesal dan sorot matanya mencecar Delia dengan penuh kebencian.
"Heh,bukannya kamu yang Benalu??gak salah tu ngatain gue benalu!! Penjilat!" Delia pun semakin berani beradu dengan Tania.
"Maaf Nyonya,saya tidak mengerti apa yang kalian katakan,tapi sepertinya kalian bertengkar,,saya mohon,kalian tenang tuan Brian memerintahkan ku untuk menurunkan kalian dijalan jika kalian bertengkar!" Selama di Dubai mereka berkomunikasi dengan bahasa inggris dan arab hanya diantara Tania,Soni,Safa,Brian dan Tania. Mereka tetap menggunakan bahasa Indonesia sehingga tak banyak yang tahu.
Tania memang pandai dalam mengusai beberapa bahasa,itulah sebabnya Atmajaya memilih Tania untuk bisa mengikuti tender ini,selain itu tujuan utamanya adalah untuk mendekatkan Tania dengan Brian dan membangkitkan kembali nama baik HR grouo yang dulu sempat meredup karna konferensi pers yang dilakukan oleh Brian di Bali.
"Baiklah!"jawab Tania dan Delia bersamaan. dengan bahasa Inggris.
"Awas kamu mas,Beraninya kamu membuatku semobil dengan mak lampir ini"
Kata Delia lirih.
"Kamu bilang apa?" Hentak Tania.
"Apa,aku tidak bicara apa-apa"
Sementara di mobil yang Brian naiki
"Ian,sepertinya benar katamu mereka mengikuti kita"
Brian melihat melalui kaca spion mobilnya.
"Tepat sekali! Son,berhati-hatilah mereka semakin dekat,segera hubungi anak buahmu disini,suruh mereka bersiap"
"Baiklah" Soni berpegangan erat,sementara Brian mengencangkan laju mobilnya.
"Ian,hati-hati,,gue tau loe suka balapan juga,tapi inget ada Delia yang sedang menunggu lo..gue juga belum kaw** kali Ian,"
"Diem lo,kita harus bermain-main dulu dengan mereka,kita buat ia berkeliling jalanan aku ingin tahu seberapa besar kemampuannya."
"Iya tapi gak gini juga Ian,,mentang-mentang lo suka balapan! Awas gue aduin ma bini baru tau rasa!!"
Soni merasa ngeri dengan ulah Brian yang gila.
"Ck,,cemen lu,,Delia gak bakalan berani ngomelin gue,tenang aja!"
Brian terus memainkan setir dan gasnya.
*
__ADS_1
"Sial sepertinya dia mengetahui kita sedang mengincarnya" ucap seseorang yang ada didalam mobil lain yang tengah mengikuti mobil Brian.
"Mereka menantang kita,mereka sengaja melalui jalan alternatif yang jauh dari jangkauan CCTV jalan,hah...mereka ingin menjempet maut rupanya"
"Kita selesaikan pekerjaan kita ayo!" Kata salah satu dari mereka.
"Bersiaplah!" Mobil para peneror itupun berusaha menyalip Mobil Brian dan salah satu dari mereka mengarahkan senjata kedap suara.
Duarrr
Pistol mengarah ke ban mobil Brian yang tengah melaju kencang .
Mobil Brian memutar dan menabrak bahu jalan.
"Hallo bos,,berhasil" salah satu dari mereka menelpon bosnya.
***
"Kok berhenti disini ?"tanya Delia.
"Emangnya lo mau kekantor Mr.Abdulla dengan pakaian seperti ini!! Nih,ganti cepetan!!" Ketus Tania,sembari memberi peper bag yang sedari tadi ia letakan di sampingnya.
"Ya Allah,,kenapa lo dari tadi diem aja!! Bener-bener lo ya" Delia meraup wajahnya kesal,kemudian tangannya ia remas dihadapan Tania seperti ingin mencakar wajah Tania.
Tania tersenyum sinis.
"Huh,kenapa bukan Safa saja yang disini si! Iiihhhh..." Delia merebut peperbag tersebut.
Delia memejamkan matanya,menarik nafas panjang.
"Aku ganti dimana!?"
"Disini! Gue sama sopir yang keluar."
"What? Gila lu ya!"
"Lo yang Gila!" Tania keluar menutup pintu mobilnya keras. Disusul supir yang Brian sewa.
"Kenapa enggak berhenti di mana gitu biar aku bisa nyaman ganti bajunya,bukan ditempat sepi seperti ini!" Selalu dan selalu saja Delia menggerutu.
"Non,lihat berita ini" Supir menunjukan berita tentang kecelakaan mobil yang dinaiki oleh Brian.
Tania shock langsung menggedor gedor pintu mobil.
Delia mempercepat berganti pakaian dan merapikan rambutnya.
Ia kucir rambutnya sembarangan.
Kemudia ia buka pintu mobil,seketika Sopir dan Tania segera masuk kedalam mobil dengan raut wajah yang berbeda.
Tania terlihat panik dan memucat wajahnya.
__ADS_1
"Lo lo kenapa?"tanya Delia datar.
"Brian,,"
"Ada apa dengan Brian?ayo katakan ada apa?"
Tania bungkam tertenggun,matanya membola bibirnya kelu.
"Tuan Brian mengalami kecelakaan nyonya,mobilnya tengah dievakuasi dan Tuan Brian beserta tuan Soni tengah dibawa kerumah sakit terdekat."ucap Sopir.
"Tidak-tidak mungkin!! Itu bukan Brian,aku yakin" Delia menggeleng-gelengkan kepalanya,ia tidak percaya.
"Aku harus menghubungi Brian" Delia mencari-cari ponsel ditasnya.
Ia berusaha menelpon suaminya tapi tetap saja tidak ada jawaban.
Taniapun mencoba menghubungi Soni dan hasilnya nihil.
"Silahkan non Delia cek sendiri apakah ini mobil yang tuan naiki?" Sopir memberikan ponselnya pada Delia.
Mata Delia mulai berair deras,ia sandarkan tubuhnya yang sudah lemas tak berdaya.
"Non,apa kita akan tetap ke kantor?"
"Kita kerumah sakit!"titah Delia dengan tatapan kosong.
"Jangan jangan jangan,,kita ke kantor."
"Eh! Memangnya apa yang ada di otak lo! Suami gue kecelakaan dan kita tetap kekantor ? Ada nurani gak si Lo!!" Bentak Delia
"Elo yang apaan!! Soni sudah berpesan sama gue! Apapun yang terjadi,kita tetap harus ke kantor! gue juga khawatir tapi mau gimana lagi! "
Delia sudah kehabisan kata-kata,ia sangat kesal dan khawatir.
"Ya Allah,ada apa dengan hari ini,,aku harus bagaimana ya Allah" batinnya.
"Nih! Simpan air mata lo! kita lanjutkan perjalanan ke kantor"
Tania memberikan tissu untuk Delia.
"Setelah kita benar-benar mendapatkan kepercayaan Mr.Abdulla,kita langsung ke Rumah Sakit. Kamu ingat,kenapa Mr.Abdulla menurunkan kepercayaanya pada Brian?itu karna Elo! jadi kali ini elo jangan kacaukan semua! gue tau kondisinya tapi kita juga harus profesional! Dan satu lagi,elo tau perusahaan Oma saat ini tengah menurun,itu semua karna siapa! Karna elo! Karna konferensi pers yang Brian adakan di Bali waktu itu! Hampir 65% kerjasama dari beberapa perusahaan asing dibatalkan karna mereka tidak lagi mempercayai tuan Atmajaya. Keuangan perusahaaan menurun! Itu karna siapa! Karna elo! Dampaknya usaha yang ayahku bangun juga mengalami penurunan! Gue lakukan ini untuk menaikan perusahaan Oma! Jadi elo harusnya berterimakasih sama gue! Jangan cengeng! Gue juga sayang sama Brian! Gue juga khawatir,tapi gue percaya sama Brian dia akan baik-baik saja! Dasar gadis manja!!" Tania mencecer Delia dengan penuh emosi.
Delia yang tengah kalut hanya bisa menangis .
"Pak,kita lanjutkan perjalanan kekantor! Tolong tambah kecepatannya ."
Titah Tania.
Sepanjang jalan Tania melimpahkan kesalahan pada Delia.
Delia yang tengah kalut hanya menerima setiap tuduhan Tania,Delia hanya bisa menangis.
__ADS_1
Ia terus membayangkan bagaimana kondisi Suaminya saat ini.