
Delia berjalan kekamarnya dengan terus menggerutu.
"Kamu pikir aku apa mas!radio rusak!! Seenaknya kamu marah-marah,membuatku pusing diJakarta,kamu disini enak-enakan sama Tania! Dengan mudahnya bilang maaf ?Hah?? Dasaarrr Bunglon bunglon bunglon!!! Iiihhh..." Delia menghentak hentakan kakinya kesal.
Ia melepas pakaiannya dengan kasar,berganti pakaian dengan style yang lebih santai.
Sebelum ia pergi ke bandara ia ingin menenangkan diri di pantai.
"Hufh,,,aku harus bisa menghibur diriku sendiri sebelum aku kembali ke Jakarta,untuk apa aku berlama-lama disini melihat mak Lampir yang terus menggoda suamiku!" Delia menyisir rambutnya,kemudian mencari-cari ponselnya.
"Ya Allah,ponselku??dimana?" Ia mencari di balik selimut,bantal dan sofa dan sudut ruangan.
"Aduh,,sepertinya aku meninggalkan disofa kamar Brian! Ceroboh!!" Ia memukul-mukul kepalanya sendiri.
"Terpaksa aku harus kesana lagi!!hufh"
Dengan langkah malas ia pergi kekamar Brian,membunyikan bel kamarnya.
Tak menunggu lama Brian membuka pintunya.
"ponselku!" Ucap Delia ketus,membuang muka,mengadahkan tangannya.
"Masuklah!"perintah Brian.
"Ambilkan saja! Aku buru-buru!" Ketus Delia.
"Ck,," Brian langsung membopong istrinya.
"Mas,turunin!! Gila kamu mas! Kalau dilihat dari CCTV gimana coba! Malu-maluin tau!!"
"Peduli apa aku sama mereka! lagian kamu ini istriku!"
Brian menurunkan Delia di atas kasur. Brian ingin menindih tubuh istrinya namun dengan sigap
Delia langsung bangun,menghindar.
"Mana ponselku!" Ia kembali mengadahkan tangannya.
"Katakan dulu kamu mau kemana! Ini bukan Jakarta,ini Dubai terlalu berbahaya kalau kamu pergi sendirian!"
"Terserah aku mau kemana,apa pedulimu! Kemarin kamu juga mengacuhkanku jadi,untuk apa kamu sekarang peduli denganku!! Cepat! Kemarikan ponselku!"
"Cukup! Aku malas berdebat denganmu!"
Brian menunjukan ponselnya kemudian menyimpan kembali ponsel Delia disaku bagian dalam jasnya.
"Mas!! Kok malah diumpetin si! Sini ponselku!! Gak lucu!" Rengek Delia,sembari menarik lengan jas suaminya.
Brian berdiri tegap, memasukan kedua tangannya ke saku celana dan melangkahkan kaki dengan santainya kearah pintu.
"Apa kau mau aku kurung disini lagi" ucap Brian.
"Ih!! " Dengan kesal Delia mengikuti langkah suaminya keluar hotel.
Brian terus berjalan tanpa mempedulikan istrinya yang terus membuntuti sambil merengek meminta ponselnya.
__ADS_1
"Mba,titip cart ini untuk rekan sekamarku,Soni kamar nomer *** ingat! jangan berikan ke orang lain!"
Brian menitipkan kunci pada resepsionis Hotel.
"Baik tuan" jawabnya.
Para pegawai hotel sudah paham dengan Brian dan rekan-rekanya,banyak pegawai wanita yang terpesona dengan ketamanan Brian.
"Kamu mau kemana!" Tanya Brian sesampainya di mobil.
"Kembalikan ponselku mas!"
"Kita jalan-jalan ya.."ajak Brian,tanpa menanggapi permintaan istrinya.
Brianpun akhirnya menjalankan mobilnya.
Delia memilih diam mengacuhkan suaminya,dia masih kesal dengan pelukan Tania saat di lift tadi pagi. Pikirannya melayang,membayangkan suaminya selama di Dubai hanya pasrah menerima belaian Tania,sekalipun ada Soni dan Safa,mereka tetap saja bisa bermesraan.
"Menyebalkan"gerutunya lirih.
"Apa kamu bilang?" Ternyata telinga Brian menangkapnya.
"Apa??aku enggak lagi ngomong apa-apa kok" Jawab Delia terbata.
"Kamu mau kemana?apa kamu mau makan?"
"Tiba-tiba aku malas kemana-mana! kembali saja ke hotel!"
Ketus Delia dengan terus membuang muka kearah jendela.
Brian menepikan mobilnya,dan menatap Delia tajam.
Delia berfikir sejenak,lalu ia memberanikan diri mengungkapkan kegelisahanya.
"Mas,apakah selama beberapa hari ini kamu,,kamu,,emmm.." Delia mengigit bibir bawahnya keras,ia ragu dengan pertanyaannya.
"Apa!?"
"Apa kamu selama ini pasrah menerima belaian si nenek sihir itu? Kaya waktu di lift??"
Brian terkekeh melihat wajah cemburu istrinya.
"Ketawa lagi! Enggak lucu tau!!"
"Ya Allah Sayang,,berapa kali aku bilang,,aku tu doyannya cuma sama kamu! Model gitu mah engga doyan..!"
Brian menarik hidung istrinya yang masih manyun seperti anak kecil.
"Awwww...sakit tau!" Delia menampol tangan Brian.
"Gini ya,tadi itu Tania menumpahkan minuman ke bajuku,tiba-tiba dia mengikutiku di lift,dan mencoba menggodaku,"
"Apa hanya kali ini saja dia menggodamu?bukannya kerjaanya dari dulu gitu! udah kaya hantu aja!" Jawab Delia kesal.
"Nah itu tau,," jawab Brian,ia tersenyum menggoda istrinya.
__ADS_1
"Nah itu taauuu,,kamu juga tu! Yang keenakan digoda terus sama dia! iya kan??Masa badan segedhe gitu gak bisa menghindar,malah pasrah !! Sebel!"
"Kalau dia cowo baru aku berani menghajarnya habis-habisan! Hehehe.."
"Ih mas!!!! Aku enggak bercanda!"
"Aku juga engga bercanda,nih,,aku udah mencoba meminimalis kesempatan Tania untuk mendekatiku,kamu tau kenapa aku mengajak Soni dan Safa?mereka akan banyak membantuku menghindari Tania.
Awalnya sebenarnya aku ingin mengajakmu kemari,tapi saat kejadian kemarin,aku putuskan untuk pergi sendiri dan memerintahkan mereka untuk menyusulku.
Selain untuk membuatmu jera karna berani pergi tanpa seijinku,terus terang aku juga sama sepertimu,aku tidak akan terima jika ada orang lain yang menyentuhmu! Makannya aku kesal dan mengacuhkanmu kemarin.Kamu paham??"
Delia terdiam,mengantupkan bibirnya,menunduk.
"Ya sudah,kamu mau kemana?kita lupakan masalah kita,"
"Emm,,Mas,aku sudah pesan pesawat untuk pulang" ucapnya lirih
"Sudah aku cancel tadi lewat ponselmu,jadi jangan pulang tanpa aku!!"
"Udah di cancel??" Ada perasaan senang dalam hati Delia,sebenarnya Delia juga tidak mau pulang,ingin terus bersama Brian.
Ia tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk memperbaiki semuanya.
"Sayang,lain kali jangan ceroboh ya,kamu istriku,mulailah berbagi dalam segala hal denganku. Kamu tahu,aku paling benci saat dibohongi,dan aku rasa semua orang pasti membenci kebohongan. Kamu juga pasti tahu dan paham,bagaimana kalau aku sudah marah"
Brian membelai rambut Delia lembut.
Brian tidak bisa berlama-lama menabuh genderang perang dengan istrinya.
Setiap kali menatapnya,berlahan amarahnya memudar.
Begitu juga dengan Delia,setiap kali Brian menatapnya dan menyentuhnya,hatinya meluruh.
Begitu besar daya tarik Brian sehingga membuat Delia seperti terhipnotis.
"Iya mas,maafin aku ya.."
Brianpun memeluk istrinya,dan melanjutkan perjalanan.
Kali ini mereka pergi kepantai,ia menikmati suasana pantai siang hari.
Brian mengajak Delia ke sebuah resto untuk memesan makanan.
"Sayang,makan ya,,aku tahu tadi sarapanmu terganggu karna ku" Brian menyuapi istrinya.
"Mas,maafin aku ya.."
"Iya,sudah lupakan saja..lagian kemarin Roby sudah mencoba menemui Hans,untuk mencari tahu tentang pria yang membuat keributan di Tokonya."
"Lalu?"
"Awalnya aku memang kesal denganmu,tapi kemarin Roby menghubungiku,menceritakan apa yang Fani ceritakan.
Aku ingin memberi pelajaran pada pria yang melecehkanmu,aku perintahkan Roby untuk menemui Hans,dan Hans pun menceritakan semua dan memberikan informasi mengenai pria yang mencoba melecehkanmu. Pria itu sudah ditahan dikantor polisi,besok sepulang dari sini aku sendiri yang akan menemuinya."
__ADS_1
"Hah,merepotkan orang saja,,coba kalau kamu dari awal bertanya padaku atau mang Jajang." Sindir Delia.
"Diam!" Hardik Brian sinis.