
"Del!! Aku tahu kamu mendengar ku,,,aku hitung sampai tiga,,aku tidak peduli lagi!! Saaatuuu"
"Duuuaaaa"
"Tiiiiiiiiiiiii,,,"
"Ampun tuan ampun,,"
"Tigaaa"
"Aaaaaaaa" Leher pak tuapun akhirnya terkena belati yang Reymon bawa.
Sontak membuat Delia teriak ketakutan
"Tidak!!!!! Gila kamu!! Gila!!!! "Delia menangis gemetar menyaksikan pak Tua berlumuran darah.
Sementara Reymon tertawa terbahak-bahak.
"Hah haa haha ...akhirnya,aku harus mengorbankan nyawa untuk menemukanmu sayang,,ayo,,mendekatlah dan ikut denganku"
"Tidak,,aku mohon lepaskan aku,,aku mohon,," Delia terus mundur menjauhi Reymon.
"Baiklah kalau kamu tidak ingin denganku! Maka dengan terpaksa,,aku akan membunuhmu dan anak itu!! Tidak ada yang boleh memilikimu selain aku!!"
"Jangan!!! Tolong!!! Jangan!!" Delia kembali berteriak ketakutan,,ia berlari semampunya dengan sisa tenaga yang ia miliki.
Reymon terus tertawa,ia berjalanengejar Delia.
"Kau berlari atau merangkak han!! Lamban sekali!!"ejek Reymon.
Reymonpun akhirnya mendapatkan Delia.
Mengenggam tangannya erat.
"Aku mohon,,jangan bunuh kami,,aku mohon,,"pinta Delia.
"Maaf Sayang,,sepertinya kisah romeo dan juliet versi kita akan segera dimulai,,dan itu bermula dari kamu dulu sayang,,"
Delia mengigit tangan kanan Reymon dan kembali berlari,Reymon pun akhirnya geram,ia kembali mengejar menjambak rambut Delia hingga jatuh.
Ia segera menancapkan belati ke arah dada Delia namun dengan sigap
Hans menendang belati itu dari arah samping. Membuat belati itu terjatuh.
"Hans,,"teriak Delia yang sudah tidak bisa bangun dari posisinya.
Dengan membabi buta Hans langsung menghajar Reymon,ia juga melemoar ponsel kearah Delia.
"Hubungi suamimu!! Mereka sedang mencarimu disini,beri titik lokasi kita!"
Teriaknya sambil terus berduel dengan Reymon.
Beberapa menit kemudian saat Hans mulai kewalahan menghadapi Reymon yang ternyata jago bela diri,,akhirnya bala bantuan datang,Brian Soni dan beberepa bodyguardnya mengepung Reymon.
"Biar aku saja yang menghadapinya!!"titah Brian pada Soni dan keenam bodyguardnya.
"Kalian urus mayat pak tua itu"titah Soni menunjuk tiga bodyguard yang lain.
"Darah!!!" Teriak Delia panik melihat darah dari sela kedua pangkal pahanya.
"Hans!! Bawa Delia kerumah sakit!!Cepat!!" Titah Brian sambil terus melayangkan pukulan.
Sepertinya antara Brian dan Reymon sama-sama jago dalam bela diri.
"Aku suka musuh yang sepadan!" Hardik Reymon.
__ADS_1
***
Dirumah Sakit
Delia langsung masuk keruang operasi untuk menjalankan operasi cecar.
Kedua bayi Delia harus segera diselamatkan karena kondisi Delia sangat buruk.
Hans,Bimo,Fani , Bibi Mira dan Oma terus menunggu kabar baik dari Dokter dan juga Soni.
Hati mereka sangat kalut.
Jam terasa sangat lambat,sementara jantung mereka berdebar sangat cepat.
Kedua bayi itu langsung masuk keruang inkubator oleh kedua perawat lengkap dengan alat-alat dan selang yang menempel ditubuh munggil anak-anaknya.
"Bagaimana keadaan cucu saya sus?"tanya Bibi Mira saat perawat itu kembali akan masuk keruang operasi.
"Bayinya harus dipantau diruang inkubator nyonya,nanti dokter akan menjelaskan,,kami permisi" Perawat itu tergesa-gesa masuk kedalam.
Selang beberapa menit,Dokter keluar ruangan.
"Nyonya,kami butuh tranfusi darah,ada kah diantara kalian yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien?"
Mereka saling melempar tatapan.
"Ambil saja darahku Dok,,darahku sama dengan pasien" jawab Hans.
"Baik,,satu lagi?karena kami butuh dua orang"
"Dokter ambil dulu darah saya,sebanyak apapun,,nanti keluarga yang lain akan mencari pendonor lain"
Titah Hans.
"Baik"
Sementara itu,
Clebbbb!!!
Perut Brian terkoyak belati yang berhasil ditemukan oleh Reymon lagi.Soni dan bodyguard yang masih memiliki sisa tenaga pun kembali mengeroyok Reymon dan CLEBbbb
Brian menikam Reymon dari belakang lalu keduanya tergeletak.
Brian langsung dibawa kerumah sakit bersama dengan Reymon.yang sudah dikawal polisi.
"Ada apa dengan Brian nak??"tanya Oma panik melihat Brian masuk ke ruang tindakan yang tak jauh dari ruang operasi Delia.
"Nanti Soni critain Oma,,bagaimana keadaan Delia dan anak-anaknya Oma?"
"Delia masih belum stabil kondisinya,dia masih diruangan ICU,pasca operasi caesar dia kehilangan banyak darah. Sementara bayinya juga ada di ruang ICU anak karena mereka prematur"
"Subahanallah,,," Soni meraup kasar wajahnya.
Kemudian ia menatap kearah Hans yang tengah duduk dilantai,menyembunyikan wajahnya dalam rengkuhan kedua lutut yang ia satukan.
"Terimakasih Hans" Soni mendekat dan merangkul pundaknya.
Ia mengangkat kepalanya dan menatap Soni dengan nanar.
"Sudahlah,,kita berdoa saja,mereka akan baik-baik saja,,Reymon gila itu juga sudah menjadi urusan polisi. Kamu jangan khawatir" Soni mencoba menenangkan Hans,yang nampak sangat terpukul dan khawatir melihat kakaknya masuk keruang tindakan dengan berlumuran darah.
"Kakaku akan baik-baik saja kan Son?kamu istirahatlah,,terimakasih untuk bantuanmu,kalau tidak ada kamu,mungkin dia sudah membunuh Delia."
"Aku akan tetap disini dan memastikan mereka Son,,"
__ADS_1
"Baiklah.."
***
Kondisi Brian semakin membaik,dia sudah dipindahkan ke ruang rawat inap,sementara Delia masih diruang ICU.
Soni mendorong kursi roda Brian menuju ruang bayi untuk melihat anak-anaknya.
Brian menatap keduanya nanar,
"Para jagoan kecilku,,"gumamnya.
Setelah cukup lama menatap dari kejauhan anak-anaknya,Brian langsung meminta dibawa ke ruang ICU.
Ada Bibi Mira yang setia menunggu didepan pintu.
Brian diijinkan masuk oleh perawat untuk menemui Delia.
Ia lgs meremas tangan istrinya,dan menangis memeluk tubuh lemah sang istri.
"Sayang,,,bangun lah,,kedua jagoan kita membutuhkanmu,,aku juga membutuhkanmu,kita semua tidak bisa hidup tanpamu,,aku tahu,kamu dan anak-anakmu adalah manusia tanggung,ayo,,bangunlah,,bangun sayang,,"
Sudah 2 hari Delia tidak sadarkan diri,semua pun merasa sangat cemas.
"Tuan,sebaiknya tuan kembali kekamar,tuan juga harus istirahat" ucap salah satu perawat.
"Bisakah aku tetap disini?aku tidak akan membiarkan istriku sendiri"
"Maaf tuan,,tidak bisa,,nanti tuan bisa kemari lagi,,"
"Sayang,,nanti aku akan kembali lagi,jika aku kembali lagi,kamu harus bangun!! Oke! Ini perintah dari suamimu,,ingat itu"
Bisiknya.
***
Brian kembali kekamar,dan melihat Hans sudah ada disana.
Sonipun meninggalkan keduanya diruangan.
"Terimakasih ,kamu sudah membantuku" ucapnya dingin seperti biasa.
Hans langsung memeluk Brian,tak peduli penolakannya.
Tapi nyatanya,Brian sama sekali tidak menolak. Brian sebenarnya sudah menwrima Hans,namun ia masih saja gengsi.
"Maafkan aku kak,maaf,,"
"Untuk apa?Emmm...oiya,dari mana kamu bisa tahu dan ikut terlibat dalam pencarian Delia kemarin.
"Kemarin,kak Soni memberi tahu posisi awal dimana Delia disekap. Karena Soni ingin Delia cepat ditemukan jadi dia mengerahkan bantuan dari manapun."
"Oh"
"Dan aku tahu,Villa kosong tempat si Bre****k itu menyekap,itu adalah,," Bibir Hans gemetar,dan Brian menaikan satu alisnya mengetahui ada sesuatu yang tidak beres.
"Apa!"tanyanya penasaran.
" Villa itu,,sebenarnya milik ibuku,itu hadiah dari Ayah,tapi tidak pernah dipakai karena kita harus tinggal di Bali setelah kematian ibumu"
"Lalu?apa maksudmu si Reymon ada hubungannya dengan ibumu!!" Mata Brian memerah,,penuh amarah.
Terlebih saat Hans menganggukan kepalanya.
"Aggghhhhh!!!! Bedebah!!!"
__ADS_1