
Rahasia!!!"
"Aaaahhhh...nyebelin banget bake rahasia-rahasia segala!"
Delia kembali melancipkan bibirnya,membuat Brian gemas ingin mengigitnya.
"istirahatlah,,sebentar lagi akan ada orang dari Spa datang kemari,setelahnya akan ada orang salon juga kemari"ucap Brian.
"Spa?"
Selama ini aku belum pernah menikmati pelayanan Spa dirumah ini,,ruangan Spa dirumah tidak pernah aku jamah. Aaaghhh...membayangkan saja sudah sangat menyenangkan
batinnya girang.
Tok tok tok
Bi Ani datang mengetuk pintu.
"Masuk!" Titah Brian.
"Maaf tuan,ini makan siang untuk nyonya"
Bi Ani membawakan nampan berisi makan siang,buah dan minum. Ia meletakan nampan itu dimeja.
"Bi Ani,,apa kabar bi?" Delia langsung memeluk bi Ani. Meskipun dia asisiten rumah tangga,tapi Delia menggapnya sebagai orang tuanya,dia ingat betul saat di rumah Atmajaya bi Ani dan bi Ijah lah yang menguatkannya.
"Baik nyonya...nyonya sendiri gimana kabarnya?bibi senang bertemu lagi dengan nyonya Delia." Bi Ani menyambut pelukan Delia.
Brian yang menyaksikan hanya tersenyum tipis.
"Makan dulu non,orang Spa sudah datang dan mereka sedang bersiap diruang Spa,,,"
"Baik bi,,terimakasih"
"Sama-sama non,bibi permisi"
Bi Ani mohon diri untuk keluar dari kamar.
"Makanlah,aku akan segera kembali"
"Kamu mau kemana mas?luka mu?" Delia melihat kearah lengan dan wajah Brian yang terluka akibat perkelahian tadi.
"Tenang saja,luka ku akan sembuh,,aku akan baik-baik saja,ini hanya luka kecil"
Brian mengambil kunci mobil,sebelum meninggalkan Delia,tak lupa dia mengecup keningnya.
Brian diberi tahu oleh Soni bahwa pak Jajang dan anak buahnya di tahan dikantor polisi beserta anak buah ayahnya.
Brian berniat kekantor polisi untuk mengeluarkan mereka.
"Sore ini kalian semua harus berjaga dirumahku,aku tidak mau ada pengacau lagi!! Kalian akan aku penggal kalau ada kecerobohan sekecil apapun!!! Kalian paham!!"
__ADS_1
Ucap Brian pada mereka.
"Siap tuan" jawab mereka bersama-sama.
"Bagus!" Brian menepuk salah satu pundak bodyguardnya.
"Soni,segera cari sesuatu yang bisa menuntun kita pada Surat yang ayahku maksud. Kalau perlu bayar detektif handal untuk hal ini,aku tidak mau masalah ini berlarut-larut. Pastikan pencarian ini tidak diketahui ayahku!" Lanjutnya.
"Baik" jawab Soni.
"Oiya,termasuk cari tahu motive dibalik niat Widodo dan anaknya yang mulai menggerogoti perusahaan ayahku,,aku mendengar itu dari salah satu mata-mataku disana"
"Siap Tuan"
Brian kembali kerumahnya dengan beberapa pengawal,sedang pengawal lain ikut dengan mobil Soni dan supirnya Jono.
***
3jam Delia dimanjakan oleh pelayanan Spa dirumahnya,saat dia kembali kekamar,dia sudah disambut dengan penata rias dan matanya terpatri pada sebuah gaun yang indah.
Apa ini??sebenarnya mau ada acara apa si..kok gini amat..haduuuhhh...udah kaya cerita dongeng aja..aku gak lagi ngimpi kan...baru kali ini dimanjakan seperti ini..hemmmmm.. batinnya sembari menarik nafas panjang dan membuangnya pelan.
"Nyonya,silahkan duduk..kami akan merias nyonya."
"Baik mba..."jawab Delia kepada dua penata rias terbaik dikota ini.
Waktu menunjukan pukul 18.30
Didalam kamar.
Brian masuk dengan stelan jas sumple hitam
Brian sangat takjub melihat istrinya yang terlihat lebih cantik dan anggun dalam balutan gaun putih sepanjang lutut. Rambut diikat cepol simple tinggi,membuat kecantikannya terpancar.
Saat Brian masuk,ia memberi isyarat pada kedua penata rias untuk keluar kamar.
Delia yang masih duduk tersenyum melihat kedatangan suaminya,iapun berdiri.
"Mas,apa maksud semua ini?"
Brian mengambil kotak merah berisi cincin berlian limited edision.
"Will you merry me??"
Brian berjongkok meminta.
"Apaaan si..bukannya kita udah menikah?"
Delia tersipu malu.
"Pernikahan kita dulu bukan atas dasar keinginanmu,dan sekarang,aku memintamu dengan cara yang semestinya,,,dibawah ada penghulu yang dulu menikahkan kita,aku ingin kita ulangi ijab qobul kita dihadapan banyak orang."
__ADS_1
"Aaaghhhh...sayang.." Delia hampir meneteskain airmatanya,tapi Brian segera menghapusnya.
"Jangan lagi menangis sayang,,aku berjanji akan selalu membuatmu tersenyum." Brian bangkit dan memakaikan cincin pada Delia.
"Ayo,mereka sudah menunggu kita,ayo"
Brian memberikan tangannya untuk digandeng oleh Delia.
***
Atmajaya berdiri dihadapan foto Istrinya yang terpampang jelas diruang tengah.
Dia membawa segelas anggur,dan mulai bergumam.
"Lidia...lihat hidupku kini,,setelah kepergianmu saja aku masih belum mendapatkan kemenangan...anakmu yang bodoh justru jatuh kepelukan gadis sialan yang selalu kau anggap sebagai anakmu sendiri.
Dia sama bodohnya sepertimu!! ayo,tunjukan dimana surat yang kamu sembunyikan itu,,dimana sertifikat kepemilikan pulau itu!! kenapa kamu memilih untuk mati daripada menyerahkan semua kekayaan orang tuamu padaku..bodoh bodoh bodoh!!!!"
Atmajaya mengenang semua perjalanana hidupnya bersama Lidia.
FLASH BACK
"mom!aku tidak mau menikah dengannya!! momy tidak tahu,dia itu pria licik mom! Yosep sudah lama berteman dengannya jadi kami sangat tahu baik buruknya dia!"
"Lidia,momy tidak mungkin menyetujui hubunganmu dengan Yosep,,Saat ini keluarga Jaya lah yang cocok sebagai pendampingmu,kita sama-sama sederajat! Yosep hanya anak pengusaha biasa tak sebanding dengan kita! aku harap kamu mau menyetujui itu,keputusan momy dan Dady sudah bulat,besok keluarga Jaya akan melamarmu!!"
"Tapi mom.."
"Tidak ada tapi tapian..ini sudah ditetapkan,dan 2 minggu lagi kalian menikah."
Keluarga Jaya adalah kelurga terkaya di kota itu,mereka sengaja menjodohkan anaknya dengan Lidia anak blesteran Amerika indonesia dari Robert dan nyonya Olivia,Pengusaha yang sepak terjangnya sudah sampai antar negara.
Keluarga Jaya menikahkan Atmajaya dengan Lidia hanya ingin perusahaanya semakin berkembang. Terutama Atmajaya,meskipun dia dan Yosep berteman baik,tapi lama-lama ada perasaan iri dengan kemesraan Yosep dan Lidia,keegoisanya memicunya untuk merebut Lidia darinya.
Semenjak pernikahan mereka,Lidia merasa tersiksa dengan keegoisan Atmajaya,dia tahu bahwa Lidia masih belum bisa mencintainya,meskipun demikian dia terpaksa melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
Sampai saat dia melahirkan Brian,dia berharap dengan kehadirian Brian sifat keras kepalanya berubah,benar memang..Mereka membesarkan Brian dengan penuh kasih sayang,,semenjak kelahiran Brian Nyonya Lidia berhenti bekerja dari kantornya HR group,kemudian HR group dipimpin oleh Atmajaya.
Atmajaya semakin sibuk dengan kedua perusahaanya,Golden Big dan HR group.
Golden Big mengalami koleps karna ada perusahaan baru yang mampu menyainginya yaitu perusahaan Yosep,," YO Group."
Semenjak itu,perusahaaan Golden Big mendapat sokongan dana terus dari keluarga Lidia,karna saking banyaknya akhirnya kepemilikan Golden Big akhirnya jatuh ke tangan Lidia,meskipun kenyataanya Atmajaya tetap menghadle semuanya.
Saat itu perhatiannya pada keluarga mulai terpecah,,terlebih,dia memiliki wanita simpanan yang bernama Yesi,sekertarisnya..yang tak lain adalah sepupu Widodo.
Hubungan mereka terkunci rapat,karna Atmajaya takut kalau sampai terbongkar dia akan menjadi gelandangan.
Saat itu Kedua orang tua Atmajaya sudah meninggal,Ayah Robet juga sudah meninggal,tinggalah nyonya Olivia yang berada di Amerika.
__ADS_1