Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 104


__ADS_3

"Oiya Mas,kemarin sehabis sidang skripsi,Hans juga menemuiku dikampus,dia mencurigai kalau ada yang sengaja membuntuti ku dan mengambil foto dengan engle yang memberi kesan bahwa memang aku dan Hans mempunyai hubungan khusus. Mereka sengaja menfitnahku mas,untuk menghancurkan hubungan kita."


"Aku juga sempat berfikir seperti itu,sepulang dari Dubai aku akan mengurusnya. Awalnya aku berfikir Hans lah dalangnya karna dia pasti menginginkan kehancuran hubungan kita,jadi dia merencanakan ini semua,tapi Aku salah,aku tahu siapa dalangnya."


"Siapa mas?"


"Siapa lagi kalau bukan ayahku dan Widodo! Hanya mereka yang menginginkan kehancuran hubungan kita."


"Mas,ingat dirumah ada Oma,Oma sangat mempercayai ayahmu,jadi jangan sekali-kali membuat keributan dirumah ya,kasihan Oma."


"Tenang saja!" Brian kembali masukan makanan ke mulut Delia dengan porsi lebih besar.


"Ih,mas,,!!" Dengan mulut penuh Delia mencoba memprotres keusilan suaminya.


"Cepat makan! Baru ditinggal berapa hari aja kamu udah kurus gini!"


"Udah agh! Aku kenyang mas.."


"Makanlah yang banyak,karna nanti malam aku tidak akan mengampuni mu!" Bisik Brian dengan kedipan nakalnya.


"Apaan si!" Delia mencubit perut Brian gemas.


Mereka berdua menikmati kebersamaan itu lagi.


Tidak sia-sia Delia menyusul Brian,dia terlalu takut kehilangan Brian,begitu juga Brian yang sebenarnya tidak mampu jauh dari istrinya.


Sehari saja bertengkar dengan istrinya itu baginya sangat menyiksa.


Waktu menunjukan pukul 16.00


Brian dan Delia memutuskan untuk pulang ke hotel.


"Masuklah kekamarmu dulu,nanti aku menyusul"titah Brian.


"Iya mas" Delia membuka pintu kamarnya,sementara Brian masuk kekamar menemui Soni.


Soni yang tengah fokus dengan layar laptopnya menyadari kedatangan Brian.


"Gimana bro? Udah kelar??" Tanya Soni.


"Mana koperku"


"Itu,dipojok,sudah aku bereskan semua,,malam ini gue bisa tidur nyenyak disini sendiran..agghhh...legaaa..." Soni menutup laptopnya meregangkan kedua tangannya.


"Siapa bilang !! Liburanmu disini sudah cukup! Handle pekerjaan di kantor,besok kamu boleh pulang karna ada misi lagi untukmu"


"Ya Allah,,Bro..gue aja belum dapet kecengan disini,loe udah nyuruh gue pulang,,tega loe,,habis manis sepah dibuang.." ejek Soni.


"Hari Minggu Bi Ijah akan ke Minimarket tempat dimana dia biasa membeli kebutuhan dapur. Bi Ijah ingin menemuimu di dekat rak Sayur mayur,dia akan memberimu sesuatu.


Tapi jangan kamu yang turun,suruh seorang wanita kesana,jangan sampai ada yang mencurigaimu,karna kemanapun bi Ijah pergi,bodyguard selalu mengawasinya." Bisik Brian pada Soni.


"Memang bi Ijah mau ngasih apa?"

__ADS_1


"Entah,tadi mata-mataku hanya memberi tahu soal itu. Oiya,suruh wanita yang besok menemui bi Ijah memakai setelan warna Merah, bawa keranjang belanjaan di tangan kirinya,gunakan jam ini juga!" Brian mengeluarkan sebuah jam tangan dari sakunya.


"Jam??" Soni merasa aneh dengan jam model simple yang cukup elegan.


"Apa kamu mau membayar wanita itu dengan jam mewah ini?"sambungnya.


"Kemarikan ponselmu!" Brian meminta ponsel milik Soni.


"Ini" Sonipun memberikannya.


Brian mengotak-atik Ponsel Soni lalu menyerahkannya.


"Oke,sudah! Jam yang aku berikan itu sebenarnya adalah mini camera yang sudah terhubung dengan ponselku dan ponselmu. Kita juga bisa ikut memantau situasinya."


"Wow..." Soni mengangguk-angguk memahami penjelasan Brian.


"Oke,aku kekamar depan,kalau ada apa-apa segera hubungi aku!"


***


Hari Ini bu Yati diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit.


Dengan tertatih,Bu Yati mencoba berjalan.


Keke tak sekalipun melepaskan tangannya,ia terus menggandeng ibunya.


Bibi Titi membantu membawakan barang-barang ke dalam taxi.


Mereka bertiga pulang ke Bandung.


"Bi,aku titip ibu lagi ya...sebenarnya Keke ingin merawat ibu,tapi Keke juga harus bekerja"


"Tenang saja Ke,Bibi dan paman akan merawat ibu dengan baik. Kamu fokus dengan pekerjaanmu saja," ucap bu Yati pelan,seraya membelai rambut putri kesayangannya.


"Maafkan ibu nak,karna ibu kamu harus berjuang keras,,ibu mau kamu juga menyisihkan waktumu untuk kebahagianmu sendiri"lanjutnya.


"Iya bi,,Keke pasti akan bahagia jika ibu bahagia,," Anak dan ibu saling berpelukan.


Bibi Titi terharu melihat pemandangan itu,ia tak bisa lagi membendung air matanya.


"Aduh,aduh..bibi jadi mewek ni..udah dong.." bi Titi berusaha mencairkan suasana.


2 jam lebih mereka melakukan perjalanan,tiba saatnya mereka kembali kerumah.


"Aahhh,,ibu kangen suasana rumah Ke,akhirnya,,,"


"Iya bu,,ibu bisa lebih leluasa istirahat disini,,ibu pasti bosan kan beberapa minggu dirumah sakit.."


"Pastinya Ke,,"


"Bibiii,,,Selamat datang kembali kerumah.."Tiba-tiba sapaan manis datang ke hadapannya.


"Seruni,,sayang,,apa kabar,,bibi Yati kangen ni.."peluk bi Yati pada keponakannya.

__ADS_1


"Seruni sayang,,tadi seruni bilang mau kasih sesuatu buat budhe,,ayo,mana?"tanya bi Titi pada putri semata wayangnya,yang saat ini berusia 5 ,5 tahun.


"Oiya,budhe,,tadi Seruni belajar membuat kue,budhe cobain ya.." Seruni berjalan dengan langkah kecilnya menuju meja makan.


Mengambil kue yang sudah ia siapkan.


"Ini budhe.."


"Wah,,keliatannya enak sayang,,budhe cobain ya.." Bu Yati mencoba kue yang diberikan padanya.


"Nyam nyam nyam..beneran enak ini ..Seruni hebat..siapa yang bantu Seruni?"puji bu Yati.


"Ih,,de,,ko kakak gak dikasih...kakak kan juga kepingin kue nya.."rengek Keke seraya berjongkok memeluk Seruni.


"Ga boleh,,Seruni buat cuma untuk budhe..wey.." goda Seruni.


"Oke oke..Kakak punya coklat ni,,buat kakak aja aghh...enggak jadi buat Runi wey.." Keke berdiri menunjukan sebatang coklat dia sengaja menggoda Seruni dengan mengangkat coklat itu tinggi tinggi


"Aahhh..Kakak..coklat...ahh..coklat.."rengek Seruni,seraya berusaha meraihnya.


"Keke,,,,"seru Bu Yati dengan pura-pura menjewer telingga anaknya.


"Aduh aduh...iya iya..ini...tapi ada syaratnya..."ucap Keke,kembali berjingkok,menyembunyikan coklat dibalik badanya.


"Apa?"tanya Seruni.


"Sun dulu sini.."


"Engga mau!kakak belom mandi..bau!"


Bu Yati,bu Titi dan suaminya terkekeh melihat pertengkaran antara Seruni dan Kakak sepupunya itu.


"Eh,siapa bilang belum mandi,,udah nih..wangi emmm..." Keke mencium satu ketiaknya.


"Yau dah,kakak yang cium Runi emuuuh" Keke mencium Seruni dengan gemas lalu memberikan coklatnya.


"Terimakasih kaa..itu kuenya ambil sendiri!"


"Sama-samaaa dede Runi yang centil..." Keke mencubit kedua pipi Seruni.


"Mah mah,,tadi bibi Tari bantuin Seruni membuat kue mah,,besok kalau sudah besar,Seruni mau bikin toko kue seperti punya bi Tari ya mah.."


Rengek Seruni pada ibunya,yaitu bu Titi.


"Iya sayang,,,besok kalau sudah besar,tokonya bu Tari juga buat Runi kok.."


"Asyikkk...Runi bisa makan kue banyak disana...ye ye..asik asik.." Seruni melompat kegirangan.


Kehadiran Seruni dirumah itu,memberi warna baru untuk keluarganya,terutama bagi bu Titi.


Bu Titi merawat Seruni dengan penuh kasih sayang.


Ketiga bersaudara,yaitu Yati,Titi dan Tari memberikan kasih sayang lebih untuk Seruni,mereka bertiga saling bergantian menjaganya.

__ADS_1


Seruni Bekery adalah toko kue yang cukup terkenal,bu Titi sengaja membuka Toko itu sebagai bekal untuk Seruni kelak.


__ADS_2