Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 188


__ADS_3

"Yah,,bagaimana kesehatan ayah?" Tanya Brian pada Atmajaya yang kini terlihat semakin kurus.Sebelumnya,dikabarkan Atmajaya sempat dibawa ke rumah sakit,karena Gula darahnya naik.


"Sudah mendingan kok nak,,,"jawabnya lirih seraya menatap Delia dan Seruni yang baru saja masuk keruang jenguk,dia masuk belakangan karena baru saja mengantar Seruni pipis.


"Del,," sapa Atmajaya.


"Hmmm,i ya,,"jawab Delia tersenyum tipis menahan diri,ia masih sangat canggung menghadapi ayah mertuanya.


"Kenalkan,ini Seruni yah,,gadis kecil yang aku ceritakan dulu" Brian sebelumnya sudah memberi tahu tentang Seruni,dan bukti DNA pada ayahnya. Atmajaya terlihat sangat menyesal dan semakin membenci Widodo dan Yesi.


Atmajaya menatap wajah cantik Seruni nanar.


"Hallo paman,,saya Seruni " Seruni berjalan kearah pria yang sudah mulai memutih rambutnya,ia mencium punggung tangan Atmajaya.


Kemudian Seruni mendapat pelukan hangat.


"Ayah,,seperti itu harusnya kamu memanggilku nak,,bukan paman,,"batinnya perih,menyadari kebodohannya selama ini.


"Paman kenapa?"


Rupanya Seruni bisa membaca isyarat kepedihan dalam mata tuanya.


"Ah,,engga sayang,,Paman hanya merasa senang dijenguk oleh bidadari kecil yang cantik sepertimu,,"


"Paman jangan sedih Paman,,Kata ,kakak Princes,paman kan orang kuat".


Atmajaya melirik ke arah Delia yang masih bungkam.


"Terimakasih Delia ,kamu sudah..."


"Oh,tidak apa-apa,," ada rasa tidak tega melihat pria yang ada dihadapannya.Dia yang dulu begitu angkuh,begitu bengis,Kini terlihat sangat memprihatinkan,dengan bola mata sayu dan kulitnya mulai usang.


"Aku,membuatkan ini untuk anda,makanlah,,agar kesehatan anda pulih,dan jngan lupa minum obat anda" Delia kembali berucap.


"Maafkan aku Del,,"jawab Admajaya lirih.


"Hmmm,,Seruni,ayo bilang bye sama Paman,,besok kita kesini lagi,,"


Jawab Delia mengalihkan.


"Kan kita baru sebentar ketemu Paman ,kak?"


Rengek Seruni.


"Sayang,paman kan sedang sakit,harus banyak istirahat,,lain kali kita kesini lagi,bawain masakan kesukaan Paman,oke,,"bujuk Delia.


Sementara Brian hanya bisa diam,ia sangat tahu,waktu beberapa menit ini tidak bisa mengobati penyesalan dan kerinduan ayahnya akan putri kecilnya.


"Maaf yah,,waktunya sangat terbatas,,ayah jaga kesehatan,,besok aku janji,akan bawa Seruni lagi kemari"


"Terimakasih nak,,Jaga dia,beri dia kasih sayang lebih"


"Ayah tenang saja,dia sudah mendapatkan apa yang menjadi hak nya,kasih sayang yang ia miliki sekarang sangat lah sempurna." Bisik Brian.


Atmajaya mengangguk.


Delia dan Seruni pun ikut berpamitan.


Ketika mereka sudah di ambang pintu keluar,Delia berbalik dan kembali mendekati Atmajaya yang telah dituntun oleh petugas,


"Tunggu,,"


Atmajaya menoleh,


"Ada apa Del?"


"Sekejam apapun dulu,anda tetaplah Ayah mertuaku,,aku memaafkanmu,,ayah" Delia memeluk Atmajaya dan menangis.


"Aku tidak mau seperti kalian dimasa lalu,yang terus memelihara rasa Dendam. Setidaknya aku lebih baik dari kalian"


Ucapnya lagi.


Atmajaya merasa terharu,dia menyambut pelukan dan panggilan "ayah" dari Delia.

__ADS_1


Wanita yang sudah ia renggut kedua orang tuanya.


"Maaf kan ayah nak,,maaf,,"


"Iya yah,,Delia juga minta maaf,baru hari ini Delia bisa menemuimu ayah,,Jaga kesehatan ayah,Delia sudah kehilangan kedua orang tua dan ibu mertua Delia,Delia tidak mau kehilangan ayah,,ayah harus sehat"


Brian menahan air matanya menyaksikan keduanya,Dia benar-benar bersyukur memiliki istri seperti Delia.


Meskipun berat bagi Delia memaafkan ayahnya,namun akhirnya kesucian cintanya mampu mengalahkan rasa dendamnya.


"Bener-benar sempurna bidadari surgaku"batinnya.


"Ayah,kami pulang,," akhirnya Delia melepas pelukan dan pergi.


"Perasaan apa ini ya Allah,, ini jauh lebih menenangkan,,"batin Delia .


***


Saat hendak membuka pintu mobil,Hans menghampiri Brian.


"Hai"


Brian menoleh,


"Del,Bawa seruni masuk kedalam mobil"


Delia menatap Hans terlebih dahulu lalu menuruti titah Suaminya.


"Ada apa?"tanya Brian angkuh.


"Lama tidak bertemu"


"Hm"senyum Brian kecut, "Jangan basa basi! Apa yang ingin kamu bicarakan!"


"Ini tentang ayah"


Brian menyoroti Hans dengan tajam.


Terang Hans,yang paham bahwa Brian tidak suka jika Hans memanggil Atmajaya dengan sebutan ayah juga.


"Kemarin,saat cek kesehatan,ayah bukan hanya mengalami tekanan gula darah,tapi juga komplikasi. Disisa umurnya,dia hanya ingin kita bersatu,itu saja pesan ayah."


Brian tersenyum sinis,menganggap apa yang Hans katakan hanya bualan.


"Bersatu dalam hal apa?apa kamu ingin memanfaatkan ayah untuk tujuan menguasai hartaku lagi?seperti paman dan ibumu!!"


"Bukan ,aku tidak mengharapkan apapun dari hartamu! Karena aku hanya anak siri. Aku hanya mau mewujudkan keinginan ayah,itu saja. Dan,satu lagi,,jangan siksa dirimu dengan kecemburuanmu pada ku tentang Delia. Aku sudah mengikhlaskan perasaanku,,Aku tidak bermaksud merebut harta ataupun istrimu.


Aku adikmu,bukan Musuhmu"


Memang benar apa yang dikatakan Hans.


Dari awal Brian memang mempunyai easa cemburu begitu besar pada Hans,bisa dibilang kecemburuannya jauh lebih besar dibandingkan kekecewaan karena mereka adalah kakak adik.


"Pergilah,saya rasa sudah tidak ada yang harus kita bicarakan!" Ketus Brian.


"Baiklah,aku masuk dulu,,kakak"


Brian tidak lagi memprotes panggilan itu,ia langsung masuk kedalam mobil.


***


"Seruni,kamu mau makan apa sayang?"tanya Delia.


"Sebelum kesini,Serunikan sudah makan kak,,kan kita makan bareng-bareng tadi kak"


"Iya ya,,he,,barangkali mau jajan gitu?"


"Emmmm,,,jajan aja deh ka.."


"Oke,,"


"Mas,mas,,kita mampir ya,,,"

__ADS_1


"Kemana?ke mini market?"sahut Brian yang masih belum move on dari pertemuannya dengan Hans tadi.


"Iya kak,,Runi mau beli es cream sama jajan kak"rengek Runi.


"Oke,,mang Jajang,nanti kalau ada ****mart kita mampir ya?"


"Siap tuan."


Saat mengantri di kasih ****mart,tiba-tiba Delia melihat ada penjual rujak keliling yang lewat depan ****mart.


"Mas,,,itu,,itu,,panggil tukang buah itu cepatan!!" Titah Delia seraya menggoyang-goyangkan lengan suaminya.


"Ck,,apaan si?"


"Itu mah,,yah yah,,tukang rujaknya engga keluaran,,cepetan kejar mas..belum jauh.."


"Nanti aja,,kita beli buah ditoko bikin sendiri"


"Ah,lama!" Delia berlari sendiri mengejar tukang rujak yang sudah melintas.


Delia berlari,sambil memanggil -manggil si tukang rujak.


Sepontan ,mang Jajang keluar mobil mengejar Delia.


Tukang Rujakpun berhenti,6 meter dari parkiran ****mart.


"Huh,,bang,beli rujaknya,,1 porsi"


"Iya neng,,"


"Non,,non Delia tidak apa-apa?" Tanya mang Jajang terengah.


"Tenang aja mang,,aku cuma ngejar abang ini kok"


"Maaf ya neng,saya tidak dengar tadi"


"Engga papa bang,,"


Setelah mendapatkan rujak yang ia inginkan,Delia dan mang Jajang kembali ke parkiran ****mart.


Disamping pintu sudah terpampang wajah Suaminya yang kesal dengan polah istrinya ,ia berkancak pinggang seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Delia hanya cengengesan melihat singa yang hampir marah,


"He,,maaf mas,,piss ✌️"ia menunjukan barisan giginya.


"Ketawa lagi,buruan masuk!"


Brian membuka pintu untuk istrinya,didalam ada Seruni yang juga menertawakan Delia.


"He,,maafin kakak ya ,kakak ninggalin kamu di kasir tadi"


"Engga papa kak inces...kakak ian tadi takut aja liat kakak lari-lari kaya ngejar layangan putus..hihihihi"


Delia tersenyum senyum sendiri,membayangkan dirinya berlari sambil teriak-teriak.


"Apa ketawa-ketawa,,untung aja kamu engga jatoh,,! "


"Abisnya,aku kan udah bilang,aku mau rujak itu mas,,malah kamu nyuruh bikin rujak sendiri ,,ya kelamaan lah,,orang aku maunya sekarang!" Delia tidak mau kalah.


Ia juga ikut mengimel sambil membuka bungkusan rujak.


"Tunggu,,itu bersih engga?"tanya Brian.


"Jelas bersih lah mas...walaupun dia penjual keliling,masa iya mau jualan buah kotor..enak kok ni,,aaaemmm.." Delia memasukan potongan buah kedalam mulutnya.


"Mau coba mas,,enak loh,,seger"


"Engga!" Tolak Brian cepat.


"Hahahaha...kakak lucu..." Seruni tertawa melihat polah kakak iparnya yang jauh dari kesan anggun saat menyantap rujak itu.


Brian memijat pangkal hidungnya membayangkan polah istrinya.

__ADS_1


__ADS_2