Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 31


__ADS_3

Delia hari ini berangkat sift pagi,dia berangkat lebih awal karna semenjak dia bertemu dengan Brian kemarin,tidurnya sama sekali tidak nyenyak.


"Pagi Del,,tumben amat awalan..biasanya mepet"


"Pagi Ke..aku gak bisa tidur,eh..bulan ini kita udah boleh ambil cuti belum ya?" Tanya Delia.


"Belum lah sayyy...lagian ternyata orang yang kemarin cek-in disini itu anak pengusaha tejir ternama...dia akan mengadakan konferensi pers di aula hotel. Pak bos belum ngebolehin kita cuti."


"Konferensi pers??untuk apa?"


"Ya mana gue tau...itu kan urusan orang gedhe..yang penting kita disini stanby aja."


"Oke deh...tapi ngomong-ngomong kapan acara konferensinya?"


"Acaranya besok pagi jam 10..and malam ini kita diminta lembur. Karna yang menggantikan sift kita,si Meri diminta pak bos untuk mempersiapkan aula..dan Gusti dia lagi sakit."


"Haduhhh...kok bisa gini ya..." Delia memejamkan matanya dan memijat-mijat dahinya.


"Kenapa Del..stres amat kayanya.."


"Ga papa,,aku cuma masih mengantuk..niatnya pulang awal trus tidur."


Delia menutupi mulutnya yang menguap..


"Sssst....tuan ganteng itu kemari,jaga sikap Del.."


Mata Delia terbelalak melihat Brian yang berjalan kearahnya.


"Oh..my God...ganteng bangeeetttt...Del del..dia liatin kita...haduh haduh..dia benar-benar kemari ow ow ow..."


"Biasa aja kaliii...aku pergi ya.."


Delia hendak meninggalkan Keke,tapi Keke menarik tanganya..


"Sss...se-selamat pppagi tuan.." saking groginya Keke sampai-sampai lidahnya kelu.


Sementara Delia tetap cuek tak mau melihatnya,pandangannya dialihkan jauh.


"Maaf nona..Keke.." Brian melihat papan nama yang ada di seragam yang Keke pakai.


"Iya Tttuan..ada yang bisa saya bantu"


"Saya ingin meminjam sahabatmu dulu sebentar..boleh?"


Keke terperanga,, "Kok Delia si..kenapa bukan aku.. ada apa dengan mereka??" Batinnya.


"Maaf tuan saya disini bukan Tour guide jadi anda salah. Akan aku panggilkan Tour guide untuk menemani anda selama disini" Jawab Delia ketus.


Sementara Keke mengamati gesture Delia yang dari awal tidak menyukai kedatangan si pria tampan itu.


"Aku sudah menghubungi bosmu dan dia mengijinkan,apa kamu mau ??" Jawab Brian dengan senyumannya yang khas.


"Hufh..baik lah..Ke,aku tinggal bentar ya.."


"Iya iya Del.."


Delia berjalan keluar hotel mendahului Brian. Kemudian tangannya ditarik oleh Brian.


"Tunggu!"

__ADS_1


"Lepaskan tanganku dan katakan apa sebenarnya maumu?kenapa kamu masih mencariku sampai kesini!!apa maksudmu!!"Nada bicara Delia meninggi.


"Aku kemari karna ada urusan,tapi Allah sudah mentakdirkan kita bertemu..aku hanya,hanya ingin meminta maaf dengan mu"


"Bukanya aku dulu sudah pernah bilang!aku memaafkan mu! Oiya,kenapa kamu belum menceraikan ku?"


"Aku dulu juga pernah bilang,aku tidak akan menceraikanmu karna aku akan selalu menunggumu sampai kamu membalas perasaanku."


"Kali ini aku gak bakalan masuk kedalam permainanmu!! jadi jangan pernah bermimpi!!"



"Aku sedang tidak mempermainkanmu,aku sungguh-sungguh mencintaimu dari awal kita ketemu."


"Setelah banyak penghianatan kalian,rasanya sulit mempercayai pembohong seperti kalian,,keluarga Atmajaya yang terhormat!! Aku mohon jauhi kehidupanku dari sekarang!!


"Segithu bencinya kamu pada ku Del?oke,mungkin ayahku memang kejam,tapi aku tidak seperti ayah..dan harus ku ulangi lagi,bukan aku yang mengirimkan vidio itu!tapi ayah! Aku masih menepati janjiku,vidio itu sudah lama aku hapus!! Aku sendiri tidak menginginkan vidio itu sampai pada ayahmu!!


Aku mohon,kali ini percayalah...Baiklah aku akan menjauh darimu jika itu yang kamu mau,tapi aku minta waktumu 1hari ini saja,pergilah bersamaku dan habiskan waktu terakhir kita,bagaimana?"


Sejenak Delia bungkam mencerna semua perkataan Brian.


"Apa setelah ini kamu benar-benar tidak akan mengusik hidupku lagi?"


"iya,aku janji,,setelah hari ini,aku tidak akan mengusik hidupmu,aku mengaku kalah,aku akan pergi. Tapi aku mohon,jangan salahkan perasaanku,,biarkan aku tetap menyimpan perasaanku,jangan paksa aku untuk melupakanmu."


"Terserah!!kali ini aku coba mempercayaimu,,aku akan meminta ijin dulu dengan atasanku"


Brian menarik tangan Delia.


"Tunggu,aku sudah meminta ijin padanya,dan belio mengijinkan."


"Iya,kalau kamu masih belum percaya silahkan saja menelponnya,,nih!"


Brian memberikan ponselnya pada Delia.


"Tidak perlu,aku percaya!"


"Terimakasih,,ayo kita pergi sekarang"


Brian membawa Delia masuk kedalam mobil. Brian membuka pintu mobil untuk Delia.


"Kamu mau bawa aku kemana?"


"Jalan-jalan,,anggap saja ini bulan madu kita,,meskipun aku tau kamu tidak menginginkannya hehe.." Brian menggoda Delia yang sedari tadi cemberut.


"Awas saja kalau kamu macam-macam denganku!!"


"Tidak akan,jangan khawatir.."


Kruyuk kruyuk


Perut Delia berbunyi dan Brian menjinjitkan satu alisnya kemudian tersenyum menatap wajah Delia yang malu dengan suara perutnya.


"Kita cari sarapan dulu yukz.."ajak Brian.


Mereka menuju rumah makan terdekat.


Brian kembali membuka pintu mobil untuk Delia dan menggandeng tangan Delia.

__ADS_1


Delia yang terkejut meremas tangan Brian dan berbisik.


"Lepaskan tanganku!!"


"Hari ini,kamu milikku jadi biarkan ini menjadi hari terakhir kita,,aku akan melakukan apa yang harus aku lakukan sebagai orang yang mencintaimu dan aku mohon padamu,percayalah padaku jangan menolakku untuk hal kecil seperti ini,," Brian pun berbisik ditelinga Delia.


"Ya Allah,,,aku terjebak...harusnya tadi dari awal aku menolaknya" gerutu Delia dalam hati.


"Kamu mau pesan apa?"


"Terserah!"


"Baiklah,,mbak aku pesan sandwich,infused watter,Capcay seafood,kentang goreng,jus alpukat sama air mineral."


"Baik tuan.." pelayan menulis semua pesanan Brian.


Delia memperhatikan si pelayan yang memperhatikan Brian dengan tatapan menggoda.


"Ada apa?apa kamu tidak suka dengan apa yang aku pesan?"


"Tidak,," jawab Delia singkat.


"Boleh gak aku menanyakan sesuatu.."tanya Brian ragu.


"Apa?"


"Sebelumnya aku minta maaf karna lancang membuntutimu kemarin,aku hanya ingin tahu dimana kamu tinggal."


"Hufh..baiklah,aku tau itu kebiasaanmu,membuntuti dan mengawasi orang lain..tapi ayahmu sendiri tidak bisa kau awasi!!"


"Iya iya...aku memang selalu ingin mengetahui apa yang kamu lakukan,termasuk soal..."


"Soal apa?"


"Soal pria yang kemarin pergi dan makan bersama di kos-kosaanmu,siapa dia?"


"Untuk apa kamu tau?"


"Karna aku masih suamimu,dan kamu tau aku mencintaimu,meskipun kau menolakku,setidaknya aku tahu siapa pria yang kau pilih."


"Dia Bimo,dia bukan kekasihku,dia sepupuku,anak dari bibi Mira. Aku pergi ke Bali karna perintah kak Bimo. Dia ingin aku berada disini untuk melupakan semua,,kak Bimo ingin mengembalikan diriku yang dulu,dan kak Bimo berhasil. Setelah 2bulan aku jauh lebih tenang dan mengikhlaskan ayahku,dia merekomendasikan aku bekerja di hotel itu."


"Del,maaf ya karna keegoisanku kamu jadi menderita seperti ini..aku yang sudah membawamu masuk kedalam lingkaran ini."


Brian tertunduk,menutupi air mata yang hampir jatuh,tapi dengan sigap dia menepis air matanya.


"Ini sudah menjadi takdirku,,aku memang harus melewatinya. Meskipun mungkin selamanya aku tidak bisa memaafkan ayahmu!"


"Iya,aku sendiri juga tidak bisa memaafkan kebodohanku."


"Sudah lah,aku lapar..aku gak mau selera makanku hilang karna mengingat semua itu"


"Baiklah,setidaknya aku lega karna pria itu bukan kekasihmu."


"Maksudmu??kalau misal dia memang kekasihku apa kamu tidak akan melepasku??jangan konyol,aku harus bisa melanjutkan hidupku!!"


"Iya,iya...bukan itu maksudku,untuk saat ini aku belum bisa mengikhlaskanmu untuk dimiliki orang lain. Ingat,kamu masih istriku"


"Iya,makanya ceraikan aku!!"

__ADS_1


Brian diam seolah tidak mau menggubris permuntaan Delia.


__ADS_2