Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 69


__ADS_3

Kamu sengaja bertemu pria lain diluar sana dengan dalih mengerjakan skripsi ! !iya kan!!"


Delia yang sudah terlanjur menangis tidak bisa berkata lidahnya kelu,tenggorokannya seperti tercekik.


Dia hanya bisa terisak dan tertunduk.


"Jawab!!!" teriak Brian.


Delia terkejut mendengar suara Brian yang seperti halilintar.


"Jawab!!!" Brian mendekatkan wajahnya pada Delia.


"A-a-aku mmmee-memang mengerjakan skripsi mas"


"Kenapa ada dia disana hah!Kamu bilang kamu mengerjakan dirumah! Dasar pembohong!!"


"I-iitu hanya kebetulan saja mas...lagian aku dan Hans tidak ada apa-apa,kita berteman mas"


Delia mencoba menjelaskan,tapi sorot mata Brian seolah tetap tak mempercayainya,mata itu seolah ingin membunuhnya.


"Mulai besok!kemanapun kamu pergi kamu harus ijin denganku! Satu lagi!! Jauhi Hans!"


"Tapi mas,dia kan gak salah apa-apa mas"


"Gak salah kamu bilang!! Hah?"


"Dia sudah berani mendekati wanita bersuami! Apa itu bukan kesalahan??"lanjut Brian.


"Tttapi mas..kita hanya berteman,"


"Terserah!!!" Brian tidak ingin mendengar penjelasan Delia,dia pergi meninggalkan kamar dan membanting pintu dengan keras.


Delia terus menangis,dia tak habis pikir Kenapa suaminya bisa cemburu dengan Hans,sahabatnya.


"Kenapa dia jadi seegois ini,tidak mau mendengar penjelasanku,kemarahanmu sungguh membuatku sakit mas,,tidakah kamu mempercayaiku sedikit saja" batin Delia.


Ponsel Delia bergetar,ada pesan masuk.


"Nomer itu lagi.." Delia,enggan membaca pesannya.


Tapi lagi-lagi si peneror terus memengirim pesan untuknya.


"Apa-apaan ini orang!" Delia menepis airmatanya,dan membaca pesannya.


"Kenapa?bagaimana rasanya?itu baru permulaan,dia sebenarnya memang tidak benar-benar mencintaimu,karna yang dia cintai hanya aku,,untuk bersamaku,dia harus mendapatkan kotak itu.."


Delia membuka pesan & gambar dari orang tersebut.


Nampak Brian bergandengan mesra dengan seorang gadis yang wajahnya sengaja ditutupi dengan emotion,berlatar belakang pemandangan di Amerika.


Gambar berikutnya dipantai entah dimana lokasinya,yang jelas Brian bersama gadis hanya memakai bikini,mereka berpose mesra.


Seketika Delia melempar ponselnya keatas kasur,dia menarik kakinya,memeluk kedua kakinya,dan terisak.


"Bibi bilang,kamu tidak suka main wanita,ternyata diluar sana kamu menjijikan mas..aku benci kamu mas.."


Hampir satu jam Delia menangis tanpa henti,kemudian dia tertidur dilantai dengan pipi yang masih basah.


Dia terbangun pukul 16.00,suara panggilan diponselnya yang telah membangunkannya.


"Fani?"


Delia membaca layar panggilan.

__ADS_1


"Hallo Fan,ada apa?"


"Del,loe kenapa?kok kaya abis nangis?"


"Gak Fan,,aku sedang flu.."bohong Delia


yang tidak ingin sahabatnya khawatir.


"Loe jangan boong deh Del,,"


"Gak,beneraan..loe mau apa telpon gue,,sombong loe ya,mentang-mentang punya gebetan...hehehe" Delia mencoba mengalihkan.


"Ck..apaan si,,abisnya noh,abang loe bucin banget,gue gak bisa kemana-mana,,gue kan jadi ngikutin abang loe ngurus persiapan Klinik"


"Ceileeehhhh...udah bucin bucinan...iya-iya,,gimana kliniknya,sorry yaa,aku belum bisa tinjau lokasi lagi,,cuma bisa liat lewat vidio yang Bimo kasih."


"Iya gak papa,santai aja..oiya,gue nelpon mau ngajak loe nemenin gue beli gaun,loe kan pinter milih,,"


"Gaun?buat apa?"


"Rencanya besok bibi dan paman mau kerumah Del,Bimo mau ngelamar gue.."


"Loh,,kok gue gak dikasih tau..kalian curang aggh..."rengek Delia.


"Nah ini gue ngasih tau...gimana si lo!!!"


"Hehehe,,maksudnya jauh-jauh hari gitu.."


"Maaf ya maaf,ni mas Bimonya juga mendadak,noh bibi Mira lagi ngomel-ngomel sama mas Bimo..bibi juga dikasih taunya tadi pagi."


"Kebiasaan tu kak Bimo! Kebanyakan ngemil lem,jadi kalau ada apa-apa susah banget ngomongnya..sering tu bibi dibikin kesel ma dia,saking pendiemnya."


"Hahahahahaa...yaw udah yah,setengah jam lagi gue sampe rumah loe!buruan siap-siap"


Delia menutup ponselnya,dan bergegas mandi.


Setelah selesai mandi dia mencari-cari keberadaan suaminya.


Bi Ani menghampiri Delia yang matanya sedang berkeliaran mencari seseorang.


"Apa non Delia mencari tuan?"


"Iya bi,dia kemana ya bi?"


"Tadi setelah mengantar non Delia pulang,dia pergi lagi non,"


"Pergi lagi??duh..gimana ya bi.."


"Ada apa non?"


"Aku mau nemenin Fani cari gaun buat acara tunangannya besok,,tapi ponsel mas Brian gak bisa dihubungi bi.."


"Biar nanti kalau tuan pulang akan saya sampaikan non"


"Oke,terimakasih ya bi..."


Tak menunggu lama Fanipun datang dengan Bimo.


Delia yang sudah menunggunya diteras langsung masuk kedalam mobil.


"Brian mana Del,dia gak ikut?"


"Dia masih dikantor"

__ADS_1


Sepanjang jalan Fani,Bimo saling melempar canda tapi Delia hanya tersenyum tipis,dia tidak bisa menutupi kesedihannya.


"Del,kamu kenapa si,,biasanya bawelnya melebihin gue..kok hari ini cuma senyum senyum doang,,apa ada masalah?"


Fani paham benar dengan gerak gerik Delia yang tak nyaman. Bimopun melihat Delia dari sepion dalam mobilnya.


"Gina aja,nanti setelah belanja,kita mampir kerumah bibi,disana kamu harus cerita semuanya ke gue,,gue tau loe Del,loe gak bisa bohongin gue..oke?"


Delia mengangguk pelan.


"Aku memang membutuhkanmu saat ini Fan,,hanya kamu yang selama ini mengerti aku"batin Delia sedih.


"Udah,,jangan sedih lagi,nanti aku belikan baju juga buatmu Del,baju,tas,sepatu,es krim,atau balon..pokoknya kakak belikan" celetuk Bimo yang menginginkan senyuman Delia.


"Idih,,emang gue anak kecil!! Gue maunya mentahan kak,alias cash!!"


"Hem,,masih doyan duit loh..gue kira udah gak doyan.."celetuknya lagi.


"Apaan si!!gak lucu!!"


"Siapa juga yang lagi ngelawak wey"


" Emmm...kak Bimo udah mulai ketularan Fani nih rupanya,,oke oke..awas kak Bimo,gue aduin ke bibi,pas lagi apel dirumah Fani,pas gak ada orang,hujan-hujan,kak Bimo hampir mau ehem ehem sama Fani...."


Wajah Fani memerah,dan matanya melotot kearah Delia,Bimopun terkejut,dari mana Delia tau kalau waktu itu dia hampir saja tidak bisa menahan hasratnya pada Fani,beruntung saat itu Fani menyadarkannya kalau mereka belum sah.


"Haduh,Fani...kenapa kamu ceritaain ma Delia si...aku jadi malu" batin Bimo.


"Haha...diem kan loe..asikkkk...gue menang..."


Delia tersenyum girang.


Disisi lain,Bimo merasa senang karna adiknya sudah bisa kembali menggodanya.


"Gak lucu!!!" Sahut Fani dan Bimo bersamaan.


"Ceileeehhh...kompak amat,,kaya orang pacaran.."


Mereka bertiga saling melempar canda,membuat Delia sedikit melupakan kesedihannya.


Sesampainya di butik langganan ibu Delia dulu,sebelum mereka bangkrut.


Mereka langsung memilih pakaian untuk Fani. Sesuai dengan janji Bimo,ia juga membelikan pakaian untuk Delia.


Selesai belanja,mereka mampir disebuah masjid pinggir jalan untuk melaksanakan sholat magrib.


Kemudian mereka pergi ke sebuah restoran untuk makan malam.


"Fan,kamu pesenin makanan buatku ya,apa aja..aku mau ketoilet bentar"


Ucap Delia.


Delia berjalan ketoilet,sebenarnya dia tidak ingin buang air kecil,dia hanya ingin mencoba menghubungi suaminya.


Meskipun saat ini mereka sedang bertengkar,tapi Delia tetap ingin menelponnya,memberitahu keberadaanya.


Namun sayang,berkali-kali Delia menelpon,ponsel Brian tetap tidak aktif.


"Apa dia masih marah??ya Allah,tega banget si kamu mas,,nuduh aku macem-macem tapi kamu sendiri juga engga jelas githu,kamu bilang tidak pernah deket ma cewe,nyatanya..hemm"


Delia memejamkan matanya,menarik nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di tembok toilet.


Setelah merasa sedikit tenang,ia kembali kemeja dan menyantap makan malam bersama Fani dan Bimo.

__ADS_1


__ADS_2