Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 137


__ADS_3

Brian tiba-tiba langsung teringat istrinya dirumah.


"Hah,,mati aku!! Son,,mana ponselku!!"


"Nih! istrimu menelpon berkali-kali. Sengaja tidak aku angkat, aku sendiri belum siap menerima omelannya." Soni menyerahkan ponsel pada Brian.


"Hufh,,ingat,jangan ceritakan apapun sama Delia. Biar aku aja yang menjelaskan padanya."


"Iya,iya,,,makannya malam ini kamu harus rawat inap disini dulu,besok kalau kamu sudah benar-benar pulih kita pulang ke Jakarta."


Brian mengangguk mengiyakan.


"Baik Sus,aku mau,,tapi berikan obat terbaik disini,berapapun akan aku bayar! Aku tidak bisa berlama-lama di sini sus."


"Baik tuan,nanti tuan minta saja pada Dokter yang menangani anda,agar belio meresepkan obat terbaik. Sementara malam ini ada kami tempatkan di ruang VVIP nomer 6 sesuai permintaan tuan Soni pada saat mengurus admistrasi pendaftaran rawat inap."


"Terimakasih sus" ucap Soni dan Brian bersamaan.


Perawat tersebut pergi mengambil beberapa berkas,dan menyiapkan kursi roda untuk membawa Brian menuju ruangan.


"Jadi kamu udah mengurus rawat inapku?"


"Ya iyalah Ian,gue juga ogah disalahkan sama bini lu! Coba kalau gue gak bisa jagain lu disini,,bisa abis gue ma bini lu,hehehe...lu aja yang lebih sangar dari gue bisa mati kutu ma dia,apa lagi gueeee...hehehehe"


"Sialan lu!"


***


"Awas kamu mas,,dari tadi aku telpon gak diangkat,kirim pesan gak dibales!! Sesibuk apa si!!" Delia terus menggerutu dalam batinya.


"Kenapa Del?gelisah amat!"tanya Keke yang tengah bersandar sembari mengotak atik laptopnya mengerjakan tugas yang Roby berikan.


"Tau ga Ke,suami gue dari tadi cuma ngasih kabar sekali,waktu baru sampai. Nah ini,akj telponin gak diangkat,sesibuk apa coba?"protes Delia.


"Ya elah Del,,,suamimu kan bos,jadi ya super sibuk lah! Udah gak usah cemas" Keke mengusap-usap punggung Delia.


"Bukan gitu Ke,masalahnya akhir-akhir ini kita lagi banyak banget masalah ke,banyak bahaya yang mengancam kita. Seperti yang aku ceritakan waktu aku di Dubai itu. Entah,kenapa aku gelisah banget mikirin suamiku. Dia tu suka lepas kontrol kalau lagi emosi."


"Sabar Del,doain aja biar suamimu baik-baik aja..toh kamu sendiri yang bilang kalau dia cuma menemui clien yang kebetulan masih seumuran. Jadi ya mungkin mereka sedang asik ngobrol gitu."


"Tapi setidaknya dia ngabarin kan Ke..Sonipun sama,nomernya gak aktif"


"Udah udah,jangan parno agh..mending bantuin gue ngerjain kerjaan kantor. Lo kan pernah kerja disana jadi bisa kaaannnn?" Pinta Keke.


"Oke,baiklah,,mana?"


"Nih,,"


Keke memberikan beberapa berkas pada Delia.


"Kok banyak banget si Ke? Disana lo kerja rodi ya??"ejek Delia.


"Itu gara-gara kalian! Tadi ngajakin aku ngobrol pas jam kerja! Alhasil aku dibawain kerjaan seabreg!! "


"Hahahaha...maaf say..jangan ngambek ya...nikmatin aja" Delia merangkul Keke.


"Uhhh,,sialan lu!! Aku juga mau ambil cuti beberapa hari Del,aku mau pulang ke Bandung."


"Tumben ambil cuti lama,biasanya cuma sehari"tanya Delia.

__ADS_1


"Iya,besok bibiku akan membuka cabang toko kue baru,dan aku harus ikut membantu mempersiapkannya. "


"Wah,,selamat ya,,em,,aku boleh ikut ga?"


"Boleh,asal loe diijinkan sama abang tampan hehehe.."


"Oke,besok kalau suamiku pulang aku mau ijin ma dia,pasti dibolehin. Ngomong-omong kapan kamu kesana?"


"Dua hari lagi,nanti aku kabarin deh kalau mau berangkat. Untuk lounchingnya si kemungkinan 3 hari lagi."


"Oke,,aku pasti dateng,lagian aku belum pernah bertemu keluargamu disana."


"Sip,,Terimakasih sayangkuuuhhh"


Keke dan Delia saling berpelukan.


Mereka kembali fokus dengan pekerjaan Keke,sambil sesekali melempar candaan dan ejekan.


***


22.30


Brian gelisah memikirkan istrinya.


Dia memutar otak untuk mencari alasan agar istrinya tidak cemas dan marah.


Dia paham benar,pasti saat ini istrinya tengah merajuk karena panggilannya tidak ia respon.


"Hufh,,aku harus menghubunginya,harus,,pasti dia belum tidur" gumam Brian.


Ia pun akhirnya menyentuh layar ponselnya,mencoba menghubungi Delia.


Delia belum tidur dan langsung mengangkat telpon darinya.


Ia langsung diserbu dengan seribu pertanyaan. Brian hanya bisa diam mendengar omelan istrinya.


"Ngomelnya udah?"tanya Brian dengan mencoba tetap tenang.


"Ya habisnya kamu mas, seneng banget bikin aku khawatir!"protes Delia.


"Udah yah,kalau telponnya cuma mau ngomel aku matiin nih!"


"Iya iya,,,"


"Maaf ya Sayang,tadi tu hariku bener-bener sibuk"


"Sesibuk apa si!"


"Sayang,kamu kan tahu sendiri,aku kalau lagi rapat kerjaan gimana? Belum penyambutan mereka sebagai tuan rumah,mereka benar-benar menyambut ku dengan sangat baik. Ni aku aja udah bolak balik makan sampai kekenyangan demi menghormati mereka."


"Oke,aku mau Vidio call mas,,"


"Oke,sebentar ya.."


Brian memberi kode Soni untuk berjaga dipintu memberi kode jika ada perawat yang masuk.


Brian merapikan dirinya,dan menggeser tiang infus agar tidak terlihat.


Brian pun langsung mengalihkan pada panggilan vidio

__ADS_1


"Udah sayang,,"ucap Brian.


Deliapun akhirnya terlihat di layar.


"Kamu cantik sekali malam ini"


Puji Brian.


"Hem,,tumben bilang cantik,biasanya mah susah banget kalau disuruh bilang cantik."


"Hehehe..."


"Mas,kamu lagi dimana? Kok tempat tidurnya gitu,"


"Di penginapan sayang,aku sengaja cari yang murah,karena tadi gak niat mau nginep kan,tapi karna Soni juga kelelahan jadi ya..terpaksa cari penginapan terdekat dan murah."


"Mas,kamu jadi pulang besok kan?"


"Iya insya Allah jadi,,kenapa?"


"Em,,dua hari lagi kita diundang acara grand opening toko kue milik Bibinya Keke.


Kita ke Bandung ya mas?"


"Iya mas usahain ya.."


"Makasih ya mas,,em,,ko kamu keliatan pucat si mas?kamu sakit ya?"


"Hah,?pucat?masa?engga agh,,,aku mungkin kecapean kali."


"Ya udah mas,kamu istirahat aja,,besok pulangnya hati-hati ya.."


"Siap sayang,,,bye,,kamu juga hati-hati ya,,"


"Iya mas,,Love you.."


Sontak kata-kata itu membuat Brian salah tingkah,terlebih Soni sudah memberikan tatapan mengejek dan menutup telinganya.


Brian pun melotot ke arah Soni.


"Mas!"


"Iya iya,,,love u too" Brian langsung menutup ponselnya dan melempar Soni dengan bantal.


"Hehehehe...apaan si bro..gue kan gak ngapa-ngapain."


"Diem lu! Oiya,coba kita cek reaksi Widodo,saat tahu CCTV yang ada dirumah Dokter Anye dan anaknya sudah dihancurkan."


"Oke,," Soni mengeluarkan ponselnya untuk mendengarkan alat penyadap.


Brian dan Soni sama-sama memasang headset.


Terdengar Widodo tengah mengumpulkan anak buahnya yang masih tersisa dirumahnya.


"Kalian semua bodoh!!! " Dengan jelas,Widodo nampak murka.


"Aku suka ini,,,menyaksikan kekalutan Widodo" Brian tersenyum sinis.


"Dia pasti merasa terancam kali ini Ian."sahut Soni.

__ADS_1


" Besok,kita akan lihat bagaimana Widodo menghadapi Ayahku"


__ADS_2