Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 20


__ADS_3

Delia selesai menyiapkan sarapan untuknya dan Brian,tak lupa ia memasukan bekal makan siang untuk Brian.


Saat sarapan,Brian menatap Delia dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Delia sudah berdandan rapi,dengan style kemeja korea warna pink dan celana formal berwarna hitam.


"Kamu yakin mau ngantor sekarang?"


"iya,kakiku sudah sembuh,"


"Kalau belum sembuh mending dirumah aja"


"Ga kaa,tadi pagi juga aku belajar untuk tidak menggunakan tongkat,kakiku hanya sedikit kaku karna waktu dirumah sakit terlalu lama diperban dan sama sekali tidak boleh bergerak ."


"Oke,terserah kamu,yang pasti kamu harus sudah dirumah sebelum aku pulang!"


"Iya"


Delia mengakhiri sarapannya,dan mencuci piring didapur,sembari menunggu Brian selesai sarapan.


Setelah semua bersih,Delia berpamitan dengan Brian saat Brian sedang mengambil tas di kamarnya.


Delia mengetuk pintu kamar dan berpamitan dari luar kamar.


"Ka,aku berangkat dulu ya...oiya,aku juga sudah membawa kunci serep."


"Tunggu!" sahut Brian dari dalam kamar.


Deliapun menunggu Brian keluar kamar.


"kamu ikut aku!"


"Tapi kak..kata ayahmu aku tidak diperbolehkan menaiki mobilmu!"


"Ini rumahku,jadi patuhi perintahku!apa kamu tidak ingat poin 1! kamu boleh memakai fasilitas dirumah ini dan sebagai imbalannya kamu mengurus rumah ini tanpa bantuan asisten!!"


"Iya iya,dengan kata lain aku disini juga merangkap jadi asisten rumahtanggamu iya kan??" bibir Delia dimanyunkan dan bola matanya berputar putar raut wajahnya mengisyaratkan bahwa dia tidak menyukai kenyataan bahwa dia adalah pembantu gratisan.


"Pintar!" Telunjuk Brian ditepuk tepukan ke kening Delia.


Mereka berjalan beriringan,Delia berjalan dengan berhati-hati, lukanya sudah kering,memar dikakinya juga sudah tak terlihat,hanya saja kakinya sedikit kaku karna lama terbalut perban saat dirumahsakit. Dokter dari rumahsakit milik Brian memang dokter terbaik,resep obatnya juga tokcer.


Dimobil Delia tak banyak bicara,karna baginya percuma terlalu banyak bicara,ujung-ujungnya mereka bertengkar,akhiranya Delia yang sakit hati karna perkataan Brian selalu kasar padanya.


"Kak,nanti turunkan aku di depan kantor ya..aku gak enak dilihat banyak orang" pinta Delia.


"Hem,baiklah oiya ingat!jaga kelakuanmu didepan Roby,tunjukan kalau kamu bukan wanita murahan!!!meskipun kamu memang murahan!!"


"Berhenti mengataiku wanita murahan!!!sudah!turunkan aku disini,aku benci semobil dengan laki-laki sepertimu!yang sama sekali tidak bisa menghargai wanita!!!" Delia mencoba melepaskan sabuk pengamannya.


"Mau apa!!sudah diam!!aku antar kamu sampai kantor!!aku kan hanya memperingatkanmu saja!!" bentak Brian sembari menajamkan tatapannyabpada Delia.


Sesampainya didepan kantor Delia langsung turun tanpa berkata apapun,dia membanting pintu mobil dengan keras,membuat Brian geram.

__ADS_1


"Dasar wanita tidak tau terimakasih!!!"teriak Brian.


"Bodoooo" ucap Delia keras.


Delia langsung masuk melewati pos satpam.


Hari ini dia tidak kekantin karna dia sudah sarapan dirumah.


"Hai Del,,gimana lukamu?"tanya salah satu staf saat berpapasan di lobi


"Alhamdululillah,sudah sembuh mba.."


"Syukurlah...selamat beraktifitas lagi ya Del.."


"Iya mba,,duluan ya mba"


"Oke."


***


"Hallo Rob,apa kamu bisa kekantorku sebentar"


"Ada apa kak Ian..aku sedang sibuk,sore aja ya.."


"Baiklah"


Tut tut tut


Brian mengakhiri telponnya.


Brian nampak gelisah dengan pemikiranya sendiri. Tiba-tiba sekertarisnya menelpon.


"Hallo tuan Brian,,ada nyonya Tania"


"Untuk apa dia kemari "


batin Brian kesal.


"Suruh dia masuk!"


"Baik tuan"


Taniapun masuk,jalannya melenggak lenggok bak model,minidress super ketat menggambarkan lekuk tubuh yang padat dan sexy. Rambutnya yang diwarnai pirang membuatnya nampak seperti orang asing.


Karna lama di Amerika,gayanya sangat lekat dengan orang Barat. Lain sekali dengan Delia,gadis supple dengan riasan soft,pakaian santai dan sopan.


"Ada apa kamu kesini?" tanpa mempersilahkan Tania duduk Brian langsung bertanya.


"Apakah kamu merasa terganggu dengan kedatanganku?"


Tania langsung menghampiri Brian yang tengah duduk dikursinya sembari memperhatikan layar laptopnya.


Tania mengalungkan tangannya pada leher Brian,Brian yang merasa risih kemudian berdiri,memilih memghindari Tania dan duduk di sofa.

__ADS_1


"Tan,aku sedang sibuk,kalau kamu disini hanya ingin main,saya rasa timingnya kurang tepat."


"Aku disini hanya ingin memberimu kabar gembira Yan,." Tania menghampiri Brian lagi.


"Apa?"


"Barusan aku dengar ayahku membahas tentang perjodohan kita...mereka ingin kita secepatnya menikah"


"Menikah???kalian kan tahu aku sudah menikah."


"Iya aku tau,itu kan hanya pernikahan settingan,nanti kalau ayahmu sudah puas dengan balas dendamnya pasti kalian berpisah dan hanya ada aku dihidupmu. Sedangkan untuk saat ini ayahmu sudah ingin menimang cucu..jadi gak ada salahnya untuk berpoligami dan segera memberinya cucu kan?"


"Aku tidak mau berpoligami! kalau kalian mau tunggu saja semua permainan ini selesai.!sekarang lebih baik kamu pergi dan sampaikan ini pada ayahmu"


"Apa itu artinya kamu menolakku?"


"aku mohon,tinggalkan aku sekarang Tan" Brian membuka pintu untuk Tania.


Taniapun pergi dengan perasaan kesal.


Brian memutuskan untuk pulang kerumah ayahnya.


"Fa,cancel jadwalku hari ini,aku ada urusan"


"B-b-baaik tuan" jawab Safa,melihat raut wajah Brian,Safa merasa sedikit gugup.


***


"Ayah!!apa apaan ini yah,,aku kan sudah bilang,aku tidak ingin menikahi siapapun saat ini. Aku hanya fokus pada tujuan awal ayah untuk membalaskan dendam ayah!!"


"Ayah hanya ingin cucu darimu,Tania itu yang terbaik untukmu,dengan pernikahan kalian perusaan kita akan semakin besar,dan satu lagi,dengan kehadiran Tania pasti akan menambah warna baru dalam hidup Delia,kamu taukan apa artinya itu..??Setelah aku pikir-pikir,menunggumu berpura-pura mencintainya itu mempunyai resiko besar...aku tidak ingin kamu nanti malah menjadi benar-benar mencintainya."


"Tidak akan ayah!aku tidak mungkin mencintainya!!beri aku waktu untuk membalaskan dendam ayah dengan cara yang tidak beresiko!! melakukan kekerasan fisik padanya itu membuatku gila!! aku takut kalau nanti ada yang melaporkanku atas tuduhan KDRT,ayah aku mohon..jangan tambahkan beban padaku!!bersabarlah dulu"


"Tapi ayah ragu denganmu! kenapa sampai sekarang kamu belum menyerahkan vidio itu pada Yosep!!apa alasanmu menunda?"


"A.a.aku...aku.."


"Apa?kamu tidak tega kan? lihat,sekarang mereka masih berfikir kalau anaknya hidup enak dinikahi oleh pengusaha terkaya,mereka sama sekali tidak menderita sekarang.!!kamu terlalu lemah!! ayah kecewa denganmu!!!!


"Ayah,aku hanya ingin ayah bersabar jangan ceroboh,tunggu saja.!"


"Menunggu???ayah tidak bisa menunggu melihat Yosep menderita..! Setelah kematiannya maka ibumu akan tenang!! Dengan pernikahanmu dan Tania perusahaan kita juga akan semakin besar! Sekarang tugasmu adalah membuat Delia lebih menderita!!


"Ambisi ayah sudah menjadikanku bukan sebagai anakmu,melainkan sebagai Robot peliharaan ayah!!kapan ayah mengerti apa yang aku mau!!?"


"BRIAN !!!!!"


Plak plak plak plak


Berkali kali tamparan dari Atmajaya melayang di kedua pipi Brian bergantian.


"Terimakasih yah,ayah sudah membuktikan keraguanku,Permisi!!"

__ADS_1


Brian pergi meninggalkan ayahnya dengan wajah memar bekas tangan ayahnya.


Mobilnya melaju dengan kecepatan maximal.


__ADS_2