Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 127


__ADS_3

Brian hanya bisa terdiam mengikuti istrinya.


"Assalamu'allikum nek..."


"Wa'allaikumsalam .."


Nenek itu terlihat mengingat-ingat sosok Delia.


"Ini Delia nek,,putri dari Yosep"


"Oiya,ya Allah...maafin nenek yang udah rabun dan pikun ya non,,mari mari,,silahkan duduk."


"Tidak apa-apa nek,,oiya,ini ada sedikit bingkisan untuk nenek"


Pak Daut memasukan lima kardus sembako dan satu karung beras.


"Terimaksih non,,nenek doakan semoga non Delia beserta keluarga diberi umur panjang,sehat selalu dan semakin sukses"


"Aamiin..."


"Oiya nek,kakek dimana?berangkat kesawah ya nek?"


"Engga non,kemarin kakek terpeleset dikamar mandi,sekarang jadi gak bisa bangun,,mari nenek antar,kakek sedang berbaring di kamar"


Delia dan Brian mengikuti nenek tersebut.


Terlihat seorang kakek tua renta yang berbaring lemah,dua cucunya tengah memijat kedua kaki sang kakek.


"Banu,Bedu,,,pintar sekali kalian nak,," Delia mengusap kedua kepala anak tersebut.


"Kakak" mereka menyalami Delia dan Brian.


"Kakek kalian kenapa sayang?"


"Kakek terpeleset dikamar mandi kak,sekarang kaki dan tangannya susah digerakin kak"


"Subahanallah,,,udah dibawa kedokter?"


"Belum,baru kemarin jatuhnya kak,disini tidak ada yang mempunyai kendaraan."


"Kenapa kalian enggak ngabarin kakak sayang,,,sekarang kakak pesankan mobil ya,,Nek,Delia mohon,ijinkan Kakek dibawa ke rumah sakit ya? Aku mohon Nek.."


"Tapi non,,"


"Tidak usah khawatir masalah biaya biar saya yang tanggung nek" ucap Brian.


Brian langsung menelpon ambulan dari rumahsakit terbaik disana.

__ADS_1


"Mungkin ambulannya sedikit lama,sambil menunggu ambulan datang,ayo Delia bantuin mengemas barang Nek."


"Terimaksih non,,terimakasih..." Nenek menangis memeluk Delia.


"Nenek tidak tahu lagi harus bagaimana jika tidak ada non Delia."


"Tidak apa-apa Nek,ini sudah jadi tanggung jawabku Nek,,Banu dimana Sania?"


"Sedang ke warung sebentar Kak" jawab Banu,anak laki-laki berusia 8tahun yang mempunyai saudara kembar bernama Bedu. Serta mempunyai Kakak bernama Sania berusia 10tahun.


Tak lama kemudian Sania masuk,memberi salam pada Delia Brian dan Pak Daud.


"Sania,apa kabar sayang?"tanya Delia.


"Baik kak,,Kak Delia sudah lama disini?"


"Belum San,,em,Kakek mu saya bawa kerumah sakit ya,biar cepat sembuh."


Sania mengangguk pelan.


"Oiya mas,bagaimana untuk sementara waktu bi Ani disini untuk menjaga ketiga anak ini,dan membantu nenek disini." Tanya Delia pada Brian.


"Baiklah,,aku akan meminta mang Jajang mengantar bi Ani kemari sekarang,kemungkinan 1jam lagi mereka sampai"


"Terimakasih mas"


"Nenek mau ikut saja ke rumah sakit non,,nenek tidak mau meninggalkan kakek disana,Nenek takut kalau terjadi apa-apa seperti anak-anak nenek"


Nenek itu merasa sangat takut dan cemas,ia membayangkan bagaimana jasad anak dan menantunya tergeletak di kamar jenazah.


"Ya sudah,,,Banu,Bedu,,untuk sementara kalian sama bi Ani ya,,dia baik,dia akan jaga kalian disini,Sania,,kamu jaga adik-adikmu ya..Kakek mau berobat ya..doakan kakek."


"Iya Kak" jawab mereka bersamaan.


Sambil menunggu bi Ani dan ambulan sampai,Delia mengajak anak-anak bermain.


Sesekali Delia melihat sang nenek meneteskan air mata,Saat bercerita pada Brian tentang kenangan anak dan menantunya saat masih hidup.


Setelah ambulan itu sampai,Kakek dan nenek langsung pergi ke Rumahsakit.


Brian menelpon salah satu bodyguardnya yang ada dirumah,untuk menemui kakek dan nenek itu dirumahsakit,untuk mengurus segala keperluan mereka.


Selang setengah jam,Bi Ani sampai di sana.


"Bi,tolong jaga ketiga anak ini ya,,mang Jajang disini saja untuk membantu bi Ani siapa tahu membutuhkan sesuatu"


"Baik tuan"ucap bi Ani dan mang Jajang bersamaan.

__ADS_1


"Ayo mas,kita melanjutkan perjalanan kita."ajak Delia.


Dimobil Brian kembali menanyakan,pada Delia.


"Apakah mereka juga korban?"


"Tepat sekali,Kedua orang tua Banu,Bedu dan Sania adalah korban kecelakaan armada bus,yang busnya sengaja ayahmu buat rem blong saat itu. Kamu bayangkan ada berapa korban dalam bus tersebut? Kedua orang tuanya adalah dua diantara korban yang meninggal. Saat itu,Sania berusia 5tahun,dan sikembar berusia 3tahun. Usia kakek neneknyapun belum begitu renta.


Mereka bertiga tengah dititipkan pada Kakek dan neneknya,karna ada acara di luar kota untuk 2 hari.


Tapi mereka tidak akan pernah kembali menjemput anak-anak mereka karna mereka sudah kembali pada sang pencipta. Bagaimana perasaan anak-anaknya saat itu?kamu bayangin mas,,air mata mereka habis menangisi kepergian kedua orang tuanya.


Bagaimana saat itu setiap malam dan bangun tidur si kembar mencari-cari ibunya?Bayangkan mas,bayangkan jika kakek dan neneknya juga dipanggil oleh Allah subanallah wa ta'alla. Bagaimana nasib mereka?Dengan siapa mereka tinggal? Sementara mereka hanya memiliki satu paman,mereka ada di luar kota dengan kesibukannya sendiri, dengan keterbatasanya apakah dia sanggup dititipi tiga anak sekaligus?"


"Sekarang aku tahu Del,,kenapa kamu begitu membenci Ayahku"


"Karna aku saksi kepedihan mereka mas,karna aku saksi air mata mereka mas,dan aku saksi dimana ibuku sendiri juga direnggut nyawanya dalam kecelakaan mobil itu! Kami rela menghabiskan seluruh harta kami dan berhutang,demi apa?demi mereka. Dan kamu tahu mas,Klinik yang saat ini aku kelola,hasilnya seluruhnya aku donasikan untuk anak-anak yatim dan yatim piatu korban kebakaran pabrik dan Kecelakaan.


Untuk korban yang masih hidup,saat itu kami beri banyak modal untuk membuka usaha.


Akibat keegoisan ayahmu,banyak yang menderita bukan aku saja mas!!"


Delia mulai menggebu-gebu,,,air matanya pun mengalir.


"Ayo mas,kita lanjutkan perjalanan kita"


"Kemana lagi Sayang,kamu istirahat dulu ya..."


"Masih banyak korban lain mas,,aku ingin kamu tahu semua."


"Baiklah," Brian mengikuti arahan Delia menuju sebuah rusun cukup rapi,bersih dan asri.


Brian menatap sekeliling, dengan seksama.


"Apa ini?"


"Ini adalah rusun yang ayahku bangun dari sisa harta yang kami punya. Untuk apa? Untuk mantan karyawan pabrik yang saat itu terpaksa kami PHK,untuk para korban lainya yang sebelumnya mengontrak,kesulitan untuk membayar kontrakan. Akhirnya kami beri modal usaha dan satu unit dirusun tanpa biaya sewa.


Ada 2 Lokasi rusun ini yang pertama.Ayo mas ,kita ke aula rusun." ajak Delia.


Delia dan Brian bersama-sama menuju aula.


Disana sudah ada pak RT yang menyambut mereka.


Sementara Pak Daud memarkirkan mobil boxnya di depan aula.


Para warga membantu Pak Daud menurunkan paket sembako yang dibawa pak Daud.

__ADS_1


__ADS_2