Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 143


__ADS_3

Dalam perjalanan Brian langsung menelpon Soni


"Son,handle semua pekerjaanku hari ini!"


"Siap Ian,,ada apa denganmu,sepertinya kamu sedang,,"


"Tepat sekali Son,Ayahku,,lagi-lagi dia berulah"


"Apa yang terjadi?"


"Dia berusaha melenyapkan Oma dengan menukar obat Oma."


"Ahhhh,,Brian...ada apa dengan Ayahmu! Kenapa belio sekejam itu!"


"Entah,jika ini ada hubungannya dengan Widodo,pasti ayahku akan menghubunginya. Kita pantau terus penyadap."


"Siap Ian,,aku yakin ini ada hubungannya dengan Widodo. Karna selama ini dia yang menyetir ayahmu"


"Iya,ya sudah,,handle semua dan kirim beberapa bodyguard untuk menjaga Oma di rumah sakit."


"Oke Ian."


"Terimakasih"


Brian mengawasi kemana ayahnya pergi,ia melacak keberadaan ayahnya melalui alat pelacak yang sudah ia tempel di mobil ayahnya.


"Rupanya ayah kekantor." Brian kemudian mengarahkan mobilnya ke kantor HR group.


Tapi selang 30 menit,Atmajaya keluar dari kantor.


Brian yang masih dalam perjalanan pun akhirnya memberhentikan mobilnya dan memastikan kembali kemana ayahnya pergi.


"Mau kemana dia?"gerutunya.


Brian menunggu dan membaca kemana ayahnya akan pergi.


"Rumah Widodo,tepat sekali,,Ayahku merasa khawatir dan butuh pertolongan Widodo.pasti dia kesana!"


Brian langsung berbalik mengambil jalur alternatif menuju rumah Widodo.


Dugaannya tepat,mobil Atmajaya sudah berada disana. Terlihat Atmajaya terkejut saat mendapati Widodo tengah memasukan beberapa koper kedalam bagasi mobilnya.


"Mau kemana kamu Do!?"tanya Atmajaya.


"A a ak,aku akan pergi berlibur,aku harap kamu tidak menganggu ku saat liburan!"


"Ada apa denganmu! Kamu tiba-tiba ingin pergi! Apa yang terjadi?"


"Jaya! Aku sudah katakan,aku hanya ingin berlibur." Widodo terus sibuk mengecek barang bawaannya.


" Tunggu,kenapa nomermu tidak aktif!? Aku ingin membicarakan sesuatu."


"Bicaranya nanti saja Jaya,aku harus pergi sekarang."


"Tidak,kamu harus bantu aku cari solusinya! Brian sudah tahu aku yang menukar obat itu!"


"Ck,,Jaya jaya,,,pantas saja perusahaan ayahmu bisa bangkrut dan jatuh ketangan keluarga Olivia,mertuamu itu. Kamu benar-benar payah! Pikir saja sendiri bagaimana kamu menghadapi anakmu yang gila itu!" Widodo justru menyalahkan Atmajaya atas kecerobohonya.


"Dodo! Kenapa kamu justru menyudutkanku! Bukanya ini idemu!"


"Siapa bilang ini ideku!! Aku cuma menyarankan untuk menyingkirkan Si tua bangka itu!! Kamu saja yang bodoh!"


"Owh,,aku tahu,selama ini aku memang bodoh! Karna mempercayai otakmu! Kamu anggap aku senjata bagimu,iyakan!!"

__ADS_1


Prok prok prok


Brian tiba-,tiba muncul dengan bertepuk tangan.


"Wow,pertunjukan yang bagus..silahkan lanjutkan..."


Saking sengitnya adu mulut antata Widodo dan Atmajaya,sampai-sampai mereka tidak menyadari kehadiran Brian.


"Selamat siang tuan Widodo yang terhormat,,aku akui,anda memang hebat!"


Brian menepuk pundak Widodo,kemudian menatap Ayahnya dengan tajam.


"Brian..apa yang kamu lakukan disini?"tanya Atmajaya.


"Aku hanya ingin menyaksikan perdebatan antar sahabat ya..bisa dibilang ipar"


Seketika kedua pasang mata itu terbelalak.


"Jangan terkejut ayah,aku sudah tahu semuanya..permainan kalian sangat bagus..5 tahun lebih aku dibohongi oleh kalian! tepatnya 23 tahun sudah ayah berhianat!! Hebat! Kalian kira,aku anak ingusan yang bodoh?begitu bukan??" Brian terus mencecarnya dengan sinis.


"A a. Aku bbbisa jelasin Ian,,ini sssalah paham..."


Atmajaya ketakutan ketika hubungan gelapnya dengan Adik Widodo mulai terkuak.


"Dia,Yesi,,mantan sekertaris ayah yang juga adik Widodo.


Selingkuhan tuan Atmajaya ,,dari hasil bmhubungan gelapnya mereka mempunyai anak bernama Hans berumur 22 tahun.Hah! Dunia ini memang sempit!"


Brian duduk di kursi teras dengan santainya,ia naikan satu kaki untuk bertimpu dikaki satunya lagi.


Widodo memanggil satpam,mamun kedua satpam itu justru ketakutan dengan Brian.


Rupanya Brian sudah menghajarnya saat dipost satpam.


"Dari mana kamu tahu!! Kamu jangan bicara sembarangan Ian! Jaga sikapmu!"


Bentak Atmajaya,dengan wajah yang mulai memerah,ujung jarinya ia arahkan ke wajah anaknya.


"Ayahku yang malang,Silahkan anda tanyakan pada tuan Widodo ,tuan Widodo,apakah anda akan mengakuinya??"


"A a apa maksudmu? apa !! kamu ingin mencoba mengadu domba kami! itu tidak akan mungkin!!"


"Hufh,,ck,,aku paling tidak suka basa basi,oke ayah dengar baik baik" Brian kembali mendekati Widodo,merangkul pundaknya.


"Dengar ini!" Brian memutar vidio pengakuan Dokter Anye.


"Penghianat!!!" BUGH Bugh


Seketika Atmajaya melayangkan pukulan untuk Widodo.


Atmajaya terus memukuli Widodo dengan sengit.


Brian pun membiarkan Ayahnya menghajar Widodo.


"Cukup ayah!!!"teriak Brian,setelah puas menyaksikan keduanya beradu.


"Kalian berdua sama-sama Penghianat!!"


"Ayah tahu! Kemana dia akan pergi! Dia kini adalah buron!!"


BUGH


"Sialan kamu Brian!!" Sekarang giliran Widodo yang memukul Brian.

__ADS_1


Hingga membuat sudut bibirnya berdarah dan Brian jatuh tersungkur.


Saat Atmajaya berusaha menolong anaknya,


dengan segera Widodo memasuki mobilnya.


Brian bangun dan berusaha membuka pintu mobil namun Widodo langsung menancapkan gas mobilnya dengan kencang.


"Brian,segera kejar Widodo!"titah Atmajaya.


"Tenang saja yah,tadi itu aku barusan memasang alat pelacak dimobilnya! Saat dia tertangkap maka,berakhirlah semua kebohongan kalian,,aku berjanji akan menghancurkan ayah jika ayah terlibat dalam kematian ibu!!"


Saat Widodo berdiri ditepi mobil, ia merangkul pundak Widodo dan memancing emosi ayahnya,saat ayahnya menghajar Widodo,saat itulah Brian berjongkok memasang alat pelacak dibawah mobil.


Kemudian saat berusaha menggedor-gedor pintu mobil Widodo,tangan kanan Brian menempelkan mini kamera di atas mobil.


Brian kembali menatap ayahnya tajam.


"Urusan kita belum selesai!! Jika sampai terjadi sesuatu sama Oma! Aku tidak peduli akan menjadi anak durhaka!! "


"Brian! Kamu harus dengar dulu penjelasan ayah!"


"Penjelasan apa? Kebohongan lagi!? Tidak Yah!! Aku sudah Muak!! Aku Muak yah!!!" Brian berteriak tepat di depan wajah ayahnya.


"Ayah akui ayah salah telah menjadi penghianat untuk ibumu! Tapi ini semua tidak sepenuhnya salah ayah,ibumu juga bersalah!"


"Oh,jadi ayah akan tetap menyalahkan ibu?? Ayah bukan hanya pengianat,tapi ayah juga seorang pembunuh!! iya,pembunuh!!!


Berapa nyawa yang kalian taruhkan untuk ambisi kalian!! Apa ayah tau!! Selama ini aku menanggung beban dosa itu yah!!!" Nada bicara Brian terus meninggi.


"Aku curiga! Jangan-jangan ayah lah yang membunuh ibu?atau kalian berdua bersekongkol untuk membunuhnya??"


Atmajaya semakin tersudutkan,ia sudah tidak bisa menghadapi kemurkaan anaknya.


Brian meraih kursi teras yang ada dihadapannya kemudian membantingnya.


"Jawab!!!!!"


Plak plak plak


Atmajaya menampar wajah anaknya.


"Brian! Sadar kamu sedang berhadapan dengan siapa!!" Atmajayapun murka mereka saling melempar tatapan tajam.


"Aku sadar yah,aku sadar,,kamu ayah sekaligus pembunuh ibuku..kamulah penyebab kehancuran hidupku!! Kamu tidak pantas untuk kusebut ayah!"


"Percuma ayah bicara denganmu! Ayo ikut ayah!" Atmajaya menaiki mobilnya,disusul Brian yang juga masuk kedalam mobilnya sendiri.


Didalam mobil Brian menelpon Bodyguard nya untuk mengawasi pergerakan Widodo dan menghubungi polisi untuk menahannya.


Karena sekarang Widodo menjadi buron di kepolisian Padang.


Atmajaya membawa Brian kerumahnya.


Ia masuk dan membawa Brian kedalam ruang kerjanya.


Ia membuka sebuah kotak yang ia simpan di almari buku.


Atmajaya mengambilnya dari rak terbawah.


Ia angkat kotak itu,kemudian dia letakan di meja.


Brian masih bingung apa yang ingin ayahnya tunjukan.

__ADS_1


Ia terus memperhatikan ayahnya yang masih sibuk melepas kunci kotak itu.


__ADS_2