
Delia sampai dirumahnya,langsung menuju kamar,membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Lalu dia menelpon Dera.
"Hallo Ra.."
"Eh,gimana Del,,hari ini jadi kan kerumah gue?"
"Maaf Ra,gue gak dibolehin ma suami,,gimana kalau kalian aja yang kerumahku,nanti aku share lok ya"
"Ya elah Del,,suami loe pasti takut loe ketemu Hans lagi,iya kan?"
"He'eh..mungkin..tapi udah lah,,loe yang kesini ya,ma Vivi..gue bosen kalau ngerjain skripsi sendirian.."
"Oke oke,,tapi suami loe ada dirumah ga?kalo dirumah kan kita canggung.."
"Tenang aja,dirumah gak ada siapa-siapa,,cuma asisten rumah tangga aja. "
"Oke,,siap.."
"Gue tunggu ya,,"
Delia meletakan ponselnya dan berganti pakaian,ia mengambil kaos oblong dan hotpant.
20menit kemudian bel rumah berbunyi,bi Ani membuka pintu untuk tamu yang sebelumnya sudah ditunggu tunggu oleh Delia.
Dera dan Vivi langsung dipersilahkan duduk diruang tengah oleh bi Ani.
Kemudian bi Ani memanggil Delia dikamarnya.
"Del,loe bilang dirumah gak ada orang..noh sepanjang jalan dari gerbang kalau bukan orang lalu apa namanya?"celetuk Vivi.
"Hehehe...mereka bodyguard yang dikhususkan menjaga rumah ini..tau tu suami gue lebay banget." Ucap Delia.
"Owh...gue gak nyangka loe mau nikah ama orang kaya dia kaku,ga asik"celetuk Dera.
"Husss...sembarangan,.dia emang kaku tapi mengasyikan tauuuu...hehehee..."bela Delia.
"Apa lagi kalau di kamar ya Del..hahahaa"sahut Vivi.
"Apaan si..udah agh,jangan dibahas..ayu bantu aku ngerjain skripsi.."
Delia meminta bantuan Vivi dan Dera karena mereka terbilang cerdas,terlebih tugas skripsi mereka sudah selesai, 2 minggu lagi mereka wisuda.
Kalau saja dulu Delia tidak mengambil cuti,mungkin mereka bisa wisuda bersama-sama.
"Masya Allah,udah hampir dzuhur...kalian makan siang disini sekalian ya.."ajak Delia.
"Oke..dengan senang hatiii..."sahut Dera bersemangat.
"Halah..giliran makanan aja cepet loe!!" Celetuk Vivi.
***
HR group
Oma memeriksa beberapa laporan keuangan di perusahaannya,sementara itu Atmajaya dan Brian saling melempar tatapan.
Atmajaya merasa sangat cemas.
"Jangan sampai ibu mertuaku itu tahu aliran dana yang sudah aku gelapkan..semoga saja Brian benar-benar sudah mengatasinya."batinnya.
__ADS_1
Belum tuntas Oma memeriksa semuanya,tiba-tiba Tania masuk,tanpa mengetuk pintu.
"Hai oma..."
Tania mendekati Oma,memeluk dan menciumnya,Oma pun menyambut hangat Tania.
"Hai..Tania??apa kamu bekerja disini?"
"Iya oma,,,biar makin deket sama mas Brian.." celetuknya manja,dengan ujung netra mengarah ke arah Brian.
Brian menatap Tania dengan kesal.
"Itu kemarin,,hari ini Tania sudah tidak lagi bekerja disini oma" kata Brian jujur,dengan nada ketus.
"Maksudmu apa Ian,apa kamu tidak suka bekerja dengan Tania?dia kan sama sepertimu,lulusan Amerika juga" bela Oma.
Tania yang merasa malu atas kejadian kemarin,saat Brian murka padanya.b
Ia erusaha tenang,dan dia tahu jika dia melawan Brian maka dia akan semakin dibenci olehnya.
"Sudah oma,Tania memang sudah tidak bekerja disini oma,,Tania kemari karna tahu oma pasti disini,," Tania bersikap manis pada Oma,dengan terus menggandeng tangannya.
"Oma gak habis pikir sama cucu oma,kenapa dia harus menikah dengan anak pembunuh itu,padahal oma menaruh harapan besar padamu Tania" Oma mengusap rambut Tania.
Tania merasa menang kali ini,,
"Oke,kali ini aku akan menggunakan Oma untuk menjauhkan Brian dari wanita sialan itu.."batin Tania.
"Tidak apa-apa Oma,meskipun aku sendiri merasa kecewa,tapi aku bisa apa Oma,wanita iti terus menggoda Brian.."rengeknya.
"Jaga ucapanmu!!" Brian merasa tidak suka dengan perkataan Tania.
Ancam Oma.
Oma rupanya benar-benar sudah terhasut oleh Atmajaya,Tania,dan Widodo.
"Terserah kalian!!oma,aku akan ke Golden Big, kalau oma mau ikut aku tunggu di lobi! "
Brian merasa muak melihat wajah-wajah penjilat seperti Tania,dan Ayahnya.
"Percuma saja berdebad dengan mereka,membuang waktuku saja"gerutu Brian dalam hati.
Saat keluar dari lift Brian mendapat panggilan dari "Miss Bawel" yang tidak laian adalah istrinya.
"Hallo"
- "Mas,nanti kamu pulang jam berapa?"
"Kenapa?"
- "Jangan kemalaman ya mas,aku baru dapet kabar dari bibi Mira,katanya acara pertunangannya jamnya dimajuin,habis magrib."
"Hem"
-"ih,kok cuma Hem si...kamu lagi kesambet ya mas??"
"Bawel! Iya,nanti aku usahakn pulang cepet,kamu sekarang dimana?"
- "aku masih dirumah mas,temenku mau makan siang dirumah kita"
"Apa ada si Brengsek itu!"
__ADS_1
- "namanya Hans mas..dia gak ikut,tenang aja."
"Awas kalau kamu bohong!"
-"idih,,gak percayaan amat!"
"Ya sudah,aku mau ke Golden big dulu,kamu hati-hati dirumah"
-"Oke,mas.."
Brian langsung menutup telponnya.
Dia masih teringat ancaman Oma nya,.
"Aku harus segera menyelesaikan kesalah pahaman oma,atau mereka akan semakin merusak semuanya."batin Brian.
"Brian,Kita makan siang dulu ya,," tiba-tiba Oma muncul dari arah belakang bersama Tania dan Atmajaya.
"Ck,dengan mereka oma??"
"Iya,kenapa?Tania ini kan dulu sahabatmu,dan Atmajaya adalah Ayahmu,apa Wanita sialan itu juga membuatmu lupa pada ayahmu sendiri!? Buktinya oma lihat,kamu dengan ayahmu sudah tak sehangat dulu..."
"Oma"
"Sudah! Oma bilang kita makan bersama! Dan kamu harus mau!"
Oma Olivia memang sangat keras kepala sama sepertinya dan Atmajaya.
Mau tidak mau Brian akhirnya mengalah pada Oma.
Akhirnya mereka mencari restoran dekat kantor mereka.
Sepanjang acara makan siang,Brian terus sibuk dengan ponselnya.
Dia sama sekali tidak memperdulikan Tania,Atmajaya dan Oma.
Sesekali Tania mencuri kesempatan untuk mencari perhatian Brian namun Brian terus mengacuhkannya.
"Aku harus kekantor sekarang!" setelah membaca satu pesan,Brian mengakhiri makannya kemudian beranjak pergi tanpa mendengar jawaban dari mereka.
"Briaaan.."panggil Oma,namun tak digubris olehnya.
"Biarkan saja oma,mungkin Brian memang sedang ada urusan,karna saat ini Golden Big berkembang sangat pesat Oma."
"Dia memang cucu Oma yang bisa diandalkan,hanya saja Oma kecewa dengan keputusannya menukahi wanita itu. Kamu sebagai ayah juga tidak bisa bertindak,bagaimana bisa kamu mengijinkan!bodoh!" ketus Oma pada menantunya.
"Awalnya aku menikahkan dia hanya untuk membuat Yosep frustasi,karna Yosep sangat menyayangi putrinya,awalnya rencanaku berhasil,Yosep meninggal karna mengetahui bahwa putrinya tersiksa setelah menikah dengan Brian. Tapi entah mengapa,Brian justru terjerat olehnya,kini justru dia berusaha melawanku ibu"
"Dan kamu diam saja!!"sahut Oma kesal.
"Aku sudah berusaha memisahkan dia dan melanjutkan perjodohan dengan Tania,tapi Ibu tahu sendiri,Brian keras kepala. Yang ada,dia semakin membenciku."
Atmajaya berakting layaknya seorang ayah yang dihianati anak semata wayangnya.
"Oke,Ibu akan bertindak agar Brian bisa berpisah dengan wanita sialan itu. Aku tidak akan rela jika keturunanku mengalir darah pembunuh seperti Yosep. Tania,kamu harus membantu Oma dalam hal ini"
"Tapi oma,,akupun sudah berusaha memisahkan mereka,hasilnya sama,Brian semakin mengacuhkanku..aku sudah kehabisan akal Oma.."
"Kalian memang payah!! baiklah,kalian ikuti saja rencanaku!"
"Bagus,kali ini aku tidak perlu repot-repotemutar otak untuk merebut Brian darinya,terimakasih Oma"batin Tania.
__ADS_1