
"Heh!!kalian bertiga,,pulanglah dan suruh paman dan bibinya mencari apa yang aku mau!!! jangan harap Delia akan kembali jika surat itu tidak sampai padaku!!"
Hening
"Cepat tunggu apa lagi!!! kalian jangan khawatir,aku tidak akan membunuh gadis bodoh ini disini,tapi itupun jika tidak terpaksa...!!hahahah" Atmajaya tertawa terbahak-bahak melihat ketegangan yang terlihat dia mata keempat orang itu.
Pak Jajang dan kedua bodyguardnya saling bertatapan,,mereka mengisyaratkan sesuatu..
"Oke!!bawa dia kemobil,,waktu ku akan terbuang sia-sia disini."
Titah Atmajaya pada bodyguard yang membawa Delia.
Mereka baru melangkahkan kaki 2 langkah tiba-tiba terdengar suara gemuruh sepatu dari arah belakang.
"LEPASKAN DIA!!!!" Teriak Brian dengan volume maximal.
Diikuti dengan 3 bodyguardnya
"Brian,,,"teriak Delia,airmatanya tumpah melihat sosok yang dia rindukan beberapa hari ini tiba-tiba datang dihadapannya.
"Ian??bbbukannya kkamu?" Atmajaya cukup terkejut dengan kehadiran anak yang dikiranya masih didalam bui.
"Terkejut???aku sudah bebas ayah,,dua hari yang lalu,,Lepaskan dia!" Tatapan tajam Brian mengarah ke bodyguard yang membawa Delia.
"Lagi-lagi kamu merusak rencanaku anak bodoh!!!! Kamu tau! Ini semua demi hidupmu!!" Ucap Atmajaya.
"Demi hidupku atau ambisi ayah!!! Semua hanya demi kepuasan ayah!! Ayah jadikanku alat untuk keserakahan ayah!! Untuk apa yah?untuk apa semua ini!! Lepaskan dia atau aku akan lupa kalau ayah adalah ayahku!!" Brian menodongkan senjata ke arah ayahnya.
Dengan sigap para bodyguard Atmajaya menyerang Brian,terjadi perkelahian antar dua kubu..
Delia terus berteriak ingin menyudahi semua,dia terus meronta meminta untuk dilepaskan,tapi justru bodyguard Atmajaya ditengah keributan,diam-diam membawa Delia keluar cafe dari pintu belakang,disusul dengan Atmajaya.
Tapi ujung netra Brian menangkap bayangan mereka yang lari. Segera Brian berlari mengejar mereka. Brian menghubungi beberapa penjaga yang sudah bersiap diluar gerbang cafe mereka mencegah mobil ayahnya.
Pengawal Atmajaya yang berada didalam mobil keluar dan melawan para penjaga itu,dikursi penumpang tinggal satu pengawal,Delia dan Atmajaya,,Brian membuka pintu mobil.
"Jangan mendekat atau Istrimu aku tembak!!!"
Ucap pengawalnya dengan tangan kanan memegang pistol,sedangkan tangan kirinya memiting leher Delia.
"Cih...sial...!!!"pekik Brian.
Brian mengambil ancang-ancang untuk mencari celah..Akhirnya dengan bersamaan Delia menggigit tangan kiri pengawal dan Brian mengarahkan pistol ke atas samping dan
"DUAAAArrrrr"
Peluru meleset,,saat itupula Brian menarik pengawal itu keluar mobil dan menghajarnya.
Sedangkan Delia meronta dan melawan ayah mertuanya membuat pria tua itu kewalahan dan Delia bisa keluar dari mobil.
Brian menarik tangan Delia dan berlari menjauhi parkelahian.
Mereka menaiki motor milik bodyguardnya dan pergi menjauh.
__ADS_1
Tak begitu lama polisi datang ke TKP karnaendapat laporan dari warga sebelah cafe yang mendengar keributan.
Akhirnya semua diamankan polisi,sedangkan Atmajaya sudah ikut melarikan diri membawa mobilnya.
***
Brian membawa Delia kerumah mereka.
Disana sudah ramai ada EO yang sedang mendekor ruang tengah mereka.
Delia terkejut ketika melihat rumahnya hampir selesai didecor megah bernuansa cream dan gold.
Brian tidak mempedulikan ketakjuban istrinya,Dia terus menggeret tangan istrinya menuju kamar mereka dilantai dua.
Beberapa pasanag bola mata memperhatikan kedua sejoli itu.
"Apa itu istrinya??cantik tapi ko,penampilannya acak-acakan gitu ya.."salah satu pegawai mengomentari penampilan Delia yang memang sudah tidak beraturan.
"Sssst...diam,dilarang menggunjing,,noh CCTV lagi melotot..masih doyan duit kan lo hehehe" jawab salah satu rekanya.
"Mas...apa apaan si...lepasin"
Delia mulai merasakan sakit dipergelangan tanganya karna pegangan Brian.
Brian melepaskan genggamannya dan menatap istrinya dengan tatapan membunuh.
"Bersihkan tubuhmu!cepat!" Titahnya.
Delia yang bingung dengan sikap suaminya akhirnya menurutinya.
Harusnya kan dia seneng ketemu aku?dan aku selamat,,,kenapa marah-marah si..dasar bunglon!! selalu menyebalkan!!!
Gerutunya dalam hati.
Setelah selesai mandi Delia keluar dengan rambut terbungkus handuk..tubuhnya terbalut kimono.
"Duduk!" Ucap Brian sedang menantinya disofa dengan nada tegas dan tatapan tajam yang tak pernah lepas darinya.
"Biasa aja dong mas,,gak sah pake bentak-bentak segala,sebel!!!" Gerutu Delia.
"Kenapa kamu seceroboh itu hah!! Aku sudah bilang! Kemanapun kamu pergi harus dengan supir ataupun kedua orang suruhanku itu!! Percuma aku bayar mereka dengan bayaran besar kalau kamu tidak mau memakainya!!! Atau perlu seluruh bodyguardku disini hanya mengawasimu!! Cobalah mengerti!!!"
"Aaa...aa..aku pikir,,dia hanya membawaku tidak jauh dari kampus,,dan a.a.aku..."
"Sudah jangan berkelik,yang jelas karna kecerobohanmu itu kamu hampir menyelakai dirimu sendiri! Aku sudah pernah bilang Del,kamu dalam bahaya!jadi gunakan para pengawalku selama aku tidak bersamamu!!"
Delia hanya tertunduk mendengar omelan suaminya,dia seperti anak kecil yang sedang kena marah ibunya.
Menatap wajah istrinya yang memasang wajah memelas,akhirnya ia memelankan nada bicaranya. Kedua tangannya meraih pipi Delia dan mencongkakan wajah Delia hingga menatap kearahnya.
"Taukah kamu,aku benar-benar mengkhawatirkanmu,aku tidak bisa bayangkan kalau kamu....aku...aku tidak ingin kehilanganmu Del,itu saja...aku baru tau kepicikan ayahku,dia akan melakukan apapun untuk ambisinya. Mengertilah,jaga dirimu,,jangan lagi kamu pergi tanpa aku dan pengawal-pengawal itu."
Delia mulai memahami,dia menganggukan kepalanya dan menangis memeluk suaminya.
"Maafkan aku mas..aku tidak tahu kalau akan seperti ini.."isaknya.
__ADS_1
"Sudah lah,aku bersyukur kamu selamat,,"
"Mas,,dari mana mas tau aku ada disana?"
"Mang Jajang sengaja tidak mematikan panggilanmu,saat dia mendengar ada keributan,dia langsung menelponku dan melacak keberadaanmu melalui ponsel itu.
Aku perintahkan mereka untuk menyusulmu,dan mengulur waktu mereka,,karna aku sendiri yang akan menghajar orang-orang yang sudah menyentuhmu dan berani mengancammu!!"
"Oh...mas,,ayahmu bilang,dia menginginkan surat itu,aku sama sekali tidak tahu apa maksudnya,,aku pikir kematian ayahku sudah cukup membuatnya puas,ternyata ada yang lebih penting yang dia incar selain nyawa keluargaku.."
Sejenak Brian berfikir,
"Besok kita akan selidiki,sekarang istirahatlah,kamu pasti lelah.."
Brian menuntun istrinya ke kasur ,dan meluruskan kaki Delia.
Tubuh Delia disandarkan kesandaran tempat tidur.
"Mas,,," Delia mengengam tangan suaminya
"Hem..."
" Kapan mas keluar dari penjara?kok aku gak dikamari trus yang diluar itu?"
"Mas sengaja gak ngabari,mas mau bikin kejutan,,ehhhh..malah mas yang dikejutkan dulu sama kamu!!gagal deh kejutannya.."
Brian mencium kepala Delia yang masih bersandar di dadanya.
"Maafin aku ya mas.."
"Iya,lain kali jangan ceroboh!!" Brian menarik hidung Delia.
"iiiihhhh....iya iya..."
Delia memanyunkan bibirnya,kemudian mengelus-elus hidungnya yang tadi ditarik oleh suaminya.
"Oiya mas.."
"Apa lagi???"
"Emm...diluar sana mau ada acara apa?apa itu bagian dari kejutan untukku??"
"Rahasia!!!"
"Aaaahhhh...nyebelin banget bake rahasia-rahasia segala!"
Delia kembali melancipkan bibirnya,membuat Brian gemas ingin mengigitnya.
"istirahatlah,,sebentar lagi akan ada orang dari Spa datang kemari,setelahnya akan ada orang salon juga kemari"ucap Brian.
"Spa?"
Selama ini aku belum pernah menikmati pelayanan Spa dirumah ini,,ruangan Spa dirumah tidak pernah aku jamah. Aaaghhh...membayangkan saja sudah sangat menyenangkan
batinnya girang.
__ADS_1