Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 131


__ADS_3

Ia terus menyimak dan memantau beberapa vidio dari mini camera yang terpasang dibeberapa tempat dirumah ayahnya.


Brian beruntung,beberapa pengawal ayahnya ada yang sudah memihak padanya.


Membuat bi Ijah merasa sangat terbantu disana.


Nampak ayahnya pun selesai makan malam bersama sang Oma.


Oma yang terlihat lemah,duduk dikursi roda tengah selesai disuapi oleh Bi Ijah.


Selesai makan,ayahnya menerima telpon dari seseorang,kemudian ia masuk kedalam kamarnya.


"Hallo nak,apa kamu sudah makan?"


-


"Bagus lah,bagaimana,,kamu setuju dengan saran ayahkan? Setelah wisuda besok,ayah akan siapkan keberangkatan mu. Orang-orang ayah sudah siapkan semuanya."


-


"Baiklah,jika itu mau mu,,kamu temuilah ibumu dulu sebelum kamu pergi. Tapi maaf ya,,Ayah tidak bisa menghadiri Wisudamu."


-


"Jangan seperti itu lah,,cobalah mengerti,suatu saat pasti ayah akan penuhi janji Ayah."


-


"Oke,Lusa kalau ayah sudah ada waktu,ayah akan menyusulmu."


-


"Tidak apa nak,ayah dan ibu akan mengadakan syukuran kecil-kecilan untuk wisudamu dan pengangkatan mu di perusahaan itu"


-


"Ya Sudah,istirahatlah."


Mendengar percakapan ayahnya kemarahan Brian memuncak.


"aaaagghhhhh!!!! Kurang***r !! Penghianat!!! Breng**k!!!"


Ruang kerja yang tadinya tertata rapi tiba-tiba berubah 180°,


PYAAaaaaaarrrr


Sebuah tempat pensil melayang kearah rak kaca.


Mendengar ada keributan Delia segera berlari menghampiri asal suara tersebut.


Ia menggedor-gedor pintu ruang keeja suaminya.


"Mas,,,mas,,,apa kamu baik-baik saja mas?buka pintunya mas.."


Tok tok tok


Tok tok tok


Semakin keras Delia menggedor pintu,suaminya tetap diam tak memberi jawaban apapun.


"Mas,,buka!! Jangan buat aku takut gini dong mas!!"teriak Delia.


Delia memutar tubuhnya,ia berniat mencari kunci serep,,tapi Brian membuka pintunya dengan tatapan membara.


"Mas,kamu kenapa?" Delia mendekati suaminya.


Brian berjalan kekamar tanpa menjawab apapun.


"Mas,apa aku melakukan kesalah mas?"tanya Delia mengikuti langkah suaminya.


"Mas,kamu kenapa?"tanya Delia sekali lagi.


Delia meraih tangan Brian yang masih membelakanginya.


Merekapun saling berhadapan,Brian langsung memeluk Delia.

__ADS_1


Delia yang masih kebingungan hanya bisa ikut diam. Suaminya memeluknya erat,matanya memerah,menahan tangis.


"Mas,,duduk dulu ya,,aku bawakan air putih,,"


Delia menuntun suaminya duduk di tempat tidur.


Brian justru memegang tangan istrinya.


Deliapun akhirnya ikut duduk disebelah suaminya.


Brian kemudian meletakan kepalanya di pangkuan istrinya.


Deliapun menyambutnya dengan sentuhan lembut dikepala suaminya.


"Mas,,kamu kenapa?cerita dong sama aku,,aku tahu akhir-akhir ini kamu banyak menyembunyikan masalah dariku. Apa itu tebtang Atmajaya dan Widodo?iya kan?"


Brian tetap saja diam,dia hanya memejamkan matanya merasakan setiap belaian istrinya.


Setidaknya,sentuhan istrinya mampu membuatnya sedikit tenang. Dia sendiri merasa sangat kecewa dengan ayahnya,sosok laki-laki yang dulu ia percaya. Sosok idolanya,yang ia jadikan sebagai panutan.


Hantaman keras bertubi-tubi menghancurkan dirinya,saat satu persatu kebenaran terungkap.


Kebohongan tentang kematian ibunya,penyerangan terhadap istrinya,perselingkuhannya,dan anak yang kini menjadi saudara tirinya sudah tumbuh dewasa. Itu artinya perselingkuhan ini memang benar sudah terjalin cukup lama,ibunya menanggung penderitaannya pun cukup lama.


"Wanita dan anak sialan itu menikmati harta ibuku dengan bangganya!! Aku harus pastikan,dia benar Hans atau bukan!!"batin Brian.


"Mas,,kamu butuh sesuatu?"


"Tidak,aku hanya membutuhkanmu,tetaplah seperti ini" Brian memegang tangan istrinya erat,memintanya kembali membelai rambutnya dan memberi pijatan kecil dikepalanya.


Deliapun tak lagi banyak bertanya. Ia tahu mungkin saat ini suaminya masih belum mau bercerita apapun tentang Atmajaya dan Widodo.


Karena dia tahu,suaminya tidak ingin membebani nya lagi dengan permasalahan yang ada.


"Mas,kita sholat isya dulu yuk,setelah sholat insya Allah kamu bisa semakin tenang."


Brian bangun dari pangkuan Delia mengiyakan ajakan istri tercintanya.


Mereka berdua mengambil air wudhu lalu sholat berjamaah.


Tania tengah sibuk dengan laptopnya,ia mencari tahu keberadaan Kevin dari berbagai media sosial.


Ia juga kembali menghubungi sahabat-sahabat Kevin yang mulai terlupakan olehnya.


Dia mengingat,ketika hari terakhir ia bertemu dengan Kevin.


Disebuah taman,Kevin membawakan bunga dan es cream kesukaannya.


FLASH BACK


"Hallo Sayang,kamu menunggu lama?"tanya Kevin lembut.


"Iya,kamu kemana aja si! BT tahu nungguin kamu disini!"


"Nih,buat ngobatin BT nya..."


Kevin menyerahkan bunga dan es cream yang ia bawa.


"Terimakasih sayang,,,4 tahun kita bersama kamu gak bosen-bosennya manjain aku,Love You sayang.."


"Love You too.."


Seperti biasa mereka berbagai cerita tentang banyak hal.


"Sayang,anterin aku ke kampus yuk,aku ada jam kuliyah siang ni.." Tania memeriksa jam di tangannya.


Jam manis dan mewah yang ia kenakan adalah hadiah anniversary nya ke 3.


"Oke,,ayo sayang,,nanti selesai kuliyah kita makan ditempat biasa ya,,aku tunggu kamu disana"


Ajak Kevin.


Tania mengangguk bersemangat.


Jam Kuliyah pun usai,Tania ,Soni dan Brian keluar ruangan bersamaan.

__ADS_1


"Tan,buru-buru amat,mau kemana?"tanya Brian.


"Gue mau makan siang ma Kevin,mau ikut? Tapi bayar sendiri!" Celoteh Tania seraya menggandeng tangan Brian.


Tania selalu saja bersikap manja didepan Brian.


Ia tidak cangung untuk merangkul bahkan memeluk Brian saat dirinya tengah semang atau sedih.


Kevin pun dulu sempat dibuat cemburu,tapi Brian dan Tania menjelaskan bahwa diantara mereka hanya sebatas sahabat.


Sonipun sebenarnya sangat dekat dengan Tania,tapi dia terlalu sibuk dengan petualangan cintanya. Tania sempat jadi bulan bulanan pacar Soni karna dia dikira selingkuhan Soni.


"Gimana,mau ikut engga??"tanya Tania sekali lagi.


"Engga! Brian mau ikut gue,tugas kemarin belum gue kerjain,dia harus bantu gue!" Soni menyambar Brian dengan merangkul pundaknya.


"Udah-udah kalian norak tau!! Tan,kamu makan sendiri aja,aku sama Soni."


"Hem,,,oke oke,,,jadi aku jalan ke sana sendirian ni..kalian enggak mau nemenin..??"


"Engga!!"jawab Soni cepat.


"Oke! Bye!" Tania melewati keduanya dengan wajah masamnya.


Tania menunggu kedatangan Kevin dengan setia.


Satu jam berlalu,sudah berapa kali Tania menghubungi Kevin tapi ponselnya tidak aktif.


Dua jam ia pun masih setia menunggu dengan perasaan bercampur aduk.


Dia menghubungi teman satu kamarnya,tetap saja tak ada yang tahu keberadaan Kevin.


Ia mulai kesal! Ia mendatangi tempat tinggal Kevin.


Pintunya tertutup rapat,hanya ada kertas bertuliskan


Untuk Tania


Maaf kita tidak bisa bersama lagi,Jangan pernah mencari dan menungguku!


Kita tidak bisa bersatu,karna semua cintaku itu semu. Maaf sudah membuatmu kecewa.


Tania meremas kertas itu kemudian ia berlari.


Ia pergi menemui Brian dan Soni untuk mengadukan semuanya.


Brian dan Soni pun menyambut keluh kesah Tania.


Berhari hari Tania hanya bisa menangis,melamun dan hilang selera makannya.


Karena tidak tega akhirnya Brian mencoba berbagai cara untuk menghiburnya.


Sesekali Brian mengajak Tania jalan-jalan,antara Soni dan Brian saling bergantian menghibur Tania.


Setahun sudah berlalu,merekapun pelan-pelan bisa mengembalikan mood Tania.


Mereka bertiga Wisuda dihari yang sama.


Oma Olivia menyiapkan kejutan kelulusan untuk mereka bertiga.


Oma sangat menyayangi mereka.


Tiba saatnya Tania dan Soni kembali ke Indonesia bersama-sama.


Sementara Brian masih tinggal di Amerika bersama Oma Olivia.


Brian mengelola resto Oma di sana,Brian belum tega meninggalkan Oma sendirian.


Kesehatan Oma belum cukup membaik. Terlebih setelah memdengar kematian Lidia beberapa tahun yang lalu.


Ketika Tania sampai dirumah,saat itu kondisi ayahnya tengah kalut. Perusahaanya di Bali mengalami kemunduran.


"Ayah,semenjak kepulanganku,kenapa ayah terlihat begitu cemas?"


"Tania,perusahan kita tengah kalut,kamu harus bantu ayah nak"

__ADS_1


"Yah,aku mau bersenang-senang dulu yah,,berapa tahun aku di Amerika belajar belajar dan belajar,,untuk beberapa bulan saja aku mau merefres pikiran dulu yah..please..minta saja bantuan om Atmajaya." Tania yang acuh tetap saja mengunyah cemilannya duduk bersandar didepan TV.


__ADS_2