
Sesampainya di Bandung,Soni menunggu didepan kantor Kevin.
"Kenapa kita gak masuk Son?"tanya Tania tidak sabar.
"Sabar,sebentar lagi jam makan siang,biasanya dia akan makan di restoran miliknya."
Tania menatap Soni dengan mengerutkan kedua alisnya.
"Tega kamu ya! Bertahun-tahun kamu menyembunyikan keberadaan Kevin dariku!"
"Maaf Tan,aku terpaksa!! Aku juga baru menemukan beberapa bulan yang lalu. Aku terlalu sibuk dengan semua masalah yang ada."
"Gila emang lu!!"
Sahut Tania sewot.
Dan benar kata Soni,tak menunggu lama,Kevin keluar dari kantor dengan mengendarai Mobil mewahnya. Sungguh diluar kebiasaanya.. Kevin dulu selalu tampil sederhana,karena dia memang berasal dari keluarga sederhana,kini dia terlihat sangat necis dengan style barunya.
"Ayo kita ikuti dia"ajak Soni,iapun mengarahkan mobilnya mengikuti Kevin.
Sampai di sebuah restoran, Soni dan Tania mengambil posisi yang menurutnya aman dan mudah mengawasi Kevin.
Tak menunggu lama,tiba-tiba seorang wanita dengan seragam suster,mendorong kereta bayi kearah Kevin. Disusul dengan ibu Kevin.
"Hallo putri ayah,,gimana jalan - jalannya sama Uty,," sapa Kevin seraya menghadap kereta bayi.
"Ayah??" Tania menatap Soni dengan raut wajah terkejut.
"Iya,dia sudah memiliki anak,tapi selama ini aku sendiri belum pernah melihat istrinya."
Jawab Soni.
Tania langsung menangis,dan tanpa aba-aba ia langsung menghampiri Kevin.
Soni terkejut langsung mengikuti Tania.
"Kevin!" Sapa Tania dengan pipi yang sudah basah oleh air mata.
"** ttania.." Kevin dan ibunya pun terkejut.
"Maaf tante,saya menganggu acara makan siang kalian,saya ada perlu dengan Kevin tante,," Tania langsung menarik tangan Kevin.
Menjauh dari mereka.
Soni yang merasa tidak enak hati,akhirnya memberi penjelasan pada ibunya Kevin terkait dengan kedatangannya.
Disisi lain Tania yang memendam rasa rindu dan kebencian pada Kevin terus menangis.
"Jadi ini alasannya kamu tiba-tiba meninggalkanku!! Kamu memilih wanita lain !! Iya kan! Jawab Vin!"
"Duduklah dulu,,"dengan sabar Kevin menarik tangan Tania.
__ADS_1
"Iya,dia memang anakku,aku menikah baru satu tahun. Yang jelas bukan karena dia aku meninggalkanmu,,"
"Lalu karena apa? Apa salahku?apa kurangnya aku?? Kamu tahu betapa menderitanya aku karnamu!! Aku tidak meminta apapun darimu! Aku hanya butuh kejelasan,setelah itu silahkan ,silahkan kamu menjalani rumah tanggamu!"
"Memang kamu pikir aku tidak menderita!?"
"Maksudmu?"
"Waktu itu,aku disekap oleh suruhan ayahmu!! Sesaat sebelum aku ke tempat dimana kita janjian makan siang"
"Tidak,,tidak mungkin! Ayahku tidak ada di Amerika!"
"Apa setelah semua yang terjadi akhir-akhir ini kamu masih mempercayai ayahmu??"
Tania hanya terdiam,dia sadar berita penangkapan Ayahnya sudah tersebar.
"Ayahmu menyekapku selama dua hari,dia mengancamku,agar menjauhimu,,karena dia tidak sudi menjadikanku menantu dengan alasan latar belakang keluargaku. Dia memilih Brian untuk mendampingimu. Awalnya aku terus bersikeras ingin mempertahankanmu..sampai akhirnya Ayahmu mengancam akan berupaya mengagalkan bea siswaku dengan berbagai cara,dan satu lagi,dia mengancam keluargaku juga. Sepertinya ayahmu sangat berbakat dalam hal ini!! Menindas kaum yang lemah dengan berbagai ancaman. Aku memilih untuk melanjutkan beasiswaku karena aku ingin membahagiakan orang tuaku,menyelamatkan orang tuaku. Dan akhirnya aku bersedia meninggalkanmu. Aku tahu kamu hancur saat itu,akupun sebenarnya tidak tega melihatmu.
Sampai aku tahu,kamu sudah berubah,,kamu justru mati-matian mengejar Brian,menyetujui perjodohan itu.
Akupun memutuskan untuk melupakan masa lalu kita dan melanjutkan hidupku dengan menikah.
Aku hanya bisa berpesan padamu,berhenti membela ayahmu,jadilah Tania yang dulu,Tania adalah Tania,bukan budak dari ambisi dunia.
Keserakahan tidak akan mendatangkan keberkahan,justru akan membawamu kedalam kehancuran.
Lihat saja ayahmu.."
Kevin bangun dan pergi meninggalkan Tania sendirian. Kevin kembali kemeja,untuk menemui anak dan ibunya.
Kevin menepuk pundak Soni.
"Vin,apa kamu tidak ingin memperbaiki hubunganmu dengannya?"
"Saat ini aku menikmati hidupku bersama anakku. Aku tidak mau mempertaruhkan nyawa mereka. Aku minta,jangan beri tahu tuan Widodo tentang keberadaanku. Aku mohon."
"Baik..Tapi aku minta,jangan lagi menghindari kami,"
"Pasti,asalkan Widodo tidak tahu keberadaanku maka aku akan tetap disini,kamu tahu kan saat ini ada yang harus aku jaga. Aku sudah malas berhubungan dengan orang-orang seperti dia."
Soni mengangguk mantap. Iapun langsung berpamitan dan menyusul Tania yang masih termenung di sisi lain.
"Tan,ayo kita pulang" Tanipun hanya beranjak dari tempatnya dengan tatapan kosong.
***
Di tempat lain,suasana kantor pengacara Brian cukup sibuk.
Brian dan pengacaranya tengah membahas masalah potongan gangang kacamata itu,yang sudah diketahui milik Yesi.
Brianpun tengah mengajukan kasus Ibunya untuk dibuka kembali.
__ADS_1
"Sepertinya kita sudah menemukan titik terangnya Ian, kita tinggal menunggu kabar tentang penjaga CCTV itu." Ucap sang pengacara.
"Iya,,Anak buahku sedang mendesak si penjaga sift 2 agar memberitahu siapa yang bersamanya."
***
2 hari berlalu
Tania mencari bukti,ia menanyai seluruh anak buah ayahnya terkait penyekapan Kevin.
Akhirnya semua anak buah ayahnya pun mengakui.
"Lengkap sudah kekecewaan ku padamu yah.." gerutu Tania.
Tol tok tok
Tania segera menyeka air matanya.
Tante Yesi masuk ke kamarnya,membawa makan siang untuk Tania.
"Sayang,,,makanlah,,sudah dua hari ini kami menangis,mengurung diri,,come on,,kita masih bisa berbuat sesuatu untuk ayahmu"
"Berbuat apa ? Kebohongan lagi?siasat lagi?apa kalian engga cape?"
"Apa maksudmu Tan? Kamu tahu,kita lakukan ini untuk apa,,untuk balas kan dendam"
"Dendam apa??yang aku tahu semua karena ambisi kalian!!"
"Kamu akan tahu suatu saat nanti nak.."
"Aku enggak mau tahu masa lalu kalian!! Yang jelas apa yang kalian lakukan itu salah!! Satu lagi,karena ambisi kalian! Aku aku,,aku kehilangan cintaku!! Apa kalian tahu!! Dia satu-satunya yang bisa membuatku bahagia kini tak bisa aku miliki!! Puas!! Kalian puas!!" Tania pergi dari kamarnya meninggalkan Tante Yesi.
"Semua ini gara-gara kamu!! Awas saja!.semua rencana ku gagal,dan kini keponakanku satu-satunya ikut memusuhi ayahnya sendiri!" Geram Tante Yesi.
Matanya mengisyaratkan kebencian yang membara.
Ia berlari ke kamarnya.
"Bagaimana bisa aku menyelamatkan kakak,,sementara katanya kotak itu sudah ditemukan. Hem...aku harus cari cara...tapi bagaimana???" Yesi terlihat mondar mandir dikamarnya.
"Pengacara,,agh,,mungkin pengacaraku bisa membantu meringankan hukuman kakak."
Yesi mencoba menelpon Pengacaranya.
Ia meminta bantuan sang pengacara membantunya mencari solusi agar hukuman Widodo diringankan.
"Sebelum kita lanjut mengajukan banding,maaf saya harus tahu,,apakah tuan Widodo terlibat dalam pembunuhan Lidia?karena dalam kasus ini nantinya Atmajaya akan terseret kasus pembunuhan Lidia,dan otomatis kalian ikut dicurigai." tanya pengacara.
"Apakah anda pikir aku dan kakakku pembunuh?? kami memang mengincar harta mereka tapi kami bukan pembunuh!! " nada bicara Yesi meninggi.
"Baik non,,tapi saya hanya memperingatkan saja,,hindari segala sesuatu yang mampu menimbulkan kecurigaan,agar kalian tidak teraeret dalam kasus itu!"
__ADS_1
"iya! aku tahu."
Dengan kesal Yesi memutus telponnya.