
"Non,,non Delia,,"panggil Dokter Sisca,dokter kandungan yang ada dirumah sakit itu.
"Iya" jawab Delia lirih,matanya masih terpejam.
"Apa perut anda merasa sakit atau kram?"
"Sedikit"
"Apa anda merasa mengeluarkan cairan darah atau flek?"
Delia menggeleng pelan.
"Masih pusing ya non?"
"Hmmmm,,iya"jawabnya.
"Sus,apakah kamar VVIP yang diminta keluarga pasien sudah siap?"
"Sudah dok,"
"Bawa pasien ke kamarnya,dan ini,,,nanti satu jam lagi berikan suntikan ini,,dan ini"
Dokter memberikan sebuah catatan kepada perawat.
"Baik Dok"
"Tuan Brian,nyonya Delia sudah bisa memasuki kamarnya" ucap Dokter Sisca.
"Terimakasih dok"
***
Diruang kamar VVIP
Delia masih terbaring lemas,tiba-tiba perutnya kembali merasa nyeri..
"Owwww,,mas,,Sakitttt...Ssssttt" Delia meringis kesakitan.
"Sayang,ada apa sayang,,mana yang sakit??mana?" Brian nampak begitu cemas,ia langsung menekan tombol darurat,dokter dan perawatpun datang.
"Istri saya kesakitan dok,,"
"Sebentar ya tuan,kami akan memeriksanya."
Ucap Dokter Sisca. Salah satu perawat menutup tirai.
Brian merasa tidak tenang,ia tampak begitu menyesal dan cemas.
15menit kemudian dokter membuka tirai .
"Maaf tuan,,Tekanan darah nyonya Delia sangat rendah,kami juga melihat ada flek coklat yang menempel di celana non Delia,,Keluarnya flek cokelat saat hamil merupakan hal yang umum terjadi dan sering dialami oleh sebagian ibu hamil. Meski demikian, kita tetap perlu waspada dan tidak menganggap sepele, terlebih bila flek keluar terus-menerus dan berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti kram perut yang sangat hebat.
Untuk saat ini,kami berikan obat penguat kandungan,,dan kami akan mengobservasi lagi,apakah kram perut tersebut disebabkan karena trauma saat jatuh tadi atau memang reaksi alami dinding rahim,atau mengarah ke gejala yang lebih serius."
Brian meraup kasar wajahnya,,
__ADS_1
"Ya Allah,,,"
"Anda tidak perlu cemas tuan,sejauh ini kondisi nyonya masih terbilang aman.kami akan pantau perkembangan non Delia terus,jika kram semakin hebat dan darah segar seperti haid keluar,segera hubungi kami."
"Terimakasih dok,"
Dokter dan perawatpun keluar dari ruangan.
Brian kembali menemui istrinya yang tengah menangis.
"Mas,,apa yang terjadi mas?kenapa perutku sakit mas? Awww.." Delia hendak duduk bersandar.
"Jangan duduk dulu sayang,berbaring saja" Brian mendekat.
"Aku mau duduk mas"
"Yakin?kamu sudah engga pusing?"
"Iya,,punggungku panas,aku mau duduk bersandar mas"
"Oke,sini aku bantu"
"Awwww,,," Delia kembali merintih.
"Pelan-pelan sayang"
"Mas,,sebenarnya apa yang terjadi padaku mas,,dokter itu sampai mengecek segitu detailnya,,ada apa dengan perutku mas?"
Delia merasa ketakutan."
"Apa?Calon Anak??"
"Iya sayang,,sudah 4 minggu,,maafin aku ya,,sebagai suami aku masih jauh dari kata sempurna,,maafin aku ya Sayang?Sekali lagi maafin aku ya sayang,,maaf,," Brian terus memohon pada istrinya.
"Tidak apa - apa mas,,justru aku yang harus meminta maaf,aku sudah mengecewakanmu.
Aku terlalu ceroboh,bertindak semauku,tanpa meminta saran dan pendapat darimu. Aku pantas dibenci olehmu mas,aku pantas mendapatkan semua itu,aku siap mendapat hukuman darimu mas"
"Sayang,,aku sebenarnya tidak membencimu,,aku diam karena aku tidak mau kamu terluka dengan perkataanku,kamu tahu kan,kalau aku marah seperti apa,kata-kata kasarku akan semakin membuatmu terluka. Jadi aku memilih untuk diam dan mengalihkan amarahku dengan menyibukan diri dikantor.
Aku pun tidak sepenuhnya mengacuhkanmu,aku selalu mengawasimu kemanapun kamu pergi. Maafkan aku sayang,aku terlalu lama menjauh darimu,,"
Delia menangis,,
"Tapi kan diacuhkan olehmu itu sangat menyiksaku juga mas,,"rengek Delia.
"Iya aku tahu,akupun tersiksa sayang,aku menyesal" Brianpun ikut meneteskan air matanya.
"Keegoisanku mengalahkan segalanya,,jujur,aku sangat merindukanmu"lanjutnya.
"Sama mas,,aku juga,,"
"Sayang,kita baikan ya,," Brian menunjukan jari kelingkingnya,kemudian Delia menyambutnya dengan saling menyatukan jari kelingking mereka.
Brian mengusap air mata Delie,begitu juga Delia,ia mengusap air mata suaminya.
__ADS_1
Delia lalu mencium kening suaminya.
Brian memejamkan matanya,kali ini penyesalannya teramat dalam.
"Hehehe,,kita kaya anak SD aja ya mas"
Brian tersenyum mengecup kening Delia.
"Oiya sayang,aku bawakan ini untukmu,"
Brian memberikan buket bunga ,dan kue.
"Wah,banyak banget mas kuenya,,"
"Aku tahu 2 minggu yang lalu porsi makanmu bertambah,aku pikir itu karena efek multivitamin dari dokter Aan. Jadi aku pikir aku bawakan ini dua porsi sekaligus dan makanan lain,,Tapi,gara-gara aku akhir-akhir ini kamu jadi jarang makan,sekalipun Fani menyuapimu saat makan siang,tetap saja makanmu tidak banyak."
"Ih,kok kamu tahu mas,Fani nyuapin aku?"
"Ya kan aku tadi bilang,aku mengawasimu,,setiap jam istirahat siang,aku ke cafe tempat kamu istirahat dengan Fani dan Bimo."
"Apa kamu yang selalu memberikan es cream padaku mas?"
"Iya,aku yang menyuruh pelayan itu mengatakan bahwa es cream itu Free sebagai pelanggan setia. Padahal aku selalu memesannya untuk kalian bertiga. Aku tahu,sekalipun kamu menolak makan,kamu tidak akan menolak godaan es cream"
"Ahhhh,,,so sweet banget si suamiku ini,,,tapi sayang,,ngambekan!! Kalau udah ngambek susah!" Ejek Delia.
"He,,Maaf sayang,,," Brian cengar cengir menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ya sudah,aku makan ya mas,,tapi suami aku ya mas,,"
"Iya iya,,"
Brian merasa senang melihat selera makan Delia kembali lagi,dia terlihat benar-benar seperti orang kelaparan.
"Sayang,lain kali kalau ngambek jangan abaikan makan ya,,apalagi diperutmu ada calon anak kita,kasihan kamu dan anak kita,,kalian semua adalah hidupku"
"Iya mas,,maaf ya,,aku juga tidak tahu kalau aku hamil mas,,"
"Iya,,yang penting sekarang kalian baik-baik saja,,semoga obat yang tadi dokter berikan bisa menghentikan kram dan flek yang kamu alami."
"Aamiin mas,,,mas,,jika suatu saat nanti ada kesalah pahaman lagi diantara kita,aku mohon,jangan diam,jangan menjauh,tetap disini bersama ku,terlebih jika kita sudah punya anak,,kasihan anak-anak kita kelak jika melihat kedua orang tuanya saling membenci,saling menjauh"
"Iya sayang,,kamu juga harus janji,untuk sekian kalinya aku ingin,apapun yang kamu pikirkan,cobalah beritahu aku,suamimu,jangan lagi bertindak sendiri..oke?"
Delia menganggukan kepalanya mantap.
"Perutnya masih sakit?"
"Sedikit mas,"
"Makan dan minum yang banyak ya,,aku akan pesankan jus untukmu"
"Iya mas,,"
"Tidak usah pesan,,kita sudah bawakan jus,buah dan banyak makanan untuk bumil kita" tiba-tiba Fani dan Bimo masuk dalam kamar Delia.
__ADS_1
"Fani?Kakak? Kalian tahu dari mana aku disini?"
"Mama Mira yang kasih tahu,,tadi awal kamu masuk IGD,mama langsung menelponku,dia panik jadi aku langsung kemari,aku pikir suamimu tidak disini,,eh ternyata dia sudah disini"