Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 173


__ADS_3

Masing-masing alat kontrasepsi pun memiliki tenggat waktu tertentu untuk mencapai kehamilan setelah tidak lagi digunakan.


Untuk KB suntik sendiri, umumnya butuh waktu kurang lebih 6-12 bulan sejak berhenti menggunakan sampai akhirnya Anda bisa kembali mendapatkan siklus menstruasi yang normal."


"Apa?6-12 bulan lagi dok?" jawab Delia dan Fani bersamaan.


"Iya,,"


"Apa memungkinkan jika ada obat yang menambah kesuburan saya pasca KB dok,,karena saya ingin sekali dalam waktu dekat ini bisa hamil"


"Coba nanti saya resepkan obat dan multivitamin,serta menu makanan dan minuman apa saja yang nyonya bisa konsumsi. Em,,mohon maaf,,tuan Brian tidak menemani anda?"


"Iya dok,,dia ada kepentingan,,memang ada apa dok?"


"Ini berkaitan dengan program hamil yang harus dijalani,,peran kedua belah pihak sangat penting,jadi kalau memungkinkan,besok tuan dan nyonya bisa menemui saya,nanti saya jelaskan bagaimana sebaiknya yang harus dilakukan suami istri saat menjalani program hamil ini."


"Hah?sssuami saya harus ikut?"


"Iya,,"


"Tapi suami saya sedang sibuk dok,,jadi mungkin bisa dikonsultasikan sama saya saja,nanti saya sampaikan.."


"Em,,,baiklah.."


Panjang lebar dokter Aan menjelaskan pada Delia,Fani pun ikut menyimak sebagai bekal bagi dirinya sendiri.


"Bagaimana nyonya?ada yang perlu ditanyakan lagi?"


"Saya rasa cukup dok,,terimakasih atas semua penjelasannya dok"


"Oke,sama-sama,,,jangan lupa,,istirahat yang cukup,jangan stress dan terus konsumsi vitamin yang saya berikan secara teratur. Semoga hormon nyonya segera normal,dan anda bisa mendapat momongan."


"Terimakasih dok,,saya permisi" Delia menjabat tangan dokter Aan,begitu juga Fani.


Mereka berdua meninggalkan poli.


"Hufh,,Fan..."didalam lift Delia nampak begitu tegang,dan nafasnya terasa berat.


"Del,,gue engga nyangka lo beneran nekad KB..!"tegur Fani sedikit kesal dengan Delia.


"Maaf Fan,,gue ,,gue terpaksa.."


"Lo harus jelasin ke gua,,kita langsung kerumah"


"Jangan kerumah Fan,nanti suamiku pulang,,,kita ke cafe aja,,"


"Oke!"


#Cafe


"Kapan loe KB?"tanya Fani.


"Lo inget kan Fan,,pas,gue nemenin loe cari baju buat persiapan tunangan lo sama kak Bimo?"

__ADS_1


"Iya,terus?"


"Jadi,malam itu akan aku pulang kerumah Atmajaya,dan ternyata ada Oma disana. Lo tahu kan gimana Oma waktu itu,,dia kekeh menjodohkan Brian dengan Tania,dari pertemuan awal aja dia terang-terangan tidak menyukaiku. Malam itu juga mas Brian masih marah dan dia acuh saat aku disudutkan oleh Oma,Tania dan Atmajaya.


Karena itulah,aku merasa cemas kalau misal aku kalah dalam keadaan hamil,maka aku akan menjadi wanita malang dengan satu anak. Bagaimana nasib anakku kelak jika aku kalah.


Makannya,diam-diam keesokan harinya aku nekad pergi ke Klinik kecil didekat kompleks perumahan dekat rumah Atmajaya.


Aku minta untuk menunda kehamilan.


Saat itu bidan menyarankan untuk menggunakan pil,tapi sepertinya itu kurang evektif,aku takut ketahuan Brian,jika aku terus-terusan mengkonsumsi obat KB itu.


Akhirnya aku memilih suntik,,tapi setelah itu,beberapa hari Brian kembali meyakinkanku,semangat juangku kembali.


Akupun menyesal sudah melakukan KB,,makanya,aku hanya melakukan sekali saja,,tapi aku tidak tahu kalau efeknya selama ini. Itu karena memang sebelumnya hormonku kurang bagus.


Aku benar-benar menyesal Fan.."


"Hufh,,lalu gimana lo mau jelasin ke Brian!?otomatis sepulangnya dari Bandung,dia akan menanyakan hasil pemeriksaanmu hari ini?"


"Makanya,aku minta kamu tetap merahasiakan ini,,bilang saja memang hormonku kurang baik,jadi perlu menjalankan program hamil."


"Oke,aku bisa melindungimu dari Brian,tapi bagaimana dengan dokter itu??"


Delia tertunduk,ia benar-benar menyesali perbuatannya.


"Del,,gue udah kasih tau berkali kali,,mas Bimo juga sudah mewanti-wanti,,jangan ceroboh! Kita itu cuma enggak mau kamu dan Brian mendapat masalah lagi! Itu juga menyakitkan bagi kami,melihatmu menangis. "


"Aku,,aku memang ceroboh Fan,,bantu aku Fan,,please,,"


"Ck,,,Del Del,,,hemmm,,berdoa saja suamimu tidak sampai menemui Dokter Aan,sampai kamu dinyatakan benar-benar Hamil. Ingat! Obat itu harus kamu minum tepat waktu!"


Delia mengangguk dan memeluk Fani.


Fani hanya menggelengkan kepalanya.


Ia merasa jengkel sekaligus iba pada Delia.


***


Suara langkah kaki Brian terdengar dari dapur.


Delia yang juga baru pulang tengah duduk dimeja dapur,menegguk air minum dengan susah.


Seketika tenggorokannya terasa perih,jantungnya berdebar seperti bedug di malam takbir.


"Sayang,,"sapa Brian.


"Eh,,hai...kamu sudah pulang mas?"jawab Delia salah tingkah.


"Iya,,loh kamu juga baru pulang??" Tanya Brian yang mendekat kearahnya.


"I i iya mas,,,em,,itu,,tadi aku aku kan sekalian kerja diklinik mas,,"

__ADS_1


"Oma,mana?kok rumah sepi?"


"Oma masih tidur,,paling sebentar lagi bangun mas,kalau bi Ani lg di loudry room,bi Ijah sedang istirahat dikamarnya."


"Oh,,gimana hasil pemeriksaan tadi?"


Brian duduk disamping istrinya,memakan cemilan yang ada dihadapannya.


"Oh,ya dokter bilang memang hormonku kurang bagus,jadi ya dokter memberi vitamin dan menyarankan kita serius menjalankan program hamil dan dokter sudah memberi catatan menu makanan penunjang untuk kita berdua..Satu lagi,dia berpesan padamu mas,,dilarang minum soda ataupun alkohol,, kita juga harus menghindari asap rokok"


"Oh,,Emm,memang faktor apa yang menyebabkan hormonmu tidak bagus?"


"Banyak faktor lah mas,,salah satunya faktor genetik. Ibu dan ayahku tidak langsung memiliki anak setelah menikah,dan mereka hanya mempunyai 1 anak."


"Iya ya,,ibuku juga begitu,,padahal dia tidak pernah menunda kehamilan,tapi jarak ku dan Seruni terpaut sangat jauh"


"Oiya mas,,gimana Seruni?" Tanya Delia mengalihkan.


Brian menceritakan dari A sampai Z mengenai pertemuannya dengan bu Titi.


Saat mereka sedang asyik bercerita Oma keluar dari lift dengan menggunakan tongkat.


"Ian,Delia?kalian sudah pulang?"


"Iya Oma,,Oma sudah bangun?" Delia menghampiri Oma,,menuntunnya ke ruang TV,disusul oleh Brian.


Kemudian Delia kembali kedapur,mengambil jus untuk Oma.


"Bagaimana pertemuan mu dengan ibu Titi?"


Brianpun kembali menceritakan pada Oma.


"Itu artinya mereka tidak mau tinggal disini bersama Oma?" Wajah oma menjadi sedih dan tak bersemangat.


"Oma,,Oma harus memahami posisi kita saat ini,biarpun secara biologis kita ini keluarganya,tapi bagi Seruni mereka adalah keluarganya. Seruni bisa menerima kita itu sudah cukup Oma. Jika Oma,mau ketemu Seruni,maka Brian siap antarkan Oma kesana.


Mereka juga berjanji akan sering-sering membawa Seruni kemari."


Oma hanya terdiam.


"Oma,,Delia yakin,mereka tidak akan mengingkari janjinya,mereka orang baik."


"Oma hanya ingin,bersama Lidia kecil disisa hidup Oma Ian,," Air mata mulai membasahi pipi Oma.


Oma merasa bahwa Seruni adalah jelmaan Lidia. Wajahnya sangat mirip dengan Lidia dimasa kecilnya.


Delia memeluk Oma,mencoba menengakannya.


"Ian akan terus membujuk mereka agar mau tinggal dirumah bersama Oma,,Ian akan berusaha untuk Oma" Brian juga merasa iba dengan neneknya yang terlihat sangat menginginkan Seruni,sebagai pengobat rindunya pada ibunya,Lidia.


"Mas,mending kamu mandi dulu sana,biar aku menemani Oma disini" titah Delia pada Suaminya.


"Hm,,Baiklah,Oma,Ian mandi dulu ya,,"

__ADS_1


__ADS_2