
"Jaya,apa rencana kita selanjutnya! Aku dengar Brian diam diam menyelidiki kematian istrimu!"
Widodo duduk disudut sofa ruangan dengan cemas.
"Aku tahu itu,mereka sengaja tinggal dirumahku,karna Brian ingin menyelidiki kematian ibunya. Dia pernah sengaja masuk kekamarku untuk mencari bukti-buktinya,tapi beruntung,aku sudah membuang semua barang-barang milik Lidia,karna aku tidak ingin ada satupun barang yang nantinya justru akan menyulitkanku."
"Anakmu ceroboh sekali,aku kira dia anak yang pandai"
"Dia tidak ceroboh,dia sengaja melakukannya agar aku merasa terancam,menurutnya saat aku terpojok dan terancam,aku akan gegabah dan semua terbongkar,tapi sayang,sampai detik ini,aku masih bersikap tenang,,aku hanya ingin memantau sejauh mana anakku bertidak."
"Hah,,benarkah?lalu apakah kita akan diam saja?"
"Saat ini cukup diam dan lihat saja..Brian juga belum mendapat petunjuk apapun,biar ibu mertuaku yang bekerja,saat ini dia tengah berusaha memisahkan Brian dari wanita itu. Keuntungannya adalah konsentrasi Brian akan terpecah karna ulah oma nya. Aku hanya meminta,anakmu untuk bersabar"
"Bagus,,kalau sampai anakku tidak bisa menjadi menantumu,maka aku pastikan aku yang akan membongkar semuanya dan kamu tidak akan mendapat apapun dari nenek sialan itu."
"Oke,,kamu tenang saja..oiya,bagaimana perusahaan kita yang di Bali?"
"Semuanya baik-baik saja dan lancar,hanya saja,,anakmu,.."
"Ada apa denganya?"
"Dia masih belum mau mengurus perusahaan itu,entah apa yang ada dikepalanya,setiap liburan dia tidak pernah menyempatkan dirinya mengunjungi perusahaanmu di Bali."
"Dia memang seperti itu,semenjak dia tahu bahwa dia anak dari istri keduaku,dia seperti membenciku,dikontaknyapun tidak ada nomerku. Dia selalu bersikap dingin denganku,aku tidak ingin dia membenciku seperti Brian."
"Cobalah terus membujuknya,karna sebenarnya dia sangat berpotensi untuk melanjutkan bisnis kita disana."
"Sering kali aku mendatangi apartemennya,tapi setiap kali disinggung soal perusahaan itu,dia selalu menghindar. Dia memilih bekerja paruhwaktu untuk membiayayai kuliahnya,sungguh,,aku tidak tahu apa yang dia pikirkan."
"Aku akan mencoba membantumu membujuknya,tenang lah" Widodo mencoba menengakan Atmajaya.
"Oiya,bagaimana clien Dubai?apa Brian mau berangkat kesana bersama Tania?"
"Anakku tetap kekeh menolaknya,dia tidak mau berangkat kesana bersama Tania,"
"Baiklah,aku punya ide.."
"Apa?"
"Tunggu saja,Brian dan Tania pasti akan kesana."
***
Delia dan Brian kembali kekantor.
Delia meletakan tubuhnya disofa,dia terus mengusap-usap perutnya.
"Kenapa?"tanya Brian polos.
"Kenapa kamu bilang mas??tega kamu mas..perutku begah gini,,masih tanya kenapa??ya Allah...ampuni suamiku yang zolim ini.."
"Hahaha..lagian siapa suruh kamu menghabiskan semua,makanlah semampumu."
"Tapi kan mubadzir mas.."
"Hem..ya sudah,istirahatlah dikamar,"
"Hah?kamar?mana?"
__ADS_1
"Itu,buka saja pintu yang itu."
Brian menunjuk kesebuah pintu di ruangan kerjanya.
"Aku pikir itu pintu toilet?"
"Jangan cerewet,masuk dan istirahatlah."
Delia akhirnya berjalan kearah pintu dan membukanya.
Matanya terbelalak ketika melihat ruangan yang luas,dengan kasur yang luas dan empuk. Ruangan itu lengkap dengan decor ala-ala kamar honeymoon,balon,bunga dan lilin..semua tertata rapi,dan bunga-bunga yang indah tersenyum pada Delia.
"Mas..."
Brian menghampiri Delia dan memeluknya dari belakang.
"Apa ini mas?"
"Ini hadiah untukmu"
"Hadiah??aku kan ga ulangtahun"
"Ini hadiah untuk kata Sayang yang kamu ucapkan saat ditelpon tadi "
"Ya Allah mas,,ini berlebihan sekali.."
"Tidak untukku Sayang,,aku sangat bahagia karna ini pertama kalinya kamu memanggilku sayang dan satu lagi.."
"Apa?"
"Emmuah nya..itu loooh...kamu sedang menggodaku,iya kan?"
"A..a..aku..aku tidak menggodamu mas..hanya saja,ak aku spontan mengucapkannya karna karna..em,karna aku senang sudah membuat Tania mati kutu mas.." Delia tidak pernah menyadari kalau ucapannya tadi justru membuatnya terjebak dalam situasi seperti ini.
"Mas.." Delia canggung dengan sikap Brian yang hangat dan romantis.
"Apa? Aku ingin kamu memanggilku Sayang saat kita sedang berdua..itu saja yang aku mau,apa kamu bisa melakukannya untukku?"
"Iya..Mas..eh..Sayang"
"Bagus..." Brian mengecup leher Delia dan pundaknya.
"Mas,,ini kantor,,nanti saja dirumah..lagian katanya kamu masih banyak pekerjaan."
"Baiklah,,aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku,kamu istirahatlah disini.."
"Iya.." Delia mengangguk.
"Aku akan segera kembali" Brian membalikan tubuh Delia, mencium keningnya.
Brian meninggalkan istrinya di kamar.
Ia melanjutkan pekerjaannya dengan cepat.
Tak lupa dia menghubungi Safa,sekertaris yang sudah membantunya.
-"Hallo tuan"
+"Fa,terimaksih untuk idenya,,bonusmu udah aku transfer"
__ADS_1
- "terimaksih tuan,apa non Delia suka dengan kejutannya?"
+ "Iya..dia sangat menyukainya.Oiya,pastikan tidak ada yang tahu tentang ini,"
- "siap tuan"
Tut tut tut
Brian mematikan panggilannya.
"Haduh...bos bos,ganteng gateng tapi nol banget klo masalah cinta..baru tau gue" batin Safa.
"Kenapa loe Fa?senyum-senyum sendiri,?" Tiba-tiba Soni memergoki Sifa yang tengah terkekeh.
"Sssttt...jangan keras-keras..gue lagi heran aja ma bos sekaligus temen loe itu!"
"Emangnya ada apa dengan Ian?"
"Kepo loe ah..hahahaha..udah,aku mau kerja,,oiya,jangan ganggu tuan Brian,kalau ada apa-apa titip gue aja!"
"Emang didalam ada siapa?"
"Ada Delia,"
"Oh,,Delia,,kirain clien,,aku masuk yah,ini penting"
"Oke,,aku telpon dia dulu,,soalnya tadi dia bilang gak mau diganggu."
Safa mencoba menelpon Brian.
"Katanya,loe suruh nunggu diruanganmu karna tuan Brian yang akan kesana"
"Oke,makasih ya comeellll"
"Ih!!! Sembarangan ngatain gue comel!! Udah gih,pergi sana! "
Safa,Soni dan Brian adalah teman SMA,meski Brian tak begitu akrab dengan Safa,karna Brian terkenal sngkuh dengan wanita,tapi Brian percaya dengan Safa,kinerjanya sangat bisa diandalkan,jadi saat Soni merekomendasikan Safa,maka Brian langsung menyetujuinya.
**
Brian masuk keruangan Soni.
"Maaf ya Yan,malah kamu yang kesini"
"Ga papa Son,,diruangnku ada Delia,aku ga mau dia tau,,kamu ngerti kan,cewe selalu ingin tahu segalanya dengan sejuta pertanyaan.."
"Hah iya,aku juga tau kalo kamu paling gak suka diganggu saat menjalankan misimu.."
"Cerdas!! Gimana,udah dapet infonya?"
"Udah,ini logo dari Rumah sakit Kasih Bunda,,dimana ibumu ritin memeriksa kandungannya disana,."
"Lalu?apa menurutmu ada masalah dengan hasil cek kandungan ibu?apa yang membuat ibuku shock saat itu?cari tahu segera!"
"Baik Yan,segera aku selidiki sekarang,,aku akan ke Rumah sakit itu."
"Good,,tanyakan siapa dokter kandungan yang menangani ibuku!"
"Siap,,"
__ADS_1
"Bagus,aku tunggu hasilnya segera! Ya sudah,aku akan kembali keruanganku,aku percayakan semua padamu"
Brian menepuk pundak sahabatnya.