
Mereka menghabiskan sarapan bersama,,
Brian membersihkann sisa makanan yang menempel di bibir Delia dengan tissu.
Deliapun tidak menolaknya.
Brian menatap Delia dengan penuh kasih sayang,dan merapikan rambutnya,jantung delia mulai berdebar,,
"Haduh...apa apaan ni orang,,jangan menatapku seperti itu,,pake deg degan lagi akunya haduuuhhh kacauu..." Batin Delia.
"Del,tunggu disini sebentar ya,,aku akan mengambil sesuatu di mobil"
"Iya,," jawab Delia singkat.
Brian pergi dengan langkah panjangnya,delia menatap punggung Brian dengan perasaan aneh.
"Mau apa lagi dia.."batinnya lagi..
Tiba-tiba dia teringat dengan cerita Fani tadi malam,dan mengingat saat Brian merawatnya dirumah sakit. Brianpun memilih untuk tetap tidur dirumah sakit bersamanya.
Delia ingat betul ekspresi wajah Brian saat mengetahui kakinya luka karna ulah Atmajaya.
Dia juga mengingat begitu marahnya ketika Brian mendapati dirinya tengah tersungkur dan dijambak oleh Atmajaya.
"Apa benar yang dikatakan Fani??ahh..tidak mungkin,,.secepat itukah Brian mencintaiku?" Delia terus bergumam dalam hatinya.
"Hah..jangan melamun..masih pagi..nanti kesambet" kedatanga Brian membuyarkan lamunan Delia.
"Hah,,apa,,ada apa?" Delia terkejut dengan kedatangan Brian.
"Apa yang kamu pikirkan??sudah pakailah ini,,hari ini aku akan mengajakmu berkeliling Bali,jadi gak mungkin kan mau pake baju seragam hotel gini..cepat ganti pakaianmu"
Delia melongo saat disodorkan tas jinjing berisi pakaian,kurang lebih ada 4 stel.
"Apa ini?kamu dapat dari mana?"
"Aku sengaja membelikan baju itu pagi tadi,tadi malam aku sudah memesannya."
"Apa?apa kamu memang sudah merencanakan ini?".
"Iya,semalam aku merencanakan ingin mengajakmu berkeliling,dan pakaian ini anggap saja sebagai hadiah atau kenang-kenangan"
"Baiklah,terimakasih ya,,aku ke toilet dulu untuk berganti pakaian.."
"Silahkan,,atau mau aku temani??" Brian tersenyum nakal dan Delia melotot kearahnya.
"Gak!!!"
"Hehehehehe...sudah cepat,aku tunggu disini." Brian cengengesan melihat mimik Delia.
Entah mengapa dia ingin selalu menggoda Delia,kemarahannya terkadang terlihat menggemaskan dan kadang juga mengerikan.
Brian tersenyum senyum sendiri membayangkan wajah Delia.
15menit kemudian Delia kembali.
"Wah,,kamu begitu cantik,,ternyata aku pintar memilih pakaiaan wanita ya?betul kan?" Ucap Brian sembari menaikan kedua alisnya dan tersenyum.
"Eleeehhhh...bajunya si biasa aja,aku memang cantik jadi pake apa aja bisa. Dah!ayo,kamu mau ajak aku kemana!!"
__ADS_1
"Ikut saja,ayo,,kemarikan tas bajunya, biar aku yang bawa" Brian meraih tas jinjing yang berisi pakaian tadi.
Mereka menaiki mobil dan pergi menuju air terjun Terjun Banyumala, Wanagiri. Lokasinya tidak begitu jauh dari tempatnya makan.
"Aku akan mengajakmu melihat air terjun,,apa kamu pernah kesana?"
"Apa air terjun??"
"Iya,kamu suka kan dengan air terjun.."
"Suka banget...aku lebih suka obyek wisata yang memang benar-benar full dari alam,,bukan buatan manusia..karna menurutku ciptaan Allah itu jauh lebih sempurna dan lebih indah.."
"Iya,seperti kamu?"
"Hem??" Delia mengerutkan kedua alisanya.
"Iya,kenapa?apa aku salah? Kamu memang ciptaan Allah paling indah untukku,aku gak lagi ngegombal loh.."
"Halaaahhh..udah berapa cewe yang kamu gombalin,,laki-laki macam kamu tu playboynya udah keliatan."
"Idih,,taunya..."
"Tadi waktu kamu menatap Keke,,hih,menjijikan,,kamu pikir tatapanmu mampu menggodanya??"
"Menjijikan gimana?dia memang tergoda denganku kan,,padahal aku cuma menatapnya,coba kalau tadi dia ikut kita..pasti bakalan klepek-klepek deh.."
"Oh...gitu ya..kenapa tadi kamu gak ngajak dia aja!!!" Delia mulai sewot.
"Heheheehehe...aku senang kamu mulai cemburu"
"Siapa juga yang cemburu..idih GR!!"
"Enggak!biasa aja!!" Delia mulai salah tingkah,dia menggigit bibir bawahnya dengan keras.
"Jangan menggodaku dengan bibirmu itu..lepasin..jangan digigit gitu,lepas atau aku yang melepasnya.."
"Siapa yang menggodamu!! Pikiranmu aja yang kotor!"
Sepanjang jalan mereka saling melempar canda,terutama Brian yang selalu menggoda Delia. Mereka sepakat untuk sejenak melupakan masalah yang sedang terjadi,karna Brian menginginkan 1hari ini full untuk bersenang senang. Deliapun tidak merasa keberatan,meskipun awalnya dia enggan menanggapi setiap candaan Brian,tapi akhirnya dipun larut dalam kebersamaan mereka.
"Dah sampaiiii..." Brian mematikan mesin mobilnya dan membuka pintu mobil untuk Delia.
"Ayo turun,,"
Delia takjub dengan keasrian alam disekitarnya,,sejenak ia menarih nafas,menghirup udara sejuk dan menghempaskan pelan..matanya terpejam merasakan sentuhan angin yang begitu memanjakan tubuhnya.
"Masya Allah...indahnya..." Gumam Delia lirih.
"Apa selama 6 bulan ini kamu belum pernah kemari?" Tanya Brian,Delia hanya menggelengkan kepalanya.
"Owh..baiklah,ayo sekarang kita jalan kaki ke arah air terjunnya,kalau kamu lelah jangan sungkan,nanti kita istirahat."
Delia menganganggukan kepalanya,dan Brian memberikan tangannya agar Delia mau menggandengnya.
Awalnya Delia ragu,akhirnya Brian yang mengenggam tangan Delia,dan merekapun mulai jalan.
Banyak mata yang menyaksikan Delia dan Brian bergandengan,mereka beranggapan bahwa mereka adalah pasangan yang serasi.
Ada beberapa orang menyapa Brian,mereka mengenal Brian sebagai anak dari pengusaha terkaya,Brianpun membalas sapaan mereka.
__ADS_1
Brian melihat ada ekspresi wajah Delia yang tidak biasa,sepertinya dia menahan rasa sakit.
Kemudian Brian menghentikan langkahnya dan membawa Delia duduk ditepian.
Brian melepas sepatu Delia.
"Maaf ya,aku tadi lupa tidak membelikan sandal untukmu,,sepatu ini menyusahkanmu berjalan dijalanan seperti ini kan?"
Brian meniup kaki Delia yang terluka.
"Sudah Yan,jangan lakukan itu aku gak enak diliatin orang."
Delia menarik kakinya yang sedang di pegang oleh Brian.
"Sudah,, jangan pedulikan mereka" Brian menarik lagi dan meniup kaki Delia.
"Ayok,aku gendong sampai sana,,disana ada penjual,,siapa tau dia menjual sandal dan ada obat untuk lukamu."
"Tidak usah,aku berjalan saja..atau kamu saja yang kesana,aku menunggu disini"
"Aku gak mau ninggalin kamu disini,,ntr kalau ada cowo yang liat dikiranya kamu gadis yang terdampar yang butuh sandaran...ntar banyak yang daftar lagi"
"Iiih...apaaan si..gak lucu!!!" wajah lucu Delia kembali membuat Brian gemas. Brianpun langsung membopong Delia tanpa aba-aba,membuat Delia terkejut dan langsung mengalungkan tanganya ke leher Brian.
Brian berjalan kurang lebih 20meter hingga sampai kesebuah warung kecil.
Brian membeli sandal,obat luka dan minuman hangat untuk Delia.
"Yan,apa ini masih jauh?"tanya Delia.
"Kurang lebih 80mter lagi,,kita akan menuruni tangga terjal dari bambu..sekitar 3meter..barulah kita sampai. Apa kamu sidah lelah?"
"mmm...bukan,a-a-ku sudah tak sabar melihat air terjunya"
Brian tersenyum.
"Oiya,tadi baju yang dimobil sudah aku pindahkann ke ditas ranselku,jadi kalau kamu mau,kamu bisa berendam disana."
"Terimakasih kak,dari mana kamu tau aku sangat menyukai air terjun?"
"Maaf ya,aku mengorek-ngorek informasi tentangmu dari Fani"
"Hemmm...anak itu..."
"Dia teman terbaikmu ya?"
"iya,sudah kami anggap sebagai saudara."
"Owhh..pantas saja kalian begitu dekat."
"iya kak,,oiya,ayu kita lanjutkan perjalanan."
"Apa kakimu sudah tidak sakit?"
"Alhamdulillah,sudah mendingan."
"Oke,,ayo" Brian kembali menggandeng tangan Delia.
Entah mengapa Delia mulai merasa nyaman melakukan perjalanan ini.
__ADS_1