Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
bab 25


__ADS_3

"Memangnya siapa mereka?"


"Mereka adalah pengawal tuan Widodo. Pengawalku mengikuti mereka sampai di cafe,disana ada pak Widodo dan ayahku. Pengawalku mencoba mendekat dan memasang telinga."


FLASH BACK


"Kemana mereka pergi!"


"Mereka tadi ke ruko Delicious Catering tuan,,tapi kami tidak menemukan informasi apapun,karna mereka berbicara didalam ruko dan tidak banyak yang bisa kami dengar"


"Bodoh!!!" ucap Widodo kesal.


"Jangan-jangan mereka sedang mencari tahu kedua saksi itu!!" ucap Atmajaya cemas.


"Tenang saja,mereka tidak akan menemukan apapun karna sesui perintahmu mereka sudah aku amankan,mereka aku kirim pergi jauh dari sini,ditempat yang tidak mungkin mereka jangkau"


"Maksudmu?kemana kamu kirim mereka?apa kamu membunuhnya?" tanya Atmajaya pada Widodo.


"Tidak lah...aku tidak mau mengotori tanganku dengan membunuhnya,mereka hanya aku kirim ketempat yang jauh,kamu tenang saja"


"Bagus,,aku akan tenang sekarang." Atmajaya menghela nafas panjang.


"Rahasiamu masih belum aman sebelum kamu menemukan surat yang istrimu tulis untuk anakmu itu! kita sama sekali tidak tahu apa isi surat itu, kemungkinan surat itu masih ada ditangan Yosep."


"Aku sudah lelah menekannya,dia masih tetap bungkam!!"


"Kalau kamu lelah ya bungkam saja untuk selama-lamanya agar rahasia surat itu terkubur bersamanya. Pastinya dia sudah membaca surat itu kan,tapi bodohnya dia,dia masih menganggapmu sahabat jadi dia tidak mau menjatuhkanmu!" Widodo terus menghasut Atmajaya.


"Kamu benar,percuma anaknya ada dalam genggamanku tapi tidak menghasilkan apapun."


"Setelah semua beres...barulah kita atur pernikahan anak kita,tinggalkan masa lalu,kita akan menjadi besan dan perusahaan kita akan semakin berkembang.."


"Setujuuuu...ide bagus..tidak ada lagi yang bisa menandingi perusahanku.Hahahaha..." Atmajaya dan Widodo tertawa bersama-sama.


FLASH ON


"Dari situ aku menyadari,kalau ibuku tidak benar-benar dibunuh oleh tuan Yosep,tapi aku butuh bukti,salah satunya kedua saksi itu dan surat yang ibuku tulis untukku yang ibuku titipkan pada ibunya Delia..Setahuku mereka cukup dekat,tapi sayang aku belum sempat bertemu dengan ibu Delia. Kamu tau sendiri kan, senjak lulus SMA aku tinggal menetap di Amerika bersama nenek."


"Aku sudah curiga pada ayahmu dan Pak Widodo,jauh sebelum kamu menyadarinya kak,tapi sayang kamu dibutakan oleh dendam dan keyakinanmu pada mereka"


"Maafkan aku Rob,karna aku tidak mendengarkanmu,aku benar-benar menyesali semua ini" Brian menyembunyikan wajahnya,dia menangisi kebodohannya.


"Sudah lah!!nanti malam acara syukuran dikantor baruku,kamu datang dan kita cari tau dimana keberadaan kedua saksi itu. Sekarang aku akan kerumah Delia"


"Baiklah aku akan datang. Rob,melihatmu begitu peduli dengannya,apakah kamu mencintainya?" tiba-tiba Brian mengajukan pertanyaan yang mungkin dia sendiri sebenarnya sudah mengetahui jawabannya.


"Menurutmu?"

__ADS_1


"Sejak kita satu sekolah di SMA,aku mulai tertarik dengannya,tapi aku tak cukup berani mendekatinya,karna saat itu dia salah satu gadis paling kaya di sekolah kami,aku tidak percaya diri."


"Oh.." ucap Brian lirih.


"apa kamu juga menyukainya...tapi tidak mungkin. Setelah semua kembali normal,lepaskan Delia untukku." ucap Roby dengan tatapan yang tajam,


Brian hanya terdiam mendengar pengakuan Roby.


"kenapa harus kamu yang mencintainya Rob.." batin Brian.


***


Acara peresmian kantor baru milik Roby sudah dimulai.


"Katanya dia mau datang mana??sampai sekarang dia belum datang!" Roby mencari-cari keberadaan Brian.


"Fan fan sini.."


"Ada apa kak?"


"Bagaimana keadaan Delia?"


"Dia masih belum bisa menerima kepergian ayahnya kak,seharian ini dia mengurung dikamar"


"Dia butuh waktu lama untuk bangkit Fan,kamu harus menguatkanya terus ya."


"Oiya,kamu liat Brian ga,dia sudah janji akan datang tapi kok haduh!!"


"Dia juga berjanji padaku akan meneruskan misi Delia yang terhenti."


"Coba bantu aku mencarinya,aku akan fokus dengan para tamu"


Fani berkelilung mencari Brian namun tak berhasil. Sementara acara sudah berlangsung cukup lama,para pelayan catering juga sedang sibuk.


Dipantry kantor.


"Cape banget ya neng..silahkan minum"


seorang OB memberikan minuman pada salah satu pelayan catering.


"Terimakasih pak..iya pak cape banget ini,tamunya buanyak bangetttt...mau istirahat dulu disini,bolehkan pak"


"Boleh boleeeh..."


"Terimakasih pak"


"Maaf ya neng,Bapak sudah tua,jadi tidak bisa banyak membantu kalian.."

__ADS_1


"Tidak apa-apa pak,,bapak sudah lama bekerja disini?"


"Kalau disini bapak baru 1tahun,dulu bapak bekerja di perusahaan Atmajaya,,"


"Oh..bapak pernah bekerja disana..kenapa bapak pindah kemari disana kan enak perusahaanya kan lebih besar.."


"Hehee,,bapak sudah tua jadi cari kerjaan yang dekat dengan rumah saja.Kalau neng sudah lama bekerja dicatering ini?"


"Oh,kalau saya udah 7tahun pak disini..lumayan lama,,"


"Kok dulu aku gak liat neng saat perayaan proyek baru dirumah Atmajaya ya..."


"Mungkin bapak kurang begitu paham kali,aku disana kok pak.."


"Oh...dulu ikutan dapat tips dari Atmajaya ga?aku dapet loh..lumayan bisa buat usaha dikampung"


"Enak nyaa...kok aku gak dapet ya,malah yang dapet Iin sana Nia. Tp teleman yang lain si dikasih berapa ratus ribu lumayan lah.."


"Masa gak dapet,,padahal aku dapet banyak loh...temenmu dapet berapa?"


"Beneran pak,yang dapat cuka 2 orang itu,beruntung banget mereka,,coba aja aku yang dapet pasti aku usaha sendiri dikampung seperti mereka."


"Emang mereka sekarang sudah pulang kampung? enak dong usaha sendiri,bebas gak terikat.."


"Iya si enak,tapi imbang lah dengan keberaniannya.."


"Maksud enneng?ooh...iya iya..aku ingat,apa mereka itu yang menjadi saksi saat insident itu ya..?masya Allah..tuan Atmajaya sangat berterimakasih dengan mereka neng..tapi sayang atuh,saat Atmajaya ingin memberi hadiah lagi tapi mereka sudah pergi."


"Iya,mereka pindah ke kampung xxxx,denger-denger si Nia malah ke Luar negeri jadi TKW."


"Oh...kalau boleh tau saya minta alamatnya dong neng,,soalnya sampai sekarang tuan Atmajaya dan anaknya merasa berhutang budi pada mereka. Berkat mereka penjahat yang sebenarnya sudah merasakan hukuman yang setimpal"


"Bisa-bisa...sebentar aku tulis dulu alamatnya"


"Terimakasih ya neng...aduh...bakalan dapet tips lagi ni..hehehe..."


"Bagi-bagi loh pak,,,heheheehe" gurau pelayan catering.


"Oiya,ini aku udah dapat tips dari tuan Roby,bagi dua aja ya...sebagai ucapan terimakasih..." si OB mengeluarkan sebuah amplop dan menghitung jumlah uang yang ada didalamnya kemudian membaginya.


"Seriusan ini pak...aduh..akuntadi cuma bercanda loh pak...gak usah.."


"Ga papa neng..terima saja..soalnya aku bakalan dapet tips lebih besar lagi dari tuan Atmajaya..hihihihi"


"Terimakasih pak..lumayan bisa buat bayar kontrakan..hehehe"


"Udah ya neng,bapak mau meembersihkan ruangan aula dulu,sepertinya acara juga sudah selesi"

__ADS_1


"Ayo pak,aku juga mau kesana,,istirahatku sudah cukup,"


__ADS_2