
"Em,,Sejauh ini,baru Ayah dan Widodo yang ditahan. Aku sudah memasukan semua berkas dan beberapa barang bukti Oma.
Yesi sebentar lagi akan diperiksa dan dimintai keterangan. Untuk Widodo dan Yesi ada kemungkinan mereka berkomplot dalam kasus kematian ibu.
Ada kemungkinan ini sudah mereka rencanakan.
Kami juga sedang mencari barang bukti lain terkait bagaimana cara orang itu membunuh ibu..hingga ibu terlihat seolah bunuh diri"
"Semoga saja mereka semua mendapatkan hukuman yang setimpal! Karena oma tidak rela jika mereka hidup tenang,pastikan penjara dan ajal menyiksa diri mereka."
Geram Oma.
"Iya Oma,maaf,,aku akui,aku ingin mereka semua dihukum seberat beratnya mengingat banyak yang mereka rugikan."
Mendengar perkataan Delia,Brian hanya bisa diam.
Dia tidak mengelak bahwa kelakuan ayahnya memang sulit untuk dimaafkan.
***
Rumah Tania.
Beberapa polisi mendatangi rumah Tania,meminta Lidia untuk datang kekantor polisi,terkait vidio yang Lidia simpan ,tentang konspirasi nya untuk menghancurkan keluarga Lidia dan Yosep.
Tani hanya bisa menyaksikan tantenya dibawa polisi dan terus memberontak.
Tania tidak bisa dan sudah tidak ingin berbuat apapun untuk mereka.
Rasa malu dan kecewa sudah cukup berat baginya.
Ia tidak ingin lagi menabuh genderang perang dengan Brian,itu sama saja mempertaruhkan muka dan nyawanya untuk sesuatu yang sia-sia.
"Tan,,ayo tan,kamu harus lakukan sesuatu untuk tante..kenapa kamu diam saja!!" Teriak Yesi pada keponakannya.
Tania hanya diam dan mengikuti para polisi tersebut menaikan Tantenya kedalam mobil polisi.
Setelah kepergian tantenya,Tania berjalan keruang tamu dengan sempoyongan.
Kemudian ia jatuhkan tubuhnya di sofa.
"Bi,,"panggil Tania,
"Iya nyonya,,"jawab asisten rumahnya.
"Tolong ambilkan ponselku di halaman samping."
Tadi sebelum polisi datang,Tania tengah menikmati secangkir teh dihalaman ,sambil melihat ikan dikolam.
"Baik non"
Tak menunggu lama,bibi pun datang membawakan ponsel yang diminta.
Segera Tania menghubungi Soni.
"Hallo Son"
"Iya Tan,,ada apa?"
"Apa kamu subuk?"
"Em,,sedikit,,bagaimana?"
"Kamu masih dikantor apa sudah pulang,,?"
"Dikantor,hari ini aku lembur"
"Oke,aku kesana sekarang"
__ADS_1
"Yaps,aku tunggu"
Tut tut tut
Segera Tania bersiap-siap dan pergi ke Golden Big.
Di rumah Brian,,Brianpun berpamitan ingin pergi kekantor,
"Oma,Del,,aku kekantor dulu ya,,seharian tadi banyak pekerjaan yang aku tinggalkan,,kasihan Soni disana sedang lembur."
Oma tersenyum dan mengangguk.
Sementara Delia menggandeng lengan suaminya manja.
"Tapi,kamu pulangnya engga kemalaman kan mas?"
Brian mengusap kepala Delia.
"Aku usahakan sayang,,kamu jaga Oma ya.."
"Siap boskuuuu.."
Hari ini dan seterusnya,Delia meminta Oma untuk tinggal di rumah mereka.
Karena Delia mengkhawatirkan keselamatan Oma jika Oma tinggal sendiri dirumah Atmajaya.
*Di kantor
Brian dan Tania sampai secara bersamaan diparkiran.
"Tania,,," sapa Brian.
"Ian,,maaf aku ,," Tania tertunduk,ia tidak cukup nyali untuk menatap Brian.
"Sudah,sudah,mari masuk,," Brian mempersilahkan Tania.
Taniapun mengangguk dan mengikuti langkah Brian.
"Heiiy,,,kok kalian bisa bareng??" Sapa Soni terkejut.
"Ia kami bertemu di parkiran."jawab Brian.
"Kita keruangan rapat sekarang!" Titah Brian.
Tania pun mengangguk.
Mereka bertiga menuju ruang rapat.
Didalam ruangan Brian sempat terdiam sejenak, ia memberi kode dengan lirikan matanya pada Soni tentang kedatangan Tania.
Soni pun mengisyaratkan dengan jempol tangannya,bahwa semua baik-baik saja.
Suasanapun masih terasa cangung dan hening.
Tania akhirnya memulainya.
"Emm,,Ian,,kedatangan saya kemari,Ingin menyerahkan ini,,mungkin ini bisa memperjelas semua."
Tania menyodorkan sebuah Flash disk.
"Apa ini?"tanya Brian.
"Tiga hari yang lalu,aku sempat drop,selama dua hari aku hanya bisa menangis dikamar tanpa melakukan apapun. Aku menyesali perbuatanku pada kalian,anggaplah ini sebagai permintaan maafku pada semua.
Tadi malam aku mencoba melakukan sesuatu,aku mencoba memancing tanteku,aku sengaja seolah-olah aku sadar dan berada di pihaknya,dan akhirnya aku mendapatkan ini semua."
Brian memerintahkan Soni untuk menyetel Flash disk tersebut,kemudian dihubungkan ke proyektor.
__ADS_1
Flash Back.
Tiga hari yang lalu.
Saat itu sudah dua hari Tani mengurung dikamar,dan tante Yesi mencoba membujuknya untuk makan,sampai perdebatan pun terjadi.
Tante Yesi akhirnya kekamar,dan menelpon pengacaranya.
Tania sengaja diam diam menguping.
"Dengan siapa tante bicara?apa yang mau ia lakukan?"batinya.
Tania merasa kesulitan menguping.
Akhirnya ia kembali kekamar,dan beberapa menit kemudian tante Yesi kembali kekamar Tania.
"Tan,," tok tok tok
"Keluarlah sayang,makanlah sedikit,,tante tidak mau kamu sakit,kasihan ayahmu,,tante juga mencemaskan mu"
Akhirnya Tania membuka pintu,mempersilahkan Tantenya masuk.
Tania duduk bersandar.
"Tante suapi ya?"bujuk tantenya lagi.
Taniapun mengangguk.
"Tante,maafin Tania,,Tania benar-benar kalut,Tania bingung dengan permasalahan yang terjadi,,semua memojokan Ayah dan Tania."
"Sudah-sudah,,yang terpenting sekarang kamu makan,jaga kondisimu,,"
"Tante,aku ingin ayah pulang,,aku tidak bisa hidup tanpa ayah,ibu sudah pergi,,aku tidak punya siapapun,aku juga takut tante ikut terbawa dalam masalah ini.."
Tania berpura-pura menangis cegukan.
"Apa kamu benar-benar tidak menginginkan tante dan ayahmu dipenjara?"
Tania mengangguk.
"Jujur,aku memang kecewa,,karena aku tidak tahu sebenarnya apa yang mendasari kalian berbuat seperti ini??kata tante ini pembalasan dendam,dendam seperti apa??kalian semua selalu menganggapku anak kecil,tidak pernah satupun dari kalian mempercayakan segalanya padaku!! Itu kenapa aku merasa sangat kecewa pada kalian."
"Maafkan kami ya sayang,,"
"Aku harus apa tante?aku harus apa agar ayah terbebas.." isak Tania.
"Yang terpenting bukanlah membebaskan ayahmu,tapi bagaimana caranya agar ayahmu dan tante tidak disangkut pautkan dengan kematian Lidia."
"Kenapa tante harus mencemaskan itu?"
Tante Yesi kebingungan untuk menjawab apa.
"Em,,tidak,,bukannya cemas,,kita hanya ,hanya em,,berjaga-jaga kalau,,kalau kita akan dituduh. Karena Atmajaya pasti akan membawa-bawa nama Widodo."
"Tante,,sebenarnya apa yang terjadi,,Tania masih bingung,,ada apa diantara kalian. Dendam apa yang kalian maksud?jika memang itu menyangkut keluarga kita,maka,,maka aku akan berusaha membantu,karena apapun akan aku lakukan untuk keluarga kita"
"Benarkah?apapun itu?"
"Iya!"jawab Tania mantap.
"Baiklah,,"
"Sebenarnya,dulu,,tante ,Lidia dan Alya satu sekolah saat SMP & SMA
Lidia dan gengnya selalu membulli tante,karena penampilan tante yang super cupu. Suatu saat tante tidak sengaja pernah bertemu dengan Yosep saat lomba antar sekolah.
Tante menyukainya pada pandangan pertama,tapi tante tidak cukup berani mendekatinya.
__ADS_1
Mental tante sudah down karena terus dibully oleh Lidia dan gengnya.
Tante diam-diam mencintainya,dan sulit melupakannya,hingga mengikuti jejaknya masuk universitas yang sama."