
"Lalu,kapan kamu ajak adikmu pulang nak?Oma sudah tidak sabar,,Oma ingin memeluknya,Oma ingin tidur bersamanya dan bermain bersama" Oma sangat bersemangat.
"Oma,,,kita tidak bisa memilikinya seutuhnya,karena bagi Seruni pak Arya dan bu Titi lah orang tua kandungnya. Kita tidak bisa memisahkan mereka. Dan mereka juga butuh waktu untuk menjelaskan pada Seruni yang usianya masih 5tahun."
Oma nampak begitu sedih,lalu Delia memegang pundaknya,menenangkan Oma.
"Oma,,Oma tenang saja,nanti kita cari cara agar Seruni selalu dekat dengan kita, Mas Brian sendiri juga tidak ingin jauh darinya,,iya kan mas?"
"Iya,nanti Ian akan cari waktu untuk merundingkan semuanya dengan bu Titi dan pak Arya,karena bagaimanapun juga kita harus tetap menghargai mereka Oma.
Karena mereka,Seruni selamat dari Widodo. Merekalah yang menjaga dan melindungi Seruni. Mereka mencintai Seruni dengan tulus,,,Mereka memberikan kasih sayang yang mungkin ayah kandungnya sendiri tidak bisa memberikannya. Kita akan ada untuknya untuk melengkapi dan menyempurnakannya"
"Benarkah?kalian akan mengusahakannya untuk Oma?"
"Iya,,kami janji"sahut Delia.
"Oma ingin,disisa waktu Oma,akan Oma habiskan bersama cucu-cucu Oma,,Oma tidak mau yang lain,jadi penuhi keinginan Oma Ian"
Brian mengangguk.
***
Dikamar
Setelah membersihkan badan,Brian mendekati Istrinya yang tengah sibuk didepan laptop memeriksa laporan dari Klinik.
"Sayang,,kamu bisa memijit kepalaku?"pinta Brian.
Deliapun langsing meletakan laptop yang semula ada dipangkuannya ia pindahkan ke meja.
Delia menempatkan kepala suaminya dipangkuannya.
Kemudian memijat pelan kepala suaminya.
"Mas,,ada apa?"
"Ada apa?maksudnya?"tanya Brian.
"Biasanya kalau kamu minta dipijat gini,pasti ada sesuatu yang membuatmu pusing,ada sesuatu yang membebani pikiranmu. Iya kan?"
"Orang emang lagi pengin dipijit aja kok" elaknya.
"Yakin??pengin aja...?"
Tanya Delia sekali lagi.
"Iya Sayang,,,udah mijitin yang bener,nanti enggak tak kasih jatah loh"
"Idih,,,jatah apaan!! Mas,aku tu engga bisa diboongin,,ayo ngaku,selain masalah Seruni pasti ada yang lain! Dikantor ada masalah apa mas??apa ada staf ganjen lagi yang ngejar-ngejar"desak Delia.
Brian memejamkan matanya,merasakan pijatan dengan penuh penghayatan.
"Enak aja kalau ngomong!! Tadi,,aku tu ketemu sama anak ingusan yang engga tau diri!"ucap Brian.
"Siapa?"
"Hans"
"Sembarangan!! Adik sendiri dikatain"
Brian langsung membuka matanya menyoroti istrinya dengan tatapan tidak suka.
__ADS_1
"Jangan sebut dia adikku!!"
Delia langsung mengantupkan bibirnya.
"Maaf mas,,,"
"Hmmm"
Brian memejamkan matanya kembali,dan melanjutk ceritanya.
"Dia menceritakan ini itu tentang hubungannya dengan Yesi dan ayahku,,tapi aku sama sekali tidak mempercayainya. Intinya dia juga menikmati harta ibuku dan penggelapan dana perusahaanku,dia sama dengan ibu dan pamannya! Sama-sama serakah!"
"Mas,,maaf bukan aku ikut campur,,tapi ini setahuku loh mas,,kalau Hans memang selalu mandiri,dia tidak mau memakai uang Ayahnya,,eh,,maksudnya Atmajaya. Dia selama ini bekerja paruh waktu,apapun dia lakukan agar bisa membiayai hidupnya sendiri selama disini. Dan katanya dia ke Jakarta juga ingin mencari mu,tapi,,,tapi Ayahmu masih saja mengawasi dan membatasi ruang geraknya. "
"Tahu dari mana kamu?sepertinya kamu sangat mengenalnya?kenapa kamu engga pacaran aja ma dia! Kamu lebih percaya sama dia ketimbang filling suami sendiri" Tiba-tiba Brian kembali tersulut api cemburu.
"Ih,kamu tu ya mas,,ngajak ngobrol giliran ditanggepin malah omongannya nglantur gitu!! Aku tahu dari Vivi,,karena dia juga yang selalu dimintai tolong oleh Hans saat keuangannya pailit. Vivi dan Dera mereka yang lebih dekat dengan Hans,,bukan aku.!!"
"Cukup!! Aku malas membahas Hans lagi denganmu!"
"Idih,,,idih...ngambek sendiri,,lucu kamu mas,,,yang membuka siapa,,yang sewot siapa"
Cup
Tiba-tiba Brian bangun,menarik kepala Delia dan meng***p bibirnya.
"Udah diem!!"ucapnya.
Delia langsung memanyunkan bibirnya,kesal dengan sikap kekanak-kanakan suaminya.
"Dasar bunglon!"gerutunya.
"Iya iyaaaaa..."
"Mas,Besok aku ke Klinik sekalian daftar kuliyah lagi kampus lamaku ya"
"Jangan disana! Aku akan carikan kampus lain!"
"Kok?"
"Iya,disana story nya jelek"
"Jelek gimana mas?"
"Aku engga mau kamu mengenang masa-masa waktu kamu dan Hans sekampus"
"Ya elaaaaa...mas mas...segitunya..."
"Kalau kamu engga mau,ya sudah,tidak usah kuliyah,gampang kan,,tinggal fokus ngurusin anak-anak kita"
"Iya iyaaaa,,aku mau,,,"
"Oiya,jadi inget,,kamu beberapa bulan ini kan engga haid ya,,tapi kok belum ada tanda-tanda hamil?noh,tadi aku lihat di almari stock pembalutmu masih utuh,,"
"Em,,iya mas,,sirkulasi haidku engga menentu.."
"Besok kita periksa ya?"
"Ha,,apa?periksa?a em,,aku saja ya mas yang periksa,,bulan kemarin si aku sempat periksa tapi masih belum lancar."
"Periksa dimana kamu?kok engga bilang-bilang"
__ADS_1
"Di klinik,,"
"Klinikmu?"
"Bukan,,"
"Kok bukan,?"
"Ya,,waktu itu kan dokter Spesialis kandungan sedang cuti,jadi ya aku cari klinik lain sekalian lewat."
"Lalu hasilnya?"
"Ya hasilnya masih gini,,"
"Oke,besok aku akan ke Bandung,menemui bu Titi,,setelah semua beres,,malamnya kita kedokter kandungan"
"Jangan mas,aku saja,,kamu urus saja Seruni. Aku bisa sendiri kok"
"Baiklah,,tapi di Klinikmu ya..Soalnya kalau ada apa-apa kak Bimo bisa bantu,dia stanby disana"
"Iya iya,,,"
"Kalau kamu udah sampai klinik,kabari aku,,besok aku usahakan pulang lebih cepat."
"Oke,,Kamu keBandung sama siapa mas?Soni?"
"Sama pak Arya,tadi kita juga sudah janjian. Saat perjalanan pulang,dia mengirim pesan,dia bersedia mengantarku kesana"
"Owh...kamu hati-hati dijalan ya mas"
"Iya,,udah yukz tidur,,,"
Delia mengangguk,,merekapun berbaring.
Delia sengaja membelakangi suaminya.
Delia mencoba memejamkan matanya,namun ia merasa kesulitan.
Jantungnya berdetak tak beraturan,ia gelisah membayangkan bagaimana jika Brian jadi mengantarnya ke Klinik.
"Pasti dia akan kecewa denganku,,semoga saja besok dokter bisa menuntaskan masalahku" gumam Delia dalam hati.
"Ya Allah,,kali ini aku benar-benar ingin membuat suamiku bahagia,,aku mohon,,mudahkan usahaku kali ini,,ampunilah segala kesalahanku,,,Ini yang aku takutkan ketika suaminku sudah menanyakan sirkulasi haidkj yang tidak lancar"
Delia membalikan tubuhnya,menatap suaminya yang sudah tertidur lelap.
Ia mengirim pesan pada Fani,untuk menemaninya mengurus berkas dan ke Klinik.
Fanipun mengiyakan,ia mengambil cuti demi adik iparnya.
Semenjak ada Keke dikantor,pekerjaan Fani mulai teratasi,,pembagian kerja mereka sudah stabil.
Roby juga mulai mengendorkan uratnya pada Fani,karena kini Keke yang menjadi sekertarisnya dan Fani kembali menjadi staf perencanaan.
Jam berputar sangat lama,Delia masih belum juga memejamkan matanya.
Ia turun ke bawah,menuju dapur untuk membuat jus agar lebih tenang.
Beruntung bi Ani dan Bi Ijah belum tidur,mereka masih mengobrol diruang santai khusus asisiten rumah tangga.
Deliapun ikut duduk menghabiskan jusnya disana sembari mengobrol,dengan harapan ia bisa menghilangkan rasa takutnya.
__ADS_1