Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 192


__ADS_3

Tepat pukul 11,Delia pergi ke kantor Brian.


Didalam mobil ia membaca buku-buku tentang wanita hamil dari ibu Roby.


Setelah sampai ia langsung menaiki lift menuju ruangan Brian.


"Selamat siang nyonya,silahkan masuk nyonya,tuan Brian masih di ruang rapat" ucap salah satu Staf yang tak jauh dari ruangan Brian.


"Terimaksih mbak"jawab Delia seraya tersenyum manis.


"Pantas saja pak bos engga pernah tertarik pada wanita manapun,istrinya cantik gitu" bisik salah satu staf baru yang baru pertama kali melihat Delia.


"Ssst,,jangan keras-keras,,nanti dia dengar".jawab yang lainnya.


Deliapun masuk ,ia letakan tas jinjingnya di sofa,kemudian ia duduk bersandar. Selang beberapa menit ada OB yang datang membawakan minuman untuk Delia.


Kemudian disusul oleh pria berbadan tegap,yang teramat tampan,yang karismanya tak pernah pudar. Siapa lagi kalau bukan Brian.


Brian dan Safa masuk kedalam ruangan.


"Selamat siang nyonya,"sapa Safa saat mengikuti langkah bosnya,kedua tangannya membawa berkas dan laptop.


"Siang Fa,,bagaimana kabarmu"


"Baik nyonya,,"


"Fa,letakan semua di meja,saya akan kembali setelah makan siang! Dan segera telpon Direktur cabang " Titah Brian dengan wajah tegasnya.


"Baik tuan"


"Ayo Del,kita pergi"


Delia mengambil tasnya kemudian mengikuti langkah panjang suaminya.


"Hallo mang Jajang,,ambil bantal Delia di mobil,dan tunggu aku dimobilku!" Brian menelpon Mang Jajang sambil berjalan menuju lift.


Delia merasa aneh dengan sikap suaminya,"kenapa dia terlihat menakutkan?apa dia tengah mengalami tekanan pekerjaan,,hmmm,,"


Batin Delia.


"Mas,,terimakasih ya untuk bantalnya,nyaman banget kalau dipakai kemana-mana pas dimobil."


"Iya,aku sengaja membeli itu,biar kedua jagoanku nyaman" ucapnya tetap dingin.


Sepanjang jalan Brian tak banyak bicara,membuat Delia semakin bingung.


Sesampainya disebuah resto,Brian dan Delia dipersilahkan masuk keruang privasi yang sudah Brian pesan.


"Wahhh,,," Delia dibuat takjub dengan dekorasi meja makan dan sekelilingnya yang indah.


"Kamu suka?"tanya Brian dengan senyuman yang sedari tadi Delia nanti.


Delia mengangguk angguk bersemangat.


"Sangat suka mas,,,terimakasih mas" Delia memeluk suaminya erat.


"Terimakasihnya udah dulu,,sekarang duduklah,,"


Ia tarik kursi dan mempersilahkan Delia duduk.

__ADS_1


"Ini semua dalam rangka apa mas?"tanya Delia.


"Ini adalah tanda terimakasih padamu,karena kamu telah memberikan kebagiaan untukku. Dan kedepannya aku mohon,bersabarlah dalam mengandung anak-anakku,,karena aku tahu pasti awal-awal kehamilan pasti membutuhkan perjuangan cukup besar."


"Ahhh...so sweet kamu mas..."


"Aku juga punya sesuatu untukmu"


Brian memanggil pelayan untuk memberikan sebuah kotak yang sudah ia siapkan.


"Apa ini mas?"


"Buka saja"


Delia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya,matanya terbelalak.


"Kenapa?"


"Wow banget ini mas.."


"Lebih wow dari berlian yang kemarin aku sita kan?" Brian menatap Delia tajam,membuat Delia salah tingkah.


"Hehehe...iya,,sebenarnya yang bikin ini lebih istimewa karena yang ngasih itu suami sendiri."


"Seperti janjiku,aku akan memberimu lebih dari kemarin.."


"Iya mas,,tapi maksudku bukan seperti ini cuma,,"


"Sudah lupakan berlian yang kemarin,dihadapanmu ini sudah ada yang baru dan lebih istimewa."


"Oke oke,," Delia tidak ingin tahu lebih banyak dari mana asal Berlian kemarin,karena dia merasa suaminya memang tidak menyukai hadiah kemarin. Mungkin hadiah itu dari Hans dan suaminya tengah cemburu karena mengetahui asal usul kado kemarin.


Merekapun makan siang dengan penuh kehangatan.


Setelah selesai makan,Delia ingin diantar kerumah Bibi Mira.


Brianpun menuruti permintaan istrinya,mungkin diawal kehamilannya dia ingin bermanja-manjaan dengan bibi Mira,sosok pengganti ibunya yang selama ini menyayanginya.


"Bi,,titip Delia ya bi,,"ucap Brian


"Tenang saja nak,,Delia akan bibi jagain"


"Terimakasih bi,,maaf jika banyak merepotkan Bibi"


"Tidak kok nak,,bibi senang ada Delia disini,jadi rame,,ada yang nemenin bibi bikin kue,,jadi engga ngantuk"


"Ya sudah,sayang,aku kembali kekantor ya.." Brian mengecup kening Delia kemudian mengelus perut rata istrinya.


***


"Son,handle pekerjaan di pusat,atur pertemuanku dengan Reymon"


"Untuk apa Ian,bukannya pembahasan kerja sama kalian dengan nyonya Ae-Ri sudah kelar pagi tadi saat rapat?? Dan kamu rela membayar tuntutan atas pemutusan sepihak kontrak kerja kemarin."


"Iya,ini masalah pribadi,harus kelar hari ini sebelum mereka kembali ke Korea."


"Oke,,sebentar aku akan menghubungi Reymon"


"Oke,atur pertemuan kita di gedung olahraga milik kita"

__ADS_1


Brian dan Soni pernah membangun gedung olah raga dengan fasilitas super lengkap.


"Oke,,"


***


Brian sudah melepas jasnya,ia berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai,sambil menunggu Reymon ia berlatih basket.


Sudah lama sekali dia tidak bermain basket.


Setelah cukup lama Brian menunggu akhirnya Reymon datang.


Langsung merebut bola basket dari tangan Brian,mereka berdua bermain main sebentar lalu berhenti.


"Sepertinya kamu belum terlalu mahir dalam merebut bola." Ejek Brian.


"Ini bukan permaianan yang sesungguhnya,jadi aku kurang tertarik"


Timpal Reymon.


"Hah,," Brian menyeringai sengit.


Ia merogoh kantung celananya dan melempar sebuah kotak ke arah Reymon ,dengan sigap Reymon menangkapnya.


"Ambil ini!"


Brian rupanya sudah tahu bahwa hadiah misterius yang kemarin adalah dari Reymon.


"Apa ini!?"


"Jangan pura-pura tidak tahu! Istriku tidak akan merubah hatinya hanya dengan berlian seperti itu! Kamu anggap apa istriku han!"


"Apa maksudmu!"


Brian mendekat lalu membidik Reymon dengan tatapan membunuh.


"Berhenti berpura-pura!! Kamu lupa siapa saya!! Saya tidak akan mengampuni siapapun yang mengotori hidupku!"


"Aku tahu,tujuanmu mengajak Mrs. Ae-Ri,agar dia bisa menggodaku dengan kecantikannya,dan kamu sendiri akan menikungku dengan memberikan perhatian lebih pada istriku! Iya kan? Satu lagi,semua hadiah yang selama ini kamu berikan untuk istriku,tidak pernah sampai padanya karena aku sudah selangkah lebih maju! Bodohnya aku,kado murahan itu sampai disaat kami lengah!"


"Hah,rupanya kamu sudah tahu...bagus lah,,meskipun kamu memutus kontrak kerjasama kita,aku tidak akan berhenti mengejarnya! Karena aku tahu,akulah cinta pertamanya."


"Wah wah wah,,besar juga nyali anda! anda mungkin cinta pertamanya,tapi akulah cinta terakhirnya!"


"Hah,itu menurutmu! Tidak bagi Delia,aku tahu cintanya padaku sangat besar sejak SMP"


"Oh ya? Tapi sayang,perasaannya untukmu sudah lenyap! Karena dia kini milikku seutuhnya,,!"


"Cinta atas dasar apa? Paksaan maksudmu! Kamu yang memaksanya menikah! Iya kan!"


"Iya,benar,,aku yang memaksa,tapi kau tentu sudah tahu,sekarang dia tengah mengandung anakku dan itu artinya dengan suka rela dia menjadi milikku seutuhnya."


"aku tidak peduli!! aku akan tetap berusaha karena dia milikku yang sesungguhnya!"


Bug bug


Brianenghajar Reymon dengan membabi buta hingga Soni datang untuk melerai mereka.


"aku terima tantanganmu!! ini baru pemulaan!" teriak Brian.

__ADS_1


Reymon hanya tersenyum tipis.


__ADS_2