Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 171


__ADS_3

Pagi


Delia meregangkan ototnya dan meraba meja disampingnya untuk melihat jam diponselnya.


"Hah,udah jam 05.15,,,adzan subuh udah terlewat,,huuuaaaahhhh,,," Delia menguap dan bangun.


"Mas Brian kemana?kok tumben engga bangunin aku" gerutunya.


"Hmmm paling dia sedang dibawah,diruang kerjanya..aku sholat dulu agh,,mumpung belum kesiangan" Delia berkata sendiri seraya berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Selesai sholat ia segera menuju dapur menyiapakan minuman untuk Brian.


"Non,non Delia mau apa?biar bibi saja yang buatkan"ujar bi Ani.


"Lagi mau bikin infused water buat nanti sarapan mas Ian,"


"Tuan sudah pergi pagi tadi Non,habis sholat subuh dia langsung pergi non."


"Loh kok pergi?? Kenapa dia engga bangunin aku si Bi...dia ga pamitan"


"Kata tuan,dia sengaja engga membangunkan non Delia,karena non Delia terlihat sangat pulas tidurnya. Dan menyuruh bibi membangunkan Non Delia agar tidak telat sholat subuhnya."


"Owh...ya sudah,,"


Delia kembali masuk kekamar untuk mengambil ponselnya.


Segera ia menghubungi suaminya.


"Hallo mas,,,Ko.."belum selesai Delia bicara Brian langsung memotong perkataan istrinya.


"Aku tahu kamu mau protes...biar mas jelasin dulu sayang,,maaf ya Sayang,aku buru-buru ke Bandung,karena pak Arya mendapat kabar kalau Seruni panas tinggi,,jadi aku harus segera kesana,sekalian membahas masalah Seruni dengan bu Titi."


"Panas tinggi???trus sekarang gimana keadaannya mas?"tanya Delia khawatir.


"Aku belum tahu Sayang,kamu tenang aja ya..nanti aku kabari kalau sudah sampai sana."


"Iya mas,,salam buat semua yang disana.."


,"Iya..."


"Kamu juga hati-hati ya mas,,"


"Iya,,Kamu juga,,hari ini jadi cek kan?"


"Hmmm,,"


"Oke,udah dulu ya Sayang,,,bye.."


"Bye mas..."

__ADS_1


Tut tut tut


Delia masih mengenggam erat ponselnya.


Dia mencemaskan Seruni,gadis kecil yang sudah mengikat dirinya dengan tingkah lucu dan kepolosannya.


Sejak awal pertemuannya,Delia langsung menyukai gadis itu.


"Ya Allah,sembuhkan adik iparku ya Allah,,," Ia menarik nafas panjang dan melepaskannya pelan.


Ia kembali kedapur untuk membantu bi Ani dan bi Ijah menyiapkan sarapan pagi.


***


2jam kemudian


Brian dan pak Arya sampai di rumah Seruni.


Bu Titi dan bu Tati terkejut saat membuka pintu,ada Brian bersama Ayah Seruni.


Dengan segera bu Titi menarik suaminya menjauh dari Brian,sementara Bi Tati mempersilahkan Brian duduk dan membuatkan minuman hangat untuknya.


"Yah! Kenapa ayah bawa dia kemari!!! Jangan bilang ya,kalau dia sudah tahu kalau Seruni..."


"Bu! Tanpa ayah beritahu,nalurinya yang mencari tahu tentang kita dan Seruni bu,,,ibu harus tahu itu,,ada ikatan yang tidak bisa diubah. Ayah minta,ibu harus lebih ikhlas,jika kita berbagi cinta dengannya,,dia juga berhak atas Seruni!"


"Pokoknya ibu belum ikhlas! Seruni anak kita!"


"Dia sedang tidur!"jawab bu Titi sewot.


Pak Arya tidak mempedulikan kemarahan istrinya.


Ia kembali keruang tamu menemui Brian.


"Nak,Seruni sedang tidur,,silahkan kalau nak Brian ingin melihatnya,,"


Bi Titi melirik ke arah suaminya dengan tidak suka.


"Terimakasih pak,biarkan dia beristirahat"


"Begini bu Titi,saya sudah tahunsemuanya bu,,jadi saya mohon,jangan lagi sembunyikan apapun dari saya,dan saya menginginkan hak saya."


"Hak apa!! Saya tidak akan memberikan Seruni pada anda! Seruni adalah anak saya,,jangan coba-coba merebutnya dari saya."


"Bu!" Pak Arya mengingatkan istrinya agar lebih tenang.


"Saya kemari tidak ingin memisahkan kalian dari Seruni,saya sendiri paham,bagi Runi kalian adalah orang tuanya. Jadi sangat tidak manusiawi jika saya memisahkan kalian. Saya ingin,pengakuan,,,ijinkan Runi mengetahui bahwa saya adalah bagian dari keluarganya,saya lah kakak kandungnya. Itu juga hak Seruni.


Meskipun ibuku sebenarnya hanya menitipkan dia padamu,tapi aku berjanji,,,aku tidak akan memisahkan kalian."

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan keselamatan Seruni,jika banyak yang tahu bahwa dia adalah anak dari Atmajaya?terutama Widodo dan keluarganya!dia ingin mencelakai Runi!apa kamu bisa jamin??"tanya BunTiti


"Aku akan pastikan keselamatannya,Oleh karena itu,aku minta ijin untuk melakukan tes DNA padanya,agar Ayahku memberikan hak yang seharusnya Runi dapatkan. Ini demi masa depan Seruni juga,saya akan memperjuangkan Seruni. Anda tidak perlu khawatir tentang keselamatan Seruni.


Kalian boleh tinggal di rumah utama kami,yang dulu ditempati ayahku. Disana akan banyak penjaga yang siap menjaga kalian. Kalian boleh pindah kesana,selain lebih dekat dari tempat bapak Arya bekerja,aku dan Oma bisa lebih mudah untuk mengunjungi Seruni."


"Bagus kalau tujuanmu tidak untuk mengambil Seruni! Apa benar tes DNA itu semata-mata hanya untuk kepentingan Seruni?bukan untuk alasan anda agar bisa mengambilnya secara hukum?"


"Saya janji bu,,saya tidak akan mengambil Seruni,pecayalah!" Brian berusaha meyakinkan.


" Kamu pasti tahu,seberapa penting dan berartinya dia untuk kami,,aku lebih baik tiada jika harus kehilangannya." Airmata bu Titipun mulai membanjiri wajahnya.


"Bu,jangan bicara seperti itu..!" Ucap pak Arya.


"Maafkan istri saya tuan,,istri saya benar-benar takut kehilangannya,,karena bagi kami Seruni adalah malaikat penolong"


Pak Arya mulai bercerita,,betapa pentingnya Seruni bagi keluarganya.


Sebelum Seruni datang,ia sempat berputus asa,ia sampai mengikhlaskan pak Arya untuk menikah lagi,karena pernikahannya tak kunjung dianugrahi anak.


Pak Arya tetap kekeh menolak permintaan konyol istrinya,karena bagi pak Arya hanya Bu Titi lah satu-satunya wanita yang mampu membahagiakannya dengan atau tanpa anak.


Pak Arya kekeh,tidak mau berpoligami. Tapi Bu Titi terus saja menyuruhnya,sampai pernah Titi mengenalkan wanita lain,yaitu sahabatnya untuk menjadi madunya.


Tapi,Allah menunjukan jalan keluar untuk rumah tangga pak Arya,saat itu Titi dan dokter Anye membantu persalinan nyonya Lidia,,tiba-tiba saja nyonya Lidia menginginkan anaknya disembunyikan dari suaminya dan Widodo.


Disitulah,dokter Anye menyarankan agar Titi mau merawatnya.


Dengan penuh pertimbangan akhirnya Titi dan suaminya sepakat untuk merawat Seruni.


Dengan kehadiran Seruni,bu Titi sudah tidak lagi menyuruh suaminya berpoligami.


Mereka sama-sama merawat Seruni dengan penuh kasih sayang.


"Baiklah,,begini saja,,kalau ibu benar-benar tidak yakin,,maka aku akan buatkan surat perjanjian. Tapi dengan syarat,aku boleh melakukan tes DNA.


Aku dan Keluargaku diijinkan sepenuhnya menemui Seruni. Karena kami juga berhak atas Seruni."


"Baiklah,kami setuju,,bagaimana bu,?ibu setujukan,,kita engga boleh egois bu,,"


Pak Arya menatap istrinya yang masih menyeka air matanya.


"Aku sudah siapkan surat perjanjian itu,sebentar" Brian mengambil sebuah map yang ada dalam tasnya,map itu rupanya sudah ia siapkan dari semalam.


Kemarin,ia tidak bisa tidur,ia menuju ruang kerjanya membuat surat perjanjian. Untuk mengantisipasi jika bu Tati tidak juga mempercayainya.


"Silahkan bu,,pak,,dan ini,,ini adalah kunci rumah utama keluarga Atmajaya. Jika anda sekeluarga berkenan untuk tinggal bersama disana,maka saya pribadi mempersilahkan dan akan merasa senang. Karena Oma sangat mengharapkan kalian bisa tinggal disana"


Brian meletakan surat perjanjian dan kunci rumah.

__ADS_1


"Tuan,,ti tidak perlu tuan..maaf bukan apa-apa,,,kami hanya khawatir jika menempati rumah itu,,kami lebih nyaman tinggal di desa seperti ini.."jawab pak Arya.


"Oke,aku tidak memaksa,,tapi jika kalian berubah pikiran maka aku akan menyambut kalian."


__ADS_2