Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
bab 94


__ADS_3

1,5jam berlalu,Delia dan Fani akhirnya berpamitan.


Keke mengantar mereka hanya sampai pintu kamar.


Delia mengantar Fank dengan mobilnya.


"Fel,gue kasihan deh lihat kondisi bu Tati.."


"Gue juga Del,,Uang tabungan Keke juga sudah habis untuk operasi kemarin,tapi belum ada perkembangan mengenai kesehatan ibunya. Sepertinya bu Tati sudah terlalu lama menahan rasa sakitnya itu,,"


"Kemarin sempat interview dan diterima keeha,tapi jam kerjanya itulohgak nguatin,lembur terus,,,Keke tidak bisa membagi waktunya untuk ngurusin ibu Tati ,"


"Terus,,?"


"Yaa,sementara ini dia bantuin gue ngerjain tugas kantor dirumah, Roby belum bisa memasukan dia ke kantor secara formal,karna dia tau saat ini waktu Keke masih terbagi-bagi"


"Hem,,untung saja Roby mau berbaik hati ya Fani.,"


"Iya,dia juga merasa kasihan melihat Keke"


"Syukurlah,gue sempet kepikiran bagaimana jadinya kalau Keke menghadapi ini sendiri."


"Iya Del,kita juga harus beri dukung Keke terus"


"Oiya,gimana persiapan pernikahanmu?"


"Allhamdulillah,udah 50% Del,,.Uhhh, tega lu,gak mau bantuin.." ucap Fani sambil memasang wajah masamnya.


"Hehehe..maaf deh,,gue sibuk,loe kan tau.." Delia cengar cengir merasa tak bersalah.


"Iya gue tau jadi nyonya Brian pasti super sibuk.."


"Idih..jangan gitu dong,,,loe kan tau gue banyak banget masalah,idup gue runyam,,gimana kalau gue traktir ngafe dehhh..."bujuk Delia.


"Oke,,traktir gue sekarang,,gue juga masih belum puas ngomelin loe,dasar calon adik gak ber-pe-ri-ke-ma-nu-si-a-an.." Fani menjewer telinga Delia pelan.


"Aduh-aduh,,,gue laporin ke komnas perlindungan anak loh!!"


"Alaaahhh..." Sahut Fani geli.


Sepanjang jalan mereka saling bercanda,berbagi cerita,termasuk masalah Delia dengan Hans.


Bagi Delia,Fani satu-satunya sahabat yang dia percaya untuk mencurahkan segalanya,begitu juga dengan Feli.


***


Brian keluar dari ruang rapat bersama Roby.


Terdengar riuh lirih para stafnya yang sedang membicarakan sesuatu.


Awalnya dia tak mempedulikan para stafnya.


Namum,telinga tajam Brian menangkap lirih ada yang menyebut "nyonya Bos"


"Apa itu Delia maksudnya?"batin Brian sambil tetap fokus berjalan dengan penuh wibawa.


Sesampainya diruangan Brian langsung bertanya pada Roby dan Safa.

__ADS_1


"Apa kalian lihat tadi! Aku membayar staf disini bukan untuk bergosip! Semua ada waktu dan tempatnya! Hubungi bagian personalia,tegur mereka!"


Titah Brian tegas.


"Baik tuan"jawab Safa.


"Kalian boleh pergi!" Ucap Brian.


Waktu menunjukan pukul 16.30


Para staf sudah kembali kerumah masing-masing,kecuali Safa dan Soni yang masih sibuk menyiapkan rapat besok untuk clien selanjutnya.


"Son son,,"bisik Safa.


"Hem,," jawab Soni sambil fokus dengan pekerjaanya.


"Baiknya,gue ngomong ga ya ke pak Bos,masalah tadi,,"


"Emm,bingung juga ya,," Soni mengalihkan pandangannya dari berkas ke Safa.


"Gini aja,kita selidiki dulu kebenaranya,baru kita kasih tau Brian"


Lanjutnya.


"Iya,iya,,gue juga khawatir kalau pak Bos salah paham"


"Hem,,kau tau sendirikan,jalau dia udah murka gimana,,"jawab Soni yang kembali fokus pada beberapa berkas.


"Iya,,kasihan Delia"


Mereka tak menyadari kedatangan Brian.


Brian langsung menegur dan menanyai apa maksud perkataan Sekertarisnya itu.


"Khem,,maksudmu apa Fa?ada apa dengan istriku?"


Sontak pertanyaan itu membuat Safa dan Soni terkejut,seketika mereka mengangkat wajahnya,menatap Brian yang sudah berdiri didepan mereka dengan pertanyaanya.


"Em,,anu tuan,,em,,bu,bu,bukan anu.."Safa terbata-bata.


"Son!apa maksudnya?aku tau,kalian harus jelasin!kalian tidak pandai berbohong" Brian menatap keduanya dengan tajam.


"Oke,oke,,kita kasih tau,tapi kamu harus tenang,jaga emosimu,oke?" Pinta Soni,yang sudah bisa membayangkan ekspresi Brian nantinya.


"Jangan berbelit,ayo!"


"Lihat ini,,"


Safa memberikan ponselnya.


Terlihat beberapa warga net mengunggah keributan yang terjadi di toko buah milik Hans,termasuk foto bagaimana Hans memeluk Delia dengan hangat.


Ditambah caption yang nyleneh..


Ada yang menganggap mereka adalah pasangan yang serasi,si pria super hero sedang si wanita super beauty.


Ada yang mengcaption, "nyonya Bos,mendapat pelecehan dan super Heropun datang"

__ADS_1


Banyak caption dan komentar lain yang membuat jantung Brian berdetak tak beraturan.


"Ian,sabar lah,,cerna semua dengan baik,ini hanya gosip murahan,,tanyakan langsung pada istrimu dengan baik-baik,,dan masalah staf yang bergosip tadi,semua sudah kami tangani"


Brian tak berkata apapun,dia meletakan ponsel Safa dengan tatapan kosong.


"Kalian boleh pulang"titah Brian,sembari melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan kantor.


***


Delia sudah sampai dirumah pukul 15.00,sesampainya dirumah Delia dengan skripsinya yang sudah hampir selesai.


Pukul 16.30 Delia membantu bi Ani menyiapkan menu makan malam.


"Non,biar bibi yang menyelesaikan ini non,,non Delia mandi saja dulu dan istirahatlah.."


"Ga papa bi,,tangung,sebentar lagi juga selesai" Delia masih sibuk dengan kegiatannya memasak.


"Non,Sebentar lagi tuan pulang,non Delia harus segera bersiap,,bisa-bisa bibi dicincang sama tuan karna istrinya bergelut dengan peralatan dapur,hehe,,"goda bi Ani.


"Hahaha,,bibi,,bisa ajaaa..oke deh bi Ani ku sayaang,,Delia mandi ya,," pelukan manja Delia mendarat ditubuh bi Ani. Delia begitu hangat dengan asisten rumahtangganya,terutama bi Ani dan bi Ijah.


Karna mereka berdua sangat memahami dirinya.


"Nah,gitu dong non.."


"Oiya bi,itu sudah ku beri bumbu,tinggal tambahkan garam dan gula secukupnya.."


Delia melepas apronnya dan mencuci tangannya.


"Baik non,,".bi Ani memgangguk mengiyakan titah Delia.


Deliapun bergegas masuk kekamarnya untuk mandi,dan bersiap menyambut kepulangan suaminya.


Sementara itu dalam perjalanan pulang,Brian menelpon kepala bodyguard dirumahnya.


"Kumpulkan semua anggotamu di depan!termasuk mang Jajang!15menit lagi aku sampai!"


"Siap tuan"jawabnya tegas.


Dikamarnya Delia mandi dengan ditemani lilin beraroma terapi.


Sejenak ia melupakan kejadian tadi saat dirumah Vivi dan di toko buah milik Hans.


"Haaahhh...semua sudah beresss,,setidaknya Hans akan mengerti statusku sekarang,dan aku akan menceritakan semua kepada suamiku" batinnya.


Ia pejamkan matanya,ia hirup dalam-dalam aroma terapi yang memanjakan.


Selesai mandi ia memilih pakaian terbaiknya.


"Ini hari pertama kita kembali lagi kerumah ini,kekamar ini.." gumam Delia sembari merapikan kamar,mengganti seprei dan sarung bantal dengan yang baru,kemudian menyemprotkan parfum ruangan yang mewah.


Ia berharap,bisa menjelaskan pada Brian dengan suasana senyaman mungkin,agar tidak ada kesalah pahaman diantara mereka.


Beberapa saat kemudian,bi Ani menggedor-gedor kamar Delia.


"Non,,non Delia,,buka non" suaranya terdengar terengah-engah.

__ADS_1


__ADS_2