Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 43


__ADS_3

"Sebenarnya Brian sudah harus ditahan dari bulan kemarin,,karena kami terus mengupayakan,akhirnya status Brian sementara menjadi tahanan luar. Polisi memudahkan kami karna Brian lah yang sebenarnya menyerahkan diri..jadi semua proses terasa mudah bagi mereka.


Kemarin saja saat di Bali,sebenarnya Brian sudah dikawal oleh polisi yang berpakaian bebas. Hanya saja Brian tidak memberitahumu. Awak mediapun tidak ada yang tahu.


Rumah Brian juga sebenarnya sudah dijaga polisi,,dan disini juga ada..mereka diluar pagar rumah bibimu." Pengacara Brian menjelaskan pada Delia.


"Jadi?" Tanya Delia penasaran.


"Jadi hari ini Brian menjalani sidang pertama sekaligus putusan masa tahanan luarnya sudah habis. Jadi Brian akan masuk Sel hari ini...semua pekerjaan kantornya juga sementata dipegang oleh pada Sony"


"Apa ada cara lain agar kak Brian tidak ditahan?"tanya Delia yang sama sekali tidak paham dengan proses hukum.


"Buat surat penarikan delik,nanti pengacaramu akan mengurusnya,,dan sampai semua proses penarikan selesai Brian masih tetap ada didalam sel. Kita usahakan tidak memakan waktu lama..karna kami tahu semua tidak menginginkan ini."


Delia tidak bisa menahan air matanya ketika mendengar bahwa Brian akan masuk Sel tahanan hari ini.


"Sayang,kamu harus tenang,,ini tidak akan lama kok..sebelum aku kembali,sementara kamu tinggal dirumah bibi yah..tunggu sampai semua proses selesai..oke.."


Brian mencoba menenangkan Delia.


"Ayo tuan,kita kepengadilan sekarang." Ajak Pengacaranya.


"Sayang..jangan menangis ya.."


"Kenapa kamu menyembunyikan dariku mas??kamu kamu tega...kamu bilang kamu mau membuatku bahagia..tapi dengan melihatmu ditahan,kebagiaan macam apa ini?"


Delia memukul dada Brian dan menangis.


"Sayang...ini hanya sebentar saja..pengacara kita akan mengurusnya..aku janji..tidak sampai 1 bulan semua selesai.."


Brian memeluk istrinya erat.


"Nyonya,kami usahakan berkas pencabutan tuntutan dan surat perjanjian bahwa korban beserta keluarganya sudah memaafkan tuan Brian segera diselesaikan."


"Maafkan bibi nak,,bibi dan pamanmu tidak bisa menolak keinginan Brian,karna Brian dengan keras memaksa bibi untuk membuat surat tuntutan itu..dan kami pikir dulu kamu akan senang jika Brian mempertanggung jawabkan semua."ucap bibi Mira yangbikut larut dalam kesedihan.


"Sudah bi..ini memang sudah menjadi keputusanku,kalian tidak salah,," Brian mencoba menenangkan semuanya.


"Aku..aku seharusnya dari dulu memaafkanmu,,seharusnya aku dulu tidak membencimu.."


"Sssssttt...sudah sudah...yang penting sekarang kamu ada disisiku,,kamulah sumber kekuatanku..udah yah..ayo.."


Brian dan pengacaranya menaiki mobilnya. Sedangkan Bibi,paman dan Delia menaiki mobil pengacara mereka.


Diruang sidang,Delia,bibi dan paman Heri mengungkapkan bahwa mereka memaafkan Brian dan ingin membuat surat perjanjian perdamaian.


Hakimpun menyetujuinya,namun selama proses penarikan tuntutan / surat perdamaian itu belum selesai Brian tetap menjalani proses hukum.


Dengan air mata Delia menyaksikan kedua tangan suaminya diborgol dan dibawa dengan mobil tahanan.


Delia menangis menjadi-jadi,,bibi Mira ,paman Heri dan pengacaranya mencoba menenangkan Delia.


"Sabar sayang,ini hanya untuk beberapa hari saja..Brian pasti kembali..pengacara kita akan segera mengurusnya."


"Iya nyonya,hari ini juga kami pastikan semua berkas masuk..dan besok bisa kami ajukan."


"Ayo sayang,kita pulang,kamu harus istirahat. Semua akan baik-baik saja."


"Ini semua kesalahanku bi..aku terlambat menyadarinya,aku tidak mempercayainya..dari awal Brian sudah menjelaskan padaku,diapun memintaku..tapi aku tidak peduli..aku terlalu bodoh untuk menyadari kebaikannya."

__ADS_1


"Sudah,sudah...ayo masuk." Bibi Mira menuntun Delia kedalam mobil.


***


"Del..makanlah,sudah malam,,dari tadi siang kamu belum makan..ayo sayang,sedikit saja.." bujuk Bibi Mira.


"Bi,apakah Brian sudah makan?dia tidak terbiasa makan sembarangan bi..malam dan pagi hari dia selalu minum infused water,dia paling suka dengan capcay seafood." Ucap Delia,tatapannya kosong.


"Dia pasti sudah makan sayang..lusa pasti dia kembali,kalau dia sampai melihat kamu sakit nanti bibi pasti yang dimarahin..ayo dong..makan.."


Delia akhirnya mau mengikuti perintah bibinya.


"Makanlah yang banyak,biar Brian senang,,dia selalu menyalahkan dirinya jika ada apa-apa denganmu,kamu tidak mau itu terjadi kan?"


"Iya bi.."


"Bibi tinggal ya,,"


"Iya.."jawab Delia sembari mengunyah makananya.


Saat sedang makan ponsel Delia berdering.


Ada Vidio call dari Soni.


"Hallo kak,,"


"Del,,aku sedang menjenguk Brian,apa kamu ingin bicara dengannya? "


"Iya kak.." jawab Delia sangat bersemangat.


"Hai sayang.."ucap Brian lembut.


"Iya mas..mas udah maem belum?"


"Mas,,kapan mas pulang.."


"Secepatnya Del..mas janji..besok berkas masuk..insya Allah besok atau lusa bisa pulang."


"Benar?"


"Iyaaa...kamu udah makan belum?"


"Baru makan mas"


"Kamu harus jaga kesehatan,biar kalau mas pulang mas bisa langsung..."


Sebelum Brian melanjutkan perkataanya Delia langsung melotot,.


Soni yang ada disamping Brian langsung berdehem. Mereka berdua tertawa sedangkan Delia tersipu malu..


"Udah ya Sayang..tunggu aku pulang ya,,kamu istirahat dan jangan khawatir..anggap aja aku lagi kerja diluar kota..kemaren aja kamu 6bulan kuat ninggalin aku..hehehehe"


"Itu beda!! Yaw sudah,kamu hati-hati disana,,jaga makanmu ya.."


"Iya,pasti...Dah.."


Brian memutus Vidio Callnya.


"Ya Allah..Lindungilah suami hamba,mudahkanlah segala urusanya.."

__ADS_1


Delia menghabiskan makananya kemudian meletakan piringnya kedapur.


***


keesokan harinya Delia menjenguk Brian.


"Sebentar nyonya,kami akan panggilkanntuan Brian" ucap polisi sipir yang bertugas.


"baik Pak,,terimaksih"


Delia menunggu Brian di ruang besuk.


Tak lama kemudian Brian keluar,merekapun saling berpelukan.


"Apa kamu kesini sendirian?"


"iya,kenapa?"


"Jangan pernah pergi sendirian lagi ya,aku takut kamu kenapa-kenapa. Aku sudah membayar mahal supir dan bodyguard untukmu!!kemana mereka!awas saja kalau aku kembali habis mereka!"


"Ihhh...jangan githu dong..lagian kenapa si,,aku kan udah gede,bisa sendiri..aku gak biasa disupirin orang lain trus diikutin sama orang yang nyeremin gitu.."


"Aku kan udah bilang ini demi keselamatanmu!! jangan menolak!"


"Iyaaaa iyaaa..." Delia mengerucutkan bibirnya.


"Enggak perlu berlebihan githu..aku bisa jaga diri..Oiya mas,ini aku bawakan makanan,aku yang masak loh.."sambungnya.


"Terimakasih ya Sayang..aku benar-benar merindukan masakanmu dan merindukan kamar kita"Brian memegang pipi Delia.


"ih..kok kamar kita si..ngereessss!"


"hehehehee...jelas lah.." hobi baru Brian adalah menggoda Delia,dia selalu senang melihat wajah Delia saat digoda.Merah,imut dan menggemaskan.


"Mas,,kapan pulang?"


"Tunggu saja,kemungkinan besok aku pulang. Hari ini pengacaraku menyerahkan berkasnya. Kamu sudah menantangani surat perjanjian perdamaian belum?"


"Belum,,pengacaramu belum kerumah."


"pinjam ponselmu"


"untuk apa?"


"menelpon pengacaraku"


"ohhh..." Delia segera mencari ponselnya di saku tasnya.


Brian menelpon pengacaranya untuk segera menyelesaikan semua berkasnya,dan segera meminta tanda tangan Delia dan keluarganya.


"gimana mas?"tanya Delia penasaran.


"Nanti pukul 10 dia kerumahmu.."


"Syukurlah..ini udah jam 9.00..aku harus pulang ya mas.."


"iya sayang,.tunggu aku dirumah ya.."


"Oke,,"

__ADS_1


Sebelum Delia meninggalkan Brian,mereka kembali berpelukan,Brian menyium kening Delia.


Sebenarnya Delia masih ingin lebih lama lagi dengan suaminya,tapi jam besuknya terbatas dan Brian kembali kedalam Sel.


__ADS_2