
Dengan segera Brian dan Delia pulang kerumah mereka.
Mereka langsung mengunci kamar dari dalam.
Ia juga menutup korden jendela,agar tidak ada yang mengawasi.
"Ayo mas,kita buka sama-sama"
Delia sudah bersiap diatas kasur menunggu kotak itu dibuka.
"Tapi sayang,,kuncinya?" Brian lupa tidak meminta kunci pada Om Rendra.
"Tunggu mas,,"
Delia mengambil kalung yang pernah diberikan oleh nyonya Lidia padanya.
Di kalung itu ada sebuah kunci emas,yang sebelumnya Delia kira hanya sebuah liontine.
"Ini,,aku mendapatkan ini dari ibumu mas,mungkin saja bisa untuk membukanya"
Brianpun meraih kalung tersebut dan mencoba membuka gembok kotak itu.
Klik
Dan benar,kotak pun terbuka.
"Wow,,ibumu benar-benar hebat mas,,"puji Delia kagum.
"Rupanya dari awal dia memang memilihmu untuk mendampingiku. Mungkin jika dia masih hidup,dia yang akan berjuang menjodohkan kita meski ayah menentang"
"Iya mas,," Delia melingkarkan tangannya diperut Brian.
"Ayo kita periksa satu persatu isinya"
Delia mengangguk.
Brian mengambil lembar pertama dan seterusnya ada surat-surat aset perusahaan dan pelimpahan hak milik yang beratas namakan dirinya. Pulau X yang kecil dan indah,ia berikan atas nama Delia. Sebagai hadiah jika keduanya menikah.
"Jaga baik-baik pulau ini,sebagai hadiah pernikahan kalian anak-anak tersayangku Brian dan Delia. Jangan berikan hak ini pada siapapun,,terlebih pada ayahmu Atmajaya.
Ibu sangat tidak setuju saat mendengar Ayahmu akan menjual tanah itu pada investor. Disana ada sebuah Villa yang kakekmu bangun,sebagai tempat berlibur anak dan keturunannya kelak..Semoga kalian suka dengan hadiah ini"
Brian menatap istrinya,dan mencium kening istrinya.
Lalu ia kembali mengambil sebuah amplop,berisi foto-foto bukti perselingkuhan Atmajaya dan Yesi.
Wajah Brian berubah memerah membara.
"Oh,,jadi ini selingkuhan ayahmu?? Apa kamu mengenalnya mas?"
"Aku pernah bertemu dengannya saat aku masih kecil,dia masih bekerja sebagai sekertaris ayah. Ternyata dia Yesi,aku baru tahu namanya. Saat itu setiap kali aku kekantor aku tidak pernah mempedulikannya."
__ADS_1
"Yang sabar ya mas,,"
"Mas,ada flash disk,," lanjut Delia saat menemukan benda kecil itu.
Brian langsung mengambil dari tangan istrinya.
"Ambilkan laptopku!"titah Brian.
Dengan segera Delia mengambil laptop suaminya yang masih ada didalam tas kerjanya.
"Ini mas,,"
Brianpun segera memeriksa isi laptop itu.
Ada File-file penting tentang perusahaan.
Namun mata Brian tertuju pada File vidio.
Iapun segera memutarnya.
Nampak jelas ibunya,nyonya Lidia tengan mengadap layar,dengan daster kesayangannya,berwarna merah maroon.
"***Brian sayang,mama terpaksa mengamankan semua ini,dan membuat vidio ini untukmu. Karena sudah dua bulan terakhir,seperti ada yang sedang meneror mama,,lihat ini,,banyak sekali pesan dari nomer yang berbeda-beda..dan ini,"
Nyonya Lidia menunjukan baju-baju kesayangannya yang ada di almari tiba-tiba ada yang digunting dan dilumuri darah.
"Mama,,mama takut sekali nak,,mama bingung harus bagaimana,ayahmu membatasi ruang gerakku,ayahmu terus mengancam mama. Kamu tahu kan,Oma masih dalam perawatan di Amerika. Mama tidak bisa banyak berbuat apa-apa saat ini,karena ayahmu menempatkan orang-orangnya untuk mencelakai Oma,jika mama berani membongkar perselingkuhan ayahmu dihadapan Oma,maka kamu bisa bayangkan bagaimana reaksi Oma.
Sesekali ibu Brian menoleh kesekeliling.
"Bentar ya Sayang,Mama kunci pintu dulu"
Nampak jelas wajah pucatnya ketakutan.
Ia kembali duduk dikursi danenghadap monitor.
"Sudah lama,mama memendam ini,mama tidak bermaksud menyembunyikan apapun dari kamu.
Mama menikahi ayahmu,awalnya atas keinginan Oma dan Opamu. Saat itu perusahaan Golden big tengah koleps. Opa mengambil kesempatan ini untuk memberi suntikan dana pada Golden big dengan catatan sebagaian besar saham menjadi miliknya.
Akhirnya Ayah dan Kakekmu menyetujunya.
Awalnya semua berjalan sangat sulit,jujur mama saat itu masih mencintai Yosep.
Hingga akhirnya mama tahu,Yosep menikahi Alya,sahabat mama sejak SMP. Mama tahu,dia sangat baik dan aku pun mengikhlaskan Yosep untuknya.
Mama mencoba membuka hati untuk ayahmu,terlebih saat aku mengandungmu.
Ayahmu menunjukan sikap baiknya pada mama,sampai kamu lahir,ayahmu semakin menyayangimu,dan tidak mempercayakan mu pada pengasuh,akhirnya mama berhenti bekerja. Mama memilih fokus merawatmu.
Mama menyerahkan semua tanggung jawab perusahaan pada ayahmu.
__ADS_1
Sampai suatu saat ayahmu meminta seluruh aset perusahaan dibalik nama atas namanya.
Tapi saat itu Mama belum sampai memberikan hak itu pada ayahmu.
Perselingkuhan ayahmu mulai tercium oleh mama,semula mama tidak mempercayai informasi dari rekan kantor dan Alya yang saat itu pernah melihat ayahmu bermesraan dengan Yesi,sekertarisku saat aku masih di HR group.
Mama langsung murka saat itu,mama menyesal karena telah mempercayai ayahmu.
Saat itu,ayahmu masih mengelak. Hingga mama menyuruh ayahmu memecat Yesi.
Untuk meyakinkan mama,ayahpun memecatnya.
Tapi hubungannya semakin gila,hingga saat umurmu 8tahun,ibu mengetahui ia tengah mengandung.
Semakin kesini,wanita itu semakin berani menantang mama. Dia meminta tinggal satu atap,dengan dalih ia sedang hamil dan butuh perhatian lebih dari ayahmu.
Disitulah bermula hidup mama bagaikan di neraka. Ayahmu menempatkan Yesi di rumah belakang,itu alasannya kamu dilarang main kehalaman belakang oleh ayahmu,,.
Cukup ibu yang menyaksikan kegilaan mereka,membuat mama seperti tidak waras,,mama benar-benar kalut. Beruntung,Mama memiliki Alya,Rendra dan Yosep. Mereka bertiga menghibur dan menguatkan mama.
Kamu pastinya ingat,kenapa hampir setiap hari mama selalu membawamu kerumah nyonya Alya,,karena mama bosan dirumah.
Saat kamu sekolah,mama selalu menangisi nasib mama. Mama tiap hari melihat wanita itu berkeliaran dihalaman belakang dengan perut yang semakin membesar.
Sampai kamu beranjak besar dan memprotes kenapa kamu dilarang pergi kehalaman belakang. Kami selalu berbohong,bahwa dirumah itu ada yang sedang mengontrak.
Tapi karena khawatir rahasianya terbongkar.
Ayahmu memindahkan Yesi ke Bali.
Sampai kamu lulus SMA,kamu sengaja diperintahkan untuk kuliyah di Amerika sekaligus menemani Oma.
Maafkan mama nak,mama tidak bermaksud membihongimu. Mama hanya menunggu waktu yang tepat,saat itu masa depanmu masih panjang,mama tidak mau kekecewaanmu menghancurkan segalanya.
Mama juga belum siap memberi tahu Oma melihat kondisinya yang sampai sekarang masih sangat lemah.
Mama siap menceraikan ayahmu jika kamu sudah bisa mengambil alih kedua perusahaan kita HR group dan Golden big.
Jangan biarkan wanita murahan itu merebut semuanya dari kita,terlebih ayahmu dan dia sudah memiliki anak.
Di vidio selanjutnya,mama punya beberapa bukti percakapan antara Widodo dan Yesi yang ingin menguasai seluruh harta kita.
Ada juga percakapan antara Widodo dan Atmajaya yang telah bersekongkol menjatuhkan perusahaan Yosep,vidio konspirasi mereka semua ada di sini. Kamu lihat saja.
Setiap kali mereka berkonspirasi selalu saja gagal. Karena mama selalu memberi tahu tentang rencana mereka.
Itu mungkin menjadi alasan kenapa Ayahmu menuduh mama berselingkuh dengan Yosep.
Karena terkadang diam-diam mama menemui Yosep. Padahal saat kita bertemu selalu ada Alya dimobil.
Yosep tidak ingin Alya ikut turun karena mengkhawatirkan keselamatnya.
__ADS_1
Sampai akhirnya mama hamil adikmu. Ayahmu terus menuduhku berselingkuh dan tidak mengakui anak yang ada dalam kandunganku***."