Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 111


__ADS_3

"Ya Allah,,kenapa semua ini terjadi,ampuni semua kesalahanku ya Allah,jika memang benar ini semua karna ku. Tania benar,dari awal aku memasuki kehidupan Brian,masalah diantara kami terus saja datang silih berganti. Aku mohon,selamatkanlah suami hamba ya Allah...Aku ,,aku lelah dengan semua drama ini,aku lelah,," batin Delia.


"Hapus air mata Lo! Kita turun,aku harap rapat belum dimulai!cepat!" Titah Tania dengan ketus.


"Pak,apakah anda bisa bantu saya?"ucap Delia pada sang supir.


"Iya nyonya,apa yang bisa saya bantu?"


"Tolong hubungi Rumah sakit terdekat,cari tahu keberadaan Suami saya,hubungi saya jika sudah ada kabar."


"Baik non"


Delia menyeka airmatanya,ia merapikan riasan wajahnya,kini ia mengenakan Outfit ala wanita karir. Ia mengenakan Dress gaya monocrome dengan lengan sebatas sikut,kerah berbentuk V.


Ia mengganti sepatu sporty nya dengan sepatu cesual tanpa hak.


Ia kini terlihat veminim seperti biasanya,namun mata sembamnya tidak bisa ia sembunyikan.


Tania melipat tangannya,menunggunya di lobi.


"Ayo,kita segera keruang rapat,temui mr. Abdulla, mau tidak mau kita harus rapat tanpa Brian."


"Iya" jawab Delia lemas.


Delia dan Tania bersama-sama memasuki lift,diantara mereka sama sekali tidak ada obrolan,mereka masih terlihat saling membenci.


Tani berjalan didepan sementara Delia terus membuntuti langkah jenjangnya.


Mereka langsung masuk ke ruang rapat,yang sudah dihadiri oleh beberapa kandidat yang akan kembali ditinjau oleh Mr.Abdulla.


"Berdoalah,hari ini kamu tidak mengacaukan segalanya!" bisik Tania pada Delia.


Delia yang terlihat guguppun hanya terdiam.


Ini kali pertama Delia bertemu dengan kolega Asing.


Dulu,saat perusahaanya belum hancur,Delia hanya ikut ayahnya keluar negri bukan untuk belajar berbisnis,melainkan untuk liburan.


Beberapa menit kemudian Mr. Abdulla pun masuk kedalam ruang Rapat.


Ia memberi salam pada semua yang menghadiri rapat.


Namun,ia mengerutkan dahinya ketika melihat Delia tidak bersama suaminya.


Rapatpun dimulai,satu persatu pesaing bisnis menjelaskan konsep mereka masing-masing.


Tiba giliran Tania mewakili perusahaan HR group.

__ADS_1


Tiba-tiba Mr.Abdulla mencegah Tania saat hendak berdiri menjelaskan.


"Tunggu!"


"Iya Mr.. " Tania duduk lagi.


"Aku mau dia yang menjelaskannya,"


Mr. Abdulla menunjuk Delia.


"Baik Mr."ucap Tania dengan memendam rasa malu dan kecewanya.


Deliapun maju kedepan,untungnya Delia sempat mempelajari konsep proyek yang akan dipromosikan untuk Mr.Abdulla.


Walaupun ia belajar dalam waktu singkat,Delia mampu menguasai semua materinya dan menjelaskan pada Mr.Abdulla dengan bahasa yang mudah dipahami.


Mr.Abdulla pun menanyakan beberapa pertanyaan yang selalu terjawab oleh Delia.


Sampai akhirnya Mr.Abdulla menanyakan pertanyaan terakhirnya.


"Dimana tuan Brian? Apa untuk kedua kalinya dia menganggap remwh pertemuan ini?"


Delia menarik nafas panjang,sejenak mengumpulkan tenaganya untuk menyampaikan kabar yang buruk.


"Maaf Mr.Abdulla,,,kami benar-benar sangat menghargai pertemuan ini. Kami sudah berangkat pagi-pagi sekali,kami sangat antusias untuk pertemuan ini. Tapi,Allah berkehendak lain,,tadi pagi saat menuju kemari,suami saya mengalami kecelakaan. Berita itupun sudah ada di media sosial."


Semua yang hadir memeriksa ponsel mereka masing masing dan saling riuh membahas kecelakaan itu. Ditambah lagi dengan berita hoax yang mengatakan bahwa Brian mengalami kecelakaan dengan seorang wanita yang merupakan selingkuhannya.


Ditengah keriuhan,tatapan Delia tidak sengaja tertuju pada seseorang yang masih bersikap tenang,yaitu pada tuan Kris,asal Malaysia.


Ia memandangi layar ponselnya dan bersandar santai.


"Saya berharap,dengan kejadian yang tidak kami inginkan ini,tidak mempengaruhi hasil presentasi yang saya sampaikan,Mohon doanya semoga ada kabar baik dari Rumah Sakit" lanjut Delia.


Mr.Abdulla kembali terdiam menatap Delia dingin.


Delia menutup presentasinya dan hendak kembali ketempatnya,namun tiba-tiba Brian muncul dengan kursi rodanya dan beberapa balutan yang menempel ditubuhnya.


Semua orang tercengang,hampir tidak mempercayai ini.


"Tunggu,mohon waktunya sebentar Mr. Abdulla"


Brian dengan ditemani perawat dan beberapa bodyguard memasuki ruangan.


"Maaf Mr. atas kelancangan kami."


Mr.Abdulla kembali mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Ada presentasi yang belum istri saya sampaikan,saya rasa saya sendiri yang harus melanjutkannya." Lanjut Brian.


Delia mengambil alih untuk mendorong suaminya kedepan.


Seluruh bodyguarpun bersiap di beberapa titik pintu dan ruangan.


"Saya sampaikan permohonan maaf kepada kalian atas ketidaknyamanan ini,tapi saya harus sampaikan alasan keterlambatan saya menghadiri rapat ini. Sangat tidak etis jika saya datang terlambat tanpa alasan bukan?"


Brian menekan tombol,untuk menampilkan sebuah gambar di layar monitor.


"Ini lah kecelakaan yang saya alami barusan,kondisi mobil kami memang sangat rusak,tapi saya bersyukur karna nyawa saya dan rekan saya,yang semula dianggap seorang wanita,dia adalah seorang pria..jadi jika ada berita yang mengatakan bahwa saya mengalami kecelakaan dengan wanita bayaran..itu adalah berita tak mendasar dan suatu kebohongan. Saya sengaja mendandani asisten saya sebagai wanita untuk menyelamatkan istri saya."


"Saya biarkan istri saya bertukar tempat dengan asisten pribadi saya. Istri saya dapat sampai disini dengan selamat dan bisa mempresentasikan semua dengan cukup bagus bukan?" Brian tersenyum sengit kearah salah satu kandidat.


"Oke,gambar selanjutnya,,tentu kalian bingung kenapa dipagi hari yang cerah dan dijalanan yang sepi,saya bisa mengalami kecelakaan separah itu? Ini jawabannya."


Brian memutar sebuah Vidio yang merekam detik-detik kecelakaan,termasuk merekam mobil si penembak.


Rupanya Brian sudah menyiapkan drone kamera terbaik yang terus mengikuti mobilnya.


"Setelah kecelakaan ini terjadi,beberapa bodyguard mengikuti mobil tersebut dan menangkapnya,,apakah kalian ingin melihat siapa saja yang sudah memberiku hadiah berharga ini?silahkan kalian lihat saja pertunjukan ini.."


Brian memutar Vidio saat keempat orang suruhan itu mengakui kesalahannya,dan mengakui siapa dalang dibalik teror serta kecelakaan ini.


"Bohong!!! Ini sebuah kebohongan besar! Ini politik kotornya untuk menjatuhkan saya Mr. ! Untuk apa aku melakukan itu! Anda jangan mengada-ada! "teriak Kris.


" Motifnya jelas,anda ingin kemenangan proyek ini iya kan? Anda beberapa kali meneror kami,anda yang menyebabkan istri saya terserempet motor,anda belum puas lalu mencoba ingin mencelakai kami dengan memberi racun dimakanan kami,anda juga yang menginginkan kami celaka. Apa masih ingin bukti lain,,oke,,akan kami suguhkan."


Brian kembali memutar Vidio dimana seseorang mengakui menyusup ke sebuah Hotel mengancam salah satu pelayan,dan memberi racun pada makanan yang akan diberikan pada Brian dan Delia.


Kris ingin melarikan diri namun Bodyguard sudah mengelilinginya,dan menyeretnya keluar untuk dibawa kekantor polisi.


"Maaf Mr. Abdulla atas kelancangan saya.


Saya hanya ingin memberi peringatan bagi siapa saja yang berani bermain curang dengan saya. Saya sangat membenci permainan kotor,oleh karna itu saya harus membersihkannya.


Silahkan jika Mr. Abdulla kami mengakui kesalahan kami,kami siap jika bukan kami yang memegang proyek ini. Terimakasih untuk waktunya."


Mr. Abdulla tetap diam dengan seribu bahasa.


Sementara semua yang menghadiri rapat tercengang,ada yang ketakutan melihat kesangaran Brian.


Delia mendorong suaminya ketempatnya.


Tania merasa lega melihat Brian baik-baik saja.


"Kamu tidak apa Ian?" Tangan Tania memeriksa tubuh Brian.

__ADS_1


Namun ditepis oleh Brian.


"Seperti yang kamu lihat!" Jawabnya dingin.


__ADS_2