Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 155


__ADS_3

" Informasi seperti apa maksudmu!!"


"Ya apapun,,tolong Tan,aku tahu kamu,kita kenal juga udah lama. Apa kamu mau seperti ini terus?? Coba lah menerima kenyataan kalau keluargamu memang terlibat! Ini bukan kebohongan,ini kenyataan!! "


"Stop!! Kalian semua sama seperti ayahku!! Hanya memanfaatkan aku!!!" Tania yang merasa masih belum bisa mencerna keadaan ini akhirnya memutuskan telponnya.


Keesokan harinya Tania mengunjungi Ayahnya dikantor Polisi.


"Ayah! Cepet katakan apa yang aku bicarakan ini benar atau salah!! Aku mohon yah! Jangan lagi menutupi apapun dari ku!!"


"Apa maksudmu sayang,dateng-dateng langsung marah ,,ayah dijebak sayang,,kamu harus tahu itu"


"Apa,ayah yang menyuruh orang untuk mengawasi dan mengancam dokter itu?"


"Bbbukan,bukan ayah nak.."


"Jangan Bohong!! Aku tahu rekaman dokter itu!! Brian tidak asal menuduh!"


"Ayah lakukan itu awalnya ingin memberi pelajar pada Atmajaya yang mulai lalai dengan janjinya. Kakak mana yang tega,adiknya selamanya menjadi simpanan?coba kamu bayangkan Tan,lamanya penantian tante mu untuk menyandang status istri sah."


"Ya itu sudah jadi resikonya yah,,


Lagian sekarang Hans sudah mendapat Haknya untuk perusahaan di Lombok!? Kurang apa lagi? Ayah juga sudah mendapatkan perusahaan di Malaysia. Tania pikir,bagi seorang istri sirih itu sudah cukup.


"


"Tidak bagi Tantemu,dia ingin memiliki Atmajaya seutuhnya,dia ingin semua tahu."


"Tapi itu akan membahayakan Oma Yah,,"


"Berapa kali ayah bilang!! Jangan gunakan hati dalam hal ini!"


"Apa ayah pikir aku robot? Aku masih manusia yah!! Jadi tidak mungkin aku tidak memakai hati!! Saat itu aku masih terpengaruh oleh ayah,mengenai ambisi,aku sadar itu,aku salah,aku terlalu serakah,sama seperti ayah! Tapi semakin kesini,aku merasa harga diri ku semakin hilang yah,,ayah harusnya tahu itu!! Ini beban buat ku yah!!! Jangan bebani aku dengan kesalahan-kesalahan ayah lagi!! Aku tahu,ayah selalu bilang dalam permainan ini jangan gunakan hati! Tapi aku tidak bisa yah!! Ayah,,maafin Tania yah,,Tania sudah tidak bisa lagi membela ayah! Tania sudah cape yah..Tania ingin menjadi Tania yang dulu,Tania yang tidak tahu tentang apapun!! "


"Apa maksudmu nak?? Apa kamu ingin membongkar dan mengiyakan tuduhan ini??"


"Tanpa aku bongkar, semua sudah terbuka yah!! Ayah tahu? Kotak itu sudah ditemukan! Ayah dan Om Atmajaya,tidak.bisa berbuat apa-apa lagi!"


"Tania!! Kamu jangan bercanda sama ayah,ini tidak lucu!!!"bentak Widodo pada anaknya.


"Apa ayah pikir aku bercanda?? Aku menyaksikannya sendiri yah!! Sampai aku tidak bisa berbuat apapun!! Ayah tahu? Betapa malunya anakmu ini!!! Ayah ,,khuk khuk khuk...aku butuh ayah,,tidakah ayah tahu,,aku kesepian tanpa ayah,,sahabatku sudah meninggalkanku,,ayah,,aku selalu mengkhawatirkan ayah saat ayah menyusun rencana-rencana aneh dengan tante dan anak buah ayah. Dan bodohnya aku,sebagai anak aku tetap saja bungkam dan menuruti siasat licik ayah!! Siapa yang harus aku maki dalam hal ini yah...siapa!!!?" Tania memarahi ayahnya sembari menangis.


"Semua sudah terlanjur nak,,,satu-satunya cara,kamu harus bisa melenyapkan bukti itu,,kamu harus bisa !! Aku mohon nak,demi ayah,," bujuk Widodo.


"Tidak bisa yah!! Bukti itu hari ini kemungkinan sudah sampai pada penyidik! Atmajaya pun akan dituntut dan dicurigai sebagai dalang pembunuhan istrinya. Dan cepat atau lambat semua akan dihubungkan dengan ayah dan tante tentang siasat pengerukan harta mereka. "

__ADS_1


"Aghhhhhj...sial!!! " Widodo merasa sangat ketakutan.


"Ayah,,apa ayah tahu siapa pembunuh tante Lidia??apa benar itu suruhan Atmajaya?" Bisik Tania.


"Aa,,a,,,ayah tidak tahu nak,,yang ayah tahu hanya mengambil kesempatan dalam kematian Lidia untuk menjatuhkan Yosep. Yosep juga musuh ayah."


"Syukurlah kalau benar ayah tidak terlibat,"


" Oiya,Tante Yesi ada disini,nanti dia juga akan menjenguk ayah.semoga saja kalian bisa menyelesaikan semua,,aku ingin ayah cepat pulang. Maaf yah,aku tidak bisa berlama-lama disini,,aku harus pergi.."


"Kamu mau kemana?"


"Aku masih punya tanggung jawab pekerjaan di HR group,nama baikku sudah hancur,aku tidak mau karirku juga hancur,meskipun nanti aku pasti akan dihujani tatapan penuh kebencian dari orang lain!"


"Awas saja nak,kalau ayah keluar dari sini ayah akan balas kan siapa yang berani menertawakan mu!!"


"STOP!! Aku tak lagi butuh itu Yah!! " Tania bangun dan langsung berlalu meninggalkan ayahnya.


Saat di parkiran,Tania berpapasan dengan tantenya.


"Tania sayang,,kamu disini? tante dari pagi mencari mu, tante sudah buatkan sarapan untukmu,,bibi Bilang kamu pagi-pagi sekali sudah pergi."


"Maaf bi,aku ada kepentingan,jadi aku tidak menunggu bibi bangun."


"Hem,,"


"Yang sabar ya nak,,Tante akan mencoba membantu ayahmu,," tante Yesi memeluk Tania.


"Maaf te,,saya buru-buru ,tante silahkan saja masuk menjenguk ayah"


"Baiklah,hati-hati Tan.."


"Hem,,"


jawab Tania singkat.


Tantepun berlalu masuk kedalam,sementara Tania yang sudah masuk kemobil juga berpapasan dengan mobil Brian di pintu masuk parkiran.


"Siapa yang akan dia temui?ayahku atau ayahnya??"


batin Tania dengan tetap melajukan mobilnya.


Brian pun yang sama-sama melihat mobil Tania tersenyum masam.


"Dia pasti sudah menemui ayahnya."

__ADS_1


Brian mencari area parkiran yang pas,lalu turun dan masuk kedalam ruang jenguk .


Belum sempat Brian menemui Ayahnya dia melihat ada seorang wanita yang tengah asik mengobrol dengan Ayahnya,penuh dengan ketegangan.


Brian mengamati wanita yang hanya terkihat bagian punggungnya itu.


"maaf tuan,ada yang bisa saya bantu,?anda ingin menemui siapa?"sapa polisi yang berjaga.


"aku ingin menemui Atmajaya,tapi pak,dia sepertinya sedang ada tamu"


"Oh,iya,,tuan,silahkan tuan antri diruang tunggu" titah Polisi tersebut.


"baiklah."


Brianpun duduk menunggu wanita itu keluar.


Beberapa menit kemudian si wanita itu keluar.


Mereka saling melempar tatapan tanpa sapaan.


"aku yakin,dia Yesi,aku masih ingat wajahnya,tak banyak yang berubah."batin Brian.


Brianpun melangkah ke ruang besuk.


"Pagi ayah,,"sapa Brian.


"Nak,,kamu menjenguk ayah.." Atmajaya terlihat salah tingkah.


"Apa ayah tidak menyukaiku disini?" tanya Brian memancing.


"Ah,,tidak tidak,,ayah.."


"Apa wanita itu yang membuat ayah menjadi segila ini?" Brian langsung membidik ayahnya.


Atmajaya langsung terlihat cemas.


"Santai saja Yah,,duduklah dengan tenang."titah Brian.


"Sejak kapan anakku menjadi mengerikan seperti ini" batin Atmajaya.


"Ayah,Apa ayah tahu tentang kacamata hitam,dengan tulisan bermerk **** yang ada di gagang. dan ada list gold pada gagang." Brian berusaha memberi gambaran patahan kacamata yang Brian temukan.


Atmajaya mencoba mengingat ingat sesuatu.


"pastinya bukan milik ayah atau ibu,,karena aku tidak pernah melihat kalian memakai kacamata hitam ." lanjut Brian.

__ADS_1


__ADS_2