
Pukul 21.00 Brian sudah sampai di apartemen milik Soni.
"Bagaimana?"
"Beres Ian,,cukup sulit untuk masuk kesana,karna kita tidak mempunyai orang dalam untuk diajak kerjasama."
"Iya,aku tahu itu,,tapi pastikan tidak ada yang curiga,,"
"Aku yakin tidak..aku sudah mengelabui kedua satpam itu."
FLASH BACK
Sesaat sebelum Widodo pergi,
Seorang suruhan Soni,berpura-pura membutuhkan bantuan. Ia sengaja memarkirkan mobilnya tepat di depan gerbang. Ia nampak kebingungan. Widodo terus membunyikan klaksonya.
"Mas,,bisa tepi kan mobilnya?majikan saya mau lewat" ucap salah seorang satpam.
"Duh,mas,,maaf ya,,mobilku mogok ni,, Bengkel dekat sini ada ga ya mas?"
"Lumayan jauh mas,,lewati pertigaan depan,mending mas nya geser dulu biar majikan saya bisa lewat." Ucap satpam yang satunya lagi.
"Iya mas,,masnya bisa bantu dorong ga..?"
"Bisa-bisa,,sebentar"
Satpam itupun mencoba mendorong mobil namun merasa kesulitan,karna orang suruhan Soni sengaja mempersulit.
"Kayanya berat mas,,bentar ya aku panggil temenku"
"Iya mas,,terimakasih"
Kedua satpam itu mencoba membantu mendorong,ketika Widodo melintas,saat itulah salah satu orang suruhan Soni menyusup masuk kedalam halaman.
Salah seorang satpam menutup pintu gerbangnya,kemudian kembali membantu mendorong mobil cukup jauh.
Tiba-tiba aliran listrik dirumah Widodo mati.
Satpam pun terkejut begitu juga pembantunya yang tengah berada dikamarnya.
"Sebentar mas,sepertinya listrik rumah turun,,aku cek dulu ya.."
"Iya mas,terimakasih" Kedua satpam berlari dari jarak lumayan jauh kembali kerumah Widodo.
Orang suruhan Soni yang lain memanfaatkan moment itu untuk memasang penyadap di ruang kerja dan kamar serta ruang tengah.
Sementara pembantu tengah sibuk mencari senter,mematikan saklar untuk memastikan agar tidak terlalu tinggi tegangannya. Kemudian ia mengelilingi rumah memeriksa post listrik di halaman belakang.
Begitu juga kedua satpam yang juga tengah berlari ke halaman belakang.
__ADS_1
"Bi,semua saklar sudah dimatikan?"tanya salah seorang satpam.
"Sudah kok,stopkontak juga udah aku cabut semua,"
"Ya sudah,aku nyalain sekarang bi,,bibi masuk aja,entar satu per satu saklar dinyalain, klo listriknya padam lagi berarti ada yang konslet bi.."
"Iya,," asisten rumah tangga Widodopun masuk,ia mulai menyalakan saklar dari dapur.
Mengetahui hal itu,orang suruhan Soni langsung bergegas pergi melalui jendela. Dengan tenang,ia mengendap-enap melewati pagar.
Hampir saja salah satu satpam menangkap bayangan sepintas,namun belum sempat satpam itu mendekat salah seorang dari suruhan Soni melempar kucing dari balik tembok keliling,membuat satpam itu terkejut.
"Kucing Sialan!!!" Gerutunya.
Setelah dirasa kondusi nya aman,satpam itu kembali menghampiri orang yang berpura-pura mobilnya mogok.
Tapi,satpam itu melihat sudah ada beberapa orang yang berkerumun berusaha mendorong mobil tersebut.
Tanpa curiga akhirnya Satpam itu kembali ke post.
Padahal orang-orang yang berusaha membantu mendorong mobil adalah orang suruhan Soni,mereka bekerja sama melakukan drama ini.
FLASH ON
"Kerja bagus!" Brian menepuk pundak Soni.
"Ayo Ian,kita coba cek apakah Alat itu berfungsi atau tidak,sekalian cek yang dirumah mu"
Mereka mulai mengaktifkan,dan mendengar kan dengan seksama.
Di rumah Widodo di ruang tengah hanya terdengar pembantunya yang sedang menonton televisi.
Sementara di Rumah Atmajaya,Brian mendengar ayahnya tengah menelpon seseorang.
"Iya sayang,aku tahu maksudmu,,bersabarlah sedikit,ini tidak mudah bagiku."
"Iya iya,,"
"Aku sudah serahkan pada anak kita,Widodo yang atur semua"
"Iya...Baiklah,lusa aku pulang."
Percakapan yang hanya terdengar dari satu sisi.
Brian tidak tahu dengan siapa ayahnya berbicara.
Brian dan Soni saling bertatapan.
"Itu artinya,Widodo tidak kerumah ayahmu" ucap Soni.
__ADS_1
"Son,apa menurutmu ayahku sedang berbicara dengan selingkuhannya?" Brian sedikit tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Sayang,anak kita" kata- kata itu seperti petir yang menyambar kepercayaan Brian oada ayahnya.
"Maaf Ian,sepertinya iya,ayahmu benar sedang berbicara dengan selingkuhannya"
"Itu artinya,Dokter Anye benar,ayahku berselingkuh dan mempunyai anak dari hasil perselingkuhannya. Aghhhhr...."Brian meraup wajahnya kasar,ia merasa kecewa dengan ulah ayahnya.
Terdengar lagi ayahnya masuk keruang kerjanya.
Terdengar suara ayahnya melempar sesuatu.
"Sial !! Mereka terus menekanku ! Gara-gara si tua bangka itu! Aku tidak bisa bergerak cepat ! Dan dia terus menekan ku."
"Ian,sepertinya ayahmu merasa terganggu dengan kehadiran Oma?"
"Ia,karna didepan Oma ayah harus tetap menjaga sikap,agar Oma tidak mengotak atik perusahaan yang tengah menjadi kewenangannya. Ayahku takut jika Oma akan menanyakan mengenai surat kepemilikan perusahaan yang sah dan sertifikat pulau."
"Oh,,,pantas saja,aku lihat ayahmu tidak begitu banyak berkutik semenjak kehadiran Oma dirumah"
"Itu dia,ini kesempatan kita untuk mencari bukti meskipun kotak itu tidak pernah ditemukan,paling tidak kita bisa mencari bukti-bukti itu sendiri.
"Ia Ian,,berarti kita tinggal pastikan apakah rekaman dan pernyataan mengenai gangguan psikologi yang dialami ibumu itu benar atau tidak"
"Em,,cari data tentang Yesi juga,cari lebih mendetail lagi,tanyai siapa saja yang mengenalnya. Karena aku curiga kalau Yesi lah wanita itu,Karena penggelapan dana yang dilakukan ayahku dan Widodo,semua mengalir pada perusahaan beratas namakan Yesi. Ada keterlibatannya dalam hal ini. Oiya,print semua bukti tentang penggelapan dana itu,kemudian apakah alat penyadap ini sudah dihubungkan ke alat perekam?"
"Iya,akan aku laksanakan Ian,dan penyadap ini sudah otomatis menyimpan dan merekam.
Kita tinggal tarik garis merah untuk menyambungkan semua bukti yang mengarah pada kematian ibumu"
"Bagus,,aku akan pancing emosi mereka,jika mereka merasa rahasianya tidak aman,maka mereka akan memutar otak untuk menyembunyikan kebenaran itu dan terus berbohong,aku yakin suatu saat mereka sendiri yang akan membongkar kebusukan mereka."
"Kamu benar Ian,kita bagi tugas ,aku juga akan kerahkan semuanya untuk membantumu. Aku yakin kita akan menang,dan tetap kuat untuk menghadapi kenyataan ini Ian" Soni menepuk pundak sahabatnya itu.
Dia tahu,selama penyelidikan ini hati brian terus bergejolak,bagaimanapun juga yang dia incar adalah ayahnya sendiri.
"Oke,aku rasa malam ini cukup. Aku akan pulang,pantau terus karna aku tidak mungkin bisa 24memantau,kamu tau sendiri kan istriku,,dia pasti akan merasa tertekan ketika tahu kebenarannya,perasaan dendam yang begitu besar pasti akan mempengaruhi hubungan kami juga."
"Iya Ian,,"
"Oiya,besok suruh Roby atau kamu yang menghandle pekerjaanku,besok aku tidak bisa kekantor"
"Baik Ian."
"Terimakasih"
"Sama-sama,,santai saja.."
Brian melangkah keluar dengan menahan amarah.
__ADS_1
Ia tak bisa bayangkan betapa hancurnya perasaan ibunya ketika mengetahui bahwa ayahnya berselingkuh. Brian merasa jijik dengan tingkah ayahnya selama ini.