
***
3 bulan kemudian.
Atmajaya,Widodo dan Yesi serta antek-anteknya semua dibekuk.
Mereka melewati beberapa tahapan sidang,dan pergelutan hebat antara Yesi dan Atmajaya,,
Mereka berseteru karena pada akhirnya,Yesi dan Widodo terbukti melalukan pembunuhan pada Lidia.
Nampak jelas raut wajah penyesalan yang begitu dalam pada Atmajaya.
Ia dengan mudahnya masuk perangkap Widodo.
"Betapa bodohnya aku! Sampai aku tidak mengenali Yesi pemilik nama Gina Dwi Ayeshi,yang dulu ku kenal sebagai Gina."
Dalam persidangan kali ini,akhirnya Yesi sudah tidak mampu berkelik lagi. Semua bukti sudah memojokannya.
Akhirnya Yesi mengakui persekongkolan nya dengan Widodo dan Penjaga Monitor Shift 2.
Pecahan kacamata,Jaket,topi dan kabel yang ia gunakan untuk membunuh pun sudah ditemukan,ternyata semua tersimpan di gudang rumah belakang milik Atmajaya.
Yang dulu sempat ditinggali oleh Yesi.
Ternyata sudah cukup lama,diam-diam Yesi kembali kerumah itu dan meneror Lidia.
Atmajaya sendiri tidak mengetahuinya.
Siang hari,Bi Ijah hanya membersihkan rumah kosong itu.
Yang sebenarnya dulu dibangun untuk mes asisten rumahtangga.
Karena Lidia merasa terlalu sulit jika tiba-tiba membutuhkan bi Ijah.
Maka Bi Ijah disuruh menempati gudang rumah utama yang disulap sebagai kamar pelayan.
Sementara rumah belakang itu dibiarkan kosong hanya sebagai gudang penyimpanan.
Flash Back
Suatu malam penjaga Shift 1 tengah tertidur, karena obat tidur yang sudah diberikan oleh penjaga Shift 2.
Disitulah penjaga 2 beraksi memotong kabel CCTV.
Menyiapkan kabel terbuka yang siap dihubungkan dengan sumber listrik dari jarak jauh.
Ia tutupi kabel tersebut dengan pot pot yang ada di balkon.
Ia juga menggergaji bagian bawah pagar balkon agar rapuh.
Pagi harinya,penjaga 1 mendapat cuti.
Masuklah penjaga 2 dan rekannya yang ternyata itu Yesi sendiri yang menyamar sebagai pria.
Saat malam hari,semua sibuk dengan acara di halaman bawah.
Tiba-tiba ada yang mengantar surat pada Lidia.
__ADS_1
"Temui aku segera di balkon,aku punya rahasia besar tentang suamimu... Dari Yosep.."
Lidia masuk kedalam dan menaiki tangga menuju balkon.
Kondisi balkon yang gelap,membuat Lidia merasa takut.
Ia melihat ada orang yang sudah menunggunya ditepi Balkon.
"Yosep??apa kamu Yosep?" Lidia mencoba memastikan.
Ia berfikir,"kenapa Yosep terlihat lebih kurus..siapa dia?"
Lidia mencoba terus mendekat.
"Kamu siapa!" Tanya Lidia ketakutan melihat ada orang asing yang memakai pakaian pria serba hitam,bertopi,berkacamata dan memakai masker.
"Jawab! Kamu sssiapa? Dan apa maumu!!"
"Aku Yosep! Aku menginginkan kematianmu!"
"Aku tidak bodoh!! Suaramu sangat jauh dari Yosep! Mau kamu buat-buat seperti apapun aku tahu kamu bukan yosep!"
Lidia mulai gemetar ketakutan,saat orang itu meremas kedua lengan Lidia dan mengarahkan ketengah tepi balkon.
Pletek..suara pagar yang hampir patah membuat Lidia semakin terkejut.
"Kamu siapa!! Lepaskan aku!!"
Lidia meronta mencoba melepas cengkraman di kedua lengannya.
Terlihat uraian rambut panjang yang pemiliknya tak asing lagi bagi Lidia.
"Yesi!!!" Ucap Lidia terkejut.
Karena takut kedoknya terbongkar ia menghempas Lidia dan memukul kepalanya dengan vas kecil yang berisi air dan bunga.
Membuat Lidia merasa pening,dengan susah payah ia mencoba bangun,ia semakin dibuat lemas ketika melihat ada kabel terbuka dan lantai yang basah terkena air dari vas bunga tadi.
Dari sudut kegelapan,Yesi menunjukan dua kabel yang siap dihubungkan.
Ia memberi kode "Bungkam atau aku setrum"
Saat bersamaan Yosep datang.
Ia berfikir kalau Lidia tengah berdiri sempoyongan ingin mengakhiri hidupnya. Kondisi sangat gelap dan Yosep tidak melihat apapun disekitarnya.
"Yosep! Berhenti disitu!! Jangan mendekat! Aku mohon Yosep,jangan mendekat,,aku mohon" Lidia terisak.
"Apa yang akan kamu lakukan Lidia! Sadarlah,bunuh diri tidak menyelesaikan semua,,ayo,aku akan membantumu ayo." Yosep berfikir Lidia akan bunuh diri,karena Alya menemukan sepucuk surat berisi tentang Lidia yang sudah tidak sanggup lagi mananggung beban hidupnya.
Padahal surat itu salah satu siasat Lidia. Ia sengaja menyuruh orang menaruh surat tersebut di Kamar Lidiam
"Pergi Yosep!aku mohon Pergi!! Jangan dekati aku Yosep aku mohon!!"
"Ada apa denganmu!! Aku tidak akan membiarkanmu mati konyol!!"
Yosep mencoba pelan-pelan mendekati namun Lidia terus saja mencegah.
__ADS_1
"Ada apa denganmu !hah! Pikirkan anak-anakmu!"
Teriak Yosep kesal.
" Yosep,aku mohon..menjauhlah karena disini ada,,,Drrrreddddddd" seketika setrum menyambar tubuh Lidia hingga membuatnya terpelanting jatuh kebawah.
Saat Yosep berlari mencoba menolongnya,saat itu pula kabel ditarik oleh Yesi pelan-pelan dan ketika semua orang sibuk mengerumuni jasad Lidia,saat itu pula Yesi kabur ke rumah belakang,berganti pakaian dan menyembunyikan kabel yang ia gunakan untuk menyetrum Lidia.
Dan saat itu pula,Widodo sengaja memasukan kancing baju kedalam genggaman Lidia.
Sebelumnya Widodo sengaja menumpahkan air dikemeja Widodo.
"Maaf Sep..aku tidak sengaja.."
"Tidak mengapa..ini mudah untuk aku bersihkan."
Segera Yosep ke kamar mandi,membersihkan kemejanya. Disusul oleh Widodo,membawa hairdryer.
"Biar saya yang membersihkan karena ini kesalahan saya Sep"
"Baiklah,,"
Yosep memberikan kemeja itu pada Widodo tanpa curiga.
Saat Yosep lengah,Widodo mengambil Kancing di lengan kemeja Yosep.
"Aduh,Sep...maaf,,karena terlalu keras aku menguceknya,kancing nya lepas dan jatuh kedalam lubang air."
"Ya sudah tidak apa-apa,,kemarikan kemejanya biar saya saja yang mengeringkan"
Akhirnya Widodo menyerahkan kemeja itu dan pergi.
Yang menyekap kedua saksi saat kejadianpun itu adalah anak buah Widodo.
Widodo juga sebelumnya sudah menghasut,menprifokator Atmajaya dengan Yosep.
Termasuk menfitnah Yosep dan Lidia berselingkuh,semua adalah rencana Widodo.
Keesokan harinya,ia kembali menghasut Atmajaya "Yoseplah yang harus bertanggung jawab atas kematian istrimu! Karena dia tidak bisa menyelamatkan istrimu saat percobaan bunuh diri itu. Aku yakin kematian Lidia adalah kemauannya,agar rahasia perselingkuhannya tidak terbongkar.
Maaf,tanpa persetujuan darimu dulu,terpaksa aku harus bungkam kedua saksi itu dan menyuruhnya memojokan Yosep. Dengan kata lain,kamu bisa mengambil kesempatan ini untuk menjatuhkan Yosep. Kamu mengerti maksudku? Kamu tidak mau kan media tahu kalau istrimu mati bunuh diri karena depresi dan kamu juga tidak mau keretakan rumah tanggamu terekspos dimedia.? Paling tidak nama baikmu tidak dipermalukan dengan kejadian ini."
Atmajaya mengangguk.
"Bersikaplah,bahwa Lidia dibunuh oleh Yosep,kamu ikuti saja alurnya. Ini saatnya kamu membalas dendam karena Yosep sudah mengkhiananti mu dengan menghamili istrimu! Hancurkan kehidupannya! "
Atmajayapun berhasil dipengaruhi,karena yang dia tahu Yoseplah ayah dari anak yang dikandung Lidia. Dan dari awalpun,Yosep berani menyaingi perusahaannya,membuat Atmajaya geram.
Flash On
Dalam persidangan,semua saksi dan bukti dijabarkan sejelas-jelasnya. Termasuk Tania dan Brian ikut memberikan kesaksian atas kejahatan ayah mereka.
Tak terkecuali tentang rencana manipulasi mobil Yosep yang mengakibatkan kematian Alya.
Delia sangat terkejut,ternyata suaminya mengetahui rencana itu namun tetap bungkam.
Delia mencoba untuk tidak tersulut emosi,ia mencoba tenang selama proses persidangan.
__ADS_1