Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 105


__ADS_3

***


"Hallo ! YAH!! Gimana si!! Satu lagi masalah muncul disini!"


"Tenang sayang,,ada apa?"


"Delia menyusul suaminya disini!! Percuma dong aku jauh-jauh kemari dan membantu perusahaan Atmajaya!! Aku tak punya kesempatan mendekati Brian."


"Ayah sudah tahu,,dan ayah sudah menyusun rencana baru,,sekarang,gagalin saja kerjasama ini,,karna aku juga sudah mulai muak dengan Atmajaya! Semenjak kedatangan ibu mertuanya,kerjanya sangat lamban! Kita tak perlu membuat perusahaannya jaya lagi,,lagian perusahaan kita di Bali juga sudah mulai berkembang,untuk apa kita naikan perusahaan Atmajaya,toh nantinya perusahaan itu akan jatuh ditangan Brian,bukan Hans! Satu lagi,kamu tahu nak,ayah sudah berhasil mendirikan perusahaan di Malaysia,itu hasil kerja keras Ayah memeras si bodoh Atmajaya,diapun tidak tahu tentang perusahaan itu."


" Oh yaaa...ayah hebat,,Tapi yah! Kalau perusahaan itu bangkrut,sia-sia dong,,aku menikahi Brian yang sudah miskin!"


"Sayang,,,Brian tidak akan menjadi miskin kalau HR group bangkrut,,dia masih punya Golden Big yang mulai berkembang dan anak perusahan lain yang cukup maju. Yang miskin hanya lah Atmajaya."


"Tidak yah!! Aku juga mau semuanya! Ayo yah! Pikirkan cara bagaimana aku menyingkirkan gadis sialan itu!!"


"Kalau soal itu,kamu tunggu saja hasilnya."


"Oke! Tapi ingat,jangan sekali-kali mengagalkan proyek ini! Aku juga ingin Brian kagum dengan kerja kerasku di sini!! Ayah jangan mengacaukan semuanya! Oma juga mengandalkanku di tender ini!"


"Baiklah nak,tapi ingat,,cintamu pada Brian jangan sampai menghancurkan tujuan awal kita!"


"Iya! Tenang saja!"


Tania menutup telponnya,kemudian ia pergi menuju kekamar Brian.


Tok tok tok


Sony membuka pintu kamar.


"Tania.."


"Mana Brian!"


"Untuk apa mencarinya?"


"Bukan urusanmu!"ketus Tania.


"Ini akan menjadi urusanku jika kamu ingin menganggunya."


"Agh!! Oke! Tadi sekertaris Mr. Abdulla memberitahuku,Mr.Abdulla kemarin cukup tersinggung dengan sikap Brian yang tiba-tiba meninggalkan rapat! Semua gara-gara gadis kampungan itu! Mr.Abdulla saat ini tengah kembali menelaah beberapa proposal dari beberapa perusahaan yang kemarin mengikuti Tender..ada kemungkinan Mr.Abdulla akan menarik kemenangan kita! Brian harus bisa membujuk Mr.Abdulla sekarang! Kalau tidak,maka Mr.Abdulla akan mengadakan pertemuan ulang dengan beberapa leader dari perusahaan lain dan reputasi perusahaan Oma akan jatuh lagi."


"Kamu tenang saja,nanti malam Brian akan kerumah Mr.Abdulla bersama Delia,mereka akan membicarakannya saat makan malam."


"Apa?makan malam?kenapa kalian tidak memberitahu ku! Kenapa Mr.Abdulla justru mengajak makan malam mereka! Seharusnya kan dia marah pada Brian.


"Entahlah,mungkin belio masih memberi Brian kesempatan.


Mr.Abdulla hanya ingin Brian dan Istrinya saja yang kesana,jadi kalau kamu memang peduli dengan perusahaan Oma,jangan coba-coba mengacaukan acara mereka! Kamu paham!"


"Menyebalkan!!" Tania merasa kesal karna Brian dan Delia diberi kesempatan untuk makan malam bersama.


Ia tinggalkan kamar Brian dengan kesal dan terus menggerutu ia pergi keluar untuk menenangkan pikirannya.


"Tan,mau kemana?"sapa Safa saat berpapasan di pintu lift.


"Bukan urusanmu!" Ketusnya.


"Oke" Safa mengangkat kedua pundaknya,merasa heran dengan Tania yang tak pernah bersikap baik dengannya.

__ADS_1


"Benar kata Delia,dia kaya mak lampir"gerutunya lirih.


Taniapun tidak mempedulikan Safa.


Ia sendiri terus menggerutu.


"Apa gunanya aku disini! Mereka semua pengacau! Delia! Apa istimewanya dia,Mr. Abdulla pun melibatkannya! Harusnya dia marah dengannya karna suaminya berani meninggalkan rapat hanya karna kelakuannya! Awas saja!!"


"Mau kemana Lo Son?"


Tanya Safa saat meluhat Soni tergesa-gesa menutup pintu kamarnya.


"Gue mau ikutin Tania,aku takut dia merencanakan sesuatu"


"Oh,,sedari tadi juga dia terus menggerutu"


"Aku pergi ya,,oiya,ada email dari Tuan Roby,mengenai laporan dari Golden Big,,coba kamu teliti sebelum dilaporkan ke Brian. Besok kita pulang"


"Oke,Hati-hati ya Son"


Soni berlari kecil seraya mengacungkan jempolnya.


Safa pun memasuki kamarnya dan menyelesaikan tugasnya.


***


"Udah bangun mas.."tanya Delia sembari mengeringkan rambutnya.


"Huaaaahhhh..."Brian menguap dan meregangkan tubuhnya.


"Pukul berapa sekarang,pukul 18.00 mas,,"


Delia hanya tersenyum,menggeleng-gelengkan kepalanya.


15menit kemudian Brian keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk.


"Sayang,kenapa kamu tidak membangunkan ku.." ucapnya seraya memberi kecupan di kepala Delia yang masih mengenakan mukena.


"Habisnya kamu pules banget mas tidurnya,,selama disini apa kamu sering bergadang mas?" Tanya Delia.


"Iya,aku tidak bisa tidur tanpamu"


"Hem,,gombal..."


Delia merapikan mukena kemudian mengambilkan pakaian untuk suaminya.


"Oiya sayang,Tolong ambilkan ponselku,telpon Safa,suruh dia antar gaunmu kemari"


"Kamu beliin aku gaun mas??a a a..so sweet"


Delia menyatukan kedua tangannya,ia rekatkan dengan pipinya,merasa senang karna suaminya selalu saja memberikan kejutan.


"Engga usah ganjen,buruan,,aku mau sholat dulu!"


"Oke mas.." Delia menuruti titah suaminya.


Tak menunggu lama Safa pun datang memberikan gaun yang tadi dipesan suaminya.


Delia pun langsung memakainya dan berdandan sesimpel mungkin.

__ADS_1


Selesai sholat Brian memandangi wajah istrinya yang sangat mempesona.


"Kenapa mas?naksir ya?"goda Delia,saat memoles bibirnya dengan liptick.


"Sayang,"


Brian memeluk istrinya dari belakang.


"Sebenarnya,tadi siang Mr.Abdulla ingin mengagalkan kerjasama ini."


"Kenapa mas?kok bisa?"


"Dia merasa tersinggung karna saat rapat pertama pembahasan proyek,aku justru meninggalkan belio."


"Pasti karna aku ya mas?" Delia membalikan tubuhnya,menatap suaminya.


"Bukan sayang,aku hanya tidak akan bisa tenang bekerja jika kita tidak dalam keadaan baik-baik saja,"


"Iya,itu semua karna aku mas..maafin aku ya mas.."


"Tidak sayang,,aku hanya ingin kamu tahu saja,Mr. Abdulla itu orangnya sulit diterka. Jadi,jika nanti belio kurang baik menyambut mu,kamu jangan tersinggung ya,,kamu tenang saja,ada aku disana."


"Iya mas,,Aku berharap belio tidak jadi mengagalkan kerjasama ini,kasihan Oma juga.


Oma berharap banyak dengan kerjasama ini"


"Iya Sayang,,,ya sudah,ayo kita berangkat." Brian memberikan lengannya,Delia pun tersenyum dan langsung menggandeng suaminya.


Mereka berjalan menuju mobil.


Selama perjalanan ada pengendara motor yang terus membuntutinya.


Brian yang merasa sedang diikutipun mencoba mengencangkan laju mobilnya.


"Mas,pelan-pelan dong ah.."protes Delia.


"Ada yang mencoba mengikuti mobil kita,"


"Mana mas" Delia menoleh kebelakang,dan benar,ada pengendara sepeda motor yang mengikutinya.


"Mas,hati-hati ya,,kita lewat jalan yang ramai saja mas.."


"Kamu tenang saja,aku ingin tahu apa tujuannya mengikuti kita."


"Mas,enggak usah pedulikan dia mas..kita jalan aja.."rengek Delia ketakutan.


Brian menepikan mobilnya secara mendadak dan Motor itupun menyalip sambil melepar batu ke mobil Brian.


"Mas!!" Teriak Delia sambil menutup telinganya.


Beruntung mobil yang dikendarai Brian cukup safety.


Brian langsing mengejar motor itu,namun Brian kehilangan jejaknya.


"Ck,,Sial ! Siapa yang berani bermain api denganku!! Awas saja!" Brian merasa kesal,ia memukul setirnya.


Delia mencoba menenangkan suaminya,ia berikan air mineral yang ada di dalam mobil.


"Mas,,udah mas,,minumlah ,,kita lanjutkan saja perjalanan kita kerumah Mr.Abdulla,,enggak enak juga kan kalau kita terlambat."

__ADS_1


"Oke!" Setelah minum,Brian memutar stirnya,mengarah ke tempat yang Mr.Abdulla tentukan sebagai tempat jamuan makan malam mereka.


__ADS_2