
"Kamu tahu Brian,apa yang bisa membuat Oma sembuh??"
"Apa Oma?"
"Singkirkan satu-satunya orang yang masih ada sangkut pautnya dengan kematian ibumu!!! Delia! Oma tahu,Delia ikut andil dalam siasat ini! Delia hanya menginginkan harta kita Brian,sadarlah!! Apa kamu tidak memikirkan 2 Miliyar yang dia minta darimu?"
"Oma,Cukup! Delia tidak pernah meminta 2 Miliyar itu,justru aku yang memberinya Oma.
Oma, Brian mohon,,jangan menyimpulkan apapun sebelum semua jelas. Brian sedang berusaha mencari kebenarannya. Jika waktunya tiba,Brian minta Oma harus kuat saat semuanya terungkap,oleh karena itu Oma harus sehat,Oma harus sembuh. "
"Kamu mau cari apa lagi,jelas-jelas pembunuhnya adalah Yosep dan dia menggunakan anaknya untuk mengeruk hartamu."
"Oke,begini saja,aku siap meninggalkan Delia jika memang Delia masuk dalam siasat yang Oma maksud. Tapi jika tidak,Brian mohon,,terimalah Delia Oma. Aku mohon.."
"Terserah kamu saja!"
"Ya sudah,Bi Ijah,aku minta jaga Oma baik-baik,jangan biarkan orang lain memberikan makanan dari luar. Oma hanya boleh makan,makanan yang bibi buat."
"Baik tuan"
"Oke Oma,Brian pamit,,jaga diri oma baik-baik,,Brian sayang Oma" Brian memeluk dan mencium kening Oma.
"Hati-hati ya Ian,,"
"Siap Oma,,,Oiya,Bi Ijah,ingag ya,jaga Oma!"
Bi Ijah mengangguk mengiyakan titah majikan mudanya itu.
Brian turun keruang TV menemui Soni yang tengah santai menikmati kopinya.
"Bro,udah?"sapa Soni.
"Iya,ayo kita pergi sekarang. Mana kuncinya,aku yang menyetir!"
"Aduh aduh,,,engga bisa!aku aja!gue trauma!!" Soni menolaknya,karna dia takut Brian ngebut lagi.
"Tenang aja,kali ini aku waras!" Jawab Brian santai dengan menyunggingkan pucuk bibirnya.
"Awas lo berani neko-neko,gue aduin bini lo!!" seketika Brian langsung menjitak kepala Soni saat mendengar ancaman sahabatnya itu.
"Udah,ayo!!"
Brian menerima kunci yang Soni berikan padanya.
Mereka berdua berangkat ke bandara.
2jam kemudian mereka sampai di Padang.
Mereka menuju Kuranji,sebuah desa yang menurut anak buah Soni sebagai tempat tinggal Dr. Anye.
"Kamu yakin,disini tempatnya?"
"Iya,menurut anak buahku,anak Dr. Anye saat menelpon ibunya menyebut Kuranji ini. Untuk rumahnya tepatnya dimana,itu masih belum tahu. Aku hubungi anak buahku dulu yang dari beberapa hari ini sudah memantau Kuranji dan menemukan rumah Dr.Anye" Soni mengambil ponselnya kemudian mengabari anak buahnya bahwa dirinya sudah ada di Kuranji.
"Oke"
Mereka menunggu kedatangan anak buah Soni disebuah SPBU.
Tak menunggu lama,anak buah Soni tiba dengan mogenya.
"Bos" sapa Koko pada Soni dan Brian.
__ADS_1
"Gimana Ko?kamu benar-benar sudah pastikan ada Dokter Anye?"tanya Sony dari dalam mobil.
"Iya Bos,dia tinggal di sebuah perumahan DBB Residance , dia sedang mengurus surat izin praktek disana. Beberapa hari yang lalu saya mengikutinya. Tapi,tuan harus hati-hati karna beberapa hari ini bukan saya saja yang mengintai belio,sepertinya ada orang lain yang ikut mengutitnya."
"Pasti anak buah Widodo,dia takut kita sampai kemari dan Dokter Anye membuka mulutnya."ucap Brian geram.
"Lalu,apa langkah kita selanjutnya?"
"Em,,,terpaksa kita menyamar lagi" Sorot mata Brian langsung tertuju pada Soni.
Mendengar ide Brian,raut wajah Soni langsung tegang.
"Haduhhhh,bro,,,gue gak mau jadi cewe lagi,bisa jatuh kejantanan gue bro..reputasi gue ancur bro"
"Tenang,kali ini tidak lagi. Oke,sekarang kita kehotel,tapi sebelum kehotel antar kita lokasi dulu"
"Baik tuan,,tapi sepertinya lebih baik kita naik motor"
"Oke! Carikan aku motor!"
Titah Brian.
"Tak jauh dari sini ada rumah sahabatku tuan,mobil kalian bisa diletakan disana,kita pinjam saja motornya."
"Baiklah"
Brian mengikuti kemana Koko pergi.
**
Dokter Anye memanasi mobilnya,ia hendak pergi keluar,tiba-tiba didepan garasi,Dokter Anye dikejutkan dengan seorang kakek yang terjatuh.
Dokter Anye pun mencoba menolongnya.
Ia membawanya ke teras dan menyuruh kakek itu duduk.
"Terimakasih nak,,maaf kakek merepotkanmu"
"Tidak apa kek,,apa kaki kakek terluka?"
"Tidak nak,sepertinya kakek cuma kelelahan "
"Baiklah,saya ambilkan minum dulu ya kek.."
Sang kakek mengangguk,Dokter Anye pun masuk kedalam rumah.
5menit kemudian Dokter Anye memberikan minuman untuk kakek tersebut.
"Maaf,kalau boleh tahu kakek dari mana mau kemana?kok sendirian.."
"Ha,,dari mana ya...kakek lupa,,tadi kakek mau pulang tapi lupa jalan nak,,ini dimana ya?"
Wajah kakek itu jelas sekali nampak seperti kebingungan.
"Loh kok bisa kek,,kakek pergi sendirian?"
"Iya,,kakek sendirian,,nak,kamu tahu rumah kakek? Kakek sudah cape jalan dari tadi."
"Duh,gimana si keluarganya masa kakek setua ini dibiarin pergi sendirian"batin Dokter Anye.
"Em,,gini ya kakek ikut saya kerumah pak RT,biar nanti pak RT ikut membantu kakek. Karna saya sendiri juga orang baru disini. Ayo,saya antar kerumah pak RT kek."
__ADS_1
"Oh,,gitu ya,,tapi saya maunya pulang,kasihan anak saya nyariin"
"Iya,,nanti saya sama pak RT nganterin kakek pulang" dengan sabar Dokter Anye melayani kakek.
"Kamu tidak nipu saya kan nak,,kakek takut diculik"
Dokter Anye tersenyum,dan hampir saja kelepasan tertawa.
"He,,haduh kakek,,,saya tidak akan menculik kakek..tenang saja ya kek...ayo saya antar kerumah pak RT,sebentar saya kunci pintunya dulu."
Saat hendak mengunci pintu tiba-tiba ada pria asing yang menghampiri dokter Anye.
"Mau kemana kamu!"tanya pria itu seraya meremas pergelangan tangan dokter Anye.
"Siapa kamu hah,mau ngerampok ya?"tanya kakek yang mencurigai pria berpakaian serba hitam dan berwajah sangar penuh dengan tato.
"Diam kamu tua bangka!!!"bentaknya.
"Dasar anak sekarang tidak tahu etika!"
Jawab sang kakek.
"Sudah sudah kek,biar saya yang menghadapinya"ucap Dokter Anye.
"Saya mau antar kakek ini ke rumah Pak RT,dia pikun" Dokter Anye menatap pria itu tajam
Pria itu kembali menunjuk wajah dokter Anye dengan nada mengancam.
"Awas kalau kamu coba kabur,dan kembali ke Jakarta! "
"Apa kamu pikir aku akan kabur?Lihat! aku tidak membawa apapun!" Dokter Anyepun terlihat kesal.
"Ya sudah!! Jangan berani macam-macam!"
Dokter anye menatap pria itu sinis.
"Ayo kek,kita kemobil"ajak Dokter Anye sambil menuntun kakek tersebut.
Saat hendak masuk kedalam mobil,tiba-tiba ada yang memanggil sang Kakek dari atas motor.
"Kakek..." Kemudian ia turun dan menghampiri Kakek yang hendak masuk kedalam mobil.
"Kamu siapa?"tanya sang Kakek.
"Aduh,,,kakek lupa lagi,saya Ana kek!! Ayo kita pulang." Wanita yang mengaku Ana langsung menggandeng Kakeknya.
Dokter Anye pun menghampiri Ana.
"Maaf mbak,apa mbak ini keluarganya?"
"Iya bu,dia itu kakek saya,kakekku ini pikun bu.. Tadinya mau aku ajak jalan-jalan keluar rumah karna kakekku bilang bosan didalam rumah. Eh,waktu aku mencari kunci motor dianya main keluar aja..aku cari-cari di komplek sebelah gak ada...taunya disini."
"Aduh mba,,lain kali hati-hati jagain kakeknya,kasihan kakeknya. Niatnya ini mau saya bawa kerumah Pak RT. Tapi mbak nya benar-benar kerabatnya kan?"
"Iya bu,,saya cucunya"jawab Ana.
"Em,,cucuku?benarkah?" Kakek menggaruk-garuk kepalanya mencoba mengingat sesuatu.
"Aduh kek..masa kakek lupa,ini Ana cucu kakek,yang baru pulang dari Jambi,anak dari Bambang,. Ayo lah kek...nanti kalau ayah pulang kakek enggak dirumah Ana bisa dimarahin.."pinta Ana.
Pria asing yang diperintahkan untuk mengawasi Dokter Anye pun ikut menyaksikan keributan itu dari kejauhan.
__ADS_1
Ia pun tak begitu mempedulikan keributan itu.