Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 28


__ADS_3

"Aahh..terserah kamu saja Yan..aku cuma mengingatkan,pernikahan bukanlah maianan,dan ingat ada hati dan perasaan yang harus kamu pertimbangkan,Wanita berfikir dengan hati bukan dengan logika jadi apapun yang kamu perbuat nanti harus benar-benar dipikirkan. Terlebih,cintamu ini bertepuk sebelah tangan,pasti akan banyak rintangan dan ada dendam yang belum tuntas disini. Berhati-hatilah Yan.."


"Terimaksih kami sudah mengingatkan. Cintaku mungkin terkesan sadis dan egois tapi aku yakin aku bisa menaklukan hati gadis itu."


Sehari sebelum pernikahan suasana dirumah Brian cukup sibuk bukan mempersiapkan pernikahan tapi untuk hal lain.


"Ayah,ada apa ini?kenapa dikamarku ada banyak orang. Dan apa ini semua.."


Reyhan nampak kebingungan melihat kesibukan yang terjadi.


"Ayah sengaja memasang CCTV diseluruh ruangan,termasuk dikamarmu"


"Kenapa dikamarku juga yah..itu kan privasiku!!"


"Aku harus lakukan ini agar kamu tidak macam-macam dengan wanita itu. Ayah hanya ingin pastikan kamu melaksanakan tugasmu dengan benar,,ingat kamu menikahinya bukan untuk bersenang-senang tapi untuk membuatnya menderita disini !!ayah akan lebih mudah mengawasi kalian,,ayah hanya takut kamu tertarik dengan gadis itu !! Ingat ya ini neraka buatnya !! Kamu sendiri yang melarang ayah turun tangan,jadi ayah harus memastikan sendiri kalau kamu benar-benar bisa diandalkan!!"


"Tapi yah..."


"Tidak ada tapi-tapian..sudah jangan halangi orang-orang itu memasang CCTV. Kalau kamu ingin ganti baju,dikamar mandi saja karnanitu tempat paling aman tidak terjangkau kamera"


"sial !!!! Ayah benar-benar membuatku pusing!!! Semoga saja Delia mengetahui kalau aku bersandiwara membencinya." Batin Brian bergejolak,sepertinya rencanaya akan berantakan karna Cctv itu.


Diruang kerja Brian menuliskan sebuah surat untuk Delia.


"Aku pria yang ingin menikah denganmu,Apapun yang terjadi nanti percayalah ini bukan kemauanku,bertahanlah sampai aku menemukan cara untuk menyelamatkanmu dari ayahku. Maafkan aku,aku tidak cukup berani untuk menemuimu karna pengawal ayahku bertebaran dimana-mana. Aku harap kamu memahami maksudku. Jika kamu sudah menerima surat ini maka besok sebelum ijab kobul,berikan senyuman untukku sebagi kodenya."


Tapi saat surat itu ia berikan kepada salah satu pengawalnya untuk disampaikan pada Delia,ternyata ketahuan oleh Atmajaya,dia langsung meremas surat itu kemudian dibuang keselokan. Beruntungnya Atmajaya tidak sampai membacanya.


Harapan Brian untuk memberitahu Deliapun pupus karna ayahnya benar-benar mulai mengawasinya dengan sangat ketat.


"Rupanya ini bukan sekedar dendam biasa sampai-sampai ayah begitu membencinya hingga seperti ini,aku harus lebih berhati-hati dalam melindungi Delia dari kemarahan ayah nanti. Maafkan aku Del,aku terlalu egois dengan memaksakan keinginanku memilikimu dengan resiko yang berat."


FLASH ON


"Aku menyesali semua ambisiku Del,andai aku tidak memaksakan kehendakku untuk menikahimu mungkin kamu tidak akan seperti ini..."


Brian berbaring di kasur Delia,dia merasakan aroma tubuh Delia di selimutnya.


"aku merindukanmu Del.."


Tiba-tiba ponsel Brian berdering,satu panggilan dari Soni.


"Hallo Yan.."

__ADS_1


"Bagaimana Son"


"Temanku sudah mencoba mengecek alamat yang kamu berikan,ternyata mereka berdua tidak di kampung itu, yang pertama Iin,,dia mengikuti suaminya di Bali dan Nura dia ada di Taiwan menjadi TKI. Bagaimana ini?"


"Kamu hubungi teman kita yang di Bali agar mencari Iin,kirimkan fotonya. Oiya,apakah kamu tau dimana suaminya bekerja?"


"Suaminya bekerja di sebuah resto ternama disana,,dan kamu tau siapa pemilik resto itu? dia adalah Tania."


"Aku tau resto itu,nanti cari tau siapa suaminya dan mungkin dari situ kita tau dimana mereka tinggal."


"Baiklah,akan kukerahkan semua rekan kita Yan..."


"Terimakasih Son.."


"Yan,apa kamu sudah mengatakan semua pada Delia?"


"Belum Son,aku hanya menceritakan pada bibinya, Delia tidak bisa menerima pengakuanku"


"Maksudmu?apa kamu sudah mengatakan bahwa sebenarnya kamu mencintainya?"


"iya,tapi dia kira aku hanya mempermainkannya saja"


"Inilah yang aku takutkan dari dulu Yan,semua itu tidaklah mudah,terlebih bagi Delia. Caramu mencintainya itu tidak tepat,,"


"Mau gimana lagi Son,aku sangat ingin memilikinya tapi aku tak berdaya menghadapi dendam ayahku."


"Terimakasih Son...aku harus segera mencari kebenaran ini sebelum semua semakin kacau. Oiya,jangan beri tahu perasaanku ini pada Roby,biarkan nanti aku saja yang akan memberi tahu dia."


"Oke,.sekarang istirahatlah. Aku akan membantumu semaximal mungkin"


"Terimakasih Son,,"


"Sama-sama"


***


"Del...del..buka pintunya,,ini Fani datang."


" Iya bi..sebentar"


Cklek cklek


Delia membuka kunci pintunya.

__ADS_1


"Hai Del...apa kabar,,aku kangen tauuu..." Fani dan Delia saling berpelukan.


"aku juga Fan.." Delia melepaskan pelukanya dan mereka duduk bersama dikasur.


"Del,apa kamu baik-baik saja?"


"Aku akan mencoba mengikhlaskan ayah Fan,," Delia tertunduk.


"Harus Del,kamu memang harus mengikhlaskan belio,rejeki,jodoh dan maut utu sudah menjadi ketetapan Allah,yang sudah dituliskannsebelum kita lahir." Fani mengelus punggung Delia untuk menguatkanya.


"Iya Fan,kamu benar. Fan,,aku mau risign dari kantor."


"Kok githu si Del...aku bakalan kesepian lagi dong tanpa kamu..jangan laaahhhh..."


"Aku ingin melupakan semua Fan,aku ingin memulai hidupku yang baru tanpa ada keluarga Atmajaya."


"Tapi Del,kamu mau kemana? aku dan Roby pasti bakalan kangen tau,masa si kamu juga mau nglupain aku.." rengek Fani yang tidak ingin sahabatnya pergi.


"Aku bakalannsering menghubungimu dan kita pasti akan bertemu lagi,tenang saja.."


"Tapi bagaimana dengan misimu?mengungkap kebenaran bahwa ayahmu bukanlah pembunuh.."


"Sudahlah,semua itu sudah tidak berarti,,selama ini aku berkorban untuk menjaga ayahku,aku mau menikah demi ayahku meskipun pada akhirnya mereka menghianati perjanjian pranikah itu. Aku sudah kehilangan semuanya,aku ingin menenangkan diri dulu. Aku tidak mau bayangan mereka menghantui hidupku."


"Baiklah kalau itu bisa membuatmu kembali tenang. Tapi kamu janji bakalan balik kesini lagi kan?"


"Pasti,disini ada paman dan bibiku..mereka sekarang menjadi orang tuaku."


"Apa kamu sudah meminta izin pada mereka?"


"Sudah,,besok pagi aku akan pergi Fan,,aku titip paman dan bibiku ya,,sering-sering kemari untuk mereka."


"pastinya Del,kamu tenang saja...semoga kamu cepat kembali dan pulih dari keterpurukanmu,,aku hanya bisa mendoakanmu Del"


"Terimakasih Fan.." mereka kembali berpelukan.


"Kemana kamu akan pergi?"


"Ada lah,,yang pasti tempat itu akan membuatku tenang.."


"Apa kamu ingin merahasiakan tempat itu?"


"Bukan gitu Fan,aku sendiri masih bingung mau kemana,besok kalau sudah sampai aku pasti mengabarimu."

__ADS_1


"Bener loh,,janji?"


"iya,,aku janji..."


__ADS_2