
"Tuan,Tuan Soni sudah selesai mendapatkan penanganan,jika belio ingin minum atau makan tidak mengapa,makan dan minum saja. Sedikit-sedikit asal tidak mual."
Kata perawat kepada Brian.
"Iya ,terimaksih" jawab Brian singkat.
Selama dirawat di Rumah Sakit,Brian sering membuat para perawat mati kutu.
Sekilas melihat ketampanan Brian mereka seakan terbang melayang,karismanya menyebar dan menggetarkan hati perawat disana. Tapi,setelah mendengar perkataannya yang dingin dan kaku,ada yang menyayangkan sikap angkuhnya dan berbalik mengidolakan Soni yang tak kalah tampan.
Tapi banyak yang tidak mempedulikan keangkuhannya,mereka terus mencuri curi pandang saat masuk ke kamar dimana Soni dan Brian dirawat.
##
21.00
"Terimakasih untuk hari ini ya?" Ucap Roby.
"Iya,sama-sama" Jawab Keke,kemudian mereka menutup telponnya.
Hubungan persahabatan antara Roby dan Keke semakin akrab. Roby pun sering mengantar Keke pulang ke Bandung untuk bertemu ibu dan keluarganya.
Sebagai gantinya,Keke dengan suka rela membantu Roby menjalankan misinya.
Keke membaringkan tubuhnya diatas kasur dan menghela nafas panjang.
"Del Del,,kasihan banget kamu,harus terjebak dalam keluarga yang penuh dengan masalah. Aku aja yang baru terlibat merasa udah kaya mau pingsan. Kamu bener bener wanita hebat Del,bisa melewati itu semua" gumam Keke sambil memejamkan matanya.
Ponsel Keke kembali berdering,ada panggilan dari Fani.
Fani menanyakan kabar dirinya dan Delia. Karena Delia belum mengabarinya ataupun Bimo.
Keke menceritakan semua yang Delia alami di Dubai.
Fani sempat shock dan menyayangkan kenapa Delia tidak memberitahunya.
"Mungkin dia tidak ingin membebani pikiran kalian Fan,,kalian kan sedang fokus mengurus pernikahan,jadi Delia tidak ingin menganggu kalian"
Jelas Keke.
"Tapi Ke,aku kan sahabatnya,aku akan menjadi kakaknya engga gini juga kan.."
"Kamu tenang saja,mereka sudah baik-baik saja,lagian si peneror itu sudah ditangkap. Percayalah Brian bisa menjaga Delia disana"
"Syukurlah kalau begitu,aku khawatir saja karna dari kemarin Delia belum menghubungiku.."
__ADS_1
"Oiya Fan,jangan ceritakan pada Bimo dan keluarganya karna kamu tau kan,Bimo masih kesal dengan Brian tentang kemarin. Bimo kan sama sekali tidak suka adiknya terluka sedikitpun,pasti Brian bakalan dimarahi abis-habisan olehnya. Ya,takut aja kalau hubungan keduanya jadi meregang,,kan ujung-ujungnya kasihan Delia juga."
"Iya,memang dia sangat menyayangi Delia. Baiklah,aku tidak akan mengatakan pada Bimo.
Biar Delia saja yang menjelaskan pada kakaknya.
Yang penting Delia dan Brian sudah baikkan,itu sudah cukup, Makasih ya Ke.."
"Iya sama-sama,,oiya,gimana persiapan pernikahanmu Fan?maaf ya aku belum bisa bantuin..tahu sendiri kan semenjak aku jadi sekertarisnya Roby aku selalu mengikuti kemanapun ia pergi."
Setelah Keke masuk dalam perusahaan Roby,Fani memilih untuk kembali menjadi staf seperti dulu saat bersama Delia.
Karna Fani berfikir tidak ingin terlalu disibukan oleh pekerjaannya setelah ia menikah nanti.
Bu Indah sekertaris lamanya,sudah menikah dan pindah,untuk sementara saat itu Fani lah yang merangkap menjadi sekertaris Roby.
Tapi setelah Keke masuk,akhirnya Keke lah yang meneruskan menjadi sekertaris.
"Santai aja..alhamdulillah,udah hampir kelar ni,tinggal ngurus catering aja. Em,,Ke,besok pas aku nikah,aku minta kamu yang buatin kue pernikahan ya....biar dapet discount gitu..tapi kalau mau endors ya dengan senang hati aku terima hehehehe" gurau Fani
"Idiiihhhh endors...emang situ artis??" Balas Keke.
"Tega lo...yaw dah agh,gue mau tidur. Besok berangkat kantor bareng ya..bye.." Fani dan Keke mengakhiri percakapan mereka.
3hari Kemudian.
Ada yang aneh selama perjalanan.
Tania sama sekali tidak membuat masalah semenjak kejadian itu.
Deliapun banyak menerka-nerka dengan perubahan sikap Tania.
Tania memilih menaiki taxi sendiri menuju rumahnya.
Sesampainya dirumah Tania langsung mencari keberadaan ayahnya.
"Ayah,,Ayah,,,"teriak Tania.
"Tuan sudah kekantor Non,"jawab salah satu asisten rumahtangganya.
Waktu menunjukan pukul 2 siang.
Tania menyuruh ayahnya segera pulang.
Pak Widodo pun mengiyakan permintaan anaknya.
__ADS_1
Suara mobil Widodo baru terdengar dihalaman depan rumah,Tania langsung menghampiri pintu.
Widodo menuruni mobil dengan senang melihat putrinya baik-baik saja.
"Tania,kamu sudah pulang nak?"tanya Widodo lembut.
"Aku ingin bicara dengan ayah!" Tania melipat tangannya di dada dengan tatapan yang membara.
Ia berjalan keruang tengah diikuti ayahnya.
"Ada apa nak?"
"Siapa Kris?"tanya Tania tanpa basa-basi.
"Kris?? Kris yang mana ayah lupa nak?"jawab Widodo terkejut.
"Ayah jangan pura-pura! Aku tau semua! Ayah pasti menyuruh Kris untuk mengagalkan proyek HR group di Dubai kan? Ayah ini bagaimana si!! Ayah kan tau! Jika proyek ini berhasil,Oma akan menaruh kepercayaan lebih padaku! Aku bisa kembali masuk ke HR group yah!! Setelah aku masuk ke HR group dan mendapatkan kepercayaan oma sepenuhnya,aku akan berusaha menyingkirkan gadis sialan itu dan memiliki Brian yah! Kenapa ayah menghancurkan rencanaku!"
"Maaf sayang,Ayah pikir rencanamu akan memakan waktu lama! Ingat! Tujuan utama kita,,kamu harus tahu itu! Sebelumnya ayah sudah memperingatkan mu agar jangan terbawa arus! jangan bermain dengan hati! Jadi ayah harus bertindak sendiri sayang"
"Tapi ayah,aku terlanjur mencintai Brian yah..aku mau Brian!!"
"Nak,ayah akan carikan Pria yang lebih kaya dan lebih tampan darinya! Setelah kita mendapatkan apa yang kita mau!"
"Oke! Itu menurut ayah! Dan ayah tahu! Rencana ayah telah gagal!!! Kris sudah ada dalam penjara Dubai!!"
"Apa!!! Pantas saja ponselnya tidak bisa dihubungi!! Sial!! Apa dia membawa nama ayah?"tanya Widodo panik.
Tania menceritakan kejadian di Dubai.
"Tenang saja ayah! Dia masih setia dengan ayah! Hanya saja dia ingin ayah mengurus kasusnya! Dia ingin hukumannya diringankan! Kalau tidak,dia akan mengatakan semua pada Brian. Aku diam-diam menemuinya kemarin sebelum kembali kesini.! Awalanya aku tidak mengenali nya,semalaman aku mencoba mengingat-ingat siapa dia,,dan aku tahu,dia adalah salah satu orang kepercayaan ayah yang memegang perusahaan kita di Malaysia. Iya kan?"
"Iya,dia sengaja aku tugaskan untuk mengagalkan tander ini agar HR group semakin terpuruk tapi kenapa bisa gagal?"
"Aduuuh..ayahhhh,,ayah tahu kan Brian bukan orang bodoh! Dia memang baru tinggal di sini tapi di Amerika dia juga disegani yah,,jika dia disakiti,maka dia bisa lebih ganas dari harimau. Dia ternyata sudah mempersiapkan semua,sudah membaca situasinya. Ayah tahu,Delia yang seharusnya kecelakaan bersama Brian,justru selamat,karna apa,,,karna dia semobil denganku,dia bertukar posisi dengan Soni yang menyamar sebagai wanita,dan Delia menyamar sebagai pria. Permainan ayah sangat mudah untuk diterka!"
"Kenapa kamu diam Tan! Harusnya kamu cari cara lain agar ayah berhasil! Setidaknya kamu tau apa rencana Brian! "
"Oh,sekarang ayah menyalahkanku atas kegagalan ayah! Sudah berapa kali aku bilang! Aku tidak ada kesempatan untuk memata-matainya & mendekatinya yah,,"
"Lalu apa gunanya ayah mengirim mu kesana tak ada satupun misi kita yang berhasil! Dasar anak tak berguna!"
"Setelah semua yang aku lakukan untuk rencana ayah,ayah masih bilang aku tidak berguna?terimaksih atas pujiannya yah! " Jawab Tania dengan menahan tangisnya. Ia berlari masuk kedalam kamarnya.
Ia langsung berbaring dan menangis.
__ADS_1
"Brian menjauhiku dan sekarang ayah menyalahkan ku!! semua rencana ku gagal karenamu Del !! kamu harus pergi dari dunia gadis sialan !!! " gerutu Tania kesal,ia melampar bantal dan mengacak - acak tempat tidurnya.