
"Ada apa mas,,?"
"Biasa,,masalah client,,dia sangat sulit mempercayai siapapun padahal semua sudah jelas. Dia juga mengajak kita makan malam sepulang dari sini"
"Oh,,gitu ya,,ya sudah,kita disininya jangan lama-lama ya mas,,pekerjaanmu kan masih banyak."
Brian mendekat,dan meletakan kepalanya dipangkuan Delia.
"Kalau mikir pekerjaan engga bakalan ada selesainya."
"Iya si,,"
"Emangnya kamu mau,aku kerja terus"
"Ya engga lah!"
"Eh,mas,,omong-omong,Cliennya cewe apa cowo si,kok ngotot banget pengin ketemu kamu!"
"Dia laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki itu orang kepercayaan Mr.Park bisa dibilang asisiten,,sementara yang perempuan itu calon pengganti Mr.Park di perusahaan itu"
"Oh,,yang cewe cantik engga mas?"
"Cantik" jawab Brian dingin.
"Cantik?" Delia memanyunkan bibirnya,kesal ketika mendengar suaminya memuji wanita lain.
Telinga dan isi kepalanya mulai memanas.
"Iya,dia memang cantik,cerdas,dan dia itu ternyata anak dari Mr. Park. Dia itu masih muda tapi cukup berpotensi" Brian terus memujinya tanpa melihat ekspresi wajah Delia yang sudah hampir mendidih.
"Hmmm,,puji aja terus..pacarin sekalian!!!"
Delia mulai ketus.
"Serius?boleh aku pacarin??"
Brian semakin bersemangat menggoda istrinya yang mulai meradang.
"Awas,minggir!!" Delia mencoba mengangkat kepala Brian dari pangkuannya.
"Silahkan kalau bisa" Brian semakin merekatkan kepalanya dipangkuan Delia,wajahnya ia hadapkan keperut Delia,tangannya ia lingkarkan ke perut isttinya,membuat Delia merasa geli.
"Awas,mas,,ngapain peluk-peluk ih!! Noh sama cewe korea aja!!"
Brian malah menggigit perut Delia,hingga Delia menjingkut dan tertawa lepas.
Brian yang kini sudah pandai dalam mengusili istrinya semakin menjadi.
"Udah mas,,udah udah..ampuuunnnn..."
Brian mengunci tubuh Delia dalam pelukannya.
"Ada syaratnya!"
"Apa?"
"Aku mau jatahku ditambah malam ini"
"Ditambah??"
"Iya,7 kali ya?"
"Hah??? 7 kali?? No no no..Enggak!Emang gue apaan!!"
"Menolak tambah 1,,berarti 8x"
"Ih,kok maksa!"
"Biarin!"
"Isshhh,," Delia mendengkus heran.
"Oke!Deal"
Brian langsung menarik tangan Delia,berjabat tangan.
"Curang!"
Brian cengengesan.
***
Tidak terasa waktu berliburpun berakhir,,
__ADS_1
Sebelum mereka cekout hotel,mereka sarapan terlebih dahulu,Makan sudah tertata rapi dihadapanan Delia.
"Mas,mas,,kalau aku terus-terusan makan seperti ini, gendut gimana?"
"Gendut ya cari lagi lah,gampang!"
"Mas belum pernah kelilipan garpu ya!!" Jawab Delia kesal seraya menunjukan garpu yang sedang ia pegang.
"Hahahaha...sadis amat istri gue"
"Kejam lebih tepatnya!"
"Udah buruan makan,nanti kita beli oleh-oleh untuk orang rumah"
"Iya iya"
Setelah selesai sarapan,Delia dan Brian menuju pusat oleh-oleh dan souvenir.
Naluri berburu dalam jiwa Delia meronta-ronta,,seperti wanita pada umumnya.
Dia seperti melihat harta karun yang tersembunyi,kesana kemari ,tunjuk ini tunjuk itu membuat Brian bergeleng dan berdecak lirih.
Dan ujung-ujungnya,,
"Mas,,,"
"Apa lagi??"
"Istirahat dulu ya,,cape.."
"Siapa suruh kaya orang kesurupan!Kita harus segera kebandara!"
"Yah mas,,,naluriii,,please,,,kita duduk dulu lah,,"
"Hemmmm,,"
Brian menyuruh seseorang untuk membawa belanjaannya ke Mobil yang terparkir cukup jauh.
Sementara itu,Brian berjongkok belakangi istrinya.
"Ayo!"
"Mau apa mas?"
"Ish..."
"Ya Mau gendong lah Sayang,,kalau nunggu kamu istirahat kita bisa telat sampai bandara"
"Hehehe,,serius ni?"
"Hmmm"
"Berat loh mas,,"
"Bawel! Buruan!"
Sebelum makin banyak lagi belanjanya,batin Brian.
"Iya iya!"
"Malu loh mas diliatin"
"Masa bodo!! Yang penting kamu enak kan di gendong sama laki-laki tampan"
"Hufh...iya deh,tampan,,dari pada aku bilang jelek,bisa-bisa ga jadi digendong"
Brian dan Delia terus melempar candaan, tak terasa mereka sampai di parkiran.
***
**
*
Pagi harinya Dirumah.
Brian memilih libur hari ini,selain badannya yang memang kurang enak,dia juga ingin menemani istrinya menemui Runi dan Oma. Kemudian lanjut kerumah Bibi Mira.
Disana mereka membagi oleh-oleh dan Souvenir.
__ADS_1
Banyak yang berdoa dalam hati masing-masing,semoga sepulang dari honeymoon mereka membuahkan hasil.
Semoga saja diijabah..aamiin..
***
Brian kembali disibukan dengan pekerjaannya dikantor. Kerjasamanya dengan client Korea yang super rewel oun cukup menguras tenaga dan kesabarannya.
Belum mrs. Ae-Ri yang lama kelamaan terlihat mengagumi Brian,dan selalu mencari-cari perhatian Brian,meskipun dia tahu Brian sudah beristri.
Tapi Brian tetap bersikap profesional dalam menanggapi nya.
Hari ini disebuah Hotel milik Brian,ada acara lounching menyatukan perusahaan Golden big dengan HR grup,menjadi satu nama yaitu Golden Group.
Dengan beberapa anak perusahaan besar,antara lain perusahaan garmen,Perusahaan Retail,Kesehatan dan Perusahaan Kontruksi.
Brian memperkenalkan Direktur-direktur utama dari masing-masing Anak perusahaannya. Termasuk Tania sebagai Direktur Utama Golden Garmen.
Mereka semua dibawah kendali Golden Group yang dipegang oleh Brian.
Tidak lupa Brian juga mengenalkan Seruni sebagai adiknya. Untuk menjaga keamanan Adiknya,Brian belum berani mengumumkan terkait adiknya yang memiliki beberapa persen saham di beberapa perusahaan.
Yang saat ini masih diwalikan padanya dan nyonya Titi,karena usia Seruni masih kecil.
Brian juga memperketat penjagaan pada adiknya dan keluarganya. Mengingat pesaing bisnisnya semakin banyak dan beresiko.
Dalam acara tersebut,Semua mata tertuju pada Delia dan Brian yang tampak begitu serasi dengan balutan warna hitam yang simple.
Kemesraan mereka mengundang banyak pujian dan juga nyinyiran dari netizen yang merasa maha benar.
Mental Delia pun mulai kuat menanggapi mata-mata nakal para wanita karier yang mencoba mencari perhatian Brian.
Sementara di sudut lain,ada yang menatap Delia dengan tatapan sulit diartikan.
Delia masih mencoba mengingat ingat,siapa yang menatapnya aneh seperti itu.
Dia kembali mengikuti suaminya menemui beberapa tamu.
Sampai lah ia bertemu mata dengan pria yang sedari tadi memperhatikannya.
Pria itu berdampingan dengan mrs. Ae-Ri
"Dia pasti asisiten mrs. Park"batin Delia.
Dan benar,Brian memperkenalkan dia dengan pria yang Delia anggap tidak begitu asing dimatanya,tapi ia teeus mencoba mengingat-ingat.
"Hello tuan Brian,maaf makan malam waktu itu,saya tidak bisa hadir,,banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan"
Padahal saat itu,Ia sengaja tidak jadi hadir,dia pikir Brian akan datang sendirian menemui Mrs.Ae-Ri .
Tapi nyatanya Brian justru membawa Delia dalam acara makan malam itu,,membuat mrs. Ae-Ri merasa kesal.
"Reymon,,kenalin,dia istriku,,Delia,,"
"Salam kenal nyonya Delia,,apa anda masih mengingatku?"
"Em,,siapa ya?maaf saya sedikit lupa,"
"Jadi tuan Brian,sedari tadi saya memperhatikan istri anda,saya ingat-ingat ternyata istri anda ini adik kelasku waktu SMP"
Delia melongo dan mencoba mengingat sosok Reymon.
"Oh ya?wah,dunia ini sempit sekali ya tuan,,ternyata anda mengenali istri saya"
Ada sedikit rasa tidak nyaman dalam benak Brian saat mendengar pengakuan Reymon.
"Apa anda sudah ingat Nyonya?" Tanya Reymon terus menatap Delia.
"Maaf tuan,saya masih lupa,,karena mungkin saat itu masih SMP.."
"Oke,baiklah tidak masalah,,,mungkin banyak yang mengenal anda tapi tak banyak yang anda kenal"
"He,,mungkin" Delia tersenyum tipis,ia juga merasa tidak enak hati dengan suaminya.
"Oke,Mrs. Ae-Ri,,apa kabar?" Sapa Brian dengan bahasa inggris pada gadis Korea yang tengah memegang gelas.
"Iya ,aku baik,,acaramu sungguh luar biasa,,dan semoga dengan penyatuan perusahaanmu dan struktural tenaga kerja yang baru,akan membawa banyak keuntungan. Kita juga bisa membahas kerja sama dalam bidang lain agar hubungan kita tidak terputus"
Ia mencoba terlihat normal meski sebenarnya ada rasa iri melihat Delia yang terus menggandeng lengan Brian.
"Terimakasih untuk suport nya Mrs. Ae-Ri,,"
__ADS_1
"Sama-sama"
Setelah berbasa-basi cukup lama,Delia dan Brian pun meninggalkan Reymon dan Ae-Ri.