
Setelah 6 bulan akhirnya Delia menginjakan kakinya lagi di kampusnya.
"Bismillah,,,akhirnya aku bisa melanjutkan kuliyahku yang tinggal sebentar ini " Delia turun dari mobilnya dengan menarik nafas panjang dan menghempaskannya lembut.
"Nyonya,apa perlu kedua bodyguard itu masuk kedalam kampus?"tanya pak Jajang.
"Haduh...aku lupa pak..suruh mereka di luar saja,aku gak mau kaya tahanan..lagian aku juga cuma sembentar,,"
"Tapi...."
"Sudah,jangan terlalu khawatir,,aku bisa jaga diri."
"Baik nyonya,tapi kalau ada apa-apa hubungi saya ya nyonya"
"Oke siap pak Jajang..." Delia tersenyum kemudian meninggalkan pak Jajang di parkiran.
1jam kemudian Delia keluar dari kampus,langkahnya yang panjang tiba -tiba terhenti oleh laki-laki berbadan kekar yang asing baginya.
"Siapa kamu!!"
"Maaf nyonya,ada yang menunggu anda di cafe sebrang sana" ucap pria itu.
"Siapa?Suruh dia kemari!"
"Tidak nyonya,dia menyuruhku menjemput nyonya kesana!" Tiba-tiba pria itu menarik tangan Delia kasar.
"Lepaskan saya!!! Kamu tidak tau siapa saya!! Lepaskan aku bilang atau aku teriak!!"
Delia meronta melepaskan genggaman pria tersebut.
"Maaf nyonya,saya hanya menjalankan perintah"
"Oke!baik!!aku ikut denganmu!"
Ucap Delia ketus.
"Tunggu,aku akan menelpon supirku dulu,"pinta Delia.
"Tidak perlu nyonya,tuanku sudah menunggu,lagian jarak cafe ke kampus nyonya hanya 100meter saja.."
"Oke,baik,,"
Delia mengikuti langkah pria itu dari belakang
Tapi Delia tetap merasa was-was,tangannya ia masukan kedalam ponselnya,kemudian meraih benda pipih itu kemudian melakukan panggilan pada supirnya.
__ADS_1
Namun si pria itu menoleh ke arah Dekia dan menyuruh Delia berjalan didepannya.
"Sial,,!aku harus apa?siapa yang memintaku bertemu?aku harus menghadapinya untuk mendapatkan jawabannya."
Batin Delia
Pak Jajang yang merasakan getaran dari ponselnyapun mengangkat.
Namun dia tidak mendengar suara dibalik panggilan itu.
Sampailah Delia disebuah cafe yang sepi.
"Kok Sepi?"tanya Delia sanksi.
"Tuanku sengaja meminta untuk mengosongkan cafe."jawabnya.
Semakin masuk kedalam,suasana semakin hening,hanya ada beberapa bodyguard berbaris dibeberapa sudut.
Sampailah Delia pada sosok pria yang tidak lain adalah ayah mertuanya,Atmajaya.
Sontak tubuh Delia bergetar,namun dia berusaha bersikap tenang.
"Ada apa tuan panggil saya"
"Aku tidak punya banyak waktu tuan,aku harap anda mengerti" Deliapun memberanikan diri menatapnya.
"Hah!!sok sekali kamu sekarang ya,,aku tau kamu pasti sedang sibuk menggunakan 2M ku untuk kesenanganmu!!! Selamat atas kemenanganmu meracuni anakku!! Karnamu,Satu-satunya pewarisku pergi dariku memilih wanita bodoh seperti mu! PUAS kamu Hah!!!" Atmajaya menggebrak meja,membuat Delia terkejut.
"Maaf tuan,2 M itu bukanlah uang anda,itu adalah uang Ayahku yang anda rebut..anda tentu belum lupa,bagaimana anda membakar beberapa pabrik,gudang dan klinik milik kami,anda juga pasti tidak lupa bagaimana anda mengambil paksa Rumahsakit milik Ayahku,Bagaimana anda merebut perusahaan Ayahku yang mungkin sebenarnya tidak seberapa dibanding perusahaanmu sendiri..tapi ketamakanmu membuatmu menjadi rakus..sampah dijalanpun kamu tidak segan memungutnya.! Satu lagi,beberapa anak perusahaan milik ayahku yang sudah kau hancurkan bersama semua anak buahmu!! Agen bus milik ayahku?apa kamu ingat semua korban kecelakaan bus yang sengaja kau buat hingga memaksa ayahku untuk menanggung semua kerugiannya.!! Belum cukup semua itu!!! Itu semua karna apa!! Ketamakanmu!! Istrimu sendiri saja tidak sanggup menghadapimu!! Istrimu lebih memilih untuk mati!! Dari pada harus hidup denga pria sepertimu!!"
PRAAaaKkkk..PYAAaarrrr
Atmajaya menggulingkan meja yang ada dihadapannya.
"Jaga Mulutmu!!!!! "
Atmajaya menghampiri Delia kemudian menggapit mulutnya dengan tanganya.
"Apa kamu sudah membaca surat itu??katakan dimana surat-surat yang istriku titipkan pada Ibumu!!!! Katakan dimana!!!"
Delia menghempaskan tangan Atmajaya dengan kedua tanganya.
"Surat apa!?aku tidak mengerti!"
"Jangan bohong!!!! Katakan dimana surat itu dan serahkan semua padaku!!cepat!!"
__ADS_1
"Tidak Tahu!!!! Aku tidak Tahu!!! Surat yang kau maksud aku ataupun ayahku tidak mengetahui apapun!!!"
"Hah!!!! Sia-sia saja!!! Aku pastikan hidupmu tidak akan tenang selama surat itu belum ada ditanganku!!!"
"Bawa Dia!!!" Titah Atmajaya pada anak buahnya.
Kedua tangan Delia dijagal oleh anak buah Atmajaya,Delia meronta-ronta sekuat tenaga namun tenaganya tidak mampu mengimbangi kedua pria itu.
Tiba-tiba dari luar terdengar keributan seperti orang berkelahi,,rupanya kedua bodyguard dan supir Delia yang sedang melawan beberapa bodyguard Atmajaya,mereka menerobos masuk mengetahui bahwa majikannya dalam bahaya.
"Lepaskan dia!!!atau kalian akan menyesal!!!"teriak pak Jajang yang tak kalah hebatnya dengan para bodyguard itu.
Satu per satu penjaga tumbang ditangan mereka bertiga,,kini mereka tepat berhadapan dengan Atmajaya dan beberapa orang-orangnya dan ada satu orang yang menodongkan pistolnya kearah kepala Delia, dan tangan Delia terkunci dibelakang olehnya
"Tuan,lepaskan dia,dia tidak bersalah tuan,aku mohon!!tuan Brian pasti akan memarahi kami!!"
"Hahahaha...anakku yang bodoh itu sedang berlibur dipenjara karna wanita sialan ini!jadi kalian tenang saja!!!" Pekik Atmajaya.
"Nyonya adalah tanggung jawab kami!!lepaskan dia atau..." Salah satu bodyguard Delia bersuara.
"Atau apa!!!kalian hanya bertiga! Kalian sudah kami kepung,silahkan saja kalau kalian berani berkutik!!"
"Apa mau tuan!!"tanya Pak Jajang,dengan langkah kecil mencoba mendekati Delia.
"Mau ku???hahahahaha...Serahkan Surat yang istriku berikan dan kembalikan uang 2M ku!"
"Aku sudah bilang!! Aku tidak tau dimana ibuku menyimpannya!!! Sepenting itukah surat itu sampai kamu tega bermain dengan nyawa orang lain!!! "
"Aku,,aku adalah orang yang tidak suka jika apa yang sudah menjadi miliku direbut oleh orang lain!! aku tidak suka perjuanganku sia-sia!!! akan aku singkirkan semua benalu dalam hidupku!!"
"Dasar Laki-laki serakah!! Dunia tidak akan kau bawa sampai liang lahatmu tuan Atmajaya yang terhormat cuiiihjjjhh"
Nyali Delia masih belum menciut setelah ujung pistol berada tepat di kepalanya.
"Ohhhh....Yosep!kamu sudah mendidik anakmu dengan sangat baik rupanya,,,lihat ini Yosep nyawa anakmu sudah ada ditanganku tapi dia masih saja bercuit hahahaha...rupanya dia ingin menyusulmu!!"
teriak Atmajaya sembari menatap kelangit-langit.
"Heh!!kalian bertiga,,pulanglah dan suruh paman dan bibinya mencari apa yang aku mau!!! jangan harap Delia akan kembali jika surat itu tidak sampai padaku!!"
Hening
"Cepat tunggu apa lagi!!! kalian jangan khawatir,aku tidak akan membunuh gadis bodoh ini disini,tapi itupun jika tidak terpaksa...!!hahahah" Atmajaya tertawa terbahak-bahak melihat ketegangan yang terlihat dia mata keempat orang itu.
Pak Jajang dan kedua bodyguardnya saling bertatapan,,mereka mengisyaratkan sesuatu..
__ADS_1