
Delia sudah selesai memasak,dia merasa kesulitan membawa makanan kemeja makan. Satu tangan memengang mangkuk berisi capcay seafood,dan tangan yang satunya menggerakan roda kursinya.
"Aku sudah bilang kalau butuh apa-apa tinggal panggil saja aku,dasar keras kepala!" Tiba-tiba Brian sudah ada dibelakang Delia merebut mangkuk yang dibawa Delia.
Delia hanya diam menyadari dirinya memang membutuhkan bantuan namun ragu untuk meminta bantuan pada Brian.
Brian membawa mangkuk itu kemeja makan dan kembali kedapur untuk mengambil makanan yang lainya.
"Apakah melamun bisa membuat perutmu kenyang!cepat makan!!"
Brian membuyarkan lamunan Delia yang masih bingung dengan sikap Brian.
Delia mengambil kedua tongkatnya,dan berjalan mendekati Brian yang sudah duduk dimeja makan menunggunya.
Dengan pelan-pelan Delia duduk dihadapan Brian. Sesekali Delia melirik ke arah suaminya,melihatnya makan dengan lahap tanpa bersuara.
"Ada apa dengannya,aku tidak boleh terkecoh dengan kebaikannya,bisa saja ini salah satu rencana mereka,,aku tidak boleh lengah disini,karna disini hanya ada aku dan dia. Ya Allah,lindungilah aku dari semua rencana jahat mereka.." gumam Delia dalam hati sembari terus mengunyah makananya.
Brian mengakhiri makannya,ia mengambil airputih digelas dan mengelap mulutnya dengan tissu.
"Mulai besok,kamu harus memasak untukku setiap hari,siapkan bekal untuk makan siangku juga!"
"Iya"
Delia menjawabnya singkat.
"Minumlah obatmu dan istirahatlah"
Brian berdiri,membawa piring-piring kotor yang ada di hadapanya.
"Biar aku saja kak"
"Kalau kamu yang membawa mungkin tengah malam baru selesai!!"
Delia menuruti apa yang diperintahkan Brian,karna memang tidak mungkin baginya membawa piring-piring kotor itu sekaligus.
"Maaf aku masih saja merepotkanmu"
Jawab Delia pelan.
"Makannya cepat sembuh dan segera laksanakan tugasmu disini!! ingat perjanjian kita! Dan aku tau kamu pasti tidak mau berhutang banyak padaku kan!! Lihat ini,aku harus mencuci piring karnamu!!"
Brian kembali ketus pada Delia.
"Aku juga tidak menyuruhmu!letakan saja piring itu,aku akan mencucinya."
"Dasar bunglon,siapa juga yang nyuruh!!aku juga bisa sendiri kok!" Delia menggerutu sambil menghampiri Brian yang sedang mencuci piring.
"Awas minggir!!" Delia menggeser tubuh Brian.
"Mau apa kamu!"
"Mau tidur!! ya nyuci piring lah,daripada digerutuin kamu mulu! Aku juga bisa tau!aku juga gak nyuruh kamu melakukannya!!! Awas pergi saja sana kekamarmu!" Delia mengganti tongkat dengan duduk dikursi rodanya.
"Bagus!kerjakan sendiri kalau kamu bisa!!"
Brian mengelap tangannya dan pergi meninggalkan Delia didapur.
Meskipun dengan posisi duduk Delia tetap mencuci semua piring dan peralatan makan.
"Alhamdulillah...selesai juga,,aku sholat dulu agh.."
Delia mengambil air wudu dan pergi kekamarnya.
Selesai sholat Delia menelpon Fani sahabatnya.
"Hallo fan..."
__ADS_1
"Hei..Del...gimana,kamu udah balik dari Rumahsakit?"
"Udah tadi sore,eh,,gimana kabar kantor."
"Hem...kantor sepi gak ada kamu Del..noh,si Robi udah jarang nongkrong dikantin lagi buat sarapan. Oiya,besok acara syukuran kantor dateng kan?"
"Insya Allah aku dateng. Besok aku juga sudah mulai berangkat Fan, BT gue dirumah..mending kekantor,happy gak bikin keriput."
"Eh,ngomong-ngomong si monster itu dimana?kok tumben kamu bisa bebas nelpon,biasanya kalau udah dirumah kamu gak pernah nelpon aku!"
"Oh,bunglon,,sekarang kita sudah pindah rumah,jadi kita bisa pisah kamar,soalnya dirumah yang baru cuma ada kita berdua."
"Bunglon??kok bisa sekarang ganti nama..?"
"Habisnya dia kaya bunglon,dirumah Wijaya,kaya monster klo disini moodie an..kadang nyebelin,kadang ngeselin"
"Yah..itu mah sama aja..."
"Iya ya..sama..emang dilihat dari manapun emang keluarga wijaya tetap menyebalkan.."
"Hussss...berani loe..awas ada CCTV"
"Oiya!! Haduggghhhh....bisa ****** ni kalau ketauan..mana aku belum tau lagi dikamar ini ada CCTV nya ga ya...haduh..."
"Nah loooohhh...makanya dikandang macan tu jangan sok sok an.."
"Habisnya kamu mancing-mancing si..ghibah lu ah.."
"yeee...kok aku yang disalahin hihihi"
"oiya Fan,besok kan gajian ya, seperti biasa aku titip uang buat ayahku ya"
"oke,,"
"mereka gak tau kan Fan kalau kakiku sakit?"
"tenang aja,mereka gak ada yang tau,,minggi ini kamu udah nelpon mereka belum?"
"iya juga ya..."
"Fan,aku titip ayahku ya,kamu sering-seeing nenggokin ayahku,kalau ada apa-apa kabari aku.."
"tenang aja Del,aku bakalan ikut jagain ayahmu"
"makasih ya Fan..cuma kamu yang bisa ngertiin aku,,cuma ayahku satu-satunya sumber kekuatanku,aku sudah merelakan hidupku untuknya,aku gak mau pengorbananku sia-sia,aku akan berjuang untuk mengembalikan nama baik ayahku"
"iya Del,semoga kebenaran itu cepat terungkap..aku juga yakin kalau ayahmu tidak bersalah"
"iya Fan,,Fan,udah dulu ya,aku mau nyiapin minuman buat Brian"
"cieeeeee...sang istri membuatkan minuman untuk suaminya..."
"iiih..apaan si...udah ah Bye.."
"bye nyonya Brian Atmajaya..."
"ihhhh...."
tut tut tut
Delia langsung menutup telponnya.
Delia menarik nafas dalam dan menghempaskannya kasar.
Delia keluar kamar menuju dapur melalui lift.
Delia ingin membuat jus dan membuatkan infused water untuk Brian. Delia menyimpan minuman Brian dikulkas.
__ADS_1
Saat didapur Delia memandang ke arah Taman belakang yang bersebelahan dengan kolam renang.
Delia keluar dari dapur,memilih untuk duduk ditaman sembari menikmati segelas jus.
Delia menatap langit yang gelap,tanpa bintang.
"Bu,aku merindukanmu...kini aku dan ayah hidup terpisah bu,.Tapi ibu jangan khawatir,aku akan segera mengakhiri ini agar aku bisa menjaga ayah sesuai permintaan terakhir ibu."
Tanpa tersadar Delia menangis,,
"Lihat bu,,aku menangis..aku merindukan ayah bu,aku merindukan ibu,."
Dari jendela kamar,Brian melihat Delia yang sedang duduk sendirian ditaman.
Brian keluar kamar dan segera menemui Delia.
"Apa kamu tidak punya kerjaan selain melamun!!"
Delia terkejut dengan kedatangan Brian yang tiba-tiba duduk disampingnya.
"Subahanallah.."
"Kenapa!"tanya Brian
"A-a-aku hanya terkejut"
"Apa kamu gak punya kerjaan lain selain melamun" tanya Brian sekali lagi.
"Maaf aku tadi sedang membuatkanmu infused water,sembari menunggu dingin aku memutuskan untuk duduk disini sebentar,dari pada aku harus naik kekamar"
Delia menyeka sisa airmata yang masih menempel dipipinya. Brian yang angkuh sama sekali tidak mempedulikan Delia.
"Mana minumanku!bawa kemari!"
ketus Brian.
Delia berdiri berjalan ke dapur mengambil botol minuman dikulkas yang berisi Infused water.
"Nih"
"Bagus!" Brian tersenyum sinis menatap wajah datar Delia.
Delia berbalik ingin meninggalkan Brian,karna baginya sangat tidak nyaman berada disamping Brian.
"Mau kemana?"
"Kekamar,aku belum sholat isya" jawab Delia tanpa menoleh kebelakang ke arah Brian.
"Tunggu sampai aku selesai menikmati minuman ini"
"Tap,,"
"Kamu ingat perjanjian kita poin 2 kan? aku ingatkan lagi,kamu harus menuruti apapun perkataanku!!apa kamu lupa?"
Delia berbalik dan menghampiri Brian dengan lemas.
"Hufh,."
"Kenapa? gak ikhlas!?"
Delia hanya menggelengkan kepalanya,dia malas melayani ocehan ketus dari Brian,dia memilih untuk diam.
Selama 20 menit berlangsung,mereka saling diam. Brian tetap cuek menikmati minumanya tanpa mempedulikan Delia.
"Membosankan sekali berada disampingnya!"batin Delia.
"Masuk,udara sudah mulai dingin" ajak Brian kepada Delia.
__ADS_1
Deliapun masuk kedalam rumah,langsung menaiki lift dan masuk kekamarnya.
Sedangkan Brian mengecek mengunci semua pintu dan jendela dirumahnya.