
"Halaghhh,,,kalian tu ya,,,suami istri tapi kaya tom and jerry... Oiya,Del,,ini tadi Oma sengaja menyuruh bi Ijah menyiapkan ramuan jamu untumu,minumlah selagi hangat." Oma memberikan secangkir ramuan pada Delia.
"Apaan ini Oma??Omaaa...Delia engga suka jamu,,"rengeknya.
Sementara Brian tersenyum senang melihat ekspresi istrinya.
"Mas,,tolongin dong..."
"Kok tolongin,,itu kan ramuan khusus wanita,,kalau buatku nanti malam,,oma pasti udah siapkan,,iya kan Oma.." Brian menaikan satu alisnya dan tersenyum.
"Ya,,tentu,,,untuk cucuku Brian,Oma sudah siapkan...Oma pastikan,pulang dari sini kalian harus bawa hasil.."
"Ya Allah,,,ini Oma sama cucu sama aja...ampun deh...mati aku suruh minum ginian.."batin Delia.
"Ayo sayang,,minum lah..."Brian mencoba ikut membujuk istrinya.
Delia memejamkan matanya,menutup hidungnya dengan tangan kiri.
"Ini bener-bener harus ni??serius??kalian tega ya sama aku" gerutu Delia.
Sementara Oma dan Brian tersenyum geli melihat polah Delia.
"Jangan merem sayang,,liat wajahku saja,pasti ramuannya jadi manis"
"What??kok kamu sekarang gitu si mas,,kesambet apa?"
"Udah diminum sayang,,buruan.."
Delia akhirnya terpaksa meminum setengah ramuan itu. Dan langsung lari kedapur untuk mengambil sesuatu yang manis.
Oma dan Brian menyusul Delia,dan mereka memeluk Delia.
"Bagus,,,,"
Ucap Oma dan Brian bersamaan.
"Ya sudah,kalian bersih-bersih,,lalu sarapan,bi Ani dan bi Ijah udah siapkan semua. Kita makan bersama-sama oke.."
"Baik Oma" jawab Delia.
Brian dan Deliapun masuk kedalam kamar untuk bersih-bersih.
Saat sarapan bersama,Delia dan Brian menceritakan pertemuannya dengan Seruni,gadis kecil yang istimewa dan lucu.
Oma pun menjadi penasaran dengan anak tersebut.
***
Villa Seruni
"Bund,,,harusnya bunda tadi jangan bersikap seperti itu dengan mereka,,"
"Emang ada yang salah dengan sikap bunda yah?"
"Ya gimana ya,,bunda terkesan jelas tidak menyukai pertemuan itu. Kasihan Runi,dia juga ingin bermain dengan mereka. Bunda kan tahu,Runi sangat butuh kasih sayang dari orang sekitarnya,,agar dia tidak merasa berbeda. Teman sebayanya belum paham tentang itu,jadi tak banyak teman yang mau main dengannya."
Bu Titi terdiam.
"Tapi yah,,ayah pasti tahu alasan bunda seperti ini"
"Iya,ayah tahu,.Ya sudah,ayah ajak Runi main lagi ya bund..Bunda lanjutkan masaknya."
"Iya yah.."
Bu Titi,melanjutkan memasak sambil memikirkan sesuatu.
Sementara itu,saat bermain,Seruni juga seperti tengah memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Seruni sayang,,kok mainnya ga semangat gitu,,seruni bosan ya??"
"Yah,,seruni kangen sama kakak Princes dan kakak Ian..kenapa si Ibu engga mau main ?"
"Bukan enggak mau main sayang,,ibukan belum masak,,,Seruni kan belum mandi dan sarapan.."
"Tapi kan runi udah mimi susu sama roti. Runi kan bisa mandi di Villa kakak Delia."
"Kalau Runi mandi sana,pakai bajunya siapa?kakak Delia kan engga punya baju kecil sayang,,,"
"Iya ya yah,,Nanti habis makan kita kesana ya Yah,Runi mau kasih liat boneka baru ini"ucap Runi seraya memberikan boneka miliknya.
"Iya sayang..."Ayah langsung memeluk Runi.
***
Sementara itu sambil menunggu Delia mandi,Brian memikirkan sesuatu sambil bersandar pada tempat tidurnya.
"Mereka ini siapa ya?apa mungkin Villa itu disewa tanpa sepengetahuanku?"
Ditengah lamunannya,Delia yang sudah selesai mandi langsung menghampiri suaminya.
"Mas,apa yang kamu pikirkan?"
"Em,,sayang,,aku kepikiran keluarga bu Titi."
"Kepikiran apa mas?"
"Mereka bilang mereka tinggal di Villa kan?"
"Iya,,trus?"
"Tidak mungkin kan jika mereka jalan-jalan pagi jauh di Vila,jadi apa mungkin Villa yang mereka tinggali itu milik ibuku?"
"Mungkin,bisa jadi si mas,,soalnya mereka kan bawa Runi,jadi mana mungkin berjalan terlalu jauh,,memangnya disini ada berapa Villa mas?"
"Di daerah sini cuma ada dua Villa yang dekat dengan perkebunan. Yaitu Villa ini dan Villa ibu,,dulu Ibu membelinya,tapi aku tidak tahu apakah oleh ibu disewakan atau tidak,karena pengurus Vila itu tidak pernah melaporkan apapun denganku."
"Ibuku tidak mungkin menjualnya. Karena Villa itu sengaja ibu beli untuk kita,,dan dalam surat kepemilikan pun sudah atas namaku,surat kepemilikannya pun masih ada ditanganku.Sedangkan Villa yang kita tinggali sekarang ini murni milik ayah,jadi ibu tidak mau mengotak atik.
Sekarang aku paham,kenapa semua aset beratas namaku,itu karena ibu takut Yesi menguasai segalanya."
"Bener juga si,,ibumu memang sudah mempersiapkan segalanya,dan mengamankannya."
"Iya"
"Lalu,apa mungkin bu Titi menyewa tanpa sepengetahuan mu mas?"
"Mungkin,coba nanti aku tanyakan mang Pei."
"Siapa mang Pei?"
"Dia penjaga Villa itu"
"Oh..."
Pukul 14.00 Brian dan Delia menaiki mobil jeep menuju Villa Lidia.
Sesampainya di Villa,Brian disambut oleh mang Pei,yang berjaga di post depan.
"Selamat siang tuan,,"
"Siang,,aku mau bicara denganmu sebentar i?"
ucap Brian serius.
Mang Peipun sedikit ketakutan melihat aorot mata Brian.
__ADS_1
Akhirnya Brian turun.
"Sayang,tunggu dimobil dulu ya..sebentar"
"Iya mas,,"jawab Delia.
Brianpun merangkul pundak mang Pei dan masuk ke dalam post penjaga.
"Mang,to the poin saja,didalam ada siapa?apa kamu menyewakan Villa tanpa ijin dariku?"Brian menatap mang Pei tajam,membuatnya ketakutan.
"Mmmaaf tuan,anu em,,ibu,,iiibu dulu pernah menelpon sssaya,memberi ijin,untuk disewa oleh belio,sejak saat itu hanya mereka yang datang tuan sampai sekarang,,dan ssaya,ssaya benar-benar tidak mengambil uang sepeserpun untuk biaya sewanya tuan,," ucap mang Pei.
"Oh ya??lalu siapa dan ada hubungan apa mereka dengan ibuku?"
"Kalau untuk hubungan saya tidak tahu tuan,,saya tidak pernah bertanya apapun pada mereka yang menyewa tempat ini."
"Oke,akan aku tanyakan sendiri!"
"Tapi tuan,,,"
"Tapi apa??"
"Mereka tidak mau menerima tamu siapapun saat disini"
"Oh ya??itu kan tamu! Saya bukan tamu! Saya pemilik Vila ini!!"
"Iya tuan"jawab mang Pei tertunduk.
Brian kembali masuk kedalam mobil kemudian memarkirkan mobilnya disamping teras Villa.
Delia dan Brian bersama-sama menuju pintu utama.
Ting tong ting tong
Seperti dugaan Brian,yang membuka pintu adalah bu Tati.
"Assalamu'allikum bu Tati..."ucap Delia memberi salam.
"Wa'allikumsalam non,,eh nak Delia.."
"Mmma mari masuk" ajaknya.
Merekapun masuk dan duduk di ruang tamu.
"Kkalian tahu kami disini?"tanya bu Tati.
"Iya! Kami tahu karena hanya Villa ayahku dan Villa ini yang dekat dengan perkebunan tempat kita bertemu." Brian mulai menunjukan rasa tidak sukanya ,karena ada orang lain yang menempati Villanya tanpa ijin.
Delia mencolek suaminya,agar tidak bersikap kasar.
"Maaf bu,jika kami tidak mengabari kedatangan kami,,kami kemari hanya mengira-ira saja,,Oiya,Seruninya dimana bu? Ini saya bawakan puding untuk Seruni.."
"Eh,,ada tuan Brian dan nyonya Delia..sudah lama?"sapa ayah Seruni seraya menyalami kedua tamunya.
"Kami baru saja sampai pak..maaf kedatangan kami tidak memberi kabar terlebih dulu."jawab Brian.
"Tidak mengapa tuan,,kami justru sangat mengharap kedatangan kalian,,"
"bu bu,,bikinkan mereka minuman,,,"lanjut ayah Seruni menyuruh istrinya yang sedari tadi memasang raut wajah masam.
Bu Titi akhirnya menuruti suaminya,iapun masuk kedapur.
"Maafkan sikap istri saya ya tuan,,"
"Tidak apa-apa pak,,mungkin kami menganggu liburan bapak beserta keluarga,,kami kemari memang ingin sekali menemui Seruni.."
Ucap Delia santun.
__ADS_1
"Dan menanyakan perihal Villa ini!"sahut Brian to the poin.
Ayah Seruni hanya tersenyum.