
"Sekarang kamu tidur! Dan nanti pagi-pagi kamu harus ceritakan semua! Kamu engga boleh keluar kamar sampai kecemasanku hilang!!"
Hardik Delia.
"Iya iyaa,,,"
"Apa kamu mau aku temani makan sayang?"
"Engga usah! Aku bisa makan sendiri,kamu tidur aja!" Titahnya ketus sambil berjalan keluar kamar.
***
Pagi harinya selesai sholat subuh Brian duduk sila diatas kasur menghadap ke istrinya yang sedang menyusui Al.
Ia mulai menceritakan dari awal ia kekantor polisi,dan penyebabnya. Kemudian Brian juga menjelaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kematian Reymon.
"Kamu yakin mas?kamu tidak sedang membohongiku? Benar kata Soni kalau kamu lebih bar bar dari Hans,akupun tidak setuju kalau kamu menuduh Hans!"
"Ck,,apa kamu beneran cinta mati sama Hans hah?sampai belain segitunya,malah engga percaya sama suami sendiri"
Brian nampak kesal dengan ucapan Delia.
"Ya engga mas,aku cuma sependapat aja sama Soni kalau Hans tidak mungkin seperti itu"
"Apa kita akan berdebat tentang Hans?"
Tanya Brian.
"Engga lah,,ayo lanjutkan ceritanya"
Titah Delia.
Brian pun melanjutkan ceritanya termasuk memberi tahu alasan kenapa dia pulang malam.
"Oh,,jadi githu,,,oke,aku maafkan,,aku tidak lagi mencemaskan apapun karena aku mempercayaimu mas"
Delia tersenyum lega.
Brianpun mengusap lembut kepalanya lalu mengecup kening Delia dan mencium pipi Al yang sedang asyik meminum ASI.
"Hmmmm,,"
"Kenapa Ham hem ham hem.."tanya Delia.
"Kapan mereka besar ya?"
"Ya elah mas,baru 2 minggu suruh langsung besar,emang kenapa?"
"ASInya buat gantian hahahah"
BUuuuughh
Delia langsung memukul suaminya dengan guling.
"Otak Mesum!!"
"Yeee biarin..."
__ADS_1
"Mandi sana! Biar engga ngeres tu kepala"
"Haa...(menguap) males mandi kalau engga keramas" Brian menyandarkan kepalanya dipundak Delia manja.
"Mas!!" Delia mengangkat bahunya dan membulatkan netranya.
"Iya yaaa....istriku sekarang tega banget,aku kaya anak tiri" Brian berjalan kekamar mandi dengan malas.
Delia tersenyum melihat kelakuan suaminya yang semakin manja.
Memang benar,semenjak Delia koma Brian merasa ketakutan,kalau saja saat itu dia sedang tidak sakit,mungkin dia akan terus menunggu istrinya di ruang ICU.
Melihat Delia koma selama 2 hari,Brian seperti kehilangan separuh hidupnya dan akal sehatnya. Itu sebabnya dia selalu uring-uringan berujar ingin membunuh Reymon dan simpanan ayahnya yaitu Yesi.
Dokterpun sampai menyuntikan obat agar Brian tenang dan bisa beristirahat,melihat luka sayatan diperutnya saat itu masih basah.
Deliapun sebenarnya memaklumi perubahan sikap suaminya itu.Dirinya sendiripun merasakan hal yang sama,dia sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup,berkumpul dengan keluarganya.
***
"Nak,,bagaimana tidurmu semalam?"tanya Oma seraya menikmati bubur yang dibuatkan oleh bi Ijah.
"Lumayan enak Oma,bi Ani dan mas Brian cukup membantu"
"Hah,,bocah ini bisa membantumu?Oma tidak yakin" ejek Oma.
"Oma,,oma jangan meremehkan Brian dong,,Brian ini udah mahir,selama dua minggu dirumah sakit Ian kan juga belajar sama suster Oma"
"Oh ya???Bagus lah kalau gitu,punya anak kembar pokoknya harus extra Ian,kamu jangan menambah beban Delia,bantu dia mengurus kedua anak kalian,,Awas kalau kamu berani mengusili istrimu"
"Ian engga pernah usil Oma,Ian adalah ayah yang baik,Ian akan tunjukan itu."
Khuk khuk khuk..
Delia dan Brian batuk bersamaan lalu saling menatap satu sama lain,
"O o oma,,Delia mau lihat Al sama El dulu ya.." wajah Delia memerah,ia segera minum air putih dan kabur kekamarnya.
"Ck,,sial kamu kabur" batin Brian.
"Hayo!!" Hentak Oma.
"Heee...(garuk-garuk kepala) Hmmm...sepertinya aku harus mendesain kamar ku agar kedap suara ya,,panggil tukang aahhh..." Brianpun ingin meninggalkan meja makan namun telinganya sudah dijewer oleh Oma.
"Mau kemana!"
"Omaaaa..."
"Hei anak badung,,kamu tu sekarang sudah jadi ayah,,awas ya kalau kamu engga mau mengalah sebentar demi anak-anak kalian,,tunggu 100 hari baru kamu boleh bercocok tanam lagi! Kasihan Delia,,kalau kamu engga nurut,kamu tidur di kamar tamu"
"Haaaa...100 hari?? Rumusan dari mana Oma??"
"Rumusan dari Oma! Titik..."
Brian menghela nafas panjang,sepertinya hati-hari berikutnya akan merasa sesak baginya.
"Habiskan makananmu,Oma mau jalan-jalan ke taman,,Ayo bi Ijah"
__ADS_1
"Baik nyonya" jawab Bi Ijah.
***
"Ayah baru kucel amat??pusing ya??hahaha"
Ejek Soni saat masuk ke ruangan Brian sembari menyerahkan File.
"Diem lu! Ini kantor,jaga sikapmu kalau mau selamat!"
"Sadiiiizzzzz,,,Bro,terus terang semalem aku engga bisa tidur,gila,,bayangin berjam-jam ditanya polisi rasanya ruwet ni kepala. Jujur aja aku takut kalau diantara kita memang sedang difitnah dan gue ga mau masuk penjara! Cepat katakan apa rencanamu bro?"
"Hmmm,,kamu tenang saja,siang nanti kita akan mendapat titik terang,,"
"Apa yang membuatmu begitu yakin?"
"Santai bro,,jangan terlalu serius,,Kerja kejr kerja...(Brian berjalan memutari meja,mencari beberapa berkas dan menyerahkan pada Soni)
"Hari ini kita bagi tugas,aku dan Safa bertemu Klien,dan kamu pimpin rapat antar cabang,ada proyek baru di perusahaan Garmen,kamu urus dengan Tania."titah nya.
"Baik"
***
"Hai sayang,,kenapa wajahmu kusam seperti itu,apa tidurmu tidak nyenyak"
Tanya nyonya Yesi pada anak semata wayangnya yang tengah menjenguknya di Lapas.
"Bagaimana aku bisa tidur mah,,aku kemarin mendapat panggilan dari polisi"
"Apa??kenapa?kok bisa?"
"Mama pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu?"
"Apa maksudmu nak?mama benar-benar tidak tahu!"
"Reymon,"
"Ana apa dengan Reymon?"
"Benar mama tidak tahu?Mamh,mama jangan pernah membohongiku lagi ma!?Aku mohon!"
"Tenang lah sedikit nak,ayo ceritakan apa yang terjadi"
"Reymon meninggal karena teelambat mendapat transfusi darah,dia kekurangan banyak darah.
Semula ada yang berniat mendonorkan darah namun secara tiba-tiba orang tersebut berubah pikiran,,mereka menuduh ku ikut terlibat dengan alasan ingin melindungi otak dari kejahatan Reymon yaitu mama."
"Apa polisi yang mengatakan itu?apa dia sudah tahu kalau mama yang mendukung rencanan Reymon.."bisik Nyonya Yesi cemas.
"Tidak,bukan ma,,bukan polisi,,ini hanya opiniku saja,kalau ini semua ada sangkut pautnya dengan mama?apa benar apa yang aku katakan ma?"
"Apa semenjak mama disini mama pernah berbohong?"
"Baiklah,kalau belum juga ada titik temu,maka aku sendiri yang akan mengakuinya,,aku lelah dengan semua drama ini mah,aku harus mengakhiri semua!"
Hans beranjak dari tempatnya,ia tidak mempedulikan panggilan dari ibunya yang nampak sangat cemas.
__ADS_1
"Tidak,,tidak bisa,,,anakku tidak boleh mengakui apa yang tidak pernah dia lakukan,anakku tidak boleh selemah itu! Ahhhhh!!! Kenapa akhir-akhir ini semua semakain kacau!!" Gusar nyonya Yesi.