Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 76


__ADS_3

"Cepat katakan,Siapa dia sebenarnya" Brian melipat kedua tangannya didepan dada,menatap keluar jendela.


pada Soni.


"Dia berasal dari Bali,dia adalah anak dari pengusaha disana,tapi aku belum tahu pasti siapa kedua orang tuanya,karna selama ini dia selalu tertutup perihal kehidupannya dan keluarganya.


Dia memilih meneruskan pendidikannya disini dan tinggal disebuah apartemen.


Dia memang sudah lama tertarik pada Delia,makanya saat Delia cuti kuliah dan tinggal di Bali,dia menyusulnya hanya karna merindukan Delia.


Dia memang belum mengetahui perihal pernikahan kalian,hanya kedua sahabatnya saja yang tahu.


Delia sendiri yang dulu tidak ingin banyak orang yang tahu tentang pernikahan kalian,karna saat itu kamu tahu sendirikan,pernikahan kalian tidak berdasarkan cinta. "


"Oke,,terus em,,apa Delia dan dia memang pernah menjalin hubungan lebih?"


"Saat dikampus mereka bertiga memang sangat akrab,meskipun dia mencintai Delia,tapi dia belum pernah menyatakan cintanya."


"Kamu bilang,dia tinggal diBali dan anak dari pengusaha disana,,?"


"Iya"


"Apa nama perusahaannya?"


"Nah itu dia masalahnya,tidak ada yang tahu perusahaan apa,karna dia benar-benar tertutup dan tidak terlalu aktif di medsos,"


"Heh,pantas saja! Dia kuper! Gak pernah baca berita tentang pernikahanku."


"Ian,maaf ni,,kalau boleh tau,kenapa si kamu niat banget cari info tentang dia ?"tanya Soni dengan mengerutkan kedua alisnya.


"Dia sepertinya bersikeras ingin merebut Delia,sebelum dia berani macam-macam denganku,aku harus tahu asal usulnya,jadi saat dia bertungkah,aku akan hancurkan hidupnya!!" rahang Brian mengeras,mengingat kejadian di parkiran saat Hans berani menantangnya.


"Oke,aku bakalan cari asal usulnya lebih detail lagi."


"Bagus!! Oiya,tolong kamu selidiki aliran dana yang masuk ke beberapa perusahaan yang sudah aku kirim ke emailmu,,karna dana itu diluar lingkup perusahaan kita."


"Oke,,siap..."


"Oiya,suruh Safa kemari"


"Baik "


Soni meninggalkan ruangan Brian dan melaksanakan perintah Brian.


Sebagai sahabat sekaligus asisiten Brian,Soni sangat bisa diandalkan.


Dia adalah sahabat terbaik Brian sejak duduk dibangku SMP.


Dia berasal dari keluarga sederhana.


Meskipun perekonomian mereka berbeda jauh,tapi sejak dulu Brian tetep baik padanya,sering membantunya,terus membelanya saat dia terkena masalah saat disekolah. Brian adalah tipe laki-laki yang kaku,cuek dan keras kepala,sedangkan Soni adalah penyeimbangnya,karakter mereka berbeda.


Saat kuliah,Soni dan Brian digilai banyak wanita.Soni lebih memilih untuk menjajaki beberapa wanita,sedangkan Brian tidak,hanya Tania teman wanitanya,tapi itupun Brian tidak pernah menganggapnya special.

__ADS_1


Terkadang Soni merasa aneh padanya,karna dia terlalu angkuh dengan wanita.


Soni memanggil Safa dan menyuruhnya masuk keruangan Brian.


"Safa,majukan jadwal rapat hari ini!"titah Brian


"Baik tuan".jawab Safa.


***


18.00


"Mas,,dah jam segini kok belum pulang si...gak lembur kan??" Delia berkali-kali menelpon Brian,dia takut tidak bisa menghandiri pertunangan Feli,karna baginya ini salah satu moment penting.


Sahabatnya yang bertahun-tahun memendam rasa pada sepupunya,akhirnya tunangan juga.


"Iya bawel!! Ini aku udah digarasi mobil!"


"Serius mas??oke,,cepetan ya masuk kamar"Delia merasa kegirangan mendengar suaminya menepati janji untuk pulang lebih awal.


"Hem,dari pada ponselku diteror kamu terus"


Ucap Brian dingin.


"Ih,jahatnya kamu mas..gak suka ya ditelpon aku"


"Siapa juga yang suka diponselku ada 38 panggilan tidak terjawab..kamu kira aku lagi apa!!"ketusnya.


"Maaffff...lagian aku happy banget tau mas.."


"Iya iya..matiiiiinnn"


Delia tersenyum gemas,membayangkan wajah kesal suaminya akibat ulahnya.


Tak menunggu lama Brian masuk kedalam kamar,tapi dia tidak mendapati Delia.


Dia kembali menghubungi Delia.


"Kamu dimana?"


"Aku dikamar sebelah mas,,lagi dirias sama orang salon,bentar lagi selesai mas. Kamu mandi,sholat and siap-siap aja mas..bajunya udah aku siapin diatas tempat tidur"jawab Delia ,yang saat ini sedang pasrah karna hairstylist nya tengah sibuk menata rambutnya.


"Hem,oke"jawab Brian singkat,kemudian langsung menutup ponselnya.


"Dasar cewe!udah ngeburu-buru dianya sendiri masih sibuk!!"gerutu Brian sambil memijit pelipis matanya,dan menggelengkan kepalanya.


30 menit kemudian Delia masuk kekamarnya,dan Brian dibuat takjub dengan kecantikan istrinya. Dia menatapnya dengan penuh makna.


"Mas,,mas,," tegur Delia.


"Hem..iya..kkkamu,,kamu udah siap?" Brian salah tingkah saat Delia menyadarkan ketakjubannya.


"Kok kamu melongo mas..heee..aku cantik ya.."

__ADS_1


Delia menunjukan gigi putihnya yang berbaris rapi.


"Hah?engga..biasa aja.!"


"Agh! Ga asik!" Delia memanyunkan bibirnya.


"Udah yukz,kita langsung kerumah Feli saja.." Brian memberikan lengannya,untuk digandeng oleh Delia.


"Oke mas..."


***


Sesampainya di acara oeetunangan Feli dengan Bimo,ada beberaoa pasang bola mata yang takjup dengan keserasian Delia dengan Brian.


Begitu juga dengan Roby yang juga menghadirinya.


"Kak Brian..Ya Allah,,beruntungnya dia.."batinnya.


Seketika lamunannya kacau karna tiba-tiba Brian dan Delia menghampirinya.


"Loe disini Rob?"


"Loe liatnya?" ucap Roby dengan ketus,sambil meraih gelas yang dibawa oleh waiters.


"Hehe,,santai bro..oiya,gue kira loe yang mau tunangan ma Feli,gak taunya Bimo." bisik Brian sambil merangkul pundak sepupunya.


"Ssssrt...kak Brian!awas kalau kakak berani ngomong gitu lagi bini loe gue culik" Roby berbalik berbisik.


"Coba aja kalau loe udah bosen hidup hahahaha..."Brian tersenyum geli melihat wajah Roby yang mulai kesal dengan ulahnya.


"Udah dong mas,kasihan Kak Roby Mas..."bela Delia.


Brian diam-diam mengetahui ,kalau sebenarnya sepupunya itu mulai mempunyai perasaan pada Feli,namun dia belum yakin dengan perasaanya.


Karna dia takut kalau ini hanya perasaan sesaat dari pelariannya.


Itu alasannya kenapa Roby memilih untuk menjauh dari Feli,dan menyibukan diri dengan pekerjaan.


Tapi sayang,belum sempat meyakinkan perasaanya,si gadis sudah diambil orang.


"Oiya,Mas,,aku cari Feli dulu ya "pinta Delia dengan melepaskan tangannya dari Brian.


"Oke,segera kembali" Brian mengultimatum istrinya saat di mobil tadi,agar Delia tidak pergi jauh darinya selama acara.


Brian tidak ingin ada pria mata kranjang yang mengambil kesempatan saat Delia berjalan sendirian.


Dan Benar,baru beberapa langkah Delia pergi menjauh dari Brian,dia sudah menjadi sorotan,ada beberapa pria dengan mata liarnya tersenyum melihat istrinya berjalan.


Brian terus mencecar pria itu dengan tatapan tajam,membuat si pria yang tak jauh darinya menjadi salah tingkah dan takut.


"Gila loe kak! istri diliatin aja udah seserem itu,apa lagi kalau dicolek" kini gantian Roby yang ingin menggoda Kakak sepupunya itu.


"Ck,diem loe! kalau bukan di acara seperti ini udah gue hajar tu orang!"ucap Brian geram.

__ADS_1


"Hahahahaha..sabar sabar.."Roby menepuk-nepuk pundak Brian.



__ADS_2