Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 64


__ADS_3

"Ayo kita kembali dengan pencarian kita."ajak Brian.


"Disini kita tidak akan menemukan apapun mas,karna semua barang berharga ibu sudah tidak disini,mungkin saja kotak itu tidak pernah ada,itu hanya alibi ayahmu,yang sebenarnya Ayahmu memang murni membenci keberhasilan ayahku!"


Delia hampir putus asa,ia lelah memikirkannya.


"Tidak,aku dulu pernah mendengarnya sendiri bahwa Widodo menyebutkan tentang kotak itu" Brian terus berusaha mencari-cari keberadaan kotak itu di kamar nyonya Alya.


"Mas,,sini.." Delia melambaikan tangannya,meminta Brian untuk mendekat kearahnya.


Tiba-tiba Delia teringat akan masa lalunya,saat ia bermain petak umpet.


"Aku ingat sesuatu mas.."


"Apa?"


"Aku dulu pernah bermain petak umpet,dan bersembunyi di almari ini. Yah..disini..benar disini..aku masuk kedalam almari dan menemukan pintu lain didalam almari ini"


"Coba kita buka almarinya"


Karna sudah lama tidak digunakan Delia dan Brian bersusah payah membukanya.


"Aduhh..kok kuncinya susah mbuka sih.." Delia berusaha memutar kunci almari.


"Sini! Ngomel aja kenceng,buka gini aja gak bisa!" Ketus Brian dengan terkekeh melihat Delia tidak suka dengan ejekan suaminya.


"Paaan si!!" Delia menabok lengan Brian.


"Ambil lotion atau olive oil di tasmu!"titah Brian.


"Ih,,kok kamu tau isi tasku si..kamu" Delia memicingkan matanya.


"Kita kan tinggal sekamar,otomatis aku tahu tadi apa aja yang kamu kemas. Udah gih,mana?"


"Hee..iya ya...nih"

__ADS_1


Delia meraba isi tasnya dan mengeluarkan apa yang diminta Brian.


Pintu almari pun terbuka.


"Kosong Del"


"Ya emang kosong,kan bajunya udah dibawa semua dulu" ucap Delia datar.


"So..maksudmu?kamu gak lagi becanda kan?"


"Ck..ngapain bercanda ma orang kaya kamu mas..ayo masuk"


Ajak Delia membuat Brian heran,ia mengerutkan alismatanya.


"What?masuk?kamu..."


Delia langsung mendorong tubuh Brian masuk kedalam almari yang berukuran besar,kurang lebih dengan tinggi 3meter,lebar 2 meter dan panjang 3 meter.


"Ya Tuhan...permainan apa ini Del ..." Delia ikut masuk kedalamnya dan mendesak tubuh Brian.


"Tapi kita kesini bukan untuk bermain petak umpet" Brian menabok pelan jidat Delia yang tadi terbentur.


"Ih,awas,,katanya cinta tapi kok jahat kamu mas!sebel deh!"


"Ya makanya buruan,aku gak suka ditemoat sempit seperti ini,,masuk kedalam almari segala gak lucu!"


"Bisa enggak mas kamu jangan ngomel kaya emak emak! "


Delia menutup pintu almari dari dalam.


"Kenapa ditutup? Apa kamu mau kita mesum disini?heheheh"


"Ngaco!!!awas kamu berdirilah di pojok."


Brian tersenyum mengikuti keinginan istrinya yang membingungkan. Betapa terkejutnya,ketika ia membuka bagian bawah almari.

__ADS_1


"Tangga??" Brian melihat ada tangga menurun menuju ruang bawah tanah.


"Ayo mas.." dengan berani Delia menuruni tangga yang menghubungkan ruang bawah tanah.


Brian takjub dengan ruangan bawah tanah yang berukuran 3x3meter.


Delia menyalakan lampu ruang tersebut.


"Aku menemukan ini saat tidak sengaja sedang bermain petak umpet bersama para asisiten rumahtanggaku."


Rak buku masih tertata rapi.


"Dulu ruangan ini digunakan ayah ibu untuk menyimpan benda berharga dan surat-surat berharga."jelas Delia sambil membuka setiap laci yang ada di ruang tersebut.


Brian melihat sebuah foto keluarga.


"Mereka siapa?"


"Mereka opa dan omaku,ayah ibuku,aku"


"Ohh.."


Ketika mereka sedang sibuk mencari kotak yang dia maksud,tiba-tiba Brian melihat selembar foto dua remaja pria yang tampan dan gagah,salah satu diantaranya mirip dengan ayahnya.


Delia menghampiri Brian yang masih menatap foto tersebut.


"mereka ayahku dan ayahmu,mungkin kamu gak pernah tahu,,dulu mereka adalah teman akrab dari SMA,hubungan mereka mulai rengang karna cinta segitiga diantara saat Ayahku,nyonya Lidia dan ayahmu.


Dulu nyonya Lidia memilih ayahku. Mulai saat itu hubungan Ayahku dan ayahmu rentan,,bagai daun kering yang mudah terbakar. Tapi,saat lulus kuliah,tiba-tiba nyonya Lidia memutuskan hubungan dengan ayahku,dan memilih menikah dengan ayahmu. Sejak saat itu ayahku berusaha keras untuk menjadi pesaing perusahaan Golden big.


Sampai Ayahku bertunangan dengan ibuku,ayahmu dan ayahku mulai bertegur sapa lagi meski tidak sehangat dulu saat masih SMA."


"Pantas saja ..dari mana kamu tahu semua itu?apa ayahmu yang bercerita?"


"aku tahu dari bibi,,ayahku sama sekali tidak pernah menceritakan masa lalunya,dia hanya sibuk bekerja bekerja dan bekerja.."

__ADS_1


__ADS_2