Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 199


__ADS_3

***


Siang Tadi di Kantor Polisi.


Polisi memberikan beberapa pertanyaan pada Brian,Soni dan Hans di ruangan yang berbeda.


Saat polisi hendak menutup kasus ada penyidik yang menemukan keganjilan dalam kematian Reymon. Sebelumnya ada beberapa orang yang hendak mendonorkan darah,tiba-tiba saja mereka membatalkan niatnya dengan alasan yang berbeda.


Dari rekaman CCTV di rumah sakit,para pendonor yang semula mendaftar menjumpai seseorang dan selang berapa lama mereka kembali ke ruang pendaftaran dan mengagalkan nya lalu pergi.


Polisi masih mencari orang yang sama yang menemui para calon pendonor.


Polisi hanya memastikan apakah kegagalan donor itu sengaja direncanakan dan ada kaitannya dengan Brian,Soni atau Hans? Karena disini orang yang jelas-jelas menginginkan kematian Reymon adalah mereka.


Cukup lama mereka bertiga di berondong pertanyaan,sampai akhirnya satu persatu dari mereka keluar,dan diperboleh kan pulang.


"Kalian ikut aku kekantor!" Ajak Brian pada Hans dan Soni.


"Baik" jawab keduanya bersamaan.


***


Brian mengeluarkan tiga kaleng soft drink dari kulkas dan memberikan pada Hans dan Soni.


"Ian,apa ini perbuatanmu?"tiba-tiba saja Soni mencecar pertanyaan pada Brian tanpa basa basi.


Brian pun menatap Soni tajam.


"Kalau di muka bumi ini tidak ada hukum yang menjerat,maka di sudah mati dari hari itu! Tidak perlu kita bawa ke rumah sakit!! Bodoh!"


"Tapi bukannya waktu itu kau bilang..."


"Hei! Apa aku sungguh-sungguh?? Aku memang ingin tapi akalku masih jalan,aku tidak mau mengotori tanganku! Aku akan berfikir seribu kali karena ada Delia dan kedua putraku! Justru aku ingin menanyakan pada kalian! Apa kalian yang melakukannya!!" Brian berbalik dan menatap Hans yang masih terdiam.


"Hans!" Panggil Brian.


"Aku?? Tidak Kak,,akupun sebenarnya ingin,tapi apa dayaku kak,,aku bisa apa?"


"Hah,,mana mungkin adikmu Ian,dia masih belum cukup liar tidak sepertimu! Lagian dia tidak punya alasan yang mendasar untuk melakukannya " Pekik Soni.


"Diam atau kamu mau aku cekik hah,," Brian merasa tidak suka jika harus dibanding-bandingkan dengan Hans,walaupun memang kenyataannya seperti itu.


"Dia punya alasan Son,dia ingin melindungi ibunya jika sampai nanti Reymon sembuh dan membawa nama ibunya,,jika itu terjadi maka hukuman ibunya akan semakin berat dan kemungkinan hukuman mati akan disegerakan. Bukan begitu Hans?"


"Tidak kak,aku tidak sampai berfikir seperti itu,,aku tidak akan melindungi kesalahan sekecil apapun meskipun itu melibatkan ibuku!"


Hans mencoba membela dirinya.


"Benarkah!! Aku akan membuktikan! Jika memang kau terlibat,,awas saja!!!"


"Ian!! Kamu tidak boleh seperti itu dengan adikmu! Bisa saja apa yang dia katakan memang benar!" Soni berusaha membela Hans,karena Soni mulai tahu Hans sebenarnya adik yang baik untuk Brian.


"Hah," Brian menyeringai.


"Terserah kalau kakak tidak percaya!"jawab Hans sambil pergi meninggalkan Soni dan Brian.


"Ian! Gila kamu ya,adik sendiri disudutkan seperti itu,kita disini bertiga sama-sama sedang dicurigai oleh polisi,harusnya kita sama-sama mencari solusi,,bukannya kamu sudah mempercayai adikmu! Dalam rekaman CCTV kita bertiga terekam berpapasan dengan orang itu. Dia berusaha bertingkah seperti sedang menunjukan gestur seolah mengisyaratkan bahwa pekerjaannya beres.

__ADS_1


Bukannya kamu ingat saat itu kita berpapasan dengan orang aneh itu!"


"Iya,aku ingat,,dan aku sedang mengarahkan solusi itu,,tunggu saja,besok atau lusa kita tahu jawabannya,,hah,,aku penat!" Brian menggeliat melemaskan otot ototnya.


"Apa maksudmu ian?"


"Pukul berapa sekarang?aku belum makan malam,ayo temani aku makan"


Brian mengalihkan pembicaraan,ia merangkul pundak Soni yang masih kebingungan.


"Hemmmm..udah punya anak bukannya insyaf malah makin onsle ni orang!"


"Hehehe,,,"


"Eh,,bener-bener gila ni orang,tadi marah marah sekarang cengengesan! Jangan-jangan benar kamu yang menyuruh orang itu untuk..."


PLAK


Jitakan mendarat di kepala Soni.


***


Brian masuk kekamarnya,mendapati bibi Ani tengah memberikan susu formula pada kedua anaknya,sementara Delia masih tertidur.


Terpaksa Delia meminta bantuan pada susu formula,karena ASI saja terasa kurang untuk kedua jagoannya,Delia sangat kewalahan menyusui keduanya.


Brianpun tidak keberatan dan ini sudah dikonsultasikan pada dokter mereka.


"Bi,," bisik Brian.


"Tuan,,maaf tuan,tadi non Delia meminta saya menemani belio disini"


"Maaf,tuan sebaiknya membersihkan diri dulu tuan,"


"Oiya,sebentar ya bi.."


15 menit kemudian


"Al sudah tertidur tuan,tinggal El yang masih belum mau tidur."


"Tidak apa bi,biar saya yang menidurkannya"


Bibi Ani memindah El pada tanggan Brian yang sudah siap menggendongnya.


"Apa ini sudah benar bi?"tanya Brian.


"Iya tuan sudah,,tuan benar-benar hebat,bisa belajar menggendong dengan cepat"puji bi Ani.


"Harus dong,,ya sudah bibi istirahat saja ya bi,,terimakasih bi"


"Sama-sama tuan,permisi"


Brian dengan sabar menggendong El yang masih belum memejamkan matanya,lama kelamaaan Brian pun gemas dengan anaknya,ia terus menciumi El,,


"Kenapa anak ayah belum bobo si,,,seneng ya,,seneng udah dirumah,,lihat tu,bunda mu udah bobo nyenyak,,ayo Al eh El,,eh ini siapa si..Al apa El ya..kok ayah lupa,,wajah kalian mirip banget si bikin ayah bingung sayang,,"


Brianpun mulai berbicara sendiri,mendengar ada orang yang bicara bisik-bisik disebelahnya,membuat Delia terbangun,aroma tubuh suaminya pun tercium dan sontak membuatnya baranjak.

__ADS_1


"Mas!" Pekiknya.


"Sssst,,,jangan keras-keras,,nanti anak kita yang satunya bangun,,"


"Mas,,kamu,,"


"Sayang,,ini Al apa El si,,aku lupa gimana bedainnya ya,kok mirip banget gini ya"


"Itu El mas,,kalau El dagunya rada belah,kaya kamu,,kalau Al dagunya agak lancip kaya aku."


"Haa,,bisa gitu ya,,masa si?" Brian masih mengamati kedua anaknya.


"Tapi wajah mereka agak bulet deh,,"


"Hmmm..bulet karena mereka sedang aktif banget minum susunya mas,,aku sampai kewalahan."


"Oiya,aku bawakan buah dan makanan,siapa tahu kamu lapar,,gih makan dulu,biar El aku yang nidurin"


"Kalau digendong dan diajak ngobrol gitu sampai pagi juga engga bakalan tidur mas"


"Weh..kok?pantesan dari tadi ngajakin ngobrol terus..emang nidurinnya gimana?"


"Gini,,,"


Delia duduk ditepi kasur box,,menggulung handuk lembut memanjang.


"Apa tadi dia sudah minum susu mas?"


"Tadi waktu aku pulang bi Ani sedang memberinya susu,dan sedang menepuk-nepuk pundaknya."


"Oh,,oke,,Ayo mas,letakan El disini"


Brian pun mengikuti arahan Delia.


Delia melingkarkan handuk lembut disekitar El,ia sedikit memiringkan El kekanan dan mengusap-usap pungggungnya sampai ia tertidur.


Setelah tertidur barulah ia posisikan El dengan posisi terlentang.


"What?semudah itu?kenapa bi Ani tidak melakukan dari tadi dan tidak memberi tahuku?"


"Bi Ani mungkin memang belum mau menidurkannya karena dia baru saja minum susu."


"Oh,,gitu ya,,,apa itu berlaku juga dengan Al sayang?"


"Hmmm iya,,,tapi itu tidak berlaku dengan ayah mereka."


Delia bangun dan menjewer telinga suaminya sampai membawanya ke kasur.


"Aaa.a a.a sayang,,apa apaan,,nanti anak kita bangun"


"Sekarang kamu tidur! Dan nanti pagi-pagi kamu harus ceritakan semua!! Kamu engga boleh keluar kamar sampai kecemasanku hilang!!"


Hardik Delia.


"Iya iyaa,,,"


"Apa kamu mau aku temani makan sayang?"Brian berusaha membujuk istrinya.

__ADS_1


"Engga usah! Aku bisa makan sendiri,kamu tidur aja!" Titahnya ketus sambil berjalan keluar kamar.


__ADS_2