Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 57


__ADS_3

2 hari kemudian.


"Tuan,4 penjahat yang mencoba memerkosa nyonya Delia sudah ditemukan,mereka sudah meringkuk dipenjara.


Kemudian aku sudah menempatkan beberapa orang di perusahaan HR group untuk memantau disana.


Aku juga sudah menanyai paman dan bibi Delie,mereka sama sekali tidak mengetahui tentang kotak itu.


Sebelum nyonya Lidia meninggal Yosep beserta keluarganya masih tinggal dirumahnya yang lama. Jadi mereka tidak mengetahui kedatangan Nyonya Lidia."


Seperti biasa,setiap pagi Soni melaporkan semuanya pada Brian.


Brian yang duduk dikursi kebesarannya menyimak laporan dari Soni.


"Dimana rumah Delia yang dulu?"


"Di jln.Gatot Subroto nomer 16. Rumah itu dulu di sita oleh pihak bank beserta isinya.Saat ini rumah itu masih terbengkalai,beberapa kali orang menawar rumah itu tapi belum satupun yang deal,karna pemilik bank adalah sahabat dari nyonya Yosep,jadi dia sengaja tidak menjual rumah itu,sebab ia berharap Delia akan menjadi wanita sukses yang nantinya akan membeli lagi rumah itu.


Untung saja rumah itu masih terawat oleh pak Asep,yang sebelumnya adalah tukang kebun dirumah Delia,rumahnya juga tak jauh dari sana.Mungkin Pak Asep tahu kedatangan nyonya Lidia saat itu."


"Atur jadwalku untuk bertemu dengannya pak Asep dirumah itu."


"Baik tuan.."


Soni meninggalkan Brian,Sebelum pintu itu tertutup kembali sekertarisnya Monik datang menemuinya memberikan beberapa berkas untuk ditandatangani.


"Tuan dibawah ada nyonya Tania,dia masih tertahan lobi oleh satpam..dia terus memberontak ingin menemui tuan"


"Suruh dia keruanganku"


"Baik tuan"


Safa segera menghubungi satpam untuk menyuruh Tania masuk keruangan Brian.


"BRAGggghhh"


Tania membanting pintu.


"Untuk wanita berkelas sepertimu,sangat tidak etis membanting pintu seperti itu."


Brian menyoroti Tania dengan tatapan tajam.


"Apa-apaan kamu Ian! Kamu melarangku masuk kekantor ini!aku dipermalukan oleh kedua satpammu! mereka udah Gila!!Kamu harus tanggung jawab!"


"Harus apa? Mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik,aku memang sedang tidak ingin diganggu"

__ADS_1


Brian tidak memperdulikan Tania yang tengah berdiri menghardiknya disebrang meja.


Ia terus fokus pada layar laptopnya.


"Apa kedatanganku membuatmu terganggu,sepertinya kamu sudah cukup lama mengacuhkanku!apa itu karna gadis sialan itu?kamu sedang perpura-pura mencintainya kan??"hardik Tania.


"Kamu tau ini tempat apa?ini kantor,tempatku bekerja jadi sudah pasti aku sedang fokus bekerja dan tidak ingin diganggu! Katakan,Apa maksud kedatanganmu! Oiya,aku dengar ayahku merekrutmu untuk mengolah keuangan disana,tapi sayang itu tak berlangsung lama,bukan begitu nyonya Tania?"


Brian menutup laptopnya keras,dan tersenyum sinis dengan Tania.


Tania duduk di sofa dengan menyilangkan kedua kakinya.


"Hem,,beritanya sangat cepat sampai ketelingamu..ayahmu sudah salah paham tentangku,aku melakukan apapun.."


"Hah,,itu berarti kamu meragukan team pengawas yang sengaja aku bentuk diperusahaan itu."


"Apa?"


Tani terkejut dengan perkataan Brian.


"Kamu belum tahu ya,perusahaan itu adalah perusahan milik oma ku,yang kini sudah dipindah atas nama ku,oma ku masih hidup..dan masih memiliki kewenangan dalam perusahaan itu,jadi dia menyuruhku mengawasi team pengawas..aku bisa dengan mudah mengawasi kerja ayahku sendiri..apalagi untuk mengawasi kinerjamu disana itu hal kecil bagiku,jadi waspadalah!"


"Hah?jadi selama ini perusahaan itu atas nama Brian..itu artinya,Brianlah pemilik seluruh kekayaan Atmajaya dan HR group..oh my Good..aku harus mendapatkannya,aku harus menjadi nyonya Brian Atmajaya" batin Tania.


"Oke,sekarang katakan apa tujuanmu kemari?"


Brian melangkah ke arah jendela,memasukan salah satu tangannya kekantung celana.


Tania menyusul dan memeluknya dari belakang.


Brian melepaskan tangan Tania yang melingkar ditubuhnya.


"Kenapa Ian?bukanya ayah kita sudah menjodohkan kita,kenapa kamu melepaskan pelukanku"


"Itu urusan ayah kita, selama ini aku tidak pernah setuju dengan perjodohan." Ucapnya ketus.


"Apa karna wanita itu?"


"Jangan bawa-bawa dia! Sebelum mengenalnya pun aku paling anti perjodohan!"


"Oke,aku mau tanya,,kenapa kamu membuat pengumuman pernikahan kalian dua hari yang lalu?apa karna kamu ingin dia lebih yakin dengan cinta sandiwaramu itu"


"Untuk apa kamu ikut campur?"


"Ya sebagai wanita yang akan dijodohkan denganmu,aku wajib tau dan ikut campur dong"

__ADS_1


"Sekali lagi aku tekankan,aku tidak suka dijodohkan dengan siapapun,dan urusan pernikahanku dengan Delia,itu urusanku!"


Ingin rasanya Brian mengatakan kalau sebenarnya ini bukan sandiwara,tapi


Dia mencoba menahan diri karna dia tidak ingin Delia menjadi pelampiasan kemarahan Tania dan Widodo.


"Ian! Apa itu artinya kamu menolakku?dan lebih memilih wanita itu?apa benar kecurigaan ayahku kalau sebenarnya kamu tidak benar-benar sedang menjalankan sandiwara itu?"


"Sejak mengetahui perjodohan itu,aku sudah menolak!karna aku paling benci dengan perjodohan. Perjodohan buatku hanyalah jembatan keegoisan kedua orang tua kita,dimana yang mereka pikirkan hanyalah semata-mata demi bisnis mereka. Aku pun terpaksa menikahi Delia hanya larna dendam orang tua kami."


"Tapi tidak denganku! Tidak dengan perjodohan ini,terserah anggapan orang tua kita,tapi bagiku perjodohan ini penting karna saat di Amerika,aku mulai menyukaimu,,apa kamu tidak merasakan itu Ian?"


"Maaf aku tidak tahu. Saat ini,aku hanya ingin mencari tahu alasan kenapa ibuku bunuh diri! Aku yakin,ayahmu tahu itu,tapi mereka semua bungkam. Simpatiku pada mereka berkurang,karna mereka tega menfitnah orang lain demi menjatuhkan perusahaanya. Ayahmu dan ayahku sama piciknya,jadi singkirkan harapanmu untuk perjodohan ini! "


"Ttta-ta-tapi akupun sama sekali tidak mengetahui semua itu,aku baru tahu kalau ayah kita berbohong saat kau mengadakan konferensi pers itu. Sungguh,Brian aku mohon percayalah padaku ..."


"Mata Tania mengisyaratkan bahwa ia benar-benar tidak mengetahui yang sebenarnya,karna saat itupun dia masih kuliah bersamaku di Amerika."batin Brian.


"Sial ayah...ternyata kalian justru merusak rencanaku untuk mendapatkan mesin uangku,dia udah ilfill duluan karna kalian hughhh" gerutu Tania dalam hati.


"Maafkan ayahku ya,ayahku pasti sudah menyesali semua itu.."


"Hah!" Brian menyunggingkan bibirnya.


Ia pun memicingkan matanya .


"So..pria seperti ayahmu jangan pernah berharap untuk menjadi mertuaku! Pergilah,kalau tidak ada yang ingin kau katakan."


"Brian,aku akan terus berusaha untuk mendapatkan cintamu! Ingat,jangan sampai kamu larut dalam sandiwaramu ini!"


Tania masih berfikir kalau Brian tidak benar-benar mencintai Delia,dia berfikir ada maksud lain Brian melakukan itu semua.


Brian membuka pintu ruangannya dan mengisyaratkan pada Tania untuk segera keluar dari sana.


Dengan kesal Tania pergi meninggalkan Brian.


Dia masih belum puas dengan jawaban Brian atas pertanyaannya.


Brian belum mengatakan apakah ia bersandiwara ataukah benar-benar mencintainya.


"Sepertinya,Brian sama piciknya dengan Atmajaya,,pasti ada motif lain dibalik semua ini,,mana mungkin Brian berselera dengan wanita macam dia hih"


Tania terus menggerutu sepanjang jalan.


Dia tidak pedulikan para staf dikantor Brian yang terus menatap dan menggunjinginya.

__ADS_1


__ADS_2