
Pagi ini suasana hati Delia semakin tidak karuan..Dia bahagia karna akhirnya nama baik ayahnya akan kembali.
"Aku penasaran,sebenarnya bagaimana caranya dia mengembalikan nama baik ayahku?" Delia berjalan mengendap keruang aula tempat diadakan konferensi pers.
"Hayooo...mau kemana?" Sapa Meri.
"Hehehehe...kepo lo ah...aku cuma pengin tahu aja..ada apa si di dalam?"jawab Delia cengengesan.
" Kamu yang kepo...itu acaranya orang gedhe gak usah ikut-ikutan..Yang jaga didepan siapa?kok kamu gak pake seragam?"
"Sekali-kali lah...ngepoin orang gedhe.,yang didepan ada Keke sama Asep. Hari ini aku diijinkan cuti sehari sama pak Boss jadi free dong"
"Dasar Delia aneh...lagian enak banget pak boss ngijinin lagi ada acara kaya gini coba.."
Sebenarnya Brian sudah meminta kepada pemilik hotel agar mengijinkan Delia libir,karna Brian pikir Delia kelelahan setelah menemaninya jalan-jalan kemarin.
"Hehehe...eh,bantuin masuk dong...di dalam dijaga ketat,,lagian itu orang parno amat pake bawa body guard segala!" Kata Delia sembari menjinjitkan alisnya.
"Hem...bikin repot aja..kaya gak pernah liat orang ganteng aja..ayo,ikut aku.."
Delia dan Meri berjalan melewati penjaga.
***
"Terimakasih rekan-rekan media yang sudah berkenan hadir..saya Brian Adi Jaya..anak dari Atmajaya ingin mengklarifikasi kejadian 5tahun silam..dimana seperti yang diberitakan dimedia bahwa Ibu ku,nyonya Lidia meninggal karna dibunuh,selama ini media terus mencari tahu siapa pembunuhnya,itu semua tidak benar. Sekali lagi,Tidak Benar...
Setelah kami selidiki,ibuku meninggal karna murni bunuh diri,motifnyapun sedang kami selidiki."
Ucap Brian lantang.
"Lalu,bagaimana dengan kabar kalau ada bukti-bukti yang mengacu pada pesaing bisnis tuan Atmajaya yaitu tuan Yosep?Mengapa tuan Atmajaya sendiri tidak segera melaporkan pelakunya ke polisi kalau memang bukti itu nyata.?" Tanya salah satu wartawan.
"Dulu kami tidak melaporkan karna bukti itu hanya berpedoman pada dua saksi..sedangkan CCTV hanya merekam saat tuan Yosep menaiki tangga,,kami tidak melihat bahwa tuan Yosep sengaja mendorong ibuku. Bukti tersebut tidak cukup kuat..oleh karna itu kami yakin kepolisian tidak mengabulkan tuntutan. "
Jawab Brian.
"Lantas,apakah para saksi itu berbohong.."
"Tanyakan saja pada saksinya..Silahkan nyonya Iin.."
"Sebelumnya,saya mohon maaf..untuk semua pihak yang saya rugikan..saya disini ingin mengatakan sebuah kejujuran,bahwa saat itu saya dan rekan saya terpaksa berbohong dengan kesaksian kami,yang mengatakan bahwa kami mendengar pertengkaran antara tuan Yosep dan nyonya Lidia,dan kami melihat belio mendorong nyonya. Yang sebenarnya,Saya hanya mendengar mereka bertengkar,tapi bukan masalah perselingkuhan mereka,melainkan tuan Yosep ingin meyakinkan nyonya Lidia bahwa bunuh diri itu bukan solusi,,tapi nyonya saat itu sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Saya pergi karna takut,,kemudian menabrak Nia yang ingin mengambil sesuatu di lantai atas Villa,,
Kemudian Nia melihat nyonya Lidia sudah menggantung namun masih berpegangan dengan tuan Yosep,nyonya berteriak meminta untuk melepaskann tangannya,mungkin karna tuan Yosep tidak cukup kuat akhirnya nyonya terjatuh."
"Lalu mengapa kalian berbohong..?"
"Saat nyonya Lidia terjatuh dan semua orang yang dibawah itu mengelilingi jenasah nyonya,,Nia berlari menuruni tangga dan ada seseorang yang menariknya,dia menanyakan siapa saja yang mengetahui hal ini,,lalu aku dipanggil oleh orang itu,kita berdua di sekap di gudang,,dan diancam,harus mengatakan seperti yang dia suruh..kalau tidak keluarga kami akan menanggung akibatnya,terlebih saat itu ibuku membutuhkan uang untuk operasi jantung,dan Nia memang membutuhkan uang untuk anaknya yang sakit. Jadi kami semua disuap,dan disuruh resign dari pekerjaan kami,,Nia dikirim ke Taiwan oleh tuan Widodo,,sedangkan saya dan suami saya di rekomendasikan bekerja di bali..Sekali lagi,kami mohon maaf..kami terpaksa melakukan ini..kejujuran kami kali ini,benar-benar inisiatif dari diri kami sendiri,karna semenjak itu hidup kami benar-benar tidak tenang,kami merasa berdosa..kami mohon maaf.." Iin menundukan kepalanya dan meneteskan air mata,
Brian mengambilkan tissu untuknya dan mengusap-usap pundaknya.
"Dan satu lagi,,layar yang disana ,akan menghubungkan kalian dengan Nia,silahkan.."
__ADS_1
Brian menujuk sebuah layar monitor besar yang ada didepannya.
Brian menyalakan Vidio call yang sudah terhubung ke monitor besar di hadapannya.
"Hallo,saya Nia,,saya juga ingin memohon maaf pada semua pihak yang dirugikan,termasuk keluarga Tuan Yosep,,seperti yang sahabat saya critakan tadi,semua itu memang benar adanya..tanpa keterpaksaan,memang sudah waktunya saya mengatakan kejujuran ini,dan saya siap menerima konsekuensinya..Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya..saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa karna saya sendiri shock..sekali lagi..saya mohon maaf terimakasih" ucap Nia.
Semua media tercengang,,
"Berarti selama ini tuan Widodo sudah mengetahui kebenaran ini?apakah ini sebuah konspirasi besar,karna persaingan bisnis?"
"Entah,kalian bisa tanyakan saja pada tuan Widodo apa motivnya..yang jelas,saya mengadakan konferensi pers kali ini hanya untuk membersihkan nama baik keluarga Yosep dan sebagi ganti rugi aku akan mengembalikan semua aset yang disita dan dihancurkan oleh ayahku karna kemarahannya. Aku mengembalikan aset sebesar 2Milliyar untuk keluarga Alm. Yosep ..Sekian terimaksih" Brian berdiri dan meninggalkan aula dengan di kelilingi oleh body guard nya dia menuju keluar.
Delia yang mendengar itu sangat terkejut.
"Pak Widodo??hah..dia??apa maunya??? Dan kegilaan apa ini Brian..2Milyar??"
Rasanya Delia hampir pingsan mendengar iti semua.
Delia berlari mencari keberadaan Brian,mereka berpapasan di Lobi.
Ketika Delia hendak mengatakan sesuatu,Brian menatapnya dingin dan berjalan melewatinya sembari berbisik begitu dekat.
"selamat tinggal,dan terimaksih..aku menyayangimu" bisiknya.
Brian melanjutkan langkahnya dengan cepat.
Delia memanggil Brian tapi tidak dipedulikan.
"Kak Ian..tunggu..kak..aku hanya ingin berterimasih padamu.."teriak Delia yang mengejarnya sampai ke parkiran.
Didalam mobil Brian menangis.
"Bro,kamu baik-baik saja kan?"
"Iya Son,,aku,,aku tidak bisa melepasnya..tapi ini janjiku..aku tidak ingin dia menganggapku sebagai pembohong lagi.."
"Sabar Yan,,jika memang Delia ditakdirkan untukmu pasti dia akan kembali.."
"Iya.."
***
"Fan...kamu sudah melihat berita ataupun surat kabar belum?"
"Iya,sudah..akhirnya ya Del..nama ayahmu bersih..dan ternyata tuan Widodo dalang dari semua ini.."
"Iya..dari awal aku bertemu tuan Widodo itu aku sudah benci banget tu..songong banget orangnya,,gak beda kaya anaknya Tania.!!huf...akhirnya..aku lega...oiya,Fan..2M kembali ketanganku..oh my God...duit itu Fan..
Ucap Delia kegirangan.
__ADS_1
"Iya iya..siapa bilang itu daun...ngomong-ngomong mau buat apa itu duit.?"
"Aku mau membuatkan toko kue untuk bibi,,membuka usaha minimarket atau apalah.."
"Ya elah...cuma itu aja ..2M loh Del..hehehe.."
"Ya terserah gue...yang pasti aku bakalan membuka klinik baru untuk almh.ibuku..dia dulu bercita-cita ingin mempunyai klinik..klinik yang dulu ibu kelola sudah hangis terbakar.." Delia kembali sedih mengingat penderitaannya akibat kemarahan Atmajaya yang tega membakar habis semua pabrik dan klinik milik ibunya."
"Semoga semua kembali normal ya Del.."
"Aamiin.."
"Terus,Brian bagaimana?"
"Brian akan menepati janjinya untuk menceraikanku" ucap Delia lirih.
"cerai!!! Kamu mau??"
"Iya,itu kesepakatan awal kita saat pindah rumah.."
"Del,apa kamu gak punya hati sedikitpun?? Brian sudah bertindak sejauh ini del..demi mendapatkan kepercayaanmu..demi mendapatkan senyumanmu kembali..setidaknya jangan bercerai darinya..dia tulus mencintaimu.."
"Entah lah..aku sendiri juga bingung dengan perasaanku...aku kan tidak mencintainya,masa si harus bersamanya seumur hidup.."
"Benar kamu gak mencintainya?kamu yakin?"
"Yakin,,aku yakin.."
"Awas ya,jangan nyesel..dia ganteng banyak yang suka"
"Coba saja kalau dia mau,dia tu cinta mati sama aku.."
"Eiiitz...cintanya kan sudah kamu tolak,jadi dia bebas dong milih.."
"Bodo amaaattt.."
"Minggu depan jadi pulang ga?"
"Pulang dong..aku harus mengurus uang 2M itu hehehehe....aku juga kangen kamu,bibi & paman.."
"Kak Bimo,ikut ga?"tanya Fani cengengesan.
"Gak!!dia super sibuk!! Ngarepppp y...hayoooo...."
"Hehehehe...comblangin dong..."
"Eleeehhh...wani piro???"
"Idah kaya jangan matre!!! Udah agh..aku mau tidur..minggu besok pulang y..orangbtajir harus mbanjain temenya ke mall klo ga awas!!!"
"Iya iyaaaa...beres..."
__ADS_1
"Bye.."
Tut tut tut.....