
Ditengah percakapan mereka,,tiba-tiba saja Bu Tati mendekat dengan membopong Seruni.
"Kakak,,,"rengekan Seruni saat melihat kehadiran Brian.
Brianpun menghampiri dan mengambil alih Seruni dari gendongan bu Tati.
"Tadi dia terbangun,mendengan suara tuan Brian dia langsung mengajak kemari"terang bu Tati.
"Kakak,tadi Runi mimpi,ada kakak Ian sama budhe cantik,,ajak Runi jalan - jalan sama beli lolipop"celotehnya .
Brian tersenyum menatap wajah Seruni,yang masih pucat.
"Hehehe,,,emang Runi suka lolipop?"
"Suka banget,,tapi,,tapi kata bunda,lolipop suka jahat,,kalau engga mau gosok gigi,nanti jadi monster yang bikin Runi sakit gigi."
"Emmmm,,,gitu ya,,makanya Runi harus rajin gosok gigi,,"
"Oke kakak ganteng,,"
"Oiya,Runi sakit apa?kok badannya demam?"
Tanya Brian.
"Engga tahu,,kata bunda Runi kecapean,jadi pusing deh"
"Cepet sembuh ya Sayang,,nanti kalau sembuh kita jalan-jalan,ajak Oma"
"Oma??Oma yang kemarin itu ya kaa?"
"Iya,,"
Melihat percakapan Brian dan Seruni,membuat dada Bu Titi semakin sesak,ia masih ketakutan jika Seruni akan meninggalkannya.
Iapun kembali menangis.
"Bundaaa...kok bunda menangis??jangan nangis dong bun..Runi udah mau sembuh kok"
Ucap Seruni saat melihat ibunya meneteskan air mata.
Brianpun memberikan Seruni pada pangkuan bu Titi.
Bu Titi langsung memeluk Seruni dengan erat,tangisannya semakin pecah.
Tangan mungil Seruni mengusap air mata ibunya lalu mencium kedua matanya.
"Runi engga suka kalau bunda nangis,,bunda jadi engga cantik"
Goda Seruni,,kini mereka bertiga berpelukan,,Pak Arya,bu Titi dan Seruni.
"Ayah bunda kenapa?Runi janji Runi engga sakit lagi,,"ucapnya polos.
"Sayang,,,Kami menangis bahagia,,karena ,,"belum selesai Pak Arya bicara,istrinya memotong.
"Mas,,"ia masih merasa berat hati untuk menerima kenyataan.
Tapi pak Arya tetap melanjutkan perkataannya.
"Karena,,hari ini kamu punya Kakak,keluargamu bertambah lagi sayang,,"
"Apa yah?serus Runi punya kakak??tapi bukan kak Keke yang usil kan?"
Mereka tersenyum.
"Bukan sayang,,itu dia kakakmu,,kak Brian,,mulai sekarang,,Kakak Brian,Kak Delia dan Oma,,adalah keluarga sungguhan Seruni,keluarga baru Seruni"
"Lalu ayah sama bunda?engga diganti kan?"
"Ya engga dong sayang,,,mereka akan tetap menjadi ayah dan bundanya Runi,,kak Ian,kak Delia dan Oma itu ikut gabung jadi keluarga Runi,,bolehkan??jadi sekarang Runi punya Kakak dan punya nenek yaitu Oma Olivia.
Runi senang kan punya banyak keluarga?"
"Asikkkkk...Runi senang kak,,jadi Runi punya kakak sama nenek dong,,,banyak yang Sayang sama Runi ya bunda ya.."
__ADS_1
Ia tertawa girang.
Bu Titi akhirnya mengangguk mengiyakan.
"Sekarang Seruni harus cepat sembuh,,kalau sudah sembuh kakak Brian akan bawa Runi jalan-jalan ke Jakarta,dateng ke rumah Kakak,dan..dan Kakak hadiahkan Rumah baru untuk Runi,,jadi kalau Runi ke Jakarta sudah tidak perlu lagi mencari penginapan."
"Waaaoooow...Rumah baru??boleh bawa sini engga kak rumahnya?" Seketika celotehannya membuat bu Titi tersenyum,melupakan kekhawatirannya.
Itu menandakan,Seruni tetap ingin disini bersamanya.
"Aduh,,kasihan yang bawa dong sayang,berat" jawab pak Arya.
"Hihihi..iya ya Yah,,,"
"Ya sudah,ayo,Seruni makan dan minum Obat."ajak Bu Titi.
"Oke bunda,,aku mau makannya disuapin kakak baru ya bunda..."
Bu Titi menatap Brian,lalu Brian mengangguk.
"Iya,,kalau kakakmu tidak keberatan"jawabnya datar.
"Oke,kakak Suapin ya,,,mari duduk sini biar bunda ambil makan." Ajak Brian memberi ruang disebelahnya untuk duduk Seruni.
***
Jakarta
Delia dan Fani sudah berada di Klinik Mutiara Bunda,milik Delia.
Karena jadwal dokter kandungan hari ini siang,jadi Delia dan Fani langsung menuju kantor di Kliniknya.
"Kalian sudah sampai?"sapa Bimo yang tengah sibuk memeriksa beberapa File di layar laptopnya.
"Iya,,"jawab Delia dan Fani bersamaan.
"Duduk dulu Fan,,"titah Delia pada sahabatnya.
Fani duduk di sofa yang berada diruangan mereka.
Lalu ia memberikan pada Fani,,dan mereka minum bersama disana.
"Katanya kamu ada jadwal pemeriksaan kandungan?apa kamu hamil?"tanya Bimo.
Fani dan Delia saling berpandangan.
"Em,,belum hamil si Kaa,,aku ,,anu aku,,cccuma mau periksa saja,,"jawab Delia dengan terbata.
"Iya mas,dia cuma mau konsultasi dulu,,"
Sahut Fani.
"Owh,,tadi Brian menelponku,memintaku untuk memastikan apakah benar kamu kemari dan bertemu dokter Aan."
"Hem,,mas Brian mah,,suka engga percayaan,,"gerutu Delia.
"Bukan engga percaya,kadang kamu tu suka semau sendiri,,"ucap Bimo yang sudah paham dengan polah adiknya.
"Yah kakak,,,engga juga kali,,,"bela Delia.
"Udah agh,,,mas,,ini aku bawain makan siang,nanti suruh OB menghangatkan di microwave ya,," Fani mencoba melerai kakak beradik itu.
Fani tidak mau nantinya suaminya menanyai Delia lebih detail.
Bimo sampai saat ini masih over protektif pada Delia.
"Makasih sayang,,kamu emang the best pokoknya"puji Bimo.
Fani tersenyum dan sementara Delia berdehem.
"Kheeemmmm,,, pengantin baru ayang ayangan..." Goda Delia.
"Diem lu,pengantin lama sirik aja,," bela Bimo dan Fani bersamaan.
__ADS_1
"Ceileeeehhh kompak benerrrr..."
Merek akhirnya bercengkrama saling melempar banyolan ala ala mereka.
Delia sangat terbantu dalam hal ini,dia sedikit melupakan kegelisahannya.
Waktu menunjukan pukul 10.00
Saatnya Delia dan Fani ikut mengantri di poli.
"Mas,kita ke Poli dulu ya,,nemenin Delia"
"Iya,kalian hati-hati,,nanti kalau ada apa-apa kabari aku ya,,"
"Iya" jawab Fani dan Delia bersamaan.
Satu persatu pasien dipanggil.
"Nomer antrian 6 silahkan masuk ke poli kandungan 2" terdengar suara dari spicker
yang berada di sudut ruang tunggu pasien.
Delia yang mendapat nomer antrian 7 semakin terlihat gugup. Nampak jelas kegelisahan yang tergambar diraut wajahnya.
Fani berusaha menenangkan Delia.
"Del,tenang lah ,,jangan tegang,,aku yakin kali ini baik-baik saja. Kamu masih mengkonsumsi vitamin yang diberikan dokter kandungan yang waktu diklinik itu kan?"
"Iya,,aku masih mengkonsumsinya.. tapi ya gini,,semoga saja,,kali ini hasilnya benar-benar memuaskan,,kalau masih nihil,Brian pasti akan menanyaiku lebih dalam,dan kalau ketahuan gimana Fan..ya Tuhan..."
"Udah,,tenang,,ni bentar lagi giliranmu,kamu jangan tegang gitu dong,,"
"Nomor antrian 7,silahkan masuk ke poli kandungan 2"
Suara dari spiker itu membuat Delia terkejut.
Fani bangkit dan menggandeng tangan Delia yang dingin.
Mereka berdua masuk keruangan Dokter Aan.
"Nyonya Delia?"sapa sang Dokter.
"Iya,,dok,,"
"Silahkan duduk,,"
Fani dan Delia sama-sama duduk di depan dokter Aan.
"Duh,nyonya Delia harusnya mengabari saya saja,jadi nanti saya berangkat lebih awal untuk memeriksa anda tanpa harus mengantri seperti ini"
"Tidak apa-apa dok,,,biar enak aja sama pasien lain."
"Baiklah,bagaimana nyonya,,"
"Em,,gini dok,,,kurang lebih 7 atau 8 bulan yang lalu,saya KB dok,selama saya KB saya tidak haid,,padahal saya sudah berhenti KB sejak 4 bulan lalu,saya sering cek tapi saya tidak juga hamil"
"maaf nyonya,sebelumnya jenis KB apa yang anda gunakan?"
"Suntik dok"
"Suntik? maaf bukannya anda belum pernah memiliki anak?"
"Iya,,"
"Memiliki momongan dalam jangka waktu tertentu itu memang menjadi pilihan bagi pasangan suami istri.
Untuk jenis alat kontrasepsi yang anda gunakan ini memang terbilang cukup simpel,tapi,,,ini sangat berpengaruh pada hormon anda.
Masing-masing alat kontrasepsi pun memiliki tenggat waktu tertentu untuk mencapai kehamilan setelah tidak lagi digunakan.
Untuk KB suntik sendiri, umumnya butuh waktu kurang lebih 6-12 bulan sejak berhenti menggunakan sampai akhirnya Anda bisa kembali mendapatkan siklus menstruasi yang normal."
"Apa?6-12 bulan dok?" jawab Delia dan Fani bersamaan.
__ADS_1
"Iya,,"