Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 150


__ADS_3

"Hallo tuan,seperti dugaan anda,tuan Atmajaya pergi ke apotik" Pengacara Brian menelpon Brian saat ia melihat Atmajaya berada di apotik.


"Apa anda merekamnya dari kejauhan"


"Iya,,"


"Terimakasih,sekarang juga buatkan laporan atas tuduhan percobaan pembunuhan pada Oma. Dengan semua bukti yang sudah kita kumpulkan. Aku mau Ayahku masuk dulu kedalam penjara. Setelah itu,baru kita kembali fokus pada kotak itu,untuk memberatkan hukumannya. Karena aku yakin,didalam kotak itu ada bukti lain."


"Baik tuan,segera saya selesaikan!"


"Terimakasih,aku sedang ada dikantor,kalau butuh apa-apa hubungi saja."


"Baik tuan."


Dengan segera pengacara Brian mengurus kasus Atmajaya.


Dalam waktu kurang dari 24jam Atmajaya ditangkap.


Berita penangkapannya pun dengan cepat menyebar.


Sayangnya,berita itu belum sampai pada Oma. Brian masih menutup akses berita pada Oma.


Delia yang saat itu baru tiba dari Bandung,langsing menyusul suaminya yang berada dikantor.


Didalam aula,Brian tengah mengadakan konferensi pers terkait kasus yang menjerat Ayahnya sendiri,mulai dari kasus penggelapan dana HR group yang melibatkan Widodo dan kasus percobaan pembunuhan pada Oma Olivia yang telah diketahui sebagai pemilik pertama HR group.


Mediapun kembali mempertanyakan tetang kematian Lidia,


"Tuan,maaf apakah kematian ibu tuan nyonya Lidia ada sangkut pautnya dengan kedua tersangka."


"Itu kami masih menyelidiki,karena ini juga kasus lama,kami masih mencari bukti terkuat untuk melakukan penyelusuran"jawab Brian.


Delia yang ikut menyaksikan konferensi pers itupun tercengang.


"Aku tahu mas,ada pergelutan batin dalam dirimu,tapi aku akui kamu memang dapat aku percaya" batinnya.


Setelah konferensi pers usai,Delia langsung mendekati suaminya untuk memberi support.


"Mas,,"


"Kamu sudah pulang?maaf ya mas engga bisa jemput"


"Iya,,mas,apa kamu sibuk"


"Tidak,ayo kita keruanganku"ajak Brian seraya menggandeng tangan istrinya.


Sesampainya diruang kerja,Delia langsung memeluk suaminya erat.


"Aku tahu ini sulit bagimu mas,,maaf jika akupun menambah kesulitanmu,aku tidak bermaksud menjadi menantu durhaka."


"Tidak apa-apa,,ini memang sudah seharusnya. Yang salah tetap salah dan harus diadili"


"Terimakasih mas"


"Udah,,jangan menangis,,kamu sudah menang,cepat atau lambat kasus ibupun akan terungkap."

__ADS_1


Brian memeluk istrinya erat.


Seketika ponselnya berdering,Brianpun melepas pelukannya dan mengambil ponsel yang ada disaku celananya.


"Siapa mas?"


"Tania" Brian mematikan ponselnya.


"Kok di tolak mas?"


"Dia sudah menelponku dan memarahiku berkali-kali,jadi biarin aja. Aku tahu,dia belum puas mengomel."


"Tapi mas,,dia kan pasti juga kesal karena ayahnya juga ikut terseret kasus dan dia baru tahu kalau ayahnya ditanggap beberapa hari lalu. Wajar dia protes denganmu karna kamu tidak mengabarinya"


"Kok kamu malah membelanya,bukannya kalian musuh bebuyutan"


"Iya c,,tapi setelah dia tidak lagi menggodamu,aku lihat dia sebenarnya baik,dan benar dia sangat berpotensi dalam pekerjaannya."


"Hem.."jawab Brian singkat.


"Mas,langkahmu selanjutnya apa?"


"Aku sudah menghubungi mang Asep,untuk memberikan nomer ponselku jika CEO bank tersebut kembali dari luar negeri. Aku yakin,setelah mendengar berita ini dia akan kembali. Karena persahabatan ibuku,ibumu dan dia cukup erat."


"Iya,,aku juga punya keyakinan itu,kita tunggu saja mas"


Sore Harinya di Rumah Sakit.


"Bagaimana keadaan Oma dok?"tanya Brian.


"Kesehatan belio sudah cukup baik,"


"Saya tahu tuan maksud anda,saya pun sudah melihat beritanya. Memang tidak bagus menyembunyikan kebenaran dari belio. Tapi saya sarankan,untuk tiga atau empat hari ini biarkan belio tetap tidak mengetahuinya,,karena kami juga masih melakukan pemantauan,semoga saja dihari ke 5 kondisi nyonya Olivia benar-benar membaik dan mampu menerimanya.


Oiya,saya akui menu diet yang istri anda berikan cukup membantu selama proses penyembuhan. Karena sebelumnya,saya pun memantau perkembangan cukup bagus dari nyonya Olivia."


"Baik dok,terimakasih atas penjelasan dan dukungannya"


"Sama-sama tuan"


"Oiya dok,apakah Oma perlu kembali menjalani pengobatan di Amerika?"


"Saya rasa tidak perlu,karena tingkat keparahannya sebenarnya sudah berkurang,hanya saja,kemarin nyonya Olivia ngedrop karena salah pemberian obat. Itu saja,dan obat itu sangat memberikan efek parah bagi penderita riwayat jantung.


Padahal selama ini obat yang saya berikan hanya suplemen daya tahan tubuh dan kalsium saja."


"Owh,,jadi sebenarnya kondisi Oma memang sudah stabil sebelum terkontaminasi obat tersebut ya dok?"


"Iya,tepat sekali,diperburuk lagi dengan dosis pada obat yang kemarin diberikan itu sangat-sangat tinggi untuk nyonya Olivia. Jadi ya,efeknya memang berbahaya."


"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih"


Brianpun keluar ruang dokter dan kembali menghampiri Oma.


Terlihat Oma sudah mau disuapi oleh Delia.

__ADS_1


Meskipun diantara mereka tak ada percakapan apapun,tapi ini pemandangan yang cukup indah.


Karena terlihat Oma tidak lagi memandang istrinya sinis.


"Sayang,aku harus pergi,tolong jaga Oma ya..Bi Ijah,tolong bantu Delia"


"Baik tuan"jawab bi Ijah.


"Hati-hati ya mas,,"


Setelah kepergian Brian,Delia melanjutkan mengurus segala keperluan Oma.


Ia memasukan pakaian kotor Oma kedalam kantung plastik.


"Oma,Delia pamit sebentar ya,,Delia mau ke jasa loundry ,sekalian beli makanan. Oma mau titip apa? Biar Delia belikan"


"Tidak usah"


"Baiklah,,bi Ijah,tolong jaga Oma ya.."


Deliapun keluar dari rumahsakit.


Setelah kepergian Delia Oma memanggil bi Ijah yang tengah duduk di sofa.


"Bi,,kemarilah"


"Iya nyonya.." bi Ijah mendekat,ia menarik kursi disamping Oma.


"Ceritakan padaku apa yang kamu ketahui tentang Delia semenjak ia datang dikehidupan Brian."


Bi Ijahpun akhirnya menceritakan dari awal Brian menikahi Delia. Tak terkecuali saat dengan sengaja Atmajaya menumpahkan kopi di kaki Delia hingga kakinya melepuh.


Bi Ijah mengagumi kesabaran Delia saat mengalami penyiksaan dirumah Atmajaya.


"Dia hanya bertahan demi ayahnya nyonya,ayahnya sama seperti nyonya,memiliki sakit jantung. Saat itu,maaf tuan Atmajaya memberikan vidio pada tuan Yosep yang berisi penderitaan Delia selama dirumah . Dan akhirnya Yosep meninggal,saat itulah separuh nyawa non Delia juga ikut sirna. Delia memutuskan pergi ke Bali meninggalkan tuan Brian. Tapi kenyataannya,tuan tidak bisa hidup tanpa nonDelia.


Tuanpun menyusul non Delia dan memintanya."


"Untuk 2 M itu?"


"Yang saya tahu,dahulu tuan Atmajaya menghancurkan seluruh perusahaan dan anak perusahaan tuan Yosep karena belio marah. Tuan Atmajaya menyangka kalau tuan Yoseplah penyebab nyonya Lidia menunggal. Setelah tuan Brian tahu kalau kematian ibunya tidak ada sangkut pautnya dengan tuan Yosep,2 M itu tuan Brian berikan sebagai ganti rugi atas semua yang sudah tuan Atmajaya lakukan.


Memang 2 M itu non Delia gunakan sebagian untuk memulihkan Klinik ibunya yang dulu dihancurkan oleh tuan Atmajaya.


Dan selebihnya ia berikan pada korban kecelakaan pabrik dan armada bus yang pernah dibakar oleh tuan Atmajaya.


Maaf nyonya,saya tidak bermaksud apapun,tapi ini kenyataannya. Mungkin saat itu tuan Atmajaya tengah kalut dan terpukul karena kepergian nyonya Lidia.l,jadi sayapun tidak menyalahkannya."


"Terimakasih bi,,aku sudah paham sekarang."


"Nyonya,mohon maaf selama di rumah,saya tidak bisa menceritakan apapun pada nyonya. Nyonya saya mohon maaf jika saya lancang,,maafkan semua kesalahan Delia. Setahu saya,hubungan nyonya Lidia dan Alya sangat dekat. Jadi,saya rasa tidak mungkin mereka saling menyakiti."


"Terimakasih bi Ijah,aku mempercayaimu."


"Sama-sama nyonya,,saya juga sekarang sudah lega,beban ku sudah ku ungkap semua."

__ADS_1


Ada secercah cahaya terpancar dari wajah Oma setelah mendengar penjelasan bi Ijah.


Oma pun mulai tersadar,betapa kejamnya dia pada Delia.


__ADS_2