
"Atmajaya?? Dia saat ini tidak bisa diandalkan! Dia jadi sibuk membalaskan dendam karena kematian istrinya,dan sibuk mencari kotak itu!"
"Ck,,,sebenarnya,dia bukan sibuk balas dendam,tapi sibuk mencari kotak! Dasar serakah!"
"Tutup mulutmu!! Kamu tahu siapa dia?dia juga pamanmu! Ayah mau kamu bantu ayah
"Apa yah?"
"Kamu harus membujuk Brian agar mau menikah denganmu,dengan begitu kamu tidak perlu cape-cape bekerja karna dia bisa menjadi mesin Atm berjalan untuk kita."
"Apa??"
Tania terkejut dengan permintaan ayahnya.
"Coba pikirkan,bukannya selama di Amerika kalian sangat dekat? Apa kamu pernah melihat Brian bersama wanita lain disana sedekat itu?"
Tania mulai berfikir,Ayahnya terus menghasutnya.
"Baiklah,lagian untuk apa cinta! Aku tidak butuh cinta!! Aku hanya butuh uang untuk kesenanganku sendiri."
Ucap Tania penuh kebencian.
Semenjak ditinggal Kevin dia pun berubah menjadi wanita yang tidak mempercayai dan tidak peduli dengan urusan hati.
"Bagus,ingat dalam permainan ini jangan gunakan hati, kita manfaatkan Brian,karena pemilik kekayaan Lidia yang sesungguhnya ternyata Brian bukan Atmajaya. Ayah juga tidak mau hidupmu sengsara. Uang ayah sudah habis untuk kuliyah di Amerika jadi gunakan kecerdasan mu oke!!"
Tania dan Ayahnya tersenyum menyunggingkan sudut bibirnya.
Sejak saat itu mereka selalu gunakan berbagai cara untuk memiliki Brian."
FLASH ON
Tania menemukan sahabat Kevin yang dulu sempat tinggal sekamar dengannya.
Segera Tania menghubunginya melalui media sosial,ia meminta nomer ponselnya agar lebih mudah berkomunikasi.
"Semoga saja dia membaca Chat ku" Tania tidak berharap apapun dari hubungannya dengan Kevin,dia hanya ingin tahu alasannya membohonginya selama ini.
***
Keesokan harinya
Brian berkemas,Delia hanya memasukan beberapa setel baju.
"Mas,kamu harus janji! Jangan lagi-lagi membahayakan dirimu sendiri! Aku takut tau mas!" Delia meletakan kedua tangannya dipinggang,menatap suaminya.
"Iya iya,,,aku janji,,"
"Oke,bagus,awas kalau tubuh kamu luka lagi!!! Jaga dirimu baik-baik loh! Jangan bandel!"
"Iya baweeeeelllll....!" Brian menyubit hidung istrinya gemas.
"Ayo,kita kerumah Bibi Mira!" Brian membawa tas ranselnya dipundak.
"Tumben mas,urusan bisnis kok kamu cuma bawa baju santai gini" Delia mulai mencurigai suaminya yang hanya menggenakan pakaian santai namun tetap rapi.
"Ck,,sayang,aku kan cuma mau ketemu kolega kerjaku yang usianya juga sama denganku,dia supel orangnya,lagian kita cuma membicarakan bisnis biasa."bohong Brian.
__ADS_1
Terpaksa Brian berbohong,karna dia tidak ingin istrinya khawatir jika urusannya kali ini masih bersangkutan dengan Atmajaya dan Widodo.
"Oke! Asal jangan ketemu temen cewe aja!!"
"Ya engga lah,cemburuan amat,dulu aja susah banget buat menerima aku."
Goda Brian.
"Diem agh...udah yukz kerumah Bibi,,"
***
Dirumah Bibi Mira Delia dan Brian disambut dengan hangat.
Kondisi rumah Bibi Mira masih berantakan.
Sisa tasyakuran pernikahan Fani dan Bimo.
"Maaf ya Nak,masih berantakan sekali.."ucap bibi Mira pada Brian.
"Tenang bi,,saya sengaja membawa Delia kemari untuk membantu bibi membersihkan rumah..hehehehe"
Brian dan Bibi Mira tersenyum menggoda Delia.
" Ohhh...Mister Bunglon yang super kaku akhirnya bisa bercanda juga ya,,,bagus lah ada perkembangan,,puas-puasin aja mas ..mumpung masih baik ni akunya!" celoteh Delia tak mau kalah.
Brian langsung merangkul istrinya sembari melempar senyuman khas yang mematikan itu.
"Engga agh,,,baiknya kamu itu tetep ada seremnya juga,jadi mas gak berani..iya gak bi..?"
"Haduh,,kalian ini,,,udah gih,bawa masuk tasmu ke kamar,bibi tunggu dimeja makan ya..kalian pasti belum sarapan kan?"
Kali ini Brian sudah tidak canggung lagi dengan Bibi dan Paman Delia.
Delia hanya tersenyum sinis menatap suaminya yang mulai menyebalkan.
"Hah,bisa aja kamu mas,,gimana aku gak kesiangan! Semalaman aku harus menunggui pria galau,yang ujung-ujungnya minta jatah! Modus!!" Bisik Delia,ia menyubit perut suaminya yang tetap sixpack walaupun dia selalu menghabiskan makanan Delia.
"Ow ow ow..." Brian kesakitan.
"Sukur!"
"Udah udah,,kalian ini ya,,mau bibi jewer ya???" Bibi Mira sudah siap dengan kedua tanganya.
"Iya biii...." Delia segera pergi kekamar,untuk meletakan tasnya.
Kemudian mereka kembali lagi ke ruang makan.
Selesai makan,dan berpamitan dengan paman dan Bibi,Brian berpamitan untuk menjemput Soni terlebih dahulu.
Setelah kepergian Brian,Delia lamgsung menghubungi Keke dan Fani.
"Hallo Kee,hallo Fan"
Delia melihat kedua sahabatnya dari layar ponsel.
Keke yang berada di kantor membolakan matanya sembari berbisik.
__ADS_1
"Del! Apaan si lu vidio call pas jam kerja,,lu mau gue dimarahin ma bos killer??" Delia dan Fani menertawakan wajah panik dari Keke.
"Aghhh...killer apanya..dia kan baik hati,,suka ngajakin lo makan,nganterin lo pulang,trus nemening lo ke Bandung,terussss...ngajakin dansa kemarin...baik kaaaannnn???" Goda Delia.
"Ihhj,,kok lu tau???aghhh....pasti lo yang ngasuh tau ya Fan..."
Rengek Keke,wajahnya memerah seperti tomat,ia merasa malu dan tak enak hati.
"Hehehe...maaf Kee,,urusan ini gue gak bisa gak ngomong,,bentar lagi juga kalian mau jadi sodaraan..iya kan Del"
Sahut Fani.
"Apa!!! Jangan ngawur kalian...eh! Kalian nelpon gue cuma mau ngejek gue ya!!" Omel Keke.
"Hehehe,,enggak ko,,kita cuma mau,ngajakin senam jantung aja..hahahah" tawa Delia diikuti oleh Fani.
"Uh,,sialan,,udah agh!"
"Hehehe,,eh Ke,aku ada dirumah bibi,hari ini suamiku lagi pergi,jadi malam ini kamu temenin tidur dirumah bibi Ya...gue kangen tahu ma kalian.."kata Delia manja.
"Bisa banget Del,,gue juga kangen,,tapi kayanya Fani belum bisa tu saayyy...iya ga Fan,,lu kan lagi sibuk sama abang Bimo hehehe" giliran Keke yang menatap Fani dengan tatapan nakalnya.
"Apaan ih...gue bukan sibuk,gue masih banyak tamu dirumah,,jadi gak bisa tidur bareng kalian."
"Iya iyaaaa...kita tahu ko...pengantin baru kan super sibuk.." Delia terus menggoda sahabat-sahabatnya.
Rasanya sudah lama sekalia mereka bertiga tidak saling bercengkrama.
Sedang asyik-asyiknya mengobrol,tiba-tiba Roby diam-diam muncul dibelakang Keke.
Keke tak menyadari kedatangan Roby ,karena kamere depan milik Keke hanya terpampang wajah Keke.Sementara Roby yang tengah meletakan kedua tangannya dipinggang,tidak terlihat dari kamera.Ia tetap santai menyaksikan tiga wanita yang tengah bergosip.
Tiba-tiba tanpa sengaja kamera Keke menangkap penampakan jam tangan dibelakang Keke.
Delia dan Fani paham benar pemilik jam tangan tersebut.
Keke tetap saja tidak menyadarinya.
"Em...anu,,Ke,,ggg ggue cabut ya,,,udah dulu ya,,,selamat bekerja,,,bye...hihihi"Delia setengah cengengesan.
"Gue juga cabut Ke,,bye.."sahut Fani.
"Ih,kok kalian main cabut aja,,udah gangguin gue kerja lagi...uhhhh ya udah! Bye,,sampai ketemu entar sore ya.."
Mereka mengakhiri panggilannya.
Keke terkejut saat memutar kursinya.
"Ttttuan,,,mma maaf,,tadi a anu..itu..saya,," ucap Keke Kelu.
"Mati aku!!!"batin Keke.
"Udah bergosipnya!? Mana berkas yang aku minta kemarin!" Ucap Roby dengan mengadahkan satu tangannya, tatapan sangar namun berbeda.
"Maaf tuan,Ini tuan,,oiya,siang nanti ada rapat tuan."
"Hem!" Roby langsung meninggalkan Keke.
__ADS_1
"Tumben dia cuma gitu doang,biasanya pake ngomel,hemmm..." Ia mengangkat pundaknya,menghela nafas dan membuangnya pelan.