Pernikahanku Pelunas Hutang

Pernikahanku Pelunas Hutang
Bab 15


__ADS_3

***


Selesai sholat subuh Delia langsung memakai pakaian rapi,dia selalu berangkat kerja pagi pukul 05.30 agar tidak terkena macet.


Sementara itu Brian masih tidur nyenyak.


Tapi tiba-tiba dia terbangun melihat bayang Delia yang sedang akan mengambil tas kerja.


"Mau kemana?"tanya Brian yang masih memeluk bantal guling,matanya masih terpejam.


"Aku mau berangkat kerja,aku tidak mau terjebak macet."


"Tunggu,hari ini kita pindah rumah jadi kamu ijin dulu,kamu harus bantu aku berkemas dirumah yang baru"


"Bisa ga pindahnya minggu saja,soalnya aku ga enak aku kan termasuk karyawan baru,lagian ini hari pertamaku kerja di cafe juga" jawab Delia malas.


"Lebih cepat lebih baik!aku kan membayarmu untuk hari ini,kamu tidak mau berhutangkan!!"


Brian bangun dari tidurnya,mencari keberadaan ponselnya,segera ia hubungi Roby.


"Hallo Rob?udah bangun?"


"Tadinya belum gara-gara telponmu yang cukup menganggu jadi terpaksa aku bangun!ada apa pagi-pagi gini nelpon,"


"Tolong sampaikan ke bagian personaliamu,hari ini Delia izin tidak masuk kantor,aku akan pindah rumah hari ini"


"Hemmm...iya iya..bagaimana kabar Delia?"


Tut tut tut


Brian langsung memutuskan panggilan tanpa menjawab pertanyaan Roby.


"Oke beres kan,sekarangbpergi kedapur ambilkan aku infused water dan siapkan sarapan?"


Delia mengikuti perintah Brian.


***


Dimeja makan Brian berpamitan dengan ayahnya.


"Yah,hari ini aku akan pindah ke rumahku yang baru"


"Kenapa secepat ini nak..tinggalah beberapa hari lagi,lagian hari ini ayah punya kejutan untukmu"


"Tapi yah,aku sudah berkemas."


"Tunggulah dulu...suruh wanita itu merapikan kembali baju-bajumu ke almari."


"Tapi yah.."


"Kamu tau ayah sudah semakin tua,saatnya ayah menginginkan cucu,ayah ingin melihat penerus keluarga Atmajaya lahir."


Mendengar permintaan ayahnya,Brian batuk-batuk tersendak makanan yang ada dimulutnya.


"Tttapi..itu tidak mungkin yah, aku dan Delia kan..."


"Siapa bilang ayah menginginkan anak dari Delia,ayah mau kamu menikahi Tania,anak pak Widodo,dengan pernikahan ini maka perusahaan kita semakin besar dan ayah akan mendapatkan cucu darinya,ayah merasa kesepian nak..."


Atmajaya menyela pembicaraan Brian yang belum usai.

__ADS_1


Delia yang masih duduk didapur pun tercengang mendengar bahwa Brian akan menikah lagi.


"Kenapa harus Tania pah..pah,fokus kita sekarang membalas dendam Yosep melalui anaknya,jadi apa lagi ini...aku tidak mau" Brian menolak keras perintah ayahnya


"Tapi ayah sudah menyetujui perjodohanmu kemarin saat ayah berkunjung kerumah Widodo."


"Yah,aku mohon tidak untuk sekarang,pekerjaanku masih banyak,terlebih akan ada kerjasama baru dengan pak Wododo diBali. Aku gak mau dibikin pusing yah,tunggu sampai tugasku dari ayah selesai."


"Oke,kalau begitu,serahkan vidio itu pada ayah,,karna ayah lihat akhir-akhir ini kamu kurang tegas pada Delia. Haruskah ayah ikut menciptakan neraka untuknya?Pertunjukan kalian kurang menarik menurut ayah."


"Yah!ayah sudah berjanji padaku,biarkan aku saja yang melanjutkan ini,tugas ayah hanya menikahkan aku dengan Delia. Jangan menghambat pekerjaanku dengan pernikahan baru"


"Aku tidak menghambatmu,justru aku memberikan penderitaan baru,bagaimana Yosep menyaksikan anaknya dimadu,,itu ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampau."


Flash back


Hari dimana Brian mengungkapkan ide untuk menikahi Delia.


"Hah,,ide bagus nak,tapi apakah kamu tidak keberatan mengorbankan masa depanmu demi menikahi anaknya?"


"Aku akan menceraikannya ketika mereka berada di ambang maut"


"Bagus nak,balaskan kematian ibu dan calon adikmu"


"Ayah akan atur semua".


"Tapi aku punya satu syarat yah.."


"Apa itu nak"


"Hanya aku yang akan memberi pelajaran padanya,hanya aku yang boleh menyiksanya,aku hanya mau ayah duduk manis menyaksikan pertunjukan demi pertunjukan. Aku tidak ingin ayah akan terkena masalah kedepanya. Ayah percayakan semua padaku."


Flash on


"Iya nak,ayah ingat tapi jangan sampai kau lupa akan janjimu pada ayah akan membuat anak itu menderita."


Delia mendengar percakapan Atmajaya dan Brian.


"Ya Allah,apa kesalahan ayahku pada keluarganya sampai-sampai mereka tak henti-hentinya membuat keluargaku menderita. Ya Allah,tunjukan padaku kebenaran itu...Ya Allah kuatkan aku agar aku tidak terlihat lemah dihadapan mereka."


Tiba-tiba bi Ijah menghampiri Delia.


"Non,jangan menangis,,kalau sempat baca ini non"


Bi Ijah memberikan sebuah surat pada Delia.


"Terimakasih bi,"


Delia menyembunyikan surat itu pada saku celananya.


"Sudah yah,aku sudah kenyang,aku akan tetap pindah hari ini"


"Jangan hari ini,sebentar lagi Widodo dan Tania kemari,membicarakan pernikahan ini"


Brian tidak menggubris ayahnya,dia menaiki tangga menuju kamarnya.


"Sial!!! Kenapa ayah malah menjodohkanku dengan Tania.." Batin Brian.


Tok tok tok

__ADS_1


Delia masuk kekamar.


"Maaf,a-a-ku hanya ingin menanyakan apakah hari ini kita jadi pii,,pin..pindah?" Suara Delia gemetar melihat tatapan Brian yang sedang murka.


"Apa kau tidak dengar tadi Hah!!Ayah melarang kita pindah hari ini!!! dan..dan..aghhhhh!!!"


Delia hanya tertunduk ketakutan,Brian terus saja mengacak-acak isi kamarnya,kemudian dia menghampiri Delia.


"semua gara-gara Ayahmu,aku mengalami semua kesulitan ini!! Aku..aku harus mau menikahi orang yang tidak aku sukai!!"


"Kalau begitu,ceraikan saja aku"


"Hah!!enak sekali kamu ngomong!!aku sudah membelimu dengan harga 1 M...aku akan menceraikanmu sampai ayahku puas menyaksikan penderitaanmu dan ayahmu!!!"


"Sebenarnya apa yang kalian mau?aku sudah cukup menderita disini,dan ayahku,ayahku juga pastinya sudah menderita disana karna kerinduanya padaku,apa lagi yang kau mau??kalau kamu mau menikahi Tania silahkan,aku tidak akan melarang,karna aku sama sekali tidak mengharapkan cinta darimu."


"Enak sekali kamu ngomong ya!!!"


Brian membungkam mulut Delia,dia menghimpitnya ditembok.


"Aku hanya akan menceraikanmu jika ayahmu mati!!!itu kemauan ayahku!!!"


Mata Delia membulat,dia tidak bisa berkata-kata karna tangan Brian membungkamnya. Dia hanya mampu meronta-ronta.


Tok tok tok


"Tuan,ada Nyonya Tania dan pak Widodo"


"Baik bi,aku akan menemuinya"


Brian melepaskan tanganya,Delia langsung mengatur nafasnya.


"Tetap disini,jangan keluar kemasi semua ini kita tidak akan pindah hari ini!kau mengerti!!!"


Brian menunjuk nunjuk Delia,Delia hanya mengangguk ketakutan.


Setelah kepergian Brian delia menginggat surat pemberian bi Ijah.


Dia memilih membacanya dikamar mandi,karna disanalah satu-satunya ruangan tanpa CCTV.


"Non..maafkan bibi kalau bibi lancang ikut campur urusan nona. Bibi hanya merasa kasihan dengan non Delia.


Non Delia harus bertahan dengan Tuan Brian,karna sebenarnya tuan itu baik..Sebelum ibu dan adiknya meninggal dia sangat baik,tapi setelah meninggalnya ibu dan adiknya sikap Tuan Atmajaya dan Tuan Brian berubah.


Selama ini Tuan Brian hanya mempercayai ayahnya,tapi bibi rasa ayah nyonya yaitu tuan Yosep tidak bersalah,jadi bibi minta Nyonya bertahan dengan Tuan dan jangan menyerah untuk mencari kebenaranya yang selama ini tidak dicari oleh tuan Brian.


Seingat bibi,saat acara itu mereka memakai jasa catering pada catering Delicios,kebetulan bibi yang mengatur pembayaran cattring tersebut ini aku masih menyimpan nota pembayaranya. Disitu ada alamat yang tertera..mulailah dari situ. Karna disana ada karyawan catering yang bersaksi saat itu. Dan aku masih menyimpan nomer ponsel pemiliknya. Bibi harap ini bisa dijadikan jalan awal untuk kebenaran itu."


Delia langsung mengambil nota yang dibaliknya ada nomer ponsel si pemilik cattring. Delia langsung menelpon Roby. Karna hanya dia yang bisa membantunya.


"Hallo"


"Hallo Del,ada apa?"


"Kak Roby,apakah kita bisa bertemu?apakah kamu sedang sibuk?"


"Bisa bisa Del,aku akan menjemputmu dirumah."


"Jangan kak,aku akan menunggumu di pertigaan sebelum rumah Brian"

__ADS_1


"Baiklah"


__ADS_2